Sunday, 19 April 2026

, , ,

Wisnu Budi usung empat komitmen. Yakin, Pak?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Wisnu Budi Ardianto (WBA) merupakan sekretaris pimpinan di FKG. Berbeda dengan 2 video sebelumnya (NBS dan IWW), durasi video WBA sampai 5 menit. Perlu waktu lebih lama untuk mencerna pesan yang disampaikan. 

Saya mulai... 

"Satu Visi untuk Perubahan, Satu Suara untuk Kesejahteraan". Ini semacam jargon, bukan visi. 

Pertanyaan yang muncul: Perubahan apa yang dimaksudkan? Adakah keadaan status quo yang perlu diubah?

Visi-misi (yang muluk)

WBA mengusung misi "Meningkatkan sinergi kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pesan di visi bisa diterima. Namun, penggunaan kata kerja "meningkatkan" menjadikan visi terasa seperti misi. Jika visi itu dianggap sebagai kondisi ideal yang ingin diraih, akan lebih baik jika visinya diubah menjadi "Terciptanya kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pada bagian misi, WBA mengusung "Pencapaian Renstra UGM 2022-2027 menuju Kepemimpinan Global 2031 sebagai Global Excellence Hub, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi Tenaga Kependidikan". 

Pada bagian misi ini agak aneh. Yang hendak dicapai adalah kondisi ideal pada tahun 2031. Nah, untuk mencapai itu perlu pencapaian renstra 2022-2027. Anggota MWA terpilih akan bertugas sampai 2031. Lalu 4 tahun sisanya ngapain?

Selain itu, tahun 2027 (sebagai akhir dari renstra) itu tinggal 1 tahun. Cukup, po?


Komitmen (yang begitu banyak) 
Komitmen, menutur KBBI berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. WBA, menurut saya, terlalu berani menuliskan 4 komitmen. Bagus, sih. Dengan komitmen yang jelas, akan mudah pula dalam membandingkan dengan kandidat lain, untuk memutuskan pilihan. Dan jika terpilih, jelas pula yang ditagih.

Ada empat komitmen WBA. Komitmen ini, dalam konteks kampanye menarik pemilih, sepertinya benar-benar hendak digunakan untuk menunjukkan betapa pahamnya WBA pada kebutuhan tendik. Apalagi komitmen ini menyentuh hal yang populis, dan bagian yang "diinginkan" tendik. Misalnya kesejahteraan, kemudian kompetensi melalui jejaring internasional. 

Siapa yang tidak tersihir oleh kata sejahtera? Dan siapa yang tidak ingin dapat kesempatan belajar di luar negeri?

Kesejahteraan & Karir: Memastikan kebijakan yang adil dan transparan untuk pengembangan karir serta kesejahteraan Tendik; Jenjang karir yang jelas, evaluasi dan penyesuaian kelas jabatan; Bina lingkungan

Digitalisasi Berbasis Kebutuhan: Perbaikan Sistem yang memudahkan pekerjaan, bukan menambah beban administratif yang rumit

Sinergi Kampung-Kampus: Menjaga harmoni dan kolaborasi antara UGM dengan lingkungan di luar kampus, UGM melaksanakan PkM dimana tendik tinggal sebagai wahana dan wujud apresiasi (UGM Berdampak)

Mitra Strategis Global: Memperjuangkan penguatan kompetensi Tendik di level internasional sebagai mitra strategis UGM.


Alih-alih fokus pada 1 hal, WBA justru memilih mengusuh 4 komitmen untuk mendukung visi dan misinya. Bagus. Namun di sisi lain komitmen ini nantinya bisa jadi beban berat WBA jika terpilih. 




Golongan elit?
WBA merupakan sekretaris pimpinan. Setidaknya info jabatan ini diperkuat oleh berita ini. Sespim bukanlah jabatan struktural. Dari media sosialnya, WBA sebagai sekpim agaknya dekat dengan pimpinan. Obrolannya dengan pimpinan tak semua receh, ada yang serius. Setidaknya ini dapat dilihat dari ide/gagasan yang diusung.



-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi