![]() |
| gambar 1: peta jaringan nama dekan, wd, dan pengurus tiap periode. |
![]() |
| gambar 2: peta jaringan nama dekan dan wd (atau jabatan serupa) saja |
~ sesungguhnya tidak ada tafsir tunggal dalam ilmu dan tren pengembangan perpustakaan ~
![]() |
| gambar 1: peta jaringan nama dekan, wd, dan pengurus tiap periode. |
![]() |
| gambar 2: peta jaringan nama dekan dan wd (atau jabatan serupa) saja |
![]() |
| Gambar 1: peta tridharma |
Luas yang sebenar-benarnya tentu tidak akan dapat saya ketahui. Tridharma itu, meskipun (dugaan saya) sangat administratif, namun dinamis. Kasus baru selalu muncul. Memang, mungkin sudah ada kasus serupa yang muncul sebelumnya dan bisa dijadikan referensi, atau yurisprudensi. Namun, sayangnya yurisprudensi ini tidak tertulis. Memori staf menjadi andalan untuk kemudian menelusuri arsipnya.
Usaha ini yang cukup menyita tenaga. Lho, kan tinggal mengandalkan staf saja?
Tidak. Bagi saya tidak. Prosesnya sudah benar. Namun, tridharma punya konsekuensi jangka panjang, sehingga sebisa mungkin saya paham apa yang dilakukan.
Awalnya, tridharma FT terdiri dari akademik, kemahasiswaan, kerja sama, P2M. Kemudian pada 6 Januari 2026, ditambah referensi dan alumni (pindahan dari tim kerja lain), serta laboratorium.
Pada gambar 1, saya coba petakan bidang utama yang ditempelkan ke Tridharma. Pemecahan tiap bidang, saya sembunyikan.
Terdapat bidang-bidang yang ada di bawah WD P & K, serta di bawah WD P2MKA. Pada dua WD ini, saya kira sudah lebih jelas.
Kemudian di bawahnya ada "Laboratorium", yang tentu akan terkait pada 2 area: sebagai fisik lab, dan laboran sebagai orang yang mengelola lab. Terkait dua hal ini, masih menjadi PR saya untuk bertanya (atau jika perlu: merumuskan sendiri) terkait apa dan sejauh apa peran ketua tim kerja tridharma.
Apalagi, pada struktur (lihat gambar struktur) terdapat Ketua Layanan Lab yang berada dalam satu kotak dengan Ketua ERIC, posisinya di bawah Ka. ERIC. Tentu hal ini menambah samar, di mana peran ketua Tim Kerja.
![]() |
| Gambar 2: Akademik, Kemahasiswaan + P2M |
Sebelumnya GPT sudah saya ajak ngobrol tentang FT UGM, termasuk nama-nama yang populer muncul. GPT masih menyimpan memory obrolan tersebut, sehingga ketika dipantik dengan "pemilihan dekan", GPT langsung memberikan respon panjang lebar, termasuk calon potensialnya.
Pildek, kata GPT, merupakan kombinasi dari 3 hal:
"Satu tahun mengemban amanah di MWA UM UGM akhirnya sampai di penghujung periode. "
"Apresiasi dan rasa hormat yang setinggi-tingginya juga kami haturkan kepada teman-teman ORMAWA, Forkom UKM, Formad, BEM, rekan-rekan lembaga di tingkat fakultas, serta teman-teman pers atas ruang diskusi, kolaborasi, dan kebersamaan yang luar biasa selama ini."
"Terlebih dan yang paling utama, terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh mahasiswa UGM yang sadar, peduli, dan senantiasa mengawal isu-isu gerakan, karena kalianlah pemilik mandat sekaligus pendukung terbesar di setiap langkah perjuangan ini."
Tirulah mahasiswa! Itu.
Dari 16 nama terpilih, ada hal yang menarik.
Mantan rektor gagal lolos anggota MWA
Berdasar informasi di rilis web Pemilihan anggota MWA, ada nama Panut Mulyono yang mendaftarkan diri sebagai anggota MWA dari unsur guru besar. Namun gagal. Setidaknya ini tidak sesuai dengan "kebiasaan" sebelumnya. Mantan rektor sebelumnya, yaitu Pratikno dan Sofian Efendi mendaftar sebagai anggota MWA dan berhasil, bahkan jadi ketua MWA.
Anggota MWA unsur tendik bukan pejabat struktural. Setelah 2 periode anggota MWA unsur tendik berasal dari pejabat struktural (KKA), periode ini berasal dari tendik non struktural.
Tak lagi bertabur menteri. Periode sebelumnya, meski maju sebagai masyarakat umum atau alumni, cukup banyak nama-nama anggota MWA yang juga menteri dan pejabat negara. Misalnya Menteri Perhubungan, Gubernur BI, Menteri PUPR, Menteri Luar Negeri, Mensesneg.
Pada periode ini, Wamen pun tidak terpilih. Beberapa calon dari pejabat yang tidak lolos MWA 2026: Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Ketua BMKG, Wakil Menteri Hukum RI, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Ketua Dewan Komisioner LPS.
Pertanda apa ini gerangan.....
Dari 16 nama terpilih, sebanyak 3 nama merupakan dosen atau alumni FT UGM. Nama-nama tersebut yaitu
![]() |
| hasil akhir |
Keterangan: DED - durung entuk data
Calon MWA unsur tendik periode ini, setidaknya ada kemajuan dari sisi jumlah, dari 6 di periode lalu menjadi 7 untuk periode 2026-2031.
Selain itu, unit induk juga ada yang mendukung. Paling sederhana melalui postingan di IG unit.
Keterwakilan perempuan juga meningkat. Jika periode sebelumnya hanya 1 perempuan, pada periode ini ada 3 perempuan mengikuti.
Berikutnya akan kita lihat bersama, apakah dari sisi pemilih akan mengalami perbaikan juga?
Periode lalu, total ada 1,536 pemilih berpartisipasi. Jika dibanding dengan total tendik tahun 2024 sebanyak 3585, angka partisipasi tendik mencapai 42,8%. Kita berharap, pada periode ini akan meningkat.
Selain jumlah, dinamika prosesnya terasa lebih semarak. Kiriman dokumen profil, video, ajakan memilih dikirim ke japri maupun di grup WA. Dalam video/poster tersebut, juga terang-terangan mengajak memilih dirinya. Percaya diri.
Agaknya, fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pensiun, para calon anggowa MWA ini sudah tahu hendak ke mana.
Nyaleg? Calon Bupati? Atau setidaknya calon lurah di kampung halamannya.
MWA bukan eksekutor
Anggota MWA bukan eksekutor. Jangan sampai para calon terjebak pada program praktis. Yang harus didorong itu kebijakan. Dan, mendorong terwujudnya kebijakan bukan hal mudah. Apalagi anggota MWA terdiri dari berbagai elemen. Dari level mahasiswa dan tendik, alumni yang berkibar di mana-mana, dosen yang tentu jejaringnya luas, guru besar, dan alumni yang memiliki jabatan namun masuk lewat masyarakat umum. Ada bargaining, ada adu gagasan, dan lainnya.
#######
Penutup
Harapan saya, MWA dari unsur tendik bukan MWA yang mriyayi. Bukan yang memosisikan diri sebagai ndoro. Bukan yang menjaga jarak karena jabatan. Bukan yang terlena oleh jabatan. Juga bukan orang yang baper-an karena kritik, baper karena idenya dikritisi, atau baper pada orang yang berseberangan. Bukan yang pelit informasi. Bukan yang siapa elu - siapa gue.
MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya.
Masing-masing calon punya gagasan. Dari sekian gagasan, jika tidak semua dapat digiring ke ranah kebijakan, siapapun yang terpilih, paling tidak mau mendengar, dan mau bercerita.
Itu saja, buat saya sudah cukup.
Lalu mau milih siapa?
Siapapun boleh! Masih ada agenda curah gagasan di hari Senin, 20 April 2026, untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait gagasan para calon. Masih ada waktu 1 hari sampai 21 April pukul 12.00 WIB untuk menentukan pilihan.
Bisa dari gagasannya.
Bisa dari kedekatannya.
Bisa dari isu gender.
Bisa dari kemudahan diaksesnya.
dan lain-lainnya
Yang jelas warga kampus pasti tidak akan milih karena jogetnya, ok gass-nya, atau gemoy-nya.
Catatan: Disclaimer ada di akhir tulisan
Kesejahteraan & Karir: Memastikan kebijakan yang adil dan transparan untuk pengembangan karir serta kesejahteraan Tendik; Jenjang karir yang jelas, evaluasi dan penyesuaian kelas jabatan; Bina lingkunganDigitalisasi Berbasis Kebutuhan: Perbaikan Sistem yang memudahkan pekerjaan, bukan menambah beban administratif yang rumitSinergi Kampung-Kampus: Menjaga harmoni dan kolaborasi antara UGM dengan lingkungan di luar kampus, UGM melaksanakan PkM dimana tendik tinggal sebagai wahana dan wujud apresiasi (UGM Berdampak)Mitra Strategis Global: Memperjuangkan penguatan kompetensi Tendik di level internasional sebagai mitra strategis UGM.
Alih-alih fokus pada 1 hal, WBA justru memilih mengusuh 4 komitmen untuk mendukung visi dan misinya. Bagus. Namun di sisi lain komitmen ini nantinya bisa jadi beban berat WBA jika terpilih.

Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi.
Ada yang baru (saja saya tahu) di Scopus AI
Saat promt diberikan, tidak hanya concept map dan topic expert, namun juga ada emerging themes.
Fitur ini menampilkan topik dengan 3 kategori yaitu Consistent Theme, Rising Theme dan Novel Theme lengkap dengan referensinya.
What impact do microplastic pollutants have on marine biodiversity in coastal regions?
Keterangan batasan tulisan ini ada di bagian akhir
Naik Transgama berkeliling. Melewati sekolah dan fakultas.Tendik UGM dengan support well-being, menaikkan produktivitas
Naik Transgama berkeliling, melewati sekolah dan fakultas.Tendik UGM support well-being, sebagai usaha menaikkan produktivitas
Catatan: tulisan ini adalah bagian dari usaha saya melakukan analisis pada ide/gagasan/pemikiran para calon anggowa MWA UGM unsur tendik 2026. Analisis dilakukan dari dokumen atau video yang bersifat terbuka, yang menunjukkan visi dan misi. Kenapa saya lakukan? Karena proses pemilihan anggota MWA adalah proses politik, maka ide kandidat harus diuji. Saya yakin, para kandidat pun terbuka dan rela saat ide/gagasannya diuji. Catatan ini pun saya akui pasti ada bias. Maka, catatan inipun juga terbuka untuk diuji dan dikritisi.
