Saturday, 13 June 2026

MWA UGM Unsur Tendik, mana laporanmu?

"Satu tahun mengemban amanah di MWA UM UGM akhirnya sampai di penghujung periode. "

Begitu awalan salah satu postingan di IG MWA UGM Unsur Mahasiswa. Semacam laporan bahwa periodenya telah berakhir.

"Apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya juga kami haturkan kepada teman-teman ORMAWA, Forkom UKM, Formad, BEM, rekan-rekan lembaga di tingkat fakultas, serta teman-teman pers atas ruang diskusi, kolaborasi, dan kebersamaan yang luar biasa selama ini."

Mereka mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. Penyebutan berbagai elemen mahasiswa ini membuktikan bahwa MWA unsur mahasiswa berusaha menggandeng berbagai pihak untuk menjalankan fungsinya. 

"Terlebih dan yang paling utama, terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh mahasiswa UGM yang sadar, peduli, dan senantiasa mengawal isu-isu gerakan, karena kalianlah pemilik mandat sekaligus pendukung terbesar di setiap langkah perjuangan ini."

Kalimat di atas menjadi penegas, bahwa MWA unsur mahasiswa--meski tidak dipilih langsung oleh mahasiswa--menjadi wakil dari mahasiswa dan harus berusaha membuat wadah-wadah untuk melibatkan mahasiswa. Frasa "kalianlah pemilik mandat" sangat menegaskan kesadaran posisi MWA unsur mahasiswa. 

Pada instagram MWA unsur mahasiswa, juga terdapat berbagai rekaman, jejak-jejak peran yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai MWA unsur mahasiswa. 

Terdapat kegiatan 𝐄𝐯𝐚𝐥𝐮𝐚𝐬𝐢 𝐎𝐫𝐠𝐚𝐧 𝐌𝐖𝐀 𝐏𝐞𝐫𝐢𝐨𝐝𝐞 𝟐𝟎𝟐𝟏-𝟐𝟎𝟐𝟔 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐌𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐬𝐰𝐚, 𝐊𝐨𝐧𝐬𝐨𝐥𝐢𝐝𝐚𝐬𝐢 𝐇𝐞𝐚𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐤𝐭𝐨𝐫𝐚𝐭. Mereka juga membuat 𝐌𝐖𝐀 𝐔𝐌 𝐇𝐨𝐭𝐥𝐢𝐧𝐞 sebagai kanal resmi untuk menyalurkan aspirasi, aduan, sampai ide perbaikan ugm. Gadjah mada intelektual club (GIC) sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan, dan lainnya.

Dari jejak-jejak di IG, terlihat bahwa meskipun anggota MWA unsur mahasiswa hanya 1 orang, namun dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian.  Ada tim (Badan Kelengkapan) yang ikut bergerak. Menyusun, membuat, mengeksekusi berbagai kegiatan untuk kemudian dijadikan bahan aspirasi ke MWA. 

----------------------------------

Nah. Bagaimana dengan MWA unsur tendik? 

MWA unsur tendik punya waktu yang lebih panjang. Berbeda dengan mahasiswa yang berganti setiap tahun (antar waktu), jika tak ada aral melintang  maka MWA  tendik full 1 periode.  

Namun, nyaris tak ada gaungnya. Tak ada suaranya. Tak ada rangkulannya. Mungkin setelah mandat didapat,  nyaman jalan sendiri. Lupa dari mana mandat itu didapat.

Apa saja yang sudah dilakukannya? 
Apakah melaporkan peran-perannya?
Apakah ada saluran resmi yang bisa dipakai untuk melihat sejauh apa perannya?

Jawabannya: entahlah. 

Apakah iya, tendik harus sowan ke anggota MWA yang dipilihnya untuk bertanya? Jika dikembalikan pada nilai-nilai perwakilan, maka wakil-lah yang harus aktif melapor pada pemilihnya. Jangan dibalik.

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Tirulah mahasiswa! Itu.

Friday, 24 April 2026

,

Fakta-fakta 16 nama anggota MWA UGM 2026-2031

Dari 16 nama terpilih, ada hal yang menarik. 

Mantan rektor gagal lolos anggota MWA

Berdasar informasi di rilis web Pemilihan anggota MWA, ada nama Panut Mulyono yang mendaftarkan diri sebagai anggota MWA dari unsur guru besar. Namun gagal. Setidaknya ini tidak sesuai dengan "kebiasaan" sebelumnya. Mantan rektor sebelumnya, yaitu Pratikno dan Sofian Efendi mendaftar sebagai anggota MWA dan berhasil, bahkan jadi ketua MWA.

Anggota MWA unsur tendik bukan pejabat struktural. Setelah 2 periode anggota MWA unsur tendik berasal dari pejabat struktural (KKA), periode ini berasal dari tendik non struktural. 

Tak lagi bertabur menteri. Periode sebelumnya, meski maju sebagai masyarakat umum atau alumni, cukup banyak nama-nama anggota MWA yang juga menteri dan pejabat negara. Misalnya Menteri Perhubungan, Gubernur BI, Menteri PUPR, Menteri Luar Negeri, Mensesneg.

Pada periode ini, Wamen pun tidak terpilih. Beberapa calon dari pejabat yang tidak lolos MWA 2026: Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Ketua BMKG, Wakil Menteri Hukum RI, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Pertanda apa ini gerangan.....

Dari 16 nama terpilih, sebanyak 3 nama merupakan dosen atau alumni FT UGM. Nama-nama tersebut yaitu

  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang) alumnus Teknik Mesin
  2. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (dosen Teknik Mesin)
  3. Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. - (dosen Teknik Elektro)
Sementara itu 3 nama pula berasal dari Fisipol
  1. Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si.
  2. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D.
  3. Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.

Dari 16 nama terpilih, ada 2 nama yang merupakan pengurus PBNU, yaitu
  1. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog, (Ketua Tanfidziyah PBNU),
  2. Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (Pengurus Syuriyah PBNU)
Dari 16 nama terpilih, ada 2 nama yang berlatar belakang Muhammadiyah, yaitu
  1. Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., (Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong)
  2. dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. (PP Muhammadiyah)

Dari 16 nama, ada 2 yang berkarir di PLN
  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang)
  2. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., (Direktur Manajemen Risiko PT PLN Persero),
Dari 16 nama, ada 5 orang yang berlatar belakang ilmu teknik
  1. Mochamad Soleh, S.T., M.T. (UGM)
  2. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. (UGM)
  3. Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU. - (UGM)
  4. Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (ITS)
  5. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng. (ITB)


Dari nama-nama anggota MWA di atas, karena tak lagi bertabur menteri, tak ada mantan rektor yang menjadi anggota MWA, maka potensi jabatan ketua MWA bisa merata. Dari nama yang ada, paling "senior" secara jabatan terdapat nama Muhamad Nuh yang mantan menteri pendidikan juga pengurus PBNU. Namun, Nuh bukan "lahir" di UGM. Rasanya agak sulit menjadi ketua MWA. 

Siapakah yang akan terpilih menjadi ketua MWA?
Dilihat dari senioritas, selain Nuh ada nama Tumiran. Mungkinkah Tumiran yang jadi ketua MWA?

------------------------##------------------------


Berdasar asal fakultas, terdiri dari
  1. FT 3 orang
  2. Fisipol 3 orang
  3. F Biologi 1 orang
  4. F Psikologi 1 orang
  5. FK 1 orang
  6. Farmasi - 1 orang
  7. FIB  1 orang
  8. FH 1 orang
  9. Filsafat 1 orang
  10. ITS 1 orang 
  11. ITB 1 orang
  12. Univ California 1 orang

 
Berikut nama-nama 16 anggota MWA UGM 2026-2031 terpilih yaitu:

  1. Biologi - Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., (Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong) 
  2. Teknik Mesin - Mochamad Soleh, S.T., M.T. (PLN Puslitbang). 
  1. Universitas California - Martin Basuki Hartono, B.A., M.B.A., (CEO GDP Venture), 
  2. F Psikologi - Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog, (Ketua Tanfidziyah PBNU), 
  3. ITS - Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA. (ITS),  
  4. ITB - Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., (Direktur Manajemen Risiko PT PLN Persero), 
  5. FK - dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. (PP Muhammadiyah)
  6. Fisipol - Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si. (Deputi di Kementerian PAN-RB).
  1. Fisipol - Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D., 
  2. Farmasi - apt. Dr. Hilda Ismail, M.Si., dan 
  3. Teknik Mesin - Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. 
  1. Teknik Elektro - Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU.
  2. Fisipol - Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.
  3. FIB - Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A. 
  1. Filsafat - Andi Batara Gemilang, 
  2. F Hukum - Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn.

Referensi
  1. https://ugm.ac.id/id/berita/16-orang-terpilih-menjadi-anggota-mwa-ugm-periode-2026-2031/
  2. https://ugm.ac.id/id/berita/21026-daftar-nama-anggota-mwa-ugm-periode-2021-2026/

Thursday, 23 April 2026

, ,

Fakta-fakta pada pemilihan MWA UGM Unsur Tendik 2026


Pemilihan langsung anggota MWA UGM unsur tendik 2026-2031 telah usai. Terpilih Fitria Yuniarti, Katimker  Innovation Project Management sebagai pemenangnya. Berikut beberapa fakta dari pemilihan tersebut.

hasil akhir

Hari Kartini 
Pemilihan dilakukan selama 24 jam, mulai dari 20 April 2026 pukul 12 siang, hingga tanggal 21 April pukul 12 siang.

Pada pemilihan melalui vooting di hari Kartini ini, terpilih seorang perempuan untuk menjadi wakil tendik di MWA. Jika dilihat ke belakang, Fitria merupakan perempuan pertama calon anggota MWA unsur tendik.


Paling demokratis
Wakil tendik dipilih melalui pemilihan langsung, yang sifatnya bebas dan rahasia, secara daring menggunakan aplikasi Simaster. Pemilihan MWA unsur tendik ini merupakan proses paling demokratis dibanding pemilihan unsur lain di MWA. 

Misalnya, unsur mahasiswa tidak "lahir" dari pilihan para mahasiswa, unsur alumni tidak "lahir" dari pilihan para alumni, melainkan melalui panitia atau tim yang memang dibentuk untuk memilih/menentukan.

Partisipasi meningkat
Partisipasi pemilih dalam penentuan wakil MWA unsur tendik tahun 2026 meningkat dibanding periode sebelumnya. Periode 2021 sejumlah 1,536 menggunakan hak pilihnya. Sementara tahun 2026 sejumlah 2191 tendik menggunakan hak pilihnya. Terdapat peningkatan sejumlah 655 pemilih atau sekitar 42%. 

partisipasi pemilih

Bukan pejabat struktural
Pemenang  pada pemilihan langsung MWA unsur tendik 2026 berasal dari staf yang bukan pejabat struktural, mengalahkan 1 pejabat struktural yang juga ikut pada pemilihan ini. Ini cukup menarik.

Pemenang berasal dari unit di gedung pusat. Jika dilihat dari jumlah staf, unit yang menjadi asal pemenang merupakan unit kecil, bukan selevel fakultas yang membawahi banyak staf. 

Lalu dari mana  596 suara (27,20%) berasal?

Pertama tentu dari kampanye. Fitria meluncurkan video kampanyenya justru saat curah gagasan. Berbeda dengan kandidat lain, kemasan presentasi menggunakan video cukup memberikan kesan. Selain menyampaikan gagasan, konsep videonya juga menghibur. Strategi presentasi menggunakan video juga bisa dilihat sebagai strategi: menghilangkan beban presentasi. Strategi ini bisa dianggap berhasil. 

Kedua, ada kemungkinan muncul korsa Gedung Pusat. Minimal dalam 2 periode terakhir, wakil tendik di MWA tidak dari gedung pusat. Kemungkinan besar para staf di gedung pusat hendak merebut supremasi wakil MWA agar kembali ke gedung pusat. 

Lebih meriah
Para calon berani mengatakan "pilihlah saya" secara terang-terangan, serta percaya diri dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Tentu ini menarik, karena biasanya calon akan bermain lebih soft dengan kalimat "jika saya diberikan mandat", "jika tendik memberi kepercayaan", dan semacamnya.

###

Daftar nama anggota MWA UGM unsur tendik:
  • Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn. (2026-2031)
  • M. Nur Budiyanto (2021-2026)
  • Paminto Adhi, SE., M.Si (2016-2021)
  • de/d 2013 -2016
  • Dr Ir Eko Nugroho M.Si,  Drs Supriyanto 2007 – 2012
  • de/d 2004-2007
  • de/d 2002-2004


--------------------------##-----------------------

Referensi
  1. https://www.youtube.com/watch?v=BEMbtnhjmGM
  2. https://www.youtube.com/watch?v=cJ2YodYBSgE
  3. https://www.instagram.com/p/DXZKNsmgYc-/

Referensi anggota MWA
  1. https://mwa.ugm.ac.id/anggota-mwa-ugm-2012-2015-periode-transisi/
  2. https://ugm.ac.id/id/berita/1910-terpilih-19-anggota-mwa-ugm-periode-2007-2012/
  3. https://ugm.ac.id/id/berita/11577-terpilih-anggota-mwa-ugm-periode-2016-2021/
  4. https://ugm.ac.id/id/berita/20968-nur-budiyanto-terpilih-anggota-mwa-periode-2021-2026/
  5. https://ugm.ac.id/id/berita/16-orang-terpilih-menjadi-anggota-mwa-ugm-periode-2026-2031/
  6. https://ugm.ac.id/id/berita/21026-daftar-nama-anggota-mwa-ugm-periode-2021-2026/

Sunday, 19 April 2026

, , ,

Tabel rekap (tidak lengkap) calon MWA 2026-2031 unsur tendik

Sampai Minggu, 19 April 2026 pukul 15.51 sore, hanya 3 dokumen lengkap yang saya peroleh. Cukup? Tentu tidak. Namun tidak mengapa.

Dokumen saya peroleh tidak dengan meminta kepada calon. Saya hindari meminta dokumen kepada para calon.


Keterangan: DED - durung entuk data

Calon MWA unsur tendik periode ini, setidaknya ada kemajuan dari sisi jumlah, dari 6 di periode lalu menjadi 7 untuk periode 2026-2031. 

Selain itu, unit induk juga ada yang mendukung. Paling sederhana melalui postingan di IG unit. 

Keterwakilan perempuan juga meningkat. Jika periode sebelumnya hanya 1 perempuan, pada periode ini ada 3 perempuan mengikuti.

Berikutnya akan kita lihat bersama, apakah dari sisi pemilih akan mengalami perbaikan juga?

Periode lalu, total ada 1,536 pemilih berpartisipasi. Jika dibanding dengan total tendik tahun 2024 sebanyak 3585, angka partisipasi tendik mencapai 42,8%.  Kita berharap, pada periode ini akan meningkat. 

Selain jumlah, dinamika prosesnya terasa lebih semarak. Kiriman dokumen profil, video, ajakan memilih dikirim ke japri maupun di grup WA. Dalam video/poster tersebut, juga terang-terangan mengajak memilih dirinya. Percaya diri.

Agaknya, fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pensiun, para calon anggowa MWA ini sudah tahu hendak ke mana. 

Nyaleg? Calon Bupati? Atau setidaknya calon lurah di kampung halamannya.


MWA bukan eksekutor

Anggota MWA bukan eksekutor. Jangan sampai para calon terjebak pada program praktis. Yang harus didorong itu kebijakan. Dan, mendorong terwujudnya kebijakan bukan hal mudah. Apalagi anggota MWA terdiri dari berbagai elemen. Dari level mahasiswa dan tendik, alumni yang berkibar di mana-mana, dosen yang tentu jejaringnya luas, guru besar, dan alumni yang memiliki jabatan namun masuk lewat masyarakat umum. Ada bargaining, ada adu gagasan, dan lainnya.

#######

Penutup

Harapan saya, MWA dari unsur tendik bukan MWA yang mriyayi. Bukan yang memosisikan diri sebagai ndoro. Bukan yang menjaga jarak karena jabatan. Bukan yang terlena oleh jabatan. Juga bukan orang yang baper-an karena kritik, baper karena idenya dikritisi, atau baper pada orang yang berseberangan. Bukan yang pelit informasi. Bukan yang siapa elu - siapa gue. 

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Masing-masing calon punya gagasan. Dari sekian gagasan, jika tidak semua dapat digiring ke ranah kebijakan, siapapun yang terpilih, paling tidak mau mendengar, dan mau bercerita.

Itu saja, buat saya sudah cukup.

Lalu mau milih siapa?

Siapapun boleh! Masih ada agenda curah gagasan di hari Senin, 20 April 2026, untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait gagasan para calon. Masih ada waktu 1 hari sampai 21 April pukul 12.00 WIB untuk menentukan pilihan.

Bisa dari gagasannya.
Bisa dari kedekatannya.
Bisa dari isu gender.
Bisa dari kemudahan diaksesnya.
dan lain-lainnya

Yang jelas warga kampus pasti tidak akan milih karena jogetnya, ok gass-nya, atau gemoy-nya.  

------------------------------------**------------------------------------

Referensi


, , ,

Wisnu Budi usung empat komitmen. Yakin, Pak?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Wisnu Budi Ardianto (WBA) merupakan sekretaris pimpinan di FKG. Berbeda dengan 2 video sebelumnya (NBS dan IWW), durasi video WBA sampai 5 menit. Perlu waktu lebih lama untuk mencerna pesan yang disampaikan. 

Saya mulai... 

"Satu Visi untuk Perubahan, Satu Suara untuk Kesejahteraan". Ini semacam jargon, bukan visi. 

Pertanyaan yang muncul: Perubahan apa yang dimaksudkan? Adakah keadaan status quo yang perlu diubah?

Visi-misi (yang muluk)

WBA mengusung misi "Meningkatkan sinergi kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pesan di visi bisa diterima. Namun, penggunaan kata kerja "meningkatkan" menjadikan visi terasa seperti misi. Jika visi itu dianggap sebagai kondisi ideal yang ingin diraih, akan lebih baik jika visinya diubah menjadi "Terciptanya kemitraan strategis tendik bersama seluruh civitas untuk pencapaian UGM Top 100 Dunia dan Global Excellence Hub 2031".

Pada bagian misi, WBA mengusung "Pencapaian Renstra UGM 2022-2027 menuju Kepemimpinan Global 2031 sebagai Global Excellence Hub, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan bagi Tenaga Kependidikan". 

Pada bagian misi ini agak aneh. Yang hendak dicapai adalah kondisi ideal pada tahun 2031. Nah, untuk mencapai itu perlu pencapaian renstra 2022-2027. Anggota MWA terpilih akan bertugas sampai 2031. Lalu 4 tahun sisanya ngapain?

Selain itu, tahun 2027 (sebagai akhir dari renstra) itu tinggal 1 tahun. Cukup, po?


Komitmen (yang begitu banyak) 
Komitmen, menutur KBBI berarti perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. WBA, menurut saya, terlalu berani menuliskan 4 komitmen. Bagus, sih. Dengan komitmen yang jelas, akan mudah pula dalam membandingkan dengan kandidat lain, untuk memutuskan pilihan. Dan jika terpilih, jelas pula yang ditagih.

Ada empat komitmen WBA. Komitmen ini, dalam konteks kampanye menarik pemilih, sepertinya benar-benar hendak digunakan untuk menunjukkan betapa pahamnya WBA pada kebutuhan tendik. Apalagi komitmen ini menyentuh hal yang populis, dan bagian yang "diinginkan" tendik. Misalnya kesejahteraan, kemudian kompetensi melalui jejaring internasional. 

Siapa yang tidak tersihir oleh kata sejahtera? Dan siapa yang tidak ingin dapat kesempatan belajar di luar negeri?

Kesejahteraan & Karir: Memastikan kebijakan yang adil dan transparan untuk pengembangan karir serta kesejahteraan Tendik; Jenjang karir yang jelas, evaluasi dan penyesuaian kelas jabatan; Bina lingkungan

Digitalisasi Berbasis Kebutuhan: Perbaikan Sistem yang memudahkan pekerjaan, bukan menambah beban administratif yang rumit

Sinergi Kampung-Kampus: Menjaga harmoni dan kolaborasi antara UGM dengan lingkungan di luar kampus, UGM melaksanakan PkM dimana tendik tinggal sebagai wahana dan wujud apresiasi (UGM Berdampak)

Mitra Strategis Global: Memperjuangkan penguatan kompetensi Tendik di level internasional sebagai mitra strategis UGM.


Alih-alih fokus pada 1 hal, WBA justru memilih mengusuh 4 komitmen untuk mendukung visi dan misinya. Bagus. Namun di sisi lain komitmen ini nantinya bisa jadi beban berat WBA jika terpilih. 




Golongan elit?
WBA merupakan sekretaris pimpinan. Setidaknya info jabatan ini diperkuat oleh berita ini. Sespim bukanlah jabatan struktural. Dari media sosialnya, WBA sebagai sekpim agaknya dekat dengan pimpinan. Obrolannya dengan pimpinan tak semua receh, ada yang serius. Setidaknya ini dapat dilihat dari ide/gagasan yang diusung.



-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Saturday, 18 April 2026

Scopus AI, sudah bisa apa saja sekarang?

 Ada yang baru (saja saya tahu) di Scopus AI

Saat promt diberikan, tidak hanya concept map dan topic expert, namun juga ada emerging themes.

Fitur ini menampilkan topik dengan 3 kategori yaitu Consistent Theme, Rising Theme dan Novel Theme lengkap dengan referensinya.



What impact do microplastic pollutants have on marine biodiversity in coastal regions?




, , ,

Ika Wulandari fokus pada well-being, berpijak pada kondisi riil lapangan?


Keterangan batasan tulisan ini ada di bagian akhir


Ika Wulandari Widyaningrum (IWW), salah satu calon MWA unsur tendik. Dokumen kampanyenya saya peroleh, ada poster, ada video. 

Sekali lagi. Ini  proses politik. Semua berhak memberi komentar dan catatan pada semua calon. Di sisi lain, konsekuensi dari orang yang masuk ke proses politik, maka akan mendapat catatan dari para calon pemilihnya.

Saya mulai....

Visi dan Misi
IWW menambah kata "strategis" pada visi dan misinya. Visinya "mewujudkan tendik UGM yang unggul, kompetitif, dan produktif".

Visi ini relatif bisa saya terima. Meski mungkin akan lebih kuat jika visi itu tanpa kata kerja. Mewujudkan menjadi terwujudnya. Sehingga menjadi "Terwujudnya tendik UGM yang Unggul, kompetitif dan produktif" sebagai keadaan yang terus menerus harus diupayakan, diusahakan. Bentuk idealnya masih ada dalam bayang-bayang.  Visi IWW punya daya gedor untuk bertindak.

Sementara untuk mendukung visi itu, baru ada proses kerja, dalam hal ini mewujudkan employee well being buat seluruh tendik. Alasan kenapa well being, juga diutarakan dalam poster. Diikuti dengan tantangan dan daya dukung. Ada analisis yang saya yakin tidak serta merta muncul, yang dilakukan IWW untuk merumuskan beberapa hal di atas.

Dukungan kemampuan
Usaha mengarusutamakan well being, ternyata bukan progam yang lahir dari ruang kosong. Saya melihat IWW mencantumkan riwayat training sebagai coach untuk student well being. Agaknya IWW hendak memperluas ke tendik.


Usulan Program yang saya tak begitu berhasil memahami
Dari paparan visi, misi, analisis tantangan, daya dukung, dan semacamnya, IWW berhasil menunjukkan ide yang rapi. Namun, di akhir, saat menawarkan usulan program, saya belum begitu paham. 

IWW membuat usulan progam Ruang "Diskusi" yang Inklusif, Akomodatif, dan Responsif. Kata diskusi diapit tanda petik.  Kenapa? Saya belum dapat jawaban.

Pada bagian usulan program itu, IWW menuliskan "Mekanisme survey kepuasan kerja/indeks kebahagiaan, yang dapat mendukung program-program seperti: pengembangan karir, pengembangan kompetensi kesetaraan kesempatan bagi seluruh tendik dan perempuan, dan kebutuhan untuk work-life balance."

Survey?

Sebenarnya, pada level MWA, anggota unsur tendik tidak dalam kapasitas membuat program, melainkan mendorong kebijakan. Begitu yang saya pahami.

Mungkin, ini mungkin lho. Ruang diskusi yang inklusif, akomodatif, dan responsif itu adalah kebijakan yang akan diperjuangkan IWW jika terpilih menjadi ketua MWA.

Atau, bisa juga itu merupakan kerja yang akan dilakukan IWW jika terpilih menjadi anggota MWA sebagai bagian dari usaha "belanja masalah". Dari situ diharapkan muncul gagasan-gagasan yang dapat dinaikkan ke level kebijakan dalam rangka well being, didorong melalui MWA untuk dilakukan rektor terpilih dan rezim di bawahnya.

Atau, bisa juga maksud IWW mendorong semua unit untuk mewujudkan "ruang diskusi yang inklusif, akomodatif, dan responsif" di semua unit di UGM sebagai bagian dari mendukung well being. 

Mungkin begitu. Tapi kok ada "survey", ya?


Dari golongan elite?
IWW merupakan ketua tim kerja. Satu level di bawah KKA, bukan  jabatan struktural. Posisi Katimker merupakan posisi strategis. Dia bisa ke bawah, menjangkau staf yang ada di lapangan sehingga tahu kondisi lapangan. Juga bisa menjangkau ke atas, ke KKA atau bahkan melompat sampai WD dan Dekan.  

Ketua tim kerja, mestinya punya hubungan yang erat dengan staf di bawahnya dan paling tahu lapangan. Mungkinkah visi misi terkait well being tendik itu tumbuh dari kondisi riil lapangan?


Pantun penutup yang...

IWW menutup posternya dengan pantun. Tapi kok iramanya kurang smooth, ya.

Naik Transgama berkeliling. Melewati sekolah dan fakultas. 
Tendik UGM dengan support well-being, menaikkan produktivitas
Saya coba usulkan revisinya
Naik Transgama berkeliling, melewati sekolah dan fakultas. 
Tendik UGM support well-being, sebagai usaha menaikkan produktivitas



Video kampanye IWW ada di dropbox ini.

-------------------------------------------**-----------------------------------

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 


Wednesday, 15 April 2026

, , ,

Nur Bakti Susilo, yakin berani memastikan "aspirasi" tendik tersampaikan?

Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan



Pemilihan anggota MWA UGM kembali digelar.. Video profil dan penyampaian visi misi Nur Bakti Susilo (NBS), salah satu calon MWA unsur tendik, tersebar. Sebagai bagian dan konsekuensi dari proses politik, tentu NBS terbuka untuk diberi catatan. Saya coba rangkum isinya dan berikan catatan.

Gagal merumuskan visi

NBS mengawali video dengan perkenalan, perjalanan karir dan, tentu saja yang harus dilakukan adalah menyampaikan prestasi, dilanjutkan dengan visi.

NBS memiliki visi "melaksanakan tugas anggota MWA sesuai kewenangan berdasarkan statuta UGM". Mari kita bedah. 



Visi yang dimiliki NBS tersebut rasanya cukup untuk menunjukkan bahwa NBS gagal merumuskan visi. 

Coba cek visi UGM: "Universitas Gadjah Mada sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila."  Pada visi UGM ini ada kondisi yang terus ideal yang perwujudan sempurnyanya masih imajiner, masih hanya bisa dibayangkan, yang semua diharap bersama terus menuju ke sana.

Visi lain, misalnya: menuju Indonesia Emas 2045. Ini masih khayalan, belum terwujud. 

Nah, yang disampaikan NBS itu bukan visi, itu tugas. Secara tersurat juga jelas tertulis "tugas". Visi seharusnya visioner, sesuatu yang ideal, imajiner, dan akan diraih. KBBI memberikan arti visi sebagai apa yang tampak dalam khayalan. Apakah NBS ingin menunjukkan anggota MWA unsur tendik selama ini belum "melaksanakan tugas anggota MWA". Selama ini masih khayalan, belum ideal, masih imajiner? 

Tafsir lain atas visi NBS ini adalah NBS bermain aman. Intinya begini: "jika terpilih, ya saya akan melaksanakan tugas sesuai ketentuan". Titik.

Bagaimana dengan misi?



NBS memiliki misi "peningkatan capacity building tenaga kependidikan". NBS juga menyebut sertifikasi bagi tenaga kependidikan.

Jika dikaitkan dengan visi yang ditetapkan, misi ini tidak nyambung. 

Saya rasa, NBS gagal merumuskan visi dan misi. Namun demikian, pesan NBS dapat diterima. NBS ingin tendik lebih berdaya melalui pelatihan, dan berbagai bentuk pengembangan kapasitas tenaga kependidikan. Ini standard saja, sih.


Perumpamaan yang gagal (juga)


NBS, menempatkan tendik dengan perumpamaan

  • Jika dosen adalah kutub utara, maka
  • Tendik adalah kutub selatan
  • Semestanya adalah mahasiswa, alumni dan masyarakat

Dosen di kutub utara dan tendik di kutub selatan, rasanya aneh. Kenapa? Karena justru NBS menunjukkan jauhnya jarak tendik dan dosen. Kutub utara dan selatan, jamak dipakai untuk perumpamaan orang atau pihak yang saling berjauhan dan sulit bertemu. "Pikiran mereka bagaikan kutub utara dan selatan" yang menunjukkan betapa kontrasnya ide 2 orang yang berlawanan.  


Kemudian NBS menyebut "Semestanya adalah mahasiswa, alumni dan masyarakat". Ini aneh lagi. Jika 3 unsur ini adalah semesta, semestinya dosen dan tendik menjadi bagian dari semesta ini. Kenapa justru digambarkan terpisah?

Penutup yang harus diuji


Jika teman-teman mengingat lagi janji, gagasan, ide anggota MWA unsur tendik yang terpilih untuk masa jabatan 2021 sd 2026, kemudian mendengar penutup dari NBS kemungkinan besar merasa semacam de javu. Kayak pernah dengar.

Ada kata "aspirasi" dan "tersampaikan". Ya. Dulu, pendahulu NBS juga menyampaikan hal serupa. 

"Menjadi tugas siapapun yang nanti terpilih menjadi anggota MWA adalah mengawal menyampaikan ide dan gagasan teman-teman tendik", begitu yang dulu pernah disampaikan. Silakan cek di tulisan ini

Namun, gagasan itu, sejauh yang saya tahu, tidak terealisasi. Pada tugas MWA paling populer: memilih rektor, para tendik yang menjadi basis dia terpilih pun tidak dilibatkan. Saluan aspirasi? Mana ada. 

Dan, NBS dengan gagah berani menyelipkan kata "pasti" di antara kata aspirasi dan tersampaikan. Tentu ini akan diuji. Oleh siapa? Oleh dirinya sendiri.


Kelas elite

Sejak UGM memiliki MWA, sekian tendik duduk sebagai anggota, mewakili unsur tendik. Melalui pemilihan langsung maupun tidak. 

Ada pertaruhan saat anggota unsur tendik berasal dari kelas elit, seperti KKA. Sebagai pemegang jabatan struktural, KKA cenderung memiliki sifat yang lekat dengan kaum elit. Tidak semua bisa membaur dengan kalangan bawah, tidak mudah diakses. Paling jauh, KKA akan membaur dengan tendik di wilayah administratifnya sendiri. Itupun tentu ada lapisan-lapisan yang tercipta.

KKA akan akrab dan berani cerita terbuka kepada sesama KKA. Jika anggota MWA unsur tendik dari KKA, maka kecil harapannya mereka akan berbagi informasi berbagai dinamika MWA secara terbuka. Dan, jika demikian, maka informasi tentang perannya di MWA hanya akan tersebar di lingkaran terbatas. Akibatnya akan memperkecil keberanian tendik dari unsur bawah untuk maju, mendaftar sebagai anggota MWA. 

Kita ingin semakin banyak warga UGM yang berani maju menjadi anggota MWA, termasuk dari unsur paling bawah, dan paling jauh dari kekuasaan. 

Saya membayangkan anggowa MWA unsur tendik bikin acara jalan-jalan formal maupun tidak, ke fakultas, ngopi udud bareng di angkringan. Membaur. Cerita tentang MWA, profil calon rektor, minta saran dan masukan dari unsur yang diwakilinya. 

-------------------------------------------**-----------------------------------
Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang  menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi. 

******


Sambisari, 16 April 2026
06.00 pagi
 

Tuesday, 14 April 2026

Rekap Proses Pemilihan MWA per 14 April 2026

Berdasarkan hasil rapat Panitia Ad-Hoc Pemilihan Anggota MWA UGM Periode 2026–2031 yang diselenggarakan pada tanggal 6 April 2026, kami sampaikan nama bakal calon anggota MWA UGM yang lolos verifikasi dokumen administrasi final sebagai berikut:

a. Unsur Dosen Guru Besar
  1. Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.
  2. Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN Eng.
  3. Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D.
  4. Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr.
  5. Prof. Dr. Eko Suwardi, M.Sc.
  6. Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D.
  7. Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
  8. Prof. Dr. Mudrajad Kuncoro, M.Soc.Sc.
  9. Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng.
  10. Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.
  11. Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.
  12. Prof. Dr. Supama, M.Si.
  13. Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog
  14. Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., SpMK(K).
  15. Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU.
  16. Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D.
b. Unsur Dosen bukan Guru Besar
  1. Dr. Atris Suyantohadi, S.T.P., M.T.
  2. Dr. Bagus Santoso, S.E., M.Soc.Sc.
  3. Boyke Rudy Purnomo, S.E., M.M., PhD. CFP.
  4. dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, Ph.D., M.Sc., Sp.A., Subsp.Neuro(K).
  5. Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog
  6. Hakimul Ikhwan, S.Sos., M.A., Ph.D.
  7. Drs. Heru Marwata, M.Hum.
  8. apt. Dr. Hilda Ismail, M.Si.
  9. Ir. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D.
  10. Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
  11. apt. Marlyn Dian Laksitorini, M.Sc., Ph.D.
  12. Moh. Adhib Ulil Absor, S.Si., M.Sc., Ph.D.
  13. Muhammad Sulaiman, S.T., M.T., D.Eng.
  14. Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP.
  15. Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
  16. Dr. Drs. Ir. Senawi, M.P., IPU.
  17. Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.
  18. Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih
  19. Dr. Widiastuti Setyaningsih, S.T.P., M.Sc.
c. Unsur Tenaga Kependidikan (*)
  1. Debby Citra Dewi, S.IK.
  2. Fitria Yuniarti, S.H., M.Kn.
  3. Ika Wulandari Widyaningrum, S.Pd., MBA.
  4. Nur Bakti Susilo, S.E.
  5. Nurwanto
  6. RM. Pentatok Kuncoro Sri Setiyoaji, S.T., M.Sc.
  7. Wisnu Budi Ardianto, S.E.
d. Unsur Tokoh Masyarakat
  1. dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes.
  2. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M.
  3. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, S. Psi., M.Sc., Psikolog
  4. Prof. Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc.
  5. Dr. Daconi Khotob, S.T., M.M.
  6. Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum.
  7. Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, M.Si.
  8. Dr. Fajar Riza Ul Haq, S.Hi., M.A.
  9. Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A.
  10. Dr. Fuad Bawazier, M.A.
  11. Dr. Indra Chandra Setiawan, S.T., M.T.
  12. Isakh Benyamin Manubulu, S.H., M.H., CPLA., Mediator
  13. Martin Basuki Hartono, B.A., M.B.A.
  14. Ir. Maryono, S.T., M.M.
  15. Prof. Dr. Ir. Mochammad Maksum, M.Sc.
  16. Prof. Dr. Ir. K. H. Mohammad Nuh, DEA.
  17. Ir. Muh Erry Sugiharto, S.T., M.T., M.H., IPU, ASEAN Eng.
  18. Ir. Noegroho Hari Hardono
  19. H. Ir. Onny Hendro Adhiaksono, M.H.
  20. Mayjen TNI (Purn). Rachmad Pudji Susetyo, S.IP., M.Si.
  21. Rahmad Pribadi, BBA., MPA.
  22. Prof. Dr. Drs. Rivan Achmad Purwantono, S.H., M.H.
  23. Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc., IPU, ASEAN Eng., QRMP, QCRO, QRGP
  24. Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D., IPU.
e. Unsur Alumni (**)
  1. Amalia Susilowati, S.Str., M.M., CMT.
  2. Andri Prayitno, S.Fil., M.Phil., M.Pd.
  3. Bimo Wijayanto, S.E., Ak., M.B.A., Ph.D.
  4. Mochamad Soleh, S.T., M.T.
  5. Muhammad Salim, S.H.
  6. Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A.
  7. Prof. Dr. Saberina Hasibuan, S.Pi., M.T.
  8. Ir. Singgih Widagdo, M.H.
  9. Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.
Keterangan:

(*) Proses selanjutnya akan dilakukan oleh Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada untuk menentukan 1 nama bakal calon terbaik.

(**) Proses selanjutnya akan dilakukan oleh Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) untuk menentukan 6 nama bakal calon terbaik.

Panitia Ad-Hoc Pemilihan Anggota MWA UGM
Ketua,

ttd

Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng.

----------------------

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI OLEH PENGURUS PUSAT KELUARGA ALUMNI UNIVERSITAS GADJAH MADA

Berdasarkan Surat Dari Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Nomor 015/B/PP-KAGAMA/IV/2026, Tanggal 11 April 2026 Perihal Penyampaian Enam Nama Calon Anggota MWA UGM Dari Unsur Alumni Periode 2026-2031, kami sampaikan 6 (enam) nama bakal calon anggota MWA UGM hasil seleksi Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Universitas Gadjah Mada sebagai berikut:

  1. Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A.
  2. Bimo Wijayanto, S.E., Ak., M.B.A., Ph.D.
  3. Ir. Singgih Widagdo, M.H.
  4. Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.
  5. Mochamad Soleh, S.T., M.T.
  6. Amalia Susilowati, S.Str., M.M., CMT.

Panitia Ad-Hoc Pemilihan Anggota MWA UGM
Ketua,

ttd

Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng.


----------------------------------

Monday, 13 April 2026

, ,

Di mana informasi proses pemilihan MWA unsur mahasiswa?

tangkapan layar 13 April 2026

Majelis Wali Amanat merupakan salah satu organ kampus yang punya 15 wewenang. Dari 15 wewenang itu, yang paling masyhur adalah mengangkat dan memberhentikan rektor. 

Anggotanya berasal dari berbagai unsur, totalnya ada 19 orang. Tiga diantaranya tetap: Menteri, Sri Sultan, dan Rektor. Sisanya (16 orang) dipilih berkala per 5 tahun, dengan dimungkinkan ada pergantian anggota antar waktu.


Tahun 2026 ini MWA kembali membuka pemilihan anggota. Ada 6 unsur yang diperlukan untuk memenuhi jumlah 16, yaitu masyarakat umum: terdiri dari alumni, tokoh masyarakat; serta masyarakat UGM: terdiri dari guru besar, bukan guru besar, tendik dan mahasiswa.

Info dan proses pemilihan ada di web https://pemilihanmwa.ugm.ac.id/. Namun demikian, ada hal yang membuat bertanya-tanya. 

Pada laman di atas, yang muncul hanya info persyaratan untuk 5 unsur: tokoh masyarakat, alumni, dosen GB, dosen non GB, dan Tendik. 

Lalu di mana info untuk unsur mahasiswa? "Ah. Pokoknya ada"




Pada web pemilihan MWA, ada keteragan tambahan, yaitu:


Semestinya, untuk meneguhkan bahwa web Pemilihan MWA merupakan web yang memuat informasi semua proses, maka pemilihan unsur mahasiswa juga demikian. 

Ditulis mekanismenya, nama-nama pendaftarnya dan diberi tambahan keterangan bahwa proses untuk unsur mahasiswa dilaksanakan oleh xxxx.

****

Referensi: