Saturday, 26 September 2026

Informasi sebagai Payung

 

Struktur organisasi itu penting. Lebih penting lagi bagaimana membuat struktur yang jelas, tidak timpang, tidak tumpang tindih, dan tentu dapat menjadi pedoman.

Karena itu, perbaikan perlu terus dilakukan.

Tulisan ini sekadar untuk mengikat ide yang ada di kepala saya. Tidak selalu pasti benar, apalagi menjadi pilihan terbaik. Tidak. Namun bisa menjadi salah satu alternatif dari beberapa kemungkinan yang sudah ada.

***************************

Tanpa ba-bi-bu, langsung to the point. Rasa-rasanya, di FT UGM ini, jika tetap mempertahankan 4 tim kerja, maka informasi perlu dihidupkan lagi.

Bukan informasi dalam arti yang sempit—sebatas berita yang ditulis, lalu menjadi angka-angka capaian TCK, kemudian dianggap selesai. Ini informasi dalam pengertian yang lebih luas: pengetahuan yang dihasilkan sivitas akademika, data yang diolah, dokumen yang disimpan, arsip yang dirawat, sistem yang mengelolanya, hingga informasi yang akhirnya dikomunikasikan kepada publik dan diukur dampaknya.

Informasi bisa menjadi payung besar bagi sebuah tim kerja di fakultas. Dia menjadi pengikat beberapa fungsi yang berbeda, namun membantuk rangkaian: memproduksi, mengolah, menyimpan, mengelola, menyebarkan, dan mengomunikasikan informasi.

Kira-kira, strukturnya seperti ini.

Struktur Tim Informasi v.#1 (masih perlu dirapikan)

Dalam gagasan ini ada lima bagian yang lekat dengan pengelolaan informasi: publikasi/penyebaran informasi, G(L)AM, dokumentasi, sistem informasi dan teknologi informasi, serta humas.

Lima bagian ini tidak dilihat sebagai kotak-kotak yang berdiri sendiri. Justru yang menarik adalah hubungan di antara kelimanya.


Publikasi dan Penyebaran Informasi

Bagian publikasi berfungsi menyebarkan karya dan pengetahuan yang dihasilkan sivitas akademika fakultas.

Bentuknya bisa bermacam-macam: majalah, buku, berita di laman web, video, media sosial, infografis, maupun berbagai konsep penyebaran informasi lainnya. Yang dimuat bisa beragam, mulai dari ide, kegiatan, juga karya. 

Publikasi jurnal juga dapat menjadi bagian dari fungsi ini. Tim dapat memantau dan mengoordinasikan pengelolaan jurnal di lingkungan fakultas, sekaligus membangun jejaring dengan pengelola jurnal di tingkat universitas. Juga menyebarkan publikasi dalam jurnal tersebut. 

Lebih jauh, riset terkait publikasi juga dapat dilakukan bagian ini. Publikasi bukan sekadar menyampaikan apa yang sudah jadi, tetapi juga bagaimana karya, data, dan pengetahuan dikemas menjadi informasi yang dapat digunakan oleh orang lain.


G(L)AM: Gallery, Library, Archive, Museum

Perkembangan pengelolaan informasi juga membuat perpustakaan semakin sulit dipisahkan dari arsip, galeri, maupun museum. Konsep GLAM—Gallery, Library, Archive, Museum—menunjukkan  4 unit ini merupakan ekosistem pengelolaan pengetahuan dan memori.

Dalam konteks fakultas, perpustakaan tetap menjadi pengelola informasi ilmiah sekaligus dapat menjadi produsen kegiatan yang mendukung proses akademik.

Sementara itu, arsip menyimpan memori institusi.

Arsip-arsip penting yang bersifat memorial bukan hanya dokumen yang disimpan karena sudah tidak digunakan, namun juga dapat menjadi sumber penelitian. Dari sana, sejarah fakultas dapat dibaca kembali, perjalanan institusi dapat ditelusuri, dan berbagai keputusan masa lalu dapat dipahami dalam konteksnya.

Dengan demikian, perpustakaan dan arsip bukan sekadar tempat menyimpan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari produksi pengetahuan.


Dokumentasi

Dokumentasi berada di antara peristiwa dan ingatan. Menjadi penghubung keduanya. Ia merekam kegiatan dan suasana kehidupan fakultas, baik melalui foto, video, maupun bentuk dokumentasi lainnya.

Dokumentasi dapat digunakan untuk kebutuhan publikasi, namun fungsinya tidak berhenti di sana. Apa yang hari ini hanya berupa foto kegiatan, rekaman video, atau catatan sebuah acara, suatu saat dapat menjadi bahan arsip dan bagian dari memori institusi.

Karena itu, dokumentasi seharusnya tidak hanya bertanya:

"Apa yang perlu dipublikasikan sehingga harus disimpan?"

tetapi juga:

"Apa yang perlu disimpan karena suatu hari mungkin penting?"

Di titik ini, dokumentasi bertemu dengan arsip.


Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Informasi membutuhkan infrastruktur.

Sistem informasi memungkinkan informasi dihimpun, diproses, dikelola, disimpan, dan diakses. Teknologi informasi menyediakan perangkat dan lingkungan teknis yang memungkinkan semua proses tersebut berjalan.

Karena itu, SI dan TI bukan sekadar bagian yang mengurus aplikasi, perangkat, atau sistem digital. Ia menjadi salah satu infrastruktur yang menopang keseluruhan ekosistem informasi.

Publikasi membutuhkan sistem.

Arsip membutuhkan sistem.

Dokumentasi membutuhkan ruang penyimpanan dan akses.

Data membutuhkan pengelolaan.

Pada titik inilah SI dan TI bertemu dengan bagian-bagian lainnya.


Humas

Humas berkaitan dengan bagaimana institusi berkomunikasi dengan pihak eksternal maupun internal.

Di dalamnya ada komunikasi publik, hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, pengelolaan krisis, dan tentu saja pembangunan citra institusi.

Tetapi humas tidak seharusnya berhenti pada urusan membangun citra positif.

Humas juga perlu tetap kritis terhadap kondisi internal. Sebab komunikasi institusi yang sehat bukan hanya tentang mengatakan hal-hal yang baik kepada publik, tetapi juga memastikan bahwa apa yang dikomunikasikan memang layak dikomunikasikan.

Dalam pengertian ini, sikap kritis merupakan bagian dari kontrol, agar institusi tidak terlena dengan citra positif yang dibangunnya sendiri.


Produk

Pada bagian ini juga terdapat fungsi pengolahan data. Data yang sifatnya publik dapat diolah menjadi informasi yang dapat dikonsumsi masyarakat, sementara data internal atau konfidensial dikelola sesuai kebutuhan dan kewenangannya.

Terhubung dengan bagian lain, produk juga bisa berupa riset, kegiatan atau produk visual non publikasi. Misalnya film, baik dikerjakan mandiri maupun bekerja sama dengan mahasiswa (BSO).

--------------------------**--------------------------

Bukan Lima Bagian yang Terpisah

Kalau dilihat sekilas, struktur ini memang tampak seperti lima bidang yang berbeda.

Tetapi sesungguhnya kelimanya dapat membentuk sebuah ekosistem.

Karya dan pengetahuan diproduksi. Kemudian didokumentasikan, diolah, dan dipublikasikan. Sebagian informasi kemudian disimpan menjadi arsip dan pengetahuan institusi. Perpustakaan dan arsip dapat menjadi sumber riset dan produksi pengetahuan baru.

Seluruh proses tersebut membutuhkan sistem informasi dan teknologi sebagai infrastrukturnya.

Sementara humas menjadi salah satu pintu yang menghubungkan informasi dari dalam institusi dengan lingkungan di luar institusi—dan sebaliknya, membawa suara dari luar kembali ke dalam.

Dengan cara pandang seperti itu, kelima bidang tersebut bukan sekadar kumpulan pekerjaan yang kebetulan berhubungan dengan informasi.

Mereka merupakan bagian dari ekosistem informasi fakultas.

Dan mungkin, di situlah alasan mengapa informasi layak menjadi payung.

Namun itu sekadar usulan. Dari saya yang tidak punya klaim otoritas atas gagasan ini. Bisa jadi tidak diterima. Bisa juga perlu diubah cukup banyak. Bahkan mungkin, pada akhirnya, tim kerja ini tidak diperlukan.

Tidak apa-apa.

Setidaknya, gagasan ini bisa menjadi bahan untuk melihat kembali satu pertanyaan sederhana:

Apakah berbagai pekerjaan yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sebenarnya memiliki rumah yang sama? Informasi.


Sabtu, 26 Sept 2026

13.22 WIB


Thursday, 20 August 2026

,

Kepengurusan FT: terputus atau keberlanjutan?

gambar 1: peta jaringan nama dekan, wd, dan pengurus tiap periode.

gambar 2: peta jaringan nama dekan dan wd (atau jabatan serupa) saja





Gambar 1 memperlihatkan jaringan nama dekan, wakil dekan, PPF, dan semacamnya, sejak berdirinya FT hingga periode 2021-2026.

Lingkaran biru kanan bawah adalah awalan. Sementara di kiri atas adalah dekan periode saat ini. Nama Panut Mulyono (lingkaran hijau) merupakan nama yang memiliki kekuatan jaringan paling tinggi (47). Artinya Panut paling banyak punya rekan kerja (jaringan) selama menjadi pejabat fakultas. Ini wajar, karena Panut ada di kepengurusan fakultas sejak 1994 hingga 2016, 22 tahun di 8 kepengurusan. Benar-benar Ilmuwan sekaligus struktural/manajerial tulen. 

Gambar juga memperlihatkan bahwa hanya muncul 1 kelompok besar, yang di dalamnya ada beberapa klaster yang mengindikasikan periode kepengurusan. Tidak ada kelompok yang  terpisah. Semua nama terhubung menjadi kelompok besar.  Artinya semua kepengurusan FT tidak ada yang sama sekali terputus dari periode sebelumnya. 

Begini: periode X terdiri dari si A dan si B. Periode Y, terdiri dari si B (yang sebelumnya di periode X) dan si C. Ada keberlanjutan. Memang tidak selalu sebuah periode "menggunakan" pejabat persis periode sebelumnya. Ada juga yang menggunakan (lagi) nama di beberapa periode sebelumnya. 

Gambar 2 menunjukkan jejaring pengurus FT khusus dekan dan wakil dekan (atau jabatan yang sama dengan wakil dekan), juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada yang terpisah.

Intinya ya itu. Ada keberlanjutan.

Nah, bagaimanakah nanti di periode 2026-2031?

note:
Sumber data: buku profil FT UGM

Sunday, 26 July 2026

, ,

Area Tim Kerja Tridharma. Di mana Perpustakaan dan Lab? Lalu apa peran Ketua Tim Kerja pada ERIC dan LKFT?

 

Gambar 1: peta tridharma

Pada tulisan terdahulu, saya pernah sampaikan bahwa tridharma itu ibarat lingkaran yang telah terdefinisikan luasnya (di sini). Sebagai tim kerja yang senior, posisinya lebih mapan. Sebelumnya disebut seksi, juga pernah disebut bidang. Tridharma punya sejarah panjang dalam struktur organisasi fakultas. 

Maka, ketika saya masuk, saya harus tahu seluas apa lingkaran itu. Untuk mengetahuinya, saya harus mulai dari titik tengah, kemudian menyebar. Kenapa dari tengah? Karena modal saya nyaris nol. 

Luas yang sebenar-benarnya tentu tidak akan dapat saya ketahui. Tridharma itu, meskipun (dugaan saya) sangat administratif, namun dinamis. Kasus baru selalu muncul. Memang, mungkin sudah ada kasus serupa yang muncul sebelumnya dan bisa dijadikan referensi, atau yurisprudensi. Namun, sayangnya yurisprudensi ini tidak tertulis. Memori staf menjadi andalan untuk kemudian menelusuri arsipnya. 

Usaha ini yang cukup menyita tenaga. Lho, kan tinggal mengandalkan staf saja?

Tidak. Bagi saya tidak. Prosesnya sudah benar. Namun, tridharma punya konsekuensi jangka panjang, sehingga sebisa mungkin saya paham apa yang dilakukan.

Awalnya, tridharma FT terdiri dari akademik, kemahasiswaan, kerja sama, P2M. Kemudian pada 6 Januari 2026, ditambah referensi dan alumni (pindahan dari tim kerja lain), serta laboratorium. 

Pada gambar 1, saya coba petakan bidang utama yang ditempelkan ke Tridharma. Pemecahan tiap bidang, saya sembunyikan.

Terdapat bidang-bidang yang ada di bawah WD P & K, serta di bawah WD P2MKA. Pada dua WD ini, saya kira sudah lebih jelas. 

Kemudian di bawahnya ada "Laboratorium", yang  tentu akan terkait pada 2 area: sebagai fisik lab, dan laboran sebagai orang yang mengelola lab. Terkait dua hal ini, masih menjadi PR saya untuk bertanya (atau jika perlu: merumuskan sendiri) terkait apa dan sejauh apa peran ketua tim kerja tridharma.

Apalagi, pada struktur (lihat gambar struktur) terdapat Ketua Layanan Lab yang berada dalam satu kotak dengan Ketua ERIC, posisinya di bawah Ka. ERIC. Tentu hal ini menambah samar, di mana peran ketua Tim Kerja.

***********************

Berikutnya ERIC dan LKFT. Saya sebut ERIC karena lekat dengan lab, saya sebut LKFT karena ada term kerjasama. Lab dan kerja sama merupakan bagian yang menjadi salah dua dari 7 bidang tridharma. Namun pada gambar 1, LKFT dan ERIC saya beri warna merah.

Kenapa saya warna merah?

Begini. Jika dilihat pada struktur FT (https://ft.ugm.ac.id/struktur-organisasi/), ERIC dan LKFT ada pada kotak di bawah Dekan dan WD, di atas kelompok departemen. Keduanya punya pimpinan dari unsur dosen. Sebutannya manager dan kepala. Selain itu, kotak ERIC tidak menyambung ke Ketua Tim. (lihat gambar)




Dari struktur ini, saya menemukan argumen yang kuat berdasar struktur yang ada, serta berdasar tafsir atas struktur tersebut. Saya berkesimpulan bahwa pada ERIC dan LKFT, ketua tim tridharma sebatas administratif staf saja. Misalnya penilaian staf. 

Sementara itu, tugas substansi dari keduanya, koordinasinya melekat pada Manajer ERIC dan Kepala PK-LKFT. Terkait tugas substansi ini, semua sudah paham. Selama ini, memang demikian adanya.

Dengan tafsir saya di atas, maka sesungguhnya kerja administratif pengelolaan staf LKFT dan ERIC bisa berubah dan berpindah ke semua Ketua Tim Kerja. Statusnya administratifnya menggantung, bisa menjadi bandul penyeimbang antar tim kerja. Tidak harus ke  tridharma. 

*****


Gambar 2: Akademik, Kemahasiswaan + P2M

Nah, gambar di atas merupakan kreasi saya, hasil tafsir fakta di lapangan. Menyajikan area yang sudah turun temurun, minimal sejak 2021, melekat pada Kasie/Koordinator/Ketua Tim Tridharma. Lingkaran mewakili staf, bisa satu bisa 2. Saya susun berdasar staf, untuk kepentingan memetakan kondisi lapangan, baik pekerjaan maupun beban staf. 

Irisan antar lingkaran menunjukkan dengan siapa saja bidang tersebut bersinggungan. Akademik, penelitian dan pengabdian (tridharma) menjadi titik pusat. Semua bagian yang mengelilinginya, mendukung proses ini. 

Perpustakaan dan laboratorium belum masuk pada gambar di atas. Kenapa?

Laboratorium, seperti saya sampaikan di atas, masih PR bagi saya, dan tentu bagi pimpinan. Sejauh apa peran ketua tim kerja. Jika dilihat dari SDM-nya (laboran) tentu ini bagian dari Tim Kerja SDM. Jika dilihat dari layanannya, cukuplah itu di prodi masing-masing (ada Ka. Layanan Lab). Jika dari sistem informasinya, atau publikasi layanannya, mestinya ini bagian dari humas dan IT.

Jika terkait pemantapan peran strategis lab pada pendidikan, penelitian dan pengabdian, maka itu mestinya bukan tugas di level ketua tim kerja. 

Bagaimana dengan perpustakaan? Kenapa belum masuk pada gambar 2?

Perpustakaan, bisa dianggap full support pada akademik. Namun di sisi lain, perpustakaan punya area-area yang tidak selalu terang-terangan mendukung tepat di jantung akademik. Dia bisa menjelma menjadi area yang mendukung akademik, namun dukungan itu mengarah dari samping kanan atau kiri. Bagi saya yang fungsional pustakawan, saya tempatkan perpustakaan sebagai pendukung akademik, namun juga independen, terkadang kritis dan nakal.

Struktur mengikuti kebutuhan, dan tentu saja kepentingan. Struktur tersebut bisa berubah, seiring perubahan pemilik jabatan politik: FT 1, yang sebentar lagi akan ada suksesi. Ke mana arah angin berhembus? Belum kelihatan.


Sambisari,
26 Juli 2026


Tuesday, 30 June 2026

, ,

Pemilihan Dekan FT: Core candidates, potential candidates, atau kingmakers #1

Sebentar lagi pilihan dekan. Yang milih senat. Periode lalu, 3 calon dikirim ke universitas. Karena periode ini akan segera habis, tentu pilihan akan segera dimulai. 

Nah. Saya coba ajak ChatGPT ngobrol tentang kandidat dekan FT UGM periode mendatang. Sejauh apa ChatGPT dapat memberikan analisis, dan sedalam apa analisisnya.

----------------------**-------------------------

Setelah saya sapa, dan saya sampaikan bahwa saya hendak ngobrol tentang hal yang agak politis, yaitu pemilihan dekan FT UGM periode 2026-2031, ChatGPT (selanjutnya saya tulis GPT) merespon.

Sebelumnya GPT sudah saya ajak ngobrol tentang FT UGM, termasuk nama-nama yang populer muncul. GPT masih menyimpan memory obrolan tersebut, sehingga ketika dipantik dengan "pemilihan dekan", GPT langsung memberikan respon panjang lebar, termasuk calon potensialnya.

Pildek, kata GPT, merupakan kombinasi dari 3 hal:

  1. Legitimasi akademik
  2. Kemampuan membangun koalisi
  3. Narasi masa depan fakultas 
GPT kemudian menyajikan nama dekan dan wakil dekan aktif + analisis kekuatan, tantangan dan posisi politik. Agaknya GPT main aman dan menerapkan kebiasaan/pola pemilihan yang umum terjadi, yang menempatkan petahana sebagai kandidat paling kuat. 

Menariknya, GPT membuat 2 skenario besar: kontinuitas dan regenerasi. Jika kontinuitas, GPT menyajikan nama Selo sebagai petahana menjadi kandidat kuat. Namun jika regenerasi maka GPT menyebut Ali Awaludin. GPT memandang Selo dengan logika politik petahana: "jangan ganti nakhoda ketika kapal sedang berlayar", serta menjaga kesinambungan program dan jejaring yang sudah ada. Sementara Ali representasi dari regenerasi tetapi tidak ingin terjadi guncangan besar, sudah berada di inti kepemimpinan fakultas, punya jaringan eksternal kuat, dan membawa citra riset-industri yang relevan dengan tantangan FT ke depan. Begitu kata ChatGPT.

Seolah ingin dapat feedback, GPT bertanya balik, "FT mencari pengganti, atau penerus?"

Saya tidak menjawab. Jika saya jawab, pasti GPT hanya akan menegaskan jawaban saya saja. Saya justru bertanya, kenapa GPT hanya menyajikan dekan dan WD aktif saja sebagai kandidat.

Dengan jujur, GPT menjawab bahwa dia terlalu cepat mengasumsikan, dan merasa terjebak pada bias struktural. Oke... Ini sangat dimaklumi. 

----------------------------**---------------------------------

Pertanyaan tentang kandidat saya hentikan. Saya ingin tahu analisis GPT pada berbagai proses pemilihan dekan di berbagai kampus. Tampaknya GPT punya banyak data yang kemudian diolah. GPT menyebut beberapa hal yang membuat seseorang dapat terpilih menjadi dekan. Ada aspek yang mempengaruhi, faktor yang mempengaruhi, dan variabel yang mempengaruhi. Terkesan tumpang tindih, namun hal ini menarik digunakan untuk pembacaan situasi menjelang pildek. 

Ada 4 aspek yang mempengaruhi seseorang bisa jadi dekan, yaitu power, elektabilitas, kompetensi, dan pengaruh eksternal. 

Dari data GPT, faktor koalisi internal dan faktor kepercayaan personal menjadi faktor paling tinggi pengaruhnya. GPT juga mengingatkan bahwa trust juga menjadi kunci. Trust terbagi menjadi 4: trust akademik, trust manajerial, trust personal, dan trust politik. 

GPT menekankan kesimpulan paling menarik dari analisis yang dia lakukan, yaitu 4 variabel seorang bisa terpilih menjadi dekan.  Pertama variabel kompetensi yang membuat orang layak menjadi dekan, power yang membuat orang mampu menjadi dekan, elektabilitas yang membuat orang terpilih menjadi dekan, dan pengaruh eksternal yang membuat orang dipandang strategis menjadi dekan. 

--------------------**----------------------


Analisis GPT tentu saja punya kelemahan. Saya pun bertanya apa kelemahan analisisnya. GPT menjawab "Alasannya sederhana: tabel sebelumnya lebih banyak memetakan structural power, sementara politik adalah dynamic power. Keduanya tidak selalu sama.".

GPT baru mampu menyajikan data berdasar structural power dan sebagian expert power, serta sebagian kecil saja network power, karena data itulah yang tertulis dan mampu dijangkau GPT. Hal itu yang membuat GPT fokus pada dekan dan wakil dekan aktif, yang datanya tersebar, namanya banyak disebut di web fakultas. Dan sebagaimana umumnya pemilihan, GPT melihat petahana lah yang paling kuat dan tinggi kemungkinan terpilihnya.

Sementara itu, aspek political power itu dinamis, tidak dapat dibaca GPT. GPT tidak mampu membaca perubahan peta kekuatan yang tidak tersaji di internet. Jangankan GPT, manusia pun tidak semua bisa menjangkau atmosfir politik yang terjadi. 

Aspek political tak kasat mata. Dia bisa muncul dalam bahasa tubuh, bahasa isyarat, atau bahasa lain yang tidak semua orang bisa menangkap maknanya. Dia bisa datang sekonyong-konyong, memporak-porandakan skenario yang sudah disusun rapi sekalipun.




Penutup
Structural power menjangkau dua lingkaran kandidat: core candidat (dekan dan wakil dekan aktif), potential candidat (ketua atau eks ketua departemen dan mantan pejabat struktural). Namun tidak mampu melakukan analisis pada lingkaran ke-3: kingmakers.

Kata GPT, model tiga lingkaran ini (core, potential, dan kingmakers) jauh lebih realistis untuk membaca politik FT UGM daripada hanya bertanya "siapa calonnya". Sering kali kingmaker lebih penting daripada kandidat, dan tokoh yang akhirnya terpilih adalah mereka yang berhasil menyatukan dukungan dari para kingmaker tersebut."


Saturday, 13 June 2026

,

MWA UGM Unsur Tendik, mana laporanmu?

"Satu tahun mengemban amanah di MWA UM UGM akhirnya sampai di penghujung periode. "

Begitu awalan salah satu postingan di IG MWA UGM Unsur Mahasiswa. Semacam laporan bahwa periodenya telah berakhir.

"Apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya juga kami haturkan kepada teman-teman ORMAWA, Forkom UKM, Formad, BEM, rekan-rekan lembaga di tingkat fakultas, serta teman-teman pers atas ruang diskusi, kolaborasi, dan kebersamaan yang luar biasa selama ini."

Mereka mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Penyebutan berbagai elemen mahasiswa ini membuktikan bahwa MWA unsur mahasiswa berusaha menggandeng berbagai pihak untuk menjalankan fungsinya. 

"Terlebih dan yang paling utama, terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh mahasiswa UGM yang sadar, peduli, dan senantiasa mengawal isu-isu gerakan, karena kalianlah pemilik mandat sekaligus pendukung terbesar di setiap langkah perjuangan ini."

Kalimat di atas menjadi penegas, bahwa MWA unsur mahasiswa--meski tidak dipilih langsung oleh mahasiswa--menjadi wakil dari mahasiswa dan harus berusaha membuat wadah-wadah untuk melibatkan mahasiswa. Frasa "kalianlah pemilik mandat" sangat menegaskan kesadaran posisi MWA unsur mahasiswa. 

Pada instagram MWA unsur mahasiswa, juga terdapat berbagai rekaman, jejak-jejak peran yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai MWA unsur mahasiswa. 

Terdapat kegiatan 𝐄𝐯𝐚𝐥𝐮𝐚𝐬𝐢 𝐎𝐫𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐖𝐀 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐨𝐝𝐞 𝟐𝟎𝟐𝟏-𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐌𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐬𝐰𝐚, 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐨𝐥𝐢𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐇𝐞𝐚𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭. Mereka juga membuat 𝐌𝐖𝐀 𝐔𝐌 𝐇𝐨𝐭𝐥𝐢𝐧𝐞 sebagai kanal resmi untuk menyalurkan aspirasi, aduan, sampai ide perbaikan ugm. Gadjah mada intelektual club (GIC) sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan, dan lainnya.

Dari jejak-jejak di IG, terlihat bahwa meskipun anggota MWA unsur mahasiswa hanya 1 orang, namun dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian.  Ada tim (Badan Kelengkapan) yang ikut bergerak. Menyusun, membuat, mengeksekusi berbagai kegiatan untuk kemudian dijadikan bahan aspirasi ke MWA. 

----------------------------------

Nah. Bagaimana dengan MWA unsur tendik? 

MWA unsur tendik punya waktu yang lebih panjang. Berbeda dengan mahasiswa yang berganti setiap tahun (antar waktu), jika tak ada aral melintang  maka MWA  tendik full 1 periode.  

Namun, nyaris tak ada gaungnya. Tak ada suaranya. Tak ada rangkulannya. Mungkin setelah mandat didapat,  nyaman jalan sendiri. Lupa dari mana mandat itu didapat.

Apa saja yang sudah dilakukannya? 
Apakah melaporkan peran-perannya?
Apakah ada saluran resmi yang bisa dipakai untuk melihat sejauh apa perannya?

Jawabannya: entahlah. 

Apakah iya, tendik harus sowan ke anggota MWA yang dipilihnya untuk bertanya? Jika dikembalikan pada nilai-nilai perwakilan, maka wakil-lah yang harus aktif melapor pada pemilihnya. Jangan dibalik.

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Tirulah mahasiswa! Itu.

Friday, 24 April 2026

,

Fakta-fakta 16 nama anggota MWA UGM 2026-2031

Dari 16 nama terpilih, ada hal yang menarik. 

Mantan rektor gagal lolos anggota MWA

Berdasar informasi di rilis web Pemilihan anggota MWA, ada nama Panut Mulyono yang mendaftarkan diri sebagai anggota MWA dari unsur guru besar. Namun gagal. Setidaknya ini tidak sesuai dengan "kebiasaan" sebelumnya. Mantan rektor sebelumnya, yaitu Pratikno dan Sofian Efendi mendaftar sebagai anggota MWA dan berhasil, bahkan jadi ketua MWA.

Anggota MWA unsur tendik bukan pejabat struktural. Setelah 2 periode anggota MWA unsur tendik berasal dari pejabat struktural (KKA), periode ini berasal dari tendik non struktural. 

Tak lagi bertabur menteri. Periode sebelumnya, meski maju sebagai masyarakat umum atau alumni, cukup banyak nama-nama anggota MWA yang juga menteri dan pejabat negara. Misalnya Menteri Perhubungan, Gubernur BI, Menteri PUPR, Menteri Luar Negeri, Mensesneg.

Pada periode ini, Wamen pun tidak terpilih. Beberapa calon dari pejabat yang tidak lolos MWA 2026: Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Ketua BMKG, Wakil Menteri Hukum RI, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Pertanda apa ini gerangan.....

Dari 16 nama terpilih, sebanyak 3 nama merupakan dosen atau alumni FT UGM. Nama-nama tersebut yaitu

  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang) alumnus Teknik Mesin
  2. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (dosen Teknik Mesin)
  3. Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. - (dosen Teknik Elektro)
Sementara itu 3 nama pula berasal dari Fisipol
  1. Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si.
  2. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D.
  3. Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.

Dari 16 nama terpilih, ada 2 nama yang merupakan pengurus PBNU, yaitu
  1. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog, (Ketua Tanfidziyah PBNU),
  2. Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (Pengurus Syuriyah PBNU)
Dari 16 nama terpilih, ada 2 nama yang berlatar belakang Muhammadiyah, yaitu
  1. Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., (Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong)
  2. dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. (PP Muhammadiyah)

Dari 16 nama, ada 2 yang berkarir di PLN
  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang)
  2. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., (Direktur Manajemen Risiko PT PLN Persero),
Dari 16 nama, ada 5 orang yang berlatar belakang ilmu teknik
  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (UGM)
  2. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (UGM)
  3. Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. - (UGM)
  4. Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (ITS)
  5. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng. (ITB)


Dari nama-nama anggota MWA di atas, karena tak lagi bertabur menteri, tak ada mantan rektor yang menjadi anggota MWA, maka potensi jabatan ketua MWA bisa merata. Dari nama yang ada, paling "senior" secara jabatan terdapat nama Muhamad Nuh yang mantan menteri pendidikan juga pengurus PBNU. Namun, Nuh bukan "lahir" di UGM. Rasanya agak sulit menjadi ketua MWA. 

Siapakah yang akan terpilih menjadi ketua MWA?
Dilihat dari senioritas, selain Nuh ada nama Tumiran. Mungkinkah Tumiran yang jadi ketua MWA?

------------------------##------------------------


Berdasar asal fakultas, terdiri dari
  1. FT 3 orang
  2. Fisipol 3 orang
  3. F Biologi 1 orang
  4. F Psikologi 1 orang
  5. FK 1 orang
  6. Farmasi - 1 orang
  7. FIB  1 orang
  8. FH 1 orang
  9. Filsafat 1 orang
  10. ITS 1 orang 
  11. ITB 1 orang
  12. Univ California 1 orang

 
Berikut nama-nama 16 anggota MWA UGM 2026-2031 terpilih yaitu:

  1. Biologi - Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., (Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong) 
  2. Teknik Mesin - Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang). 
  1. Universitas California - Martin Basuki Hartono, B.A., M.B.A., (CEO GDP Venture), 
  2. F Psikologi - Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog, (Ketua Tanfidziyah PBNU), 
  3. ITS - Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (ITS),  
  4. ITB - Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., (Direktur Manajemen Risiko PT PLN Persero), 
  5. FK - dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. (PP Muhammadiyah)
  6. Fisipol - Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Deputi di Kementerian PAN-RB).
  1. Fisipol - Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D., 
  2. Farmasi - apt. Dr. Hilda Ismail, M.Si., dan 
  3. Teknik Mesin - Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. 
  1. Teknik Elektro - Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU.
  2. Fisipol - Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.
  3. FIB - Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. 
  1. Filsafat - Andi Batara Gemilang, 
  2. F Hukum - Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn.

Referensi
  1. https://ugm.ac.id/id/berita/16-orang-terpilih-menjadi-anggota-mwa-ugm-periode-2026-2031/
  2. https://ugm.ac.id/id/berita/21026-daftar-nama-anggota-mwa-ugm-periode-2021-2026/

Thursday, 23 April 2026

, ,

Fakta-fakta pada pemilihan MWA UGM Unsur Tendik 2026


Pemilihan langsung anggota MWA UGM unsur tendik 2026-2031 telah usai. Terpilih Fitria Yuniarti, Katimker  Innovation Project Management sebagai pemenangnya. Berikut beberapa fakta dari pemilihan tersebut.

hasil akhir

Hari Kartini 
Pemilihan dilakukan selama 24 jam, mulai dari 20 April 2026 pukul 12 siang, hingga tanggal 21 April pukul 12 siang.

Pada pemilihan melalui vooting di hari Kartini ini, terpilih seorang perempuan untuk menjadi wakil tendik di MWA. Jika dilihat ke belakang, Fitria merupakan perempuan pertama calon anggota MWA unsur tendik.


Paling demokratis
Wakil tendik dipilih melalui pemilihan langsung, yang sifatnya bebas dan rahasia, secara daring menggunakan aplikasi Simaster. Pemilihan MWA unsur tendik ini merupakan proses paling demokratis dibanding pemilihan unsur lain di MWA. 

Misalnya, unsur mahasiswa tidak "lahir" dari pilihan para mahasiswa, unsur alumni tidak "lahir" dari pilihan para alumni, melainkan melalui panitia atau tim yang memang dibentuk untuk memilih/menentukan.

Partisipasi meningkat
Partisipasi pemilih dalam penentuan wakil MWA unsur tendik tahun 2026 meningkat dibanding periode sebelumnya. Periode 2021 sejumlah 1,536 menggunakan hak pilihnya. Sementara tahun 2026 sejumlah 2191 tendik menggunakan hak pilihnya. Terdapat peningkatan sejumlah 655 pemilih atau sekitar 42%. 

partisipasi pemilih

Bukan pejabat struktural
Pemenang  pada pemilihan langsung MWA unsur tendik 2026 berasal dari staf yang bukan pejabat struktural, mengalahkan 1 pejabat struktural yang juga ikut pada pemilihan ini. Ini cukup menarik.

Pemenang berasal dari unit di gedung pusat. Jika dilihat dari jumlah staf, unit yang menjadi asal pemenang merupakan unit kecil, bukan selevel fakultas yang membawahi banyak staf. 

Lalu dari mana  596 suara (27,20%) berasal?

Pertama tentu dari kampanye. Fitria meluncurkan video kampanyenya justru saat curah gagasan. Berbeda dengan kandidat lain, kemasan presentasi menggunakan video cukup memberikan kesan. Selain menyampaikan gagasan, konsep videonya juga menghibur. Strategi presentasi menggunakan video juga bisa dilihat sebagai strategi: menghilangkan beban presentasi. Strategi ini bisa dianggap berhasil. 

Kedua, ada kemungkinan muncul korsa Gedung Pusat. Minimal dalam 2 periode terakhir, wakil tendik di MWA tidak dari gedung pusat. Kemungkinan besar para staf di gedung pusat hendak merebut supremasi wakil MWA agar kembali ke gedung pusat. 

Lebih meriah
Para calon berani mengatakan "pilihlah saya" secara terang-terangan, serta percaya diri dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Tentu ini menarik, karena biasanya calon akan bermain lebih soft dengan kalimat "jika saya diberikan mandat", "jika tendik memberi kepercayaan", dan semacamnya.

###

Daftar nama anggota MWA UGM unsur tendik:
  • Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn. (2026-2031)
  • M. Nur Budiyanto (2021-2026)
  • Paminto Adhi, SE., M.Si (2016-2021)
  • de/d 2013 -2016
  • Dr Ir Eko Nugroho M.Si,  Drs Supriyanto 2007 – 2012
  • de/d 2004-2007
  • de/d 2002-2004


--------------------------##-----------------------

Referensi
  1. https://www.youtube.com/watch?v=BEMbtnhjmGM
  2. https://www.youtube.com/watch?v=cJ2YodYBSgE
  3. https://www.instagram.com/p/DXZKNsmgYc-/

Referensi anggota MWA
  1. https://mwa.ugm.ac.id/anggota-mwa-ugm-2012-2015-periode-transisi/
  2. https://ugm.ac.id/id/berita/1910-terpilih-19-anggota-mwa-ugm-periode-2007-2012/
  3. https://ugm.ac.id/id/berita/11577-terpilih-anggota-mwa-ugm-periode-2016-2021/
  4. https://ugm.ac.id/id/berita/20968-nur-budiyanto-terpilih-anggota-mwa-periode-2021-2026/
  5. https://ugm.ac.id/id/berita/16-orang-terpilih-menjadi-anggota-mwa-ugm-periode-2026-2031/
  6. https://ugm.ac.id/id/berita/21026-daftar-nama-anggota-mwa-ugm-periode-2021-2026/

Sunday, 19 April 2026

, , , ,

Tabel rekap (tidak lengkap) calon MWA 2026-2031 unsur tendik

Sampai Minggu, 19 April 2026 pukul 15.51 sore, hanya 3 dokumen lengkap yang saya peroleh. Cukup? Tentu tidak. Namun tidak mengapa.

Dokumen saya peroleh tidak dengan meminta kepada calon. Saya hindari meminta dokumen kepada para calon.


Keterangan: DED - durung entuk data

Calon MWA unsur tendik periode ini, setidaknya ada kemajuan dari sisi jumlah, dari 6 di periode lalu menjadi 7 untuk periode 2026-2031. 

Selain itu, unit induk juga ada yang mendukung. Paling sederhana melalui postingan di IG unit. 

Keterwakilan perempuan juga meningkat. Jika periode sebelumnya hanya 1 perempuan, pada periode ini ada 3 perempuan mengikuti.

Berikutnya akan kita lihat bersama, apakah dari sisi pemilih akan mengalami perbaikan juga?

Periode lalu, total ada 1,536 pemilih berpartisipasi. Jika dibanding dengan total tendik tahun 2024 sebanyak 3585, angka partisipasi tendik mencapai 42,8%.  Kita berharap, pada periode ini akan meningkat. 

Selain jumlah, dinamika prosesnya terasa lebih semarak. Kiriman dokumen profil, video, ajakan memilih dikirim ke japri maupun di grup WA. Dalam video/poster tersebut, juga terang-terangan mengajak memilih dirinya. Percaya diri.

Agaknya, fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pensiun, para calon anggowa MWA ini sudah tahu hendak ke mana. 

Nyaleg? Calon Bupati? Atau setidaknya calon lurah di kampung halamannya.


MWA bukan eksekutor

Anggota MWA bukan eksekutor. Jangan sampai para calon terjebak pada program praktis. Yang harus didorong itu kebijakan. Dan, mendorong terwujudnya kebijakan bukan hal mudah. Apalagi anggota MWA terdiri dari berbagai elemen. Dari level mahasiswa dan tendik, alumni yang berkibar di mana-mana, dosen yang tentu jejaringnya luas, guru besar, dan alumni yang memiliki jabatan namun masuk lewat masyarakat umum. Ada bargaining, ada adu gagasan, dan lainnya.

#######

Penutup

Harapan saya, MWA dari unsur tendik bukan MWA yang mriyayi. Bukan yang memosisikan diri sebagai ndoro. Bukan yang menjaga jarak karena jabatan. Bukan yang terlena oleh jabatan. Juga bukan orang yang baper-an karena kritik, baper karena idenya dikritisi, atau baper pada orang yang berseberangan. Bukan yang pelit informasi. Bukan yang siapa elu - siapa gue. 

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Masing-masing calon punya gagasan. Dari sekian gagasan, jika tidak semua dapat digiring ke ranah kebijakan, siapapun yang terpilih, paling tidak mau mendengar, dan mau bercerita.

Itu saja, buat saya sudah cukup.

Lalu mau milih siapa?

Siapapun boleh! Masih ada agenda curah gagasan di hari Senin, 20 April 2026, untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait gagasan para calon. Masih ada waktu 1 hari sampai 21 April pukul 12.00 WIB untuk menentukan pilihan.

Bisa dari gagasannya.
Bisa dari kedekatannya.
Bisa dari isu gender.
Bisa dari kemudahan diaksesnya.
dan lain-lainnya

Yang jelas warga kampus pasti tidak akan milih karena jogetnya, ok gass-nya, atau gemoy-nya.  

------------------------------------**------------------------------------

Referensi


, , , ,

Wisnu Budi usung empat komitmen. Yakin, Pak?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Wisnu Budi Ardianto (WBA) merupakan sekretaris pimpinan di FKG. Berbeda dengan 2 video sebelumnya (NBS dan IWW), durasi video WBA sampai 5 menit. Perlu waktu lebih lama untuk mencerna pesan yang disampaikan. 

Saya mulai... 

"Satu Visi untuk Perubahan, Satu Suara untuk Kesejahteraan". Ini semacam jargon, bukan visi. 

Pertanyaan yang muncul: Perubahan apa yang dimaksudkan? Adakah keadaan status quo yang perlu diubah?

Visi-misi (yang muluk)

WBA mengusung misi "Meningkatkan sinergi kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pesan di visi bisa diterima. Namun, penggunaan kata kerja "meningkatkan" menjadikan visi terasa seperti misi. Jika visi itu dianggap sebagai kondisi ideal yang ingin diraih, akan lebih baik jika visinya diubah menjadi "Terciptanya kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pada bagian misi, WBA mengusung "Pencapaian Renstra UGM 2022-2027 menuju Kepemimpinan Global 2031 sebagai Global Excellence Hub, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi Tenaga Kependidikan". 

Pada bagian misi ini agak aneh. Yang hendak dicapai adalah kondisi ideal pada tahun 2031. Nah, untuk mencapai itu perlu pencapaian renstra 2022-2027. Anggota MWA terpilih akan bertugas sampai 2031. Lalu 4 tahun sisanya ngapain?

Selain itu, tahun 2027 (sebagai akhir dari renstra) itu tinggal 1 tahun. Cukup, po?


Komitmen (yang begitu banyak) 
Komitmen, menutur KBBI berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. WBA, menurut saya, terlalu berani menuliskan 4 komitmen. Bagus, sih. Dengan komitmen yang jelas, akan mudah pula dalam membandingkan dengan kandidat lain, untuk memutuskan pilihan. Dan jika terpilih, jelas pula yang ditagih.

Ada empat komitmen WBA. Komitmen ini, dalam konteks kampanye menarik pemilih, sepertinya benar-benar hendak digunakan untuk menunjukkan betapa pahamnya WBA pada kebutuhan tendik. Apalagi komitmen ini menyentuh hal yang populis, dan bagian yang "diinginkan" tendik. Misalnya kesejahteraan, kemudian kompetensi melalui jejaring internasional. 

Siapa yang tidak tersihir oleh kata sejahtera? Dan siapa yang tidak ingin dapat kesempatan belajar di luar negeri?

Kesejahteraan & Karir: Memastikan kebijakan yang adil dan transparan untuk pengembangan karir serta kesejahteraan Tendik; Jenjang karir yang jelas, evaluasi dan penyesuaian kelas jabatan; Bina lingkungan

Digitalisasi Berbasis Kebutuhan: Perbaikan Sistem yang memudahkan pekerjaan, bukan menambah beban administratif yang rumit

Sinergi Kampung-Kampus: Menjaga harmoni dan kolaborasi antara UGM dengan lingkungan di luar kampus, UGM melaksanakan PkM dimana tendik tinggal sebagai wahana dan wujud apresiasi (UGM Berdampak)

Mitra Strategis Global: Memperjuangkan penguatan kompetensi Tendik di level internasional sebagai mitra strategis UGM.


Alih-alih fokus pada 1 hal, WBA justru memilih mengusuh 4 komitmen untuk mendukung visi dan misinya. Bagus. Namun di sisi lain komitmen ini nantinya bisa jadi beban berat WBA jika terpilih. 




Golongan elit?
WBA merupakan sekretaris pimpinan. Setidaknya info jabatan ini diperkuat oleh berita ini. Sespim bukanlah jabatan struktural. Dari media sosialnya, WBA sebagai sekpim agaknya dekat dengan pimpinan. Obrolannya dengan pimpinan tak semua receh, ada yang serius. Setidaknya ini dapat dilihat dari ide/gagasan yang diusung.



-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Saturday, 18 April 2026

Scopus AI, sudah bisa apa saja sekarang?

 Ada yang baru (saja saya tahu) di Scopus AI

Saat promt diberikan, tidak hanya concept map dan topic expert, namun juga ada emerging themes.

Fitur ini menampilkan topik dengan 3 kategori yaitu Consistent Theme, Rising Theme dan Novel Theme lengkap dengan referensinya.



What impact do microplastic pollutants have on marine biodiversity in coastal regions?