Tulisan ini saya buat untuk mengikat ide yang pernah muncul di otak saya, kira-kira 2 tahun lalu. Dari pada terbuang. Tentu ini opini saya pribadi. Beberapa istilah juga kreasi yang muncul dari otak saya. Spontan. Mungkin berguna.
******
Setidaknya ada dua jenis berita yang ada di web perguruan tinggi, baik itu fakultas maupun universitas, yaitu pasive news dan active news.
Passive news merupakan berita yang berasal dari kegiatan yang ada di lingkungan kampus. Jurnalis tinggal duduk, berita akan datang. Ekstrimnya, pengelola web tinggal menunggu atau meminta, atau menodong pelaksana kegiatan untuk melaporkan kegiatannya. Atau paling jauh, mereka akan hadir pada acara dan kemudian menulis berita berdasar acara tersebut.
Berita jenis ini dekat ke jenis laporan. Berita berupa modifikasi dari laporan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam atau luar kampus oleh civitas akademika. Kegiatan diantarkan ke jurnalis, kemudian jurnalis membuat berita, dimuat di web lalu disebarkan ke dalam dan keluar. Pemberitaan jenis ini bisa disebut sebagai pengkabaran, pemberian kabar. Kabar bahwa kampus telah melakukan A,B,C,D.....
Trigger munculnya berita jenis ini bukan jurnalis, melainkan panitia kegiatan. Jurnalis bersifat pasif.
Jenis berita ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Kedua, active news. Pada berita jenis ini, seorang jurnalis harus berfikir dan bertindak lebih aktif di banding pada berita jenis passive. Jurnalis menjadi trigger munculnya tulisan.
Misalnya, jurnalis melihat kondisi luar kampus, dianalisis, ditarik ke dalam kampus, diolah, dicarikan nara sumber. Apa yang terjadi di luar kampus dibenturkan dengan pendapat pakar di dalam kampus. Kerja-kerja ini dapat dikaitkan dengan visi misi kampus + mengaitkan dengan ideologi jurnalisme kemudian dirangkai dengan tujuan tertentu.
Jurnalis, melalui analisisnya, menjadi trigger munculnya berita. Pada berita jenis ini, ada ruh, visi dari jurnalis. Pada berita jenis ini pula, dapat dilihat ke mana arah pemikiran jurnalis. Ada misi para jurnalis kampus untuk mengarusutamakan pemikiran dan peran kampus yang berdampak. Apakah dia menjalankan jurnalisme kampus untuk advokasi (dalam arti luas), propaganda, kritis dll.
Berita jenis ini menjadi penyeimbang berita seremonial dan kegiatan. Active news mungkin lebih sedikit dari passive news. Namun bobot active news harus berlipat lebih berat daripada passive news
****
Di FT UGM, jurnalis, pengelola web dihimpun bersama dengan "informasi" dan "humas", diwadahi dalam struktur Tim Kerja, setara dengan 3 tim kerja lainnya.
Saya lihat, nilai minusnya (baru nemu) hanya 1, utamanya jika disandingkan dengan tim kerja yang lain. Setara. Karena setara, maka tim lain tidak dapat melakukan perintah secara langsung. Sifatnya koordinatif. Posisinya bukan sub ordinat. Karena bukan sub ordinat, maka pada kondisi normal, hubungan tim kerja bidang jurnalis dengan tim kerja lain bersifat administratif. Nah. Butuh kebesaran hati dari tim kerja jurnalis untuk embedded ke bidang-bidang yang lain untuk menggali berita.
Tim Kerja bidang pemberitaan dapat memantau kegiatan pada bidang lain melalui (administratif) sistem informasi, kemudian mengonversinya menjadi berita. Atau Tim Kerja yang lain memberi tahu kegiatan untuk diliput menjadi berita, atau setor berita. Namun pilihan kedua ini hukumnya sunah, karena dalam jurnalisme, yang seharusnya aktif itu jurnalis, bukan sumber berita. Jurnalis yang harus aktif bertanya terkait kegiatan, jika perlu melakukan wawancara pada sumber berita (Tim Kerja lain), bukan menunggu berita/data disampaikan. Keaktivan sumber berita (dalam bentuk setor berita atau memberitahu kegiatan) merupakan bonus saja.
-------
Namun, struktur informasi-humas-medsos ada pada level yang sejajar dengan Tim Kerja yang lain, juga memiliki nilai positif yang tidak dimiliki oleh fakultas lain. Ada kemerdekaan dan keleluasaan para jurnalis (sebagai aktor) untuk membawa misi pada proses jurnalistik kampus. Misalnya misi perubahan, pengarusutamaan isu dan lainnya. Tentu saja dengan cara yang harus disesuaikan dengan kondisi arena (lingkungan). Dalam struktur yang sejajar itu, maka potensi active news dalam segala bentuknya menjadi lebih besar.
Selain itu, ketika jurnalis menjadi satu dengan bidang dengan data, informasi, humas dan IT, dapat menjadi penyuplai informasi fakultas untuk berbagai kebijakan. Tim kerja ini punya informasi, punya data, sekaligus punya infratruktur pengelolaannya.
Dari kerja-kerja jurnalis diperoleh informasi, dari dalam berbagai sistem informasi yang dikelola (diolah) juga diperoleh data. Data-data pada sistem informasi dapat ramu menjadi informasi yang lebih berguna. Data science dapat diterapkan.
Masih dari aspek informasi, bidang ini juga dapat membentuk/membuat informasi baru melalui berbagai kajian. Paling sederhana melalui riset/survey pada mahasiswa, dosen, pihak luar dll.
Apa yang disurvey? Banyak. Banyak sekali. Opini bisa digali, pendapat bisa digali. Penyebaran informasi bisa diukur. Banyak yang bisa dikaji.
Bidang ini berpotensi menjadi tabung pemikiran (think-thank). Kajian dan informasi yang dimiliki akan menjadi penopang kebijakan fakultas. Mirip seperti PDAT-nya Tempo, atau PIK-nya Kompas.
Sebagai pengelola informasi fakultas, pertanyaan terkait data dan informasi diarahkan ke bidang ini, bukan bidang lain. Berapa jumlah mahasiswa? Berapa wisudawan? Berapa IP rata-rata? dll.
Termasuk memastikan apakah informasi seputar kampus sampai kepada mahasiswa? bagaimana tanggapan mahasiswa? apa saluran terbaik untuk menyampaikan informasi pada mahasiswa/civitas? Bagaimana efektifitas tiap saluran informasi.
Informasi tidak sekedar disebarkan kemudian selesai. Tapi diukur efektifitasnya.
(data/info di sistem informasi + informasi internal + data/informasi dari kajian) -> Jurnalis -> diwadahi IT -> disebarkan melalui berbagai format dan media.
Penutup
Dengan konsep ini, maka bidang ini tidak atau bukan bidang yang sifatnya administratif. Ada berbagai peran strategis yang dapat diambil dan dilaksanakan. Jurnalis bekerja layaknya jurnalis, ideologis bukan sekedar administratif. Cara berhubungan pun ala jurnalis. Relasinya relasi jurnalis dengan sumber berita, buka boss dengan bawahan.
"Informasi, Humas, Media Sosial + IT" bukan bagian-bagian yang terpisah. Itu satu kesatuan.





.jpeg)
.jpeg)














