Showing posts with label kompetensi. Show all posts
Showing posts with label kompetensi. Show all posts

Saturday, 16 September 2017

, ,

Kompetensi pustakawan merupakan bentuk pengganti dari keterbatasan anggaran perpustakaan

candi sambisari, Jogja
Purwo.co - Selama ini, kabarnya masih ada perpustakaan yang hidup dengan anggaran yang tidak memadai. Akhirnya ada keterbatasan pengelolaan, koleksi terbatas, fasilitas terbatas, pengembangan juga terbatas.


Paijo: perpus mana, To? - 
Parto: ah, mestine ya ana, Jo
.

Ini wajar. Karena memang anggaran memiliki posisi penting dalam menjalankan roda organisasi perpustakaan serta pengembangannya. Namun, apakah tidak ada jalan lainnya?

Perpustakaan merupakan lembaga atau unit yang bergerak untuk membantu organisasi induknya. Misal perpustakaan sekolah untuk mendukung sekolah, perpustakaan perguruan tinggi untuk mendukung perguruan tinggi, perpustakaan daerah untuk mendukung visi misi daerah dalam rangka melayani masyarakatnya. Secara umum demikian, jika dalam pelaksanaannya muncul kreatifitas ke kanan atau kiri, itu bentuk fleksibilitas profesi saja.

Nah, jika sebuah perpustakaan kekurangan anggaran, misal karena anggaran dipotong, dikurangi, apa yang harus dilakukan pustakawan?


Jangan galau, dipikir karo seneng wae. 

Efek kurangnya anggaran, dipotongnya anggaran dan semacamnya, tidak dibebankan pada pustakawan. Bukan!. Jadi pustakawan tidak perlu GR dan baper. Efeknya akan dirasakan oleh si pemimpin organisasi induk. Yakinlah. Kalau perpustakaannya kurang bagus, pustakawan wajib mengusulkan perbaikan dan penambahan anggaran. Kalau anggaran ditolak, efeknya ada di pemimpin organisasinya, bukan pustakawan dan pemimpin perpustakaannya.


“Siapa sih bupatinya?”, “siapa sih walikotanya?”, “siapa sih kepala sekolahnya?”.
Jadi, ndak usah dipikir terlalu dalam. Sik penting bergembira dan utamakan kesehatan.

Kalau perpustakaan sekolah anggarannya minim, ya ndak apa. Karena memang mungkin sebatas angka itu institusi mampu memberi anggaran. Atau ada prioritas lain yang oleh pemimpin dianggap lebih penting. Tidak apa, memang pemimpin berhak memberi prioritas anggaran sesuai dengan visi dan misi yang dia canangkan.

Jalankan saja perpustakaan sesuai  dengan anggaran yang diberikan. Fokuskan anggaran tersebut pada hal yang anda anggap paling penting dalam pengelolaan perpustakaan anda. Koleksi, fasilitas, atau apapun. Kalau tetap kurang  bagaimana?


Jalankan dengan filosofi hidup. Sitik akeh, sik penting disyukuri. Insyaalllah berkah, kekurangane Gusti Allah sik nyukupi.
.

Lalu, bagaimana selanjutnya?

Mainkan kompetensi atau skill anda untuk menjalankan roda organisasi perpustakaan. Inilah pentingnya kompetensi, bahkan yang paling sederhana sekalipun. Pustakawan sekolah yang mahir Corel Draw atau aplikasi desain grafis lainnya, bisa digunakan untuk membuat kegiatan pelatihan desain grafis bagi pemustaka/siswanya. Pustakawan yang mahir Bahasa Indonesia (tata bahasa, dan lainnya), dia bisa memainkan keahliannya tersebut untuk membimbing mahasiswa menulis. Pemustaka yang mahir menggambar kaligrafi, sket gambar, atau semacamnya, bisa membuat kegiatan terkait, bersama pemustaka.

Paijo: Ngajari nggambar? Itu tugas pustakawan kah?
Parto: rasah digagas, sik penting nyambut gawe. Memang selama ini kan pustakawan itu pekerjaannya “mengais” (jawa: golek-golek) pekerjaan.


saoto bathok Sambisari
Contoh di atas hanya beberapa saja, ada banyak kompetensi yang bisa digali untuk digunakan pustakawan menggerakkan perpustakaannya. Tentunya level perpustakaan yang dikelola akan berpengaruh. Kompetensi pustakawan merupakan bentuk lain dari terbatasnya anggaran perpustakaan.

Luasnya kompetensi pustakawan, selain kompetensi inti pustakawan, menjadi sangat penting dalam pengelolaan perpustakaannya. Di sini, pustakawan perlu melihat berbagai perkembangan ilmu selain perpustakaan, dan mencoba menguasai dan menerapkannya untuk melayani pemustaka. Bukan hanya hardskill, namun juga softskill.


Paijo: loh, koleksi kan penting, Kar? Sekarang jurnal harganya melangit. Larang, mahal, dan susah ditawar. 
Karyo: yo ra popo. Kalau mahal, ya ndak usah dibeli kalau duitnya ndak cukup. Rasah dipikir ribet, utamakan kesehatanmu, Jo. Gampang, tho? 

Untuk memenuhi kemampuan/kompetensi tersebut, pustakawan dapat belajar mandiri, di sinilah konsep belajar sepanjang hayat menemukan ruangnya. Jika ada kesempatan belajar (sekolah) lagi, usahakan kuliah pada program studi selain ilmu perpustakaan. Jangan linear. Dengan demikian, pustakawan akan lebih kaya.



Sambisari, tanggal enam belas, bulan sembilan
tahun dua ribu tujuh belas.
enam, empat belas pagi




Sunday, 22 February 2015

, , ,

Kompetensi wajib tentang TI untuk pustakawan FT UGM

Berbagai standar kemampuan terkait teknologi untuk pustakawan banyak dirumuskan oleh berbagai perpustakaan.
LOC salah satunya, dengan konsep KSAnya (Knowledge, Skills, and Abilities). Sedangkan Denver Public Library merumuskan dengan lebih rinci lagi, klik.

Belajar dari dua hal di atas serta pengalaman mengelola perpustakaan FT UGM, maka berikut beberapa pembagian kompetensi teknologi yang seharusnya dimiliki oleh pengelola perpustakaan FT UGM.


  1. Hardware
    • penanganan kerusakan ringan pada hardware
    • penanganan printer
  2. Jaringan Internet
    • memasang dan merawat mikrotik
    • mengelola  jaringan dengan mikrotik
  3. Software
    • instalasi operating system
    • instalasi aplikasi
  4. Pengolah dokumen
    • pengolah angka 
    • pengolah text
    • pengolah presentasi
  5. Keamanan
    • memasang antivirus
    • membersihkan virus
  6. Sistem Informasi perpustakaan
    • memahami sistem informasi
    • memahami berbagai aspek sistem informasi
  7. Website
    • mengelola server website
    • mampu memasang website di hosting dan domain
    • manajemen VPS
    • mampu melakukan editing CMSsederhana
    • memahami konsep SEO
  8. Programming
    • memahami html sederhana
    • memahami php sederhana
  9. Multimedia
    • mampu melakukan perekaman gambar layar+suara
    • mampu melakukan editing gambar dan suara
  10. Jejaring Sosial
    • mampu menggunakan twitter dan facebook
    • mampu memposting dan mengelompokan berbagai jenis postingan
  11. Internet Messenger
    • mampu menggunakan berbagai IM
    • mengetahui berbagai etika IM
  12. Cloud Computing
    • mengetahui berbagai jenis layanan cloud computing
    • mampu memilih aplikas cloud sesuai kebutuhan
    • mampu menggunakan GoogleDrive, SkyDrive, aplikasi Simpan.UGM
  13. Academic Software
    • mampu menggunakan Mendeley, Zotero, 
    • mampu menggunakan prezi, powtoon, slide.de, 
    • mampu mengelola dokumen sesuai kaidah penulisan menggunakan aplikasi pengolah kata (OpenOffice  Writer, Ms. Word, LyX)
  14. Email
    • mampu membuat email pada berbagai jenis penyedia email
    • mampu menggunakan email
    • mampu menulis email dengan beretika
  15. Search Engine
    • mampu menggunakan Google, Yahoo, dan meta search engine.
    • mampu menggunakan logika boolean dalam pencarian
  16. Online Information Resources
    • mengetahui berbagi sumber informasi online yang kredibel dan terpercaya
    • mampu mengakses berbagai sumber informasi dengan cara yang efektif dan efisien
  17. Pengelolaan data
    • memahami konsep metadata
    • memahami konsep pertukaran data