Showing posts with label UGM. Show all posts
Showing posts with label UGM. Show all posts

Sunday, 19 April 2026

, , ,

Tabel rekap (tidak lengkap) calon MWA 2026-2031 unsur tendik

Sampai Minggu, 19 April 2026 pukul 15.51 sore, hanya 3 dokumen lengkap yang saya peroleh. Cukup? Tentu tidak. Namun tidak mengapa.

Dokumen saya peroleh tidak dengan meminta kepada calon. Saya hindari meminta dokumen kepada para calon.


Keterangan: DED - durung entuk data

Calon MWA unsur tendik periode ini, setidaknya ada kemajuan dari sisi jumlah, dari 6 di periode lalu menjadi 7 untuk periode 2026-2031. 

Selain itu, unit induk juga ada yang mendukung. Paling sederhana melalui postingan di IG unit. 

Keterwakilan perempuan juga meningkat. Jika periode sebelumnya hanya 1 perempuan, pada periode ini ada 3 perempuan mengikuti.

Berikutnya akan kita lihat bersama, apakah dari sisi pemilih akan mengalami perbaikan juga?

Periode lalu, total ada 1,536 pemilih berpartisipasi. Jika dibanding dengan total tendik tahun 2024 sebanyak 3585, angka partisipasi tendik mencapai 42,8%.  Kita berharap, pada periode ini akan meningkat. 

Selain jumlah, dinamika prosesnya terasa lebih semarak. Kiriman dokumen profil, video, ajakan memilih dikirim ke japri maupun di grup WA. Dalam video/poster tersebut, juga terang-terangan mengajak memilih dirinya. Percaya diri.

Agaknya, fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pensiun, para calon anggowa MWA ini sudah tahu hendak ke mana. 

Nyaleg? Calon Bupati? Atau setidaknya calon lurah di kampung halamannya.


MWA bukan eksekutor

Anggota MWA bukan eksekutor. Jangan sampai para calon terjebak pada program praktis. Yang harus didorong itu kebijakan. Dan, mendorong terwujudnya kebijakan bukan hal mudah. Apalagi anggota MWA terdiri dari berbagai elemen. Dari level mahasiswa dan tendik, alumni yang berkibar di mana-mana, dosen yang tentu jejaringnya luas, guru besar, dan alumni yang memiliki jabatan namun masuk lewat masyarakat umum. Ada bargaining, ada adu gagasan, dan lainnya.

#######

Penutup

Harapan saya, MWA dari unsur tendik bukan MWA yang mriyayi. Bukan yang memosisikan diri sebagai ndoro. Bukan yang menjaga jarak karena jabatan. Bukan yang terlena oleh jabatan. Juga bukan orang yang baper-an karena kritik, baper karena idenya dikritisi, atau baper pada orang yang berseberangan. Bukan yang pelit informasi. Bukan yang siapa elu - siapa gue. 

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Masing-masing calon punya gagasan. Dari sekian gagasan, jika tidak semua dapat digiring ke ranah kebijakan, siapapun yang terpilih, paling tidak mau mendengar, dan mau bercerita.

Itu saja, buat saya sudah cukup.

Lalu mau milih siapa?

Siapapun boleh! Masih ada agenda curah gagasan di hari Senin, 20 April 2026, untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait gagasan para calon. Masih ada waktu 1 hari sampai 21 April pukul 12.00 WIB untuk menentukan pilihan.

Bisa dari gagasannya.
Bisa dari kedekatannya.
Bisa dari isu gender.
Bisa dari kemudahan diaksesnya.
dan lain-lainnya

Yang jelas warga kampus pasti tidak akan milih karena jogetnya, ok gass-nya, atau gemoy-nya.  

------------------------------------**------------------------------------

Referensi


, , ,

Wisnu Budi usung empat komitmen. Yakin, Pak?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Wisnu Budi Ardianto (WBA) merupakan sekretaris pimpinan di FKG. Berbeda dengan 2 video sebelumnya (NBS dan IWW), durasi video WBA sampai 5 menit. Perlu waktu lebih lama untuk mencerna pesan yang disampaikan. 

Saya mulai... 

"Satu Visi untuk Perubahan, Satu Suara untuk Kesejahteraan". Ini semacam jargon, bukan visi. 

Pertanyaan yang muncul: Perubahan apa yang dimaksudkan? Adakah keadaan status quo yang perlu diubah?

Visi-misi (yang muluk)

WBA mengusung misi "Meningkatkan sinergi kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pesan di visi bisa diterima. Namun, penggunaan kata kerja "meningkatkan" menjadikan visi terasa seperti misi. Jika visi itu dianggap sebagai kondisi ideal yang ingin diraih, akan lebih baik jika visinya diubah menjadi "Terciptanya kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pada bagian misi, WBA mengusung "Pencapaian Renstra UGM 2022-2027 menuju Kepemimpinan Global 2031 sebagai Global Excellence Hub, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi Tenaga Kependidikan". 

Pada bagian misi ini agak aneh. Yang hendak dicapai adalah kondisi ideal pada tahun 2031. Nah, untuk mencapai itu perlu pencapaian renstra 2022-2027. Anggota MWA terpilih akan bertugas sampai 2031. Lalu 4 tahun sisanya ngapain?

Selain itu, tahun 2027 (sebagai akhir dari renstra) itu tinggal 1 tahun. Cukup, po?


Komitmen (yang begitu banyak) 
Komitmen, menutur KBBI berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. WBA, menurut saya, terlalu berani menuliskan 4 komitmen. Bagus, sih. Dengan komitmen yang jelas, akan mudah pula dalam membandingkan dengan kandidat lain, untuk memutuskan pilihan. Dan jika terpilih, jelas pula yang ditagih.

Ada empat komitmen WBA. Komitmen ini, dalam konteks kampanye menarik pemilih, sepertinya benar-benar hendak digunakan untuk menunjukkan betapa pahamnya WBA pada kebutuhan tendik. Apalagi komitmen ini menyentuh hal yang populis, dan bagian yang "diinginkan" tendik. Misalnya kesejahteraan, kemudian kompetensi melalui jejaring internasional. 

Siapa yang tidak tersihir oleh kata sejahtera? Dan siapa yang tidak ingin dapat kesempatan belajar di luar negeri?

Kesejahteraan & Karir: Memastikan kebijakan yang adil dan transparan untuk pengembangan karir serta kesejahteraan Tendik; Jenjang karir yang jelas, evaluasi dan penyesuaian kelas jabatan; Bina lingkungan

Digitalisasi Berbasis Kebutuhan: Perbaikan Sistem yang memudahkan pekerjaan, bukan menambah beban administratif yang rumit

Sinergi Kampung-Kampus: Menjaga harmoni dan kolaborasi antara UGM dengan lingkungan di luar kampus, UGM melaksanakan PkM dimana tendik tinggal sebagai wahana dan wujud apresiasi (UGM Berdampak)

Mitra Strategis Global: Memperjuangkan penguatan kompetensi Tendik di level internasional sebagai mitra strategis UGM.


Alih-alih fokus pada 1 hal, WBA justru memilih mengusuh 4 komitmen untuk mendukung visi dan misinya. Bagus. Namun di sisi lain komitmen ini nantinya bisa jadi beban berat WBA jika terpilih. 




Golongan elit?
WBA merupakan sekretaris pimpinan. Setidaknya info jabatan ini diperkuat oleh berita ini. Sespim bukanlah jabatan struktural. Dari media sosialnya, WBA sebagai sekpim agaknya dekat dengan pimpinan. Obrolannya dengan pimpinan tak semua receh, ada yang serius. Setidaknya ini dapat dilihat dari ide/gagasan yang diusung.



-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Saturday, 18 April 2026

, , ,

Ika Wulandari fokus pada well-being, berpijak pada kondisi riil lapangan?


Keterangan batasan tulisan ini ada di bagian akhir


Ika Wulandari Widyaningrum (IWW), salah satu calon MWA unsur tendik. Dokumen kampanyenya saya peroleh, ada poster, ada video. 

Sekali lagi. Ini  proses politik. Semua berhak memberi komentar dan catatan pada semua calon. Di sisi lain, konsekuensi dari orang yang masuk ke proses politik, maka akan mendapat catatan dari para calon pemilihnya.

Saya mulai....

Visi dan Misi
IWW menambah kata "strategis" pada visi dan misinya. Visinya "mewujudkan tendik UGM yang unggul, kompetitif, dan produktif".

Visi ini relatif bisa saya terima. Meski mungkin akan lebih kuat jika visi itu tanpa kata kerja. Mewujudkan menjadi terwujudnya. Sehingga menjadi "Terwujudnya tendik UGM yang Unggul, kompetitif dan produktif" sebagai keadaan yang terus menerus harus diupayakan, diusahakan. Bentuk idealnya masih ada dalam bayang-bayang.  Visi IWW punya daya gedor untuk bertindak.

Sementara untuk mendukung visi itu, baru ada proses kerja, dalam hal ini mewujudkan employee well being buat seluruh tendik. Alasan kenapa well being, juga diutarakan dalam poster. Diikuti dengan tantangan dan daya dukung. Ada analisis yang saya yakin tidak serta merta muncul, yang dilakukan IWW untuk merumuskan beberapa hal di atas.

Dukungan kemampuan
Usaha mengarusutamakan well being, ternyata bukan progam yang lahir dari ruang kosong. Saya melihat IWW mencantumkan riwayat training sebagai coach untuk student well being. Agaknya IWW hendak memperluas ke tendik.


Usulan Program yang saya tak begitu berhasil memahami
Dari paparan visi, misi, analisis tantangan, daya dukung, dan semacamnya, IWW berhasil menunjukkan ide yang rapi. Namun, di akhir, saat menawarkan usulan program, saya belum begitu paham. 

IWW membuat usulan progam Ruang "Diskusi" yang Inklusif, Akomodatif, dan Responsif. Kata diskusi diapit tanda petik.  Kenapa? Saya belum dapat jawaban.

Pada bagian usulan program itu, IWW menuliskan "Mekanisme survey kepuasan kerja/indeks kebahagiaan, yang dapat mendukung program-program seperti: pengembangan karir, pengembangan kompetensi kesetaraan kesempatan bagi seluruh tendik dan perempuan, dan kebutuhan untuk work-life balance."

Survey?

Sebenarnya, pada level MWA, anggota unsur tendik tidak dalam kapasitas membuat program, melainkan mendorong kebijakan. Begitu yang saya pahami.

Mungkin, ini mungkin lho. Ruang diskusi yang inklusif, akomodatif, dan responsif itu adalah kebijakan yang akan diperjuangkan IWW jika terpilih menjadi ketua MWA.

Atau, bisa juga itu merupakan kerja yang akan dilakukan IWW jika terpilih menjadi anggota MWA sebagai bagian dari usaha "belanja masalah". Dari situ diharapkan muncul gagasan-gagasan yang dapat dinaikkan ke level kebijakan dalam rangka well being, didorong melalui MWA untuk dilakukan rektor terpilih dan rezim di bawahnya.

Atau, bisa juga maksud IWW mendorong semua unit untuk mewujudkan "ruang diskusi yang inklusif, akomodatif, dan responsif" di semua unit di UGM sebagai bagian dari mendukung well being. 

Mungkin begitu. Tapi kok ada "survey", ya?


Dari golongan elite?
IWW merupakan ketua tim kerja. Satu level di bawah KKA, bukan  jabatan struktural. Posisi Katimker merupakan posisi strategis. Dia bisa ke bawah, menjangkau staf yang ada di lapangan sehingga tahu kondisi lapangan. Juga bisa menjangkau ke atas, ke KKA atau bahkan melompat sampai WD dan Dekan.  

Ketua tim kerja, mestinya punya hubungan yang erat dengan staf di bawahnya dan paling tahu lapangan. Mungkinkah visi misi terkait well being tendik itu tumbuh dari kondisi riil lapangan?


Pantun penutup yang...

IWW menutup posternya dengan pantun. Tapi kok iramanya kurang smooth, ya.

Naik Transgama berkeliling. Melewati sekolah dan fakultas. 
Tendik UGM dengan support well-being, menaikkan produktivitas
Saya coba usulkan revisinya
Naik Transgama berkeliling, melewati sekolah dan fakultas. 
Tendik UGM support well-being, sebagai usaha menaikkan produktivitas



Video kampanye IWW ada di dropbox ini.

-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Wednesday, 15 April 2026

, , ,

Nur Bakti Susilo, yakin berani memastikan "aspirasi" tendik tersampaikan?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Pemilihan anggota MWA UGM kembali digelar.. Video profil dan penyampaian visi misi Nur Bakti Susilo (NBS), salah satu calon MWA unsur tendik, tersebar. Sebagai bagian dan konsekuensi dari proses politik, tentu NBS terbuka untuk diberi catatan. Saya coba rangkum isinya dan berikan catatan.

Gagal merumuskan visi

NBS mengawali video dengan perkenalan, perjalanan karir dan, tentu saja yang harus dilakukan adalah menyampaikan prestasi, dilanjutkan dengan visi.

NBS memiliki visi "melaksanakan tugas anggota MWA sesuai kewenangan berdasarkan statuta UGM". Mari kita bedah. 



Visi yang dimiliki NBS tersebut rasanya cukup untuk menunjukkan bahwa NBS gagal merumuskan visi. 

Coba cek visi UGM: "Universitas Gadjah Mada sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila."  Pada visi UGM ini ada kondisi yang terus ideal yang perwujudan sempurnyanya masih imajiner, masih hanya bisa dibayangkan, yang semua diharap bersama terus menuju ke sana.

Visi lain, misalnya: menuju Indonesia Emas 2045. Ini masih khayalan, belum terwujud. 

Nah, yang disampaikan NBS itu bukan visi, itu tugas. Secara tersurat juga jelas tertulis "tugas". Visi seharusnya visioner, sesuatu yang ideal, imajiner, dan akan diraih. KBBI memberikan arti visi sebagai apa yang tampak dalam khayalan. Apakah NBS ingin menunjukkan anggota MWA unsur tendik selama ini belum "melaksanakan tugas anggota MWA". Selama ini masih khayalan, belum ideal, masih imajiner? 

Tafsir lain atas visi NBS ini adalah NBS bermain aman. Intinya begini: "jika terpilih, ya saya akan melaksanakan tugas sesuai ketentuan". Titik.

Bagaimana dengan misi?



NBS memiliki misi "peningkatan capacity building tenaga kependidikan". NBS juga menyebut sertifikasi bagi tenaga kependidikan.

Jika dikaitkan dengan visi yang ditetapkan, misi ini tidak nyambung. 

Saya rasa, NBS gagal merumuskan visi dan misi. Namun demikian, pesan NBS dapat diterima. NBS ingin tendik lebih berdaya melalui pelatihan, dan berbagai bentuk pengembangan kapasitas tenaga kependidikan. Ini standard saja, sih.


Perumpamaan yang gagal (juga)


NBS, menempatkan tendik dengan perumpamaan

  • Jika dosen adalah kutub utara, maka
  • Tendik adalah kutub selatan
  • Semestanya adalah mahasiswa, alumni dan masyarakat

Dosen di kutub utara dan tendik di kutub selatan, rasanya aneh. Kenapa? Karena justru NBS menunjukkan jauhnya jarak tendik dan dosen. Kutub utara dan selatan, jamak dipakai untuk perumpamaan orang atau pihak yang saling berjauhan dan sulit bertemu. "Pikiran mereka bagaikan kutub utara dan selatan" yang menunjukkan betapa kontrasnya ide 2 orang yang berlawanan.  


Kemudian NBS menyebut "Semestanya adalah mahasiswa, alumni dan masyarakat". Ini aneh lagi. Jika 3 unsur ini adalah semesta, semestinya dosen dan tendik menjadi bagian dari semesta ini. Kenapa justru digambarkan terpisah?

Penutup yang harus diuji


Jika teman-teman mengingat lagi janji, gagasan, ide anggota MWA unsur tendik yang terpilih untuk masa jabatan 2021 sd 2026, kemudian mendengar penutup dari NBS kemungkinan besar merasa semacam de javu. Kayak pernah dengar.

Ada kata "aspirasi" dan "tersampaikan". Ya. Dulu, pendahulu NBS juga menyampaikan hal serupa. 

"Menjadi tugas siapapun yang nanti terpilih menjadi anggota MWA adalah mengawal menyampaikan ide dan gagasan teman-teman tendik", begitu yang dulu pernah disampaikan. Silakan cek di tulisan ini

Namun, gagasan itu, sejauh yang saya tahu, tidak terealisasi. Pada tugas MWA paling populer: memilih rektor, para tendik yang menjadi basis dia terpilih pun tidak dilibatkan. Saluan aspirasi? Mana ada. 

Dan, NBS dengan gagah berani menyelipkan kata "pasti" di antara kata aspirasi dan tersampaikan. Tentu ini akan diuji. Oleh siapa? Oleh dirinya sendiri.


Kelas elite

Sejak UGM memiliki MWA, sekian tendik duduk sebagai anggota, mewakili unsur tendik. Melalui pemilihan langsung maupun tidak. 

Ada pertaruhan saat anggota unsur tendik berasal dari kelas elit, seperti KKA. Sebagai pemegang jabatan struktural, KKA cenderung memiliki sifat yang lekat dengan kaum elit. Tidak semua bisa membaur dengan kalangan bawah, tidak mudah diakses. Paling jauh, KKA akan membaur dengan tendik di wilayah administratifnya sendiri. Itupun tentu ada lapisan-lapisan yang tercipta.

KKA akan akrab dan berani cerita terbuka kepada sesama KKA. Jika anggota MWA unsur tendik dari KKA, maka kecil harapannya mereka akan berbagi informasi berbagai dinamika MWA secara terbuka. Dan, jika demikian, maka informasi tentang perannya di MWA hanya akan tersebar di lingkaran terbatas. Akibatnya akan memperkecil keberanian tendik dari unsur bawah untuk maju, mendaftar sebagai anggota MWA. 

Kita ingin semakin banyak warga UGM yang berani maju menjadi anggota MWA, termasuk dari unsur paling bawah, dan paling jauh dari kekuasaan. 

Saya membayangkan anggowa MWA unsur tendik bikin acara jalan-jalan formal maupun tidak, ke fakultas, ngopi udud bareng di angkringan. Membaur. Cerita tentang MWA, profil calon rektor, minta saran dan masukan dari unsur yang diwakilinya. 

-------------------------------------------**-----------------------------------
Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 

******


Sambisari, 16 April 2026
06.00 pagi
 

Saturday, 19 October 2024

, , , ,

Demonstrasi Pasca 98 di UGM yang perlu diketahui, mulai isu UKT, Bonbin, Tukin, dan simulasi

Pasca 1998, aksi demonstrasi mahasiswa memiki kecenderungan fluktuatif. Naik turun intensitas dan isu yang dibawa. Termasuk di dalam kampus UGM. Bunderan dan gedung pusat menjadi titik tempat berkumpulkan para demonstran. Maka, aksi tidak dapat dilepaskan dari dua tempat ini.

Lalu, aksi apa saja yang perlu kita ketahui pasca 1998, dan terjadi di dalam kampus UGM?

Menurut saya, setidaknya ada 2 aksi yang perlu kita ketahui.


Aksi dosen tahun 2005

Dosen? Iya. Dosen. Jadi anda, sidang pembaca perlu tahu, bahwa dosen juga pernah melakukan aksi di kampus UGM. Itu terjadi tahun 2005, bulan mei, tanggal 2. Tepat di hari pendidikan nasional. Bahkan, pada media ditulis bahwa dosen mengancam mogok. 

Isu apa yang di bawa? 

"Mereka memprotes kenaikan gaji rektor hingga empat kali lipat dan mengancam akan mogok jika keputusan itu tidak direvisi.Para dosen dan karyawan mengenakan pita hitam di lengan kiri." Demikian dikutip dari https://nasional.tempo.co/read/60429/dosen-ugm-ancam-mogok.

"Ini sebagai aksi duka atas matinya dan kebersamaan di UGM. Semua dosen dan karyawan akan mengenakan pita hitam," kata staf pengajar Fisipol UGM, Arie Sujito. Demikian kutipan dari https://news.detik.com/berita/d-353296/gesekan-di-ugm-makin-ramai.

Berita terkait dapat dilihat di tautan berikut:

  • https://nasional.tempo.co/read/60429/dosen-ugm-ancam-mogok
  • https://nasional.tempo.co/read/60497/rektor-janji-tidak-akan-berikan-sanksi
  • https://news.detik.com/berita/d-353472/rektor-ugm-tolak-dialog-dengan-dosen-di-lokasi-demo-
  • https://news.detik.com/berita/d-357840/soal-demo-kenaikan-gajinya-rektor-ugm-siap-berdialog
  • https://news.detik.com/berita/d-353296/gesekan-di-ugm-makin-ramai--
  • https://news.detik.com/berita/354801/dosen-ugm-ancam-gugat-rektor
  • https://news.detik.com/berita/d-353428/ratusan-dosen-dan-mahasiswa-ugm-demo-di-balairung
  • https://news.detik.com/berita/352632/gaji-rektor-ugm-naik-400--dosen-ancam-mogok-kerja

Aksi tahun 2016
Sama seperti 2005, di tahun 2016 aksi juga bertepatan dengan 2 Mei. Ribuan peserta aksi berasal dari mahasiswa dan tendik. Isu yang dibawa terkait dengan UKT, Tunjangan Kinerja tenaga kependidikan, dan kantin bonbin atau kebon binatang di FIB. 

Selain itu, mahasiswa dipicu juga oleh anggapan rektor bahwa aksi yang dilakukan hanya merupakan simulasi. 

"Sementara itu, Rektor UGM Dwikorita menyampaikan bahwa aksi demo yang dilakukan oleh para mahasiswa ini adalah simulasi untuk melatih mahasiswa berpolitik" demikian dikutip dari https://regional.kompas.com/read/2016/05/02/15514441/Demonstrasi.Disebut.Cuma.Simulasi.Ribuan

Rekaman pernyataan rektor terkait simulasi ada di https://www.youtube.com/watch?v=H3a040yowPM


Berita terkait dapat dilihat di

  • https://www.liputan6.com/regional/read/2497944/rektor-ugm-sebut-aksi-demo-mahasiswa-cuma-simulasi
  • https://www.youtube.com/watch?v=1wMpQT5e97k
  • http://www.tribunnews.com/regional/2016/05/03/rektor-ugm-masih-dikepung-mahasiswa-gara-gara-ucapan-soal-demo
  • https://www.youtube.com/watch?v=H3a040yowPM
  • https://www.youtube.com/watch?v=7boZ6R7zN0M
  • https://regional.kompas.com/read/2016/05/02/15514441/Demonstrasi.Disebut.Cuma.Simulasi.Ribuan.Mahasiswa.UGM.Tuding.Rektor.Bohong
  • https://news.detik.com/berita/d-3201547/1000-an-mahasiswa-ugm-demo-menolak-ukt-dan-relokasi-kantin-bonbin
  • https://news.detik.com/berita/d-3202227/ini-penjelasan-ugm-terkait-demo-mahasiswa-kemarin
  • http://wargajogja.net/lingkungan/kontroversi-relokasi-kantin-bonbin-ugm.html
  • http://kopertis12.or.id/2016/05/02/peringati-hardiknas-ribuan-mahasiswa-ugm-demo-rektor.html

Saturday, 22 February 2020

, ,

Profil publikasi civitas UGM terbit 2019 terindeks Scopus

Langsung ke pembahasan saja, yak.

Dokumen civitas UGM terbit tahun 2019, dapat dilihat pada grafik dan visualisasi di bawah ini. Namun, perlu dijadikan catatan, untuk grafik diambilkan dari data di Scopus pada 18 Februari 2020. Sementara untuk visualisasi, tidak jauh rentang waktunya, diambil pada 21 Februari 2020. 

Jadi, dalam kurun waktu tahun 2020, masih dimungkinkan dokumen terbitan 2019 civitas UGM yang terindeks Scopus bertambah.     


Terdapat 2190 dokumen yang terindeks Scopus. Dari angkat tersebut, penulis terbanyak yaitu Rohman, A., disusul oleh Nugroho, HA., serta beberapa nama lain pada peringkat 5 teratas. 

UGM tentu menjadi institusi terbanyak yang menyumbang artikel. Setelah UGM terdapat UNS  dan ITB yang menjadi partner para penulis UGM. 

Scopus merekam, bahwa bidang Environmental Science menduduku peringkat paling tinggi dengan 507 dokumen. Berdasar type dokumen, artikel melampaui jenis konferensi. Hal ini dikuatkan dari data berdasar wadah publikasi yang menunjukkan dokumen yang terbit di jurnal lebih banyak dari pada prosiding.

Namun demikian, jenis open access lebih tinggi jumlah dokumennya (1.393 dokumen, atau 61%) dibanding yang lain. Sisi positif dari data ini, berarti sebagian besar dokumen yang diterbitkan oleh civitas UGM dapat diakses masyarakat secara bebas. 

Pada negara jejaring, Jepang menjadi negara paling banyak berjejaring dan menghasilkan publikasi bersama UGM. Menariknya, ada Australia dan Belanda pada 5 teratas. Artinya civitas UGM tidak hanya berjejaring dengan negara di Asia saja.

Lebih jelas tentang jejaring antar negara bisa dilihat di visualisasi.


Grafik di atas menunjukkan jenis publikasi dan jumlah dikutip. Menarik. Karena meskipun jumlah selain open access hanya 837 (30% dari total publikasi 2019), namun justru jumlah dikutipnya mencatatkan angka 451 dokumen atau 60% dari total dikutip (750). Melebihi dokumen openaccess yang meski berjumlah 1.353, namun baru dikutip 299 dokumen.

******

Author keyword minimal 5
Visualisasi di atas menunjukkan jejaring kata kunci yang ditentukan oleh penulis, dengan ketentuan  kata kunci muncul minimal 5 kali pada kumpulan data set publikasi 2019.

Kajian tentang Indonesia paling banyak muncul. Topik tersebut berkaitan dengan berbagai topik lain, yang bisa dilihat pada gambar.  Misalnya dengan remote sensing, climate change, tuberculosis, cancer, malaria, dan lainnya.

Tampaknya, bidang kesehatan mendominasi dalam hal ini.



Jejaring negara penulis, minimal 5 kali muncul
 Pada grafik terlihat bahwa Indonesia merupakan negara paling banyak menyumbang penulis. Tentu saja, karena civitas UGM berasal dari Indonesia. Namun, visualisasi di atas memperlihatkan lebih jelas tentang jejaring antar negara asal penulis tersebut.

Ada beberapa klaster. Nama negara yang memiliki warna yang sama, menunjukkan bahwa negara tersebut kerap berkolaborasi dalam penulisan. Warna-warna tersebut dihubungkan oleh Indonesia, sebagai negara asal penulis UGM.

Dari visualisasi di atas, kita bisa mengetahui kecenderungan negara jejaring (selain Indonesia) ketika kolaborasi menulis dengan penulis UGM. Misalnya Thailand, Vietnam, Singapura, itu cenderung bersama. Kalau Australia berkolaborasi dengan UGM, maka jejaring negara lainnya adalah UK, German, Spanyol. Dan seterusnya.

Tentu, sebaran ini bisa menjadi bahan kebijakan jejaring kepenulisan pada masa yang akan datang.

Nama penulis, minimal punya 5 dokumen, dan saling berjejaring.

Jejaring antar penulis di atas memperlihatkan klaster/kelompok penulis yang saling berjejaring. Fokusnya ada pada nama-nama yang menjadi pusat pada setiap klaster. Ditunjukkan oleh besarnya lingkaran.

Dari visualisasi di atas, selain kelompok penulis, kita bisa melihat jejaring antar fakultas/program studi.

Sayangnya, saya tidak mengenal semua nama dosen di UGM. Sehingga belum bisa membaca visualisasi di atas lebih dalam. Namun, mudahnya begini: jika ada dua nama dari fakultas yang berbeda tapi saling terhubung, maka mereka berkolaborasi.

Maaf, analisia belum mendalam.

(Selesai)

Sunday, 27 October 2019

, ,

Wajah Jurnal UGM di Scopus #1: Gama IJB

Catatan: analisis di bawah ini diperoleh dari dataset dari Scopus, tanpa proses pengurangan, pengeditan, pengecekan apapun. Sangat mungkin dataset memuat data yang dobel (misal: nama, institusi, dll.). 
Analisis ini merupakan analisis pribadi, sebagai bagian dari latihan menulis dan melakukan analisis bibliometrik. Ada beberapa visualisasi yang belum disertakan, dan analisis masih berpeluang untuk dilakukan lebih mendalam. Kami menerima koreksi dan atau pertanyaan terkait.

Gama IJB menempati ranking 11 di Sinta. Ranking ini tertinggi diantara jurnal lain yang diterbitkan UGM. Oleh karena itu, menarik untuk menganalisis Gama IJB.

Di Scimago, Gama IJB memiliki h-indeks 6. Sedangkan di Sinta, h-indeks Gama IJB mendapat skor tinggi: 28. Scimago mengelompokan scope Gama IJB menjadi 2: bussiness and international management, serta  economics and econometric. Keduanya memiliki kategori quartile 3 di tahun 2018.

Berikut ini merupakan analisis yang kami buat berdasarkan dataset  jurnal Gama IJB  yang terindeks Scopus. Dengan menggunakan strategi pencarian "Gadjah Mada International Journal of Business" sebagai Source Title, pada hari Sabtu sore, 26 Oktober 2019.

Hasil pencarian memperlihatkan ada 147 dokumen terindeks Scopus sejak 2010. Beberapa grafik berikut dapat memperlihatkan wajah Gama IJB di Scopus.



Pergerakan dokumen per tahun
Dokumen per tahun konsisten pada angka belasan. Maksimal 16 dokumen pada tahun 2011 dan 2015. Tahun 2019, sampai data ini diambil, ada pada angka 10 dokumen. Angka ini tentunya masih akan bertambah, bahkan meskipun sudah masuk di tahun 2020.

Jenis dokumen
Jenis dokumen yang terbit terbagi 3. Paling  banyak kategori artikel sebanyak 141 dokumen. Selain itu ada pula kategori editorial dan review.

5 penulis terproduktif
Hartono J (Akuntansi FEB UGM), merupakan penulis yang paling produktif menulis di Gama IJB, dengan jumlah 6 dokumen. Disusul oleh Ciptono (Manajemen FEB UGM), Purwanto (FEB UGM), Utama (FEB UGM), dan Abd. Majid (Unsyiah Aceh).



Negara asal penulis
Sebagai jurnal yang terbit di Indonesia, tidak mengherankan jika penulisnya banyak berasal dari Indonesia, khususnya dari UGM (lihat grafik berikutnya). Namun, Malaysia patut diperhatikan. Malaysia memiliki 44 dokumen yang terbit di Gama IJB. Lebih detail bisa dilihat di visualisasi VV pada bagian berikutnya.
Institusi asal penulis
Dari 5 institusi paling banyak kontribusi pada Gama IJB, ada data yang menarik. Ternyata 3 institusi asal penulis yang menempati top five ini justru berasal dari Malaysia. Tiga institusi tersebut yaitu: UKM, UUM, dan IIUM.


VISUALISASI VOSVIEWER

Penulis minimal 1 dokumen
Tampilan di atas memperlihatkan semua penulis, dengan minimal memiliki 1 dokumen di Gama IJB. Terlihat ada beberapa nama yang memiliki jejaring dengan penulis lainnya. Ada pula yang hanya menulis sendirian saja. Vosviewer mendeteksi ada 300 nama penulis.

Total penulis tersebut terbagi dalam 121 cluster penulis. 92 di antaranya merupakan cluster yang berjejaring. Artinya ada 92 kelompok penulis yang berpasangan (menulis bersama). Total dari 92 klaster tersebut adalah 271 penulis. Sisanya, sebanyak 29 penulis merupakan single author (penulis jomblo).
Penulis berjejaring
Gambar di atas menunjukkan salah satu cluster penulis yang berjejaring, dan dianggap dominan oleh vosviewer. Penulis di atas fokus (bisa dianggap pula sebagai yang paling berpengaruh) pada nama Hartono J, yang berjejaring dengan beberapa klaster kecil: Utomo dkk, Hanafi dkk, dan Amilia dkk. 

author 1 overlay

Jika semua penulis ditampilkan pada mode overlay, akan terlihat penulis baru yang muncul pada tahun terakhir. Misalnya Mahatma T, Muftiadi,  dan nama lain yang berwarna kuning.

Keyword all
Visual di atas memperlihatkan sebaran kata kunci yang ditentukan oleh penulis. Ada beberapa kluster kata kunci yang dominan, misalnya Indonesia. Hal ini berarti topik penelitian yang ada pada Gama IJB banyak dikaitkan dengan kasus di indonesia. Uniknya, ada juga nama negara Malaysia sebagai kata kunci dan memiliki beberapa tautan/hubungan dengan kata kunci lainnya. 

Kata kunci lain yang menjadi fokus klaster yaitu: corporate governance, customer satisfaction, enterpreneurial orientation.

Keyword Indonesia
Gambar di atas memperlihatkan jejaring kata kunci Indonesia. Terlihat pembahasan tentang Indonesia pada Gama IJB terkait dengan bussiness enterprises, abusive supervision, company performance, consumer motivation, local food, dan lainnya. 

Beberapa kata kunci yang belum terhubung dengan Indonesia, merupakan kata kunci yang masih berpeluang dilakukan riset.

keyword minimal 2

Jika keyword yang ditampilkan hanya yang minimal 2x digunakan, kita bisa melihat beberapa kata kunci yang muncul dan berjejaring. Malaysia dan Indonesia memiliki angka kemunculan yang sama: 9. Namun, visual di atas memperlihatkan Malaysia justru ada di tengah, dan Indonesia ada di pinggir.

Hal ini menunjukkan bahwa justru kajian dengan minimal 2 dokumen tentang Malaysia lebih dominan dalam jejaring antar keyword daripada kata kunci Indonesia. Kajian tentang Malaysia terkait dengan transparancy, smes, customer satisfaction, knowlege sharing, absortive capacity, job satisfaction, juga tentang organizational commitment.

overlay all keyword
Pada mode overlay, terlihat kata kunci yang memperlihatkan tren kajian di Gama IJB. Kata kunci warna kuning muncul pada kisaran tahun 2018. Sementara warna lainnya muncul sesuai dengan kode warna pada angka tahun di kanan bawah.
Negara jejaring
Visual di atas memperlihatkan nama negara asal penulis. Ada negara yang sendirian ada juga yang berjejaring. Dari visual di atas dapat kita lihat beberapa nama negara yang penulisnya mengisi Gama IJB. 

Nama negara yang sendirian (ada di luar titik sentral), mengindikasikan penulis dari negara tersebut tidak menulis bersama co-author dari negara lain, bahkan bisa juga malah hanya sendirian.

Sementara itu, pada titik tengah, terdapat beberapa nama negara yang berjejaring. Lebih detail, silakan lihat visual di bawah ini.
Negara berjejaring.

Selain dengan Malaysia dan Australia, penulis dari Indonesia juga berjejaring dengan penulis dari US, UK, Senegal, New Zaeland, Canada, Norway, dan China. 

Sementara itu, penulis dari Malaysia menulis bersama penulis dari Indonesia dan Australia, serta memiliki jejaring justru dengan Egyp, Saudi Arabia dan Tanzania. 

Ada negara yang bersama Indonesia namun tidak bersama Malaysia, ataupun sebaliknya. 

Dengan data di atas, dapat dijadikan gambaran, dengan negara mana saja penulis dari Indonesia bisa membuka peluang menulis bersama. 



Kesimpulan:
belum dibuat kesimpulan :)

Ngahad Kliwon 27 Sapar Wawu 1953 AJ.

Tuesday, 19 December 2017

, , ,

Presiden Jokowi bagi-bagi sepeda dalam upacara Dies UGM ke-68

Purwo.co -- Presiden Joko Widodo, atau akrab disapa Jokowi kembali membagikan sepeda. Kali ini di acara dies UGM ke 68 di Ghra Sabha Pramana, Selasa (19/12). Selain rektor, wakil rektor, dan pejabat universitas termasuk dekan, acara ini juga dihadiri oleh beberapa menteri, Gubernur DIY, Bupati Sleman, serta Kapolri. Sebagaimana biasanya, hadir para dosen dan staf tenaga kependidikan.

Sebelum membagikan sepeda, Presiden menyampaikan pidato kuliah umum. Presiden menyampaikan beberapa kenyataan terkait teknologi yang mengharuskan kita untuk selalu melakukan inovasi. Beberapa pekerjaan dimungkinkan hilang, oleh karena itu peluang baru harus diciptakan.

Bagi-bagi sepeda dilakukan di akhir pidato, melalui sebuah foto lama yang berjudul "Pernah Muda". Ada dua staf yang diminta maju untuk menebak mana foto yang menunjukkan Jokowi. Karena itu foto lama, Jokowi melompati foto kedua dari 3 foto. 

"Saya sendiri juga lupa, saya yang mana. Lompati saja lanjut ke foto ke tiga", demikian Presiden berkelakar.

Foto itu memang foto lama, sehingga besar kemungkinan Presiden lupa. Apalagi pada foto ke dua tampak ada dua foto yang sedikit mirip. Dua staf yang maju berhasil menjawab. Sudah bisa diterka, "minta sepeda?", tanya Presiden. Seorang staf presiden maju dan berbisik ke Presiden bahwa sudah disiapkan sepeda untuk kedua staf tersebut.

Di akhir acara, Presiden berpamitan. Gaya "jawanya" membuat Presiden tidak hanya mengajak jabat tangan pada pejabat yang dekat dengan tempat duduknya, namun sebagian besar pejabat yang duduk di panggung utama beliau dekati untuk bersalaman. Ketika turun dari panggung, staf yang hadir langsung beliau ajak salaman. Kejadian ini langsung menarik minat staf lain untuk merengsek maju dan meminta bersalaman. Tidak sedikit pula yang minta foto, baik menggunakan handphone sendiri atau meminta orang lain mengambilkan.

Berikut beberapa foto hasil tangkapan layar di streaming ugm.ac.id/streaming
























Sunday, 22 February 2015

, , ,

Kompetensi wajib tentang TI untuk pustakawan FT UGM

Berbagai standar kemampuan terkait teknologi untuk pustakawan banyak dirumuskan oleh berbagai perpustakaan.
LOC salah satunya, dengan konsep KSAnya (Knowledge, Skills, and Abilities). Sedangkan Denver Public Library merumuskan dengan lebih rinci lagi, klik.

Belajar dari dua hal di atas serta pengalaman mengelola perpustakaan FT UGM, maka berikut beberapa pembagian kompetensi teknologi yang seharusnya dimiliki oleh pengelola perpustakaan FT UGM.


  1. Hardware
    • penanganan kerusakan ringan pada hardware
    • penanganan printer
  2. Jaringan Internet
    • memasang dan merawat mikrotik
    • mengelola  jaringan dengan mikrotik
  3. Software
    • instalasi operating system
    • instalasi aplikasi
  4. Pengolah dokumen
    • pengolah angka 
    • pengolah text
    • pengolah presentasi
  5. Keamanan
    • memasang antivirus
    • membersihkan virus
  6. Sistem Informasi perpustakaan
    • memahami sistem informasi
    • memahami berbagai aspek sistem informasi
  7. Website
    • mengelola server website
    • mampu memasang website di hosting dan domain
    • manajemen VPS
    • mampu melakukan editing CMSsederhana
    • memahami konsep SEO
  8. Programming
    • memahami html sederhana
    • memahami php sederhana
  9. Multimedia
    • mampu melakukan perekaman gambar layar+suara
    • mampu melakukan editing gambar dan suara
  10. Jejaring Sosial
    • mampu menggunakan twitter dan facebook
    • mampu memposting dan mengelompokan berbagai jenis postingan
  11. Internet Messenger
    • mampu menggunakan berbagai IM
    • mengetahui berbagai etika IM
  12. Cloud Computing
    • mengetahui berbagai jenis layanan cloud computing
    • mampu memilih aplikas cloud sesuai kebutuhan
    • mampu menggunakan GoogleDrive, SkyDrive, aplikasi Simpan.UGM
  13. Academic Software
    • mampu menggunakan Mendeley, Zotero, 
    • mampu menggunakan prezi, powtoon, slide.de, 
    • mampu mengelola dokumen sesuai kaidah penulisan menggunakan aplikasi pengolah kata (OpenOffice  Writer, Ms. Word, LyX)
  14. Email
    • mampu membuat email pada berbagai jenis penyedia email
    • mampu menggunakan email
    • mampu menulis email dengan beretika
  15. Search Engine
    • mampu menggunakan Google, Yahoo, dan meta search engine.
    • mampu menggunakan logika boolean dalam pencarian
  16. Online Information Resources
    • mengetahui berbagi sumber informasi online yang kredibel dan terpercaya
    • mampu mengakses berbagai sumber informasi dengan cara yang efektif dan efisien
  17. Pengelolaan data
    • memahami konsep metadata
    • memahami konsep pertukaran data

Friday, 22 August 2014

,

Gallery Web di UGM tempoe doeloe

Di bawah ini beberapa tampilan web lama di lingkungan UGM. Maaf belum sempat menulis tanggal capture. Gambar diambil dari http://web.archive.org
web perpustakaan FT UGM ketika dibuat pertama kali

web FT UGM pertama

web PPTIK (Sekarang PSDI)

web UGM tahun 1998

web ugm

web ugm

web perpus UGM
web UGM