Sunday, 19 April 2026

, , ,

Tabel rekap (tidak lengkap) calon MWA 2026-2031 unsur tendik

Sampai Minggu, 19 April 2026 pukul 15.51 sore, hanya 3 dokumen lengkap yang saya peroleh. Cukup? Tentu tidak. Namun tidak mengapa.

Dokumen saya peroleh tidak dengan meminta kepada calon. Saya hindari meminta dokumen kepada para calon.


Keterangan: DED - durung entuk data

Calon MWA unsur tendik periode ini, setidaknya ada kemajuan dari sisi jumlah, dari 6 di periode lalu menjadi 7 untuk periode 2026-2031. 

Selain itu, unit induk juga ada yang mendukung. Paling sederhana melalui postingan di IG unit. 

Keterwakilan perempuan juga meningkat. Jika periode sebelumnya hanya 1 perempuan, pada periode ini ada 3 perempuan mengikuti.

Berikutnya akan kita lihat bersama, apakah dari sisi pemilih akan mengalami perbaikan juga?

Periode lalu, total ada 1,536 pemilih berpartisipasi. Jika dibanding dengan total tendik tahun 2024 sebanyak 3585, angka partisipasi tendik mencapai 42,8%.  Kita berharap, pada periode ini akan meningkat. 

Selain jumlah, dinamika prosesnya terasa lebih semarak. Kiriman dokumen profil, video, ajakan memilih dikirim ke japri maupun di grup WA. Dalam video/poster tersebut, juga terang-terangan mengajak memilih dirinya. Percaya diri.

Agaknya, fenomena ini menunjukkan bahwa setelah pensiun, para calon anggowa MWA ini sudah tahu hendak ke mana. 

Nyaleg? Calon Bupati? Atau setidaknya calon lurah di kampung halamannya.


MWA bukan eksekutor

Anggota MWA bukan eksekutor. Jangan sampai para calon terjebak pada program praktis. Yang harus didorong itu kebijakan. Dan, mendorong terwujudnya kebijakan bukan hal mudah. Apalagi anggota MWA terdiri dari berbagai elemen. Dari level mahasiswa dan tendik, alumni yang berkibar di mana-mana, dosen yang tentu jejaringnya luas, guru besar, dan alumni yang memiliki jabatan namun masuk lewat masyarakat umum. Ada bargaining, ada adu gagasan, dan lainnya.

#######

Penutup

Harapan saya, MWA dari unsur tendik bukan MWA yang mriyayi. Bukan yang memosisikan diri sebagai ndoro. Bukan yang menjaga jarak karena jabatan. Bukan yang terlena oleh jabatan. Juga bukan orang yang baper-an karena kritik, baper karena idenya dikritisi, atau baper pada orang yang berseberangan. Bukan yang pelit informasi. Bukan yang siapa elu - siapa gue. 

MWA unsur tendik itu lahirnya dari tendik. Memilih atau tidak, semua tendik adalah yang diwakili. Tendik adalah ndoro-nya. 

Masing-masing calon punya gagasan. Dari sekian gagasan, jika tidak semua dapat digiring ke ranah kebijakan, siapapun yang terpilih, paling tidak mau mendengar, dan mau bercerita.

Itu saja, buat saya sudah cukup.

Lalu mau milih siapa?

Siapapun boleh! Masih ada agenda curah gagasan di hari Senin, 20 April 2026, untuk memperoleh informasi lebih lengkap terkait gagasan para calon. Masih ada waktu 1 hari sampai 21 April pukul 12.00 WIB untuk menentukan pilihan.

Bisa dari gagasannya.
Bisa dari kedekatannya.
Bisa dari isu gender.
Bisa dari kemudahan diaksesnya.
dan lain-lainnya

Yang jelas warga kampus pasti tidak akan milih karena jogetnya, ok gass-nya, atau gemoy-nya.  

------------------------------------**------------------------------------

Referensi


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi