Video profil dan penyampaian visi misi Nur Bakti Susilo (NBS), salah satu calon MWA unsur tendik, tersebar. Sebagai bagian dan konsekuensi dari proses politik, tentu NBS terbuka untuk diberi catatan. Saya coba rangkum isinya dan berikan catatan.
Gagal merumuskan visi
NBS mengawali video dengan perkenalan, perjalanan karir dan, tentu saja yang harus dilakukan adalah menyampaikan prestasi, dilanjutkan dengan visi.
NBS memiliki visi "melaksanakan tugas anggota MWA sesuai kewenangan berdasarkan statuta UGM". Mari kita bedah.
Visi yang dimiliki NBS tersebut rasanya cukup untuk menunjukkan bahwa NBS gagal merumuskan visi.
Coba cek visi UGM: "Universitas Gadjah Mada sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila." Pada visi UGM ini ada kondisi yang terus ideal yang perwujudan sempurnyanya masih imajiner, masih hanya bisa dibayangkan, yang semua diharap bersama terus menuju ke sana.
Visi lain, misalnya: menuju Indonesia Emas 2045. Ini masih khayalan, belum terwujud.
Nah, yang disampaikan NBS itu bukan visi, itu tugas. Secara tersurat juga jelas tertulis "tugas". Visi seharusnya visioner, sesuatu yang ideal, imajiner, dan akan diraih. KBBI memberikan arti visi sebagai apa yang tampak dalam khayalan. Apakah NBS ingin menunjukkan anggota MWA unsur tendik selama ini belum "melaksanakan tugas anggota MWA". Selama ini masih khayalan, belum ideal, masih imajiner?
Tafsir lain atas visi NBS ini adalah NBS bermain aman. Intinya begini: "jika terpilih, ya saya akan melaksanakan tugas sesuai ketentuan" titik.
Bagaimana dengan misi?
NBS memiliki misi "peningkatan capacity building tenaga kependidikan". NBS juga menyebut sertifikasi bagi tenaga kependidikan.
Jika dikaitkan dengan visi yang ditetapkan, misi ini tidak nyambung.
Saya rasa, NBS gagal merumuskan visi dan misi. Namun demikian, pesan NBS dapat diterima. NBS ingin tendik lebih berdaya melalui pelatihan, dan berbagai bentuk pengembangan kapasitas tenaga kependidikan. Ini standard saja, sih.
Perumpamaan yang gagal (juga)
NBS, menempatkan tendik dengan perumpamaan
- Jika dosen adalah kutub utara, maka
- Tendik adalah kutub selatan
- Semestanya adalah mahasiswa, alumni dan masyarakat
Dosen di kutub utara dan tendik di kutub selatan, rasanya aneh. Kenapa? Karena justru NBS menunjukkan jauhnya jarak tendik dan dosen. Kutub utara dan selatan, jamak dipakai untuk perumpamaan orang atau pihak yang saling berjauhan dan sulit bertemu. "Pikiran mereka bagaikan kutub utara dan selatan" yang menunjukkan betapa kontrasnya ide 2 orang yang berlawanan.
Jika teman-teman mengingat lagi janji, gagasan, ide anggota MWA unsur tendik yang terpilih untuk masa jabatan 2021 sd 2026, kemudian mendengar penutup dari NBS kemungkinan besar merasa semacam de javu. Kayak pernah dengar.
Grenengan saya yang pertama tentang sumber informasi pemilihan unsur mahasiswa, bisa dibaca di https://mustoko.blogspot.com/2026/04/di-mana-informasi-proses-pemilihan-mwa.html


0 komentar:
Post a Comment
Terimakasih, komentar akan kami moderasi