Tuesday, 20 June 2017
RSS Jurnal Library & Information Science Research (ScienceDirect)
Berikut ini RSS yang saya ambil dari jurnal Library & Information Science Research di ScienceDirect. Semoga membantu menemukan artikel terbaru bidang perpustakaan dan informasi.
Monday, 19 June 2017
Dataverse: aplikasi opensource untuk mengelola data riset
Tulisan sebelumnya tentang manajemen data riset, saya menulis singkat tentang Mendeley Data. Silakan cek di http://www.purwo.co/2016/06/mengelola-data-riset-menggunakan.html. Mendeley data gratis, namun storage ada di server Mendeley. Tentunya ini jadi pertimbangan jika akan merekomendasikan, atau paling tidak, pengguna harus paham hal tersebut.
Nah, kita lihat alternatif lainnya. Studi banding saya ke Harvard, mengantarkan saya pada URL https://dataverse.harvard.edu. "Share, archive, and get credit for your data. Find and cite dataacross all research fields.", demikian tulisan yang ada di header alamat tersebut. Sebagai praktisi, bagi saya yang menarik adalah: "pakai software apa, yak?". Ternyata di bagian bawah tertulis "Dataverse".
Ketika saya telusur, ketemulah web berikut: https://dataverse.org/best-practices/data-management.
Dataverse is an open source web application to share, preserve, cite, explore, and analyze research data. It facilitates making data available to others, and allows you to replicate others' work more easily. Researchers, data authors, publishers, data distributors, and affiliated institutions all receive academic credit and web visibility.
Pada web tersebut, dicantumkan pula alamat kode sumber aplikasi, yang ternyata pengembangannya dikelola menggunakan Github. Silakan cek di https://github.com/IQSS/dataverse. Sepertinya aplikasi ini rajin diperbarui. Ketika saya membuka laman Git tersebut, ada yang baru diupdate 10, 5, bahkan 3 hari yang lalu. Demo aplikasi ini juga tersedia di https://demo.dataverse.org/.
![]() |
| isian dataset |
Dataverse mampu mengunggah file dari dropbox. Selain itu, contoh milik Harvard menunjukkan bahwa dataverse bisa ditempeli DOI, sehingga penemuan data menjadi lebih akurat, tentunya juga memudahkan dalam pengutipan data.
Dataverse juga memungkinkan satu metadata memiliki banyak file. Serta mendukung versioning data. Silakan lihat gambar di bawah ini.
Semoga bermanfaat.
Wednesday, 31 May 2017
URL bermanfaat untuk belajar Latex
Latex merupakan aplikasi untuk membuat dokumen, dengan filosofi WYSIWYM (what you see is what you mean).Berikut beberapa URL yang berisi informasi singkat untuk belajar latex dasar.
https://bellatania68.wordpress.com/2013/07/10/membuat-jurnal-menggunakan-latex/
Tulisan di atas, bisa diikuti dan dipraktikkan untuk belajar dasar menulis menggunakan Latex dari baris awal.
http://komunitas.ui.ac.id/mod/groups/topicposts.php?topic=12949&group_guid=1572
Berisi template tugas akhir, dan contoh hasilnya. Dibuat oleh komunitas UI
https://en.wikibooks.org/wiki/LaTeX
Tutorial Latex dari A-Z. Jika sudah mencoba membuat sendiri melalui URL paling atas, bisa dikembangkan menggunakan berbagai tips di web ini, dan di bawah ini.
https://www.sharelatex.com/learn/Headers_and_footers
Berisi tips membuat header dan footer pada latex
https://www.latextemplates.com/ dan https://www.sharelatex.com/templates/
Dua web di atas, menyediakan template berbagai gaya. Bisa digunakan untuk meningkatkan hacking latexnya.
Monday, 29 May 2017
Afi Nihaya Faradisa: siswi yang suka membaca buku di perpustakaan
Saya tidak mengikuti diskusinya dari awal, juga belum mendengarkan video yang tidak sempat saya ikuti streamingnya. Namun, satu hal yang menjawab pertanyaan saya terkait AFI dan perpustakaan, yaitu AFI ternyata sering membaca buku di perpustakaan sekolahnya. Dia menyebut perpustakaan sekolahnya terbuka untuk dia bebas keluar masuk. Dia juga menyampaikan membaca beberapa buku berat (bagi saya, karena belum pernah membaca -tet-tot-), yaitu Ihya Ulummudin, Riyadus Shalihin dan semacamnya. Dua buku yang direkomendasikan AFI bagi anak muda adalah The Magic of Thinking Big, dan 7 Habbit-nya Covey.
Afi suka membaca dari internet dan buku. Dia punya target 1-3 buku dibaca dalam sebulan. (http://regional.liputan6.com/read/2962063/afi-si-penulis-warisan-dapat-tawaran-beasiswa-kuliah.
Tulisan Afi, yang kabarnya sempat menghebohkan saya peroleh lognya di https://hype.idntimes.com/viral/amanda-14/tulisan-afi-nihaya-ini-bikin-merinding-c1c2/full. Jika dilihat isinya, memang mungkin ada yang terganggu, mungkin juga biasa saja. Saya sendiri merasa tulisan tersebut tidak ada yang perlu ditakutkan. Afi juga mengonfirmasi saat diskusi, terkait kebenaran agama, "semua agama benar, bagi pemeluknya masing-masing. titik.".
Glorifikasi
Istilah ini muncul ketika diskusi. Semua sepakat, bahwa glorifikasi bagi Afi justru membahayakan. Di KBBI https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/glorifikasi, glorifikasi diartikan dengan n proses, cara, perbuatan meluhurkan, memuliakan dan sebagainya. Afi pun sekapat, glorifikasi pada dirinya justru akan berakibat buruk. Justru kritik (baik biasa maupun pedas) akan membuatnya bisa selalu memperbaiki diri dan idenya.
Menulis, bagi anak muda di Indonesia adalah hal istimewa, jangan ganggu mereka dengan dalih macam-macam. Jika tidak setuju, ajak saja diskusi, dan hadapi dengan tulisan.
Friday, 26 May 2017
Artikel "Mengembangkan Perpustakaan FT UGM", dan "Kompetensi Scholarly Communication untuk pustakawan"
Berikut ini, dua artikel yang saya tulis dalam rangka lomba penulisan Dies Perpustakaan UGM tahun 2015 dan 2016.
Keduanya telah diterbitkan dalam bentuk buku dan di berkala Media Informasi. Namun, untuk kepentingan penyebaran informasi, bukan sebagai tulisan baru, saya unggah pula di repository.ugm.ac.id, atas ijin Kepala Perpustakaan UGM. Sebelum saya unggah, saya format ulang menggunakan Latex dengan memanfaatkan template Elsarticle.
Artikel berjudul Membangun Perpustakaan Kreatif: Pengalaman Pengembangan Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dapat diunduh di https://repository.ugm.ac.id/273434/ (menunggu indeks selesai 24 jam, akan online pada 27 Mei 2017)
Keduanya telah diterbitkan dalam bentuk buku dan di berkala Media Informasi. Namun, untuk kepentingan penyebaran informasi, bukan sebagai tulisan baru, saya unggah pula di repository.ugm.ac.id, atas ijin Kepala Perpustakaan UGM. Sebelum saya unggah, saya format ulang menggunakan Latex dengan memanfaatkan template Elsarticle.
Artikel berjudul Scholarly Communication: kompetensi wajib pustakawan perguruan tinggi, dapat diunduh di https://repository.ugm.ac.id/273436/ (menunggu indeks selesai 24 jam, akan online pada 27 Mei 2017)
Artikel berjudul Membangun Perpustakaan Kreatif: Pengalaman Pengembangan Perpustakaan Fakultas Teknik UGM dapat diunduh di https://repository.ugm.ac.id/273434/ (menunggu indeks selesai 24 jam, akan online pada 27 Mei 2017)
Kahoot, aplikasi sederhana untuk membuat game dan kuis di perpustakaan
Kuis dan game memang menarik, tentunya juga untuk perpustakaan. Nah, kali ini saya coba tuliskan secara singkat tentang Kahoot, aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan game sederhana.
Kahoot terbagi dua, untuk peserta dan untuk admin. Untuk peserta beralaman di kahoot.it, sedangkan untuk admin https://getkahoot.com/.
Admin dapat melalukan login menggunakan akun Gmail, atau akun lainnya. Tentunya ini memudahkan bagi yang sudah memiliki akun Gmail atau FB, karena dapat menggunakan single ID.
Kahoot memiliki 4 fitur: game, kuis, diskusi dan survey. Untuk game, kita bisa membuat jenis pertanyaan, dan menentukan jawaban yang paling tepat serta waktu yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Uniknya, jawaban nantinya akan diwakili oleh gambar dan warna. Peserta diminta memilih warna/gambar yang mewakili jawaban.
Nah, disinilah serunya. Selain mencari jawaban yang tepat, peserta hanya memastikan agar tidak salah sentuh (klik) ketika memilih jawaban.
Admin harus menampilkan gambar di atas di layar besar, sehingga bisa dilihat oleh peserta. Peserta, setelah sebelumnya diminta masuk ke kahoot.it dan memasukkan pin serta nama, akan disodori pilihan gambar seperti di bawah ini.
Nah, peserta harus milih gambar yang mewakili jawaban. Jika game telah selesai, maka di layar admin akan diinformasikan nama pemenangnya. Jawaban dinilai dari ketepatan dan kecepatan menjawab.
Kahoot terbagi dua, untuk peserta dan untuk admin. Untuk peserta beralaman di kahoot.it, sedangkan untuk admin https://getkahoot.com/.
Admin dapat melalukan login menggunakan akun Gmail, atau akun lainnya. Tentunya ini memudahkan bagi yang sudah memiliki akun Gmail atau FB, karena dapat menggunakan single ID.
Kahoot memiliki 4 fitur: game, kuis, diskusi dan survey. Untuk game, kita bisa membuat jenis pertanyaan, dan menentukan jawaban yang paling tepat serta waktu yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Uniknya, jawaban nantinya akan diwakili oleh gambar dan warna. Peserta diminta memilih warna/gambar yang mewakili jawaban.
Nah, disinilah serunya. Selain mencari jawaban yang tepat, peserta hanya memastikan agar tidak salah sentuh (klik) ketika memilih jawaban.
![]() |
| Memilih tipe kuis yang akan dibuat oleh admin |
![]() |
| tampilan di layar peserta |
![]() |
| Tampilan pertanyaan di layar admin yang bisa dilihat peserta |
![]() |
| Peserta harus memilih gambar untuk menjawab |
Beberapa gambar di atas, adalah penggunaan Kahoot type kuis. Untuk type game dan lainnya, silakan pelajari sendiri.
Game atau kuis tersebut, bisa digunakan untuk kepentingan sosialisasi sumber informasi, literasi informasi, atau sekedar selingan di sebuah acara perpustakaan.
Selain Kahoot, coba juga https://quizizz.com/join yang juga bisa digunakan untuk kuis jarak jauh. Dengan cara ini, peserta bisa ada diberbagai tempat. Soal bisa diacak, dan dibatasi waktunya.
Game atau kuis tersebut, bisa digunakan untuk kepentingan sosialisasi sumber informasi, literasi informasi, atau sekedar selingan di sebuah acara perpustakaan.
Selain Kahoot, coba juga https://quizizz.com/join yang juga bisa digunakan untuk kuis jarak jauh. Dengan cara ini, peserta bisa ada diberbagai tempat. Soal bisa diacak, dan dibatasi waktunya.
Coba juga menti.com
Monday, 17 April 2017
Prof. Panut Mulyono, rektor UGM (2017-2022) terpilih, yang sabar meniti karir struktural sejak 1994
| Prof. Panut Mulyono |
Di level MWA ini, pilihan dilakukan dalam 3 putaran. Putaran pertama, Prof. Panut Mulyono mendapat 11 suara, Dr. Erwan Agus 7 suara, Prof. Ali Agus 7 suara.
Putaran kedua antara Dr. Erwan Agus dan Prof. Ali Agus untuk menentukan yang akan "melawan" Prof. Panut Mulyono di putaran final. Akhirnya Prof. Ali Agus mendapatkan suara lebih banyak dari Dr. Erwan Agus, untuk kemudian dipilih bersama Prof. Panut Mulyono.
![]() |
| hasil akhir |
Penelusuran saya pada buku profil dosen dan karyawan FT UGM, yang terbit 1 Februari 2008, tercatat Prof. Panut memulai karir struktural di KPFT sejak 1994, yaitu sebagai PPF (Pembantu Pengurus Fakultas) Bidang Sarana Prasarana. Saat itu dekan FT UGM dijabat oleh Prof. Dr. Ir. Sri Harto, dan Prof. Panut belum menjadi profesor.
Parto: benar-benar karir dari bawah, ya Kang?
Karyo: Iya, To. Buah dari kesabaran.
![]() |
| Sri Sultan memilih |
Berikutnya, tahun 1997-1998, Prof. Panut masih menjadi PPF bidang sarana prasarana. Berikut ini kutipan lengkap beberapa jejak karir Prof. Panut Mulyono.
1994 - 1997: PPF Bidang Sarana Prasana
1997 - 1998: PPF Bidang Sarana Prasarana
1998 - 2000: PPF Bidang Sarana Prasarana
2000 - 2004: PPF Bidang Sarana Prasana, kemudian berganti menjadi PPF Bidang Keuangan
2004 - 2008: Asistek Wadek bidang Perencanaan dan Sarana Prasarana
2008 - 2012: Wakil Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan
2012 - 2016: Dekan FT UGM
2016 - sekarang: Dekan FT UGM
Setelah 23 tahun berlalu sejak 1994, tepatnya 17 April 2017, Prof. Panut Mulyono terpilih menjadi Rektor UGM pada sidang MWA. Jabatan tertinggi di UGM yang diraih dari titian awal jabatan. Sebuah kesabaran menjalani amanah yang menurut saya, luar biasa.
Akhirnya telah terpilih Rektor UGM 2017-2022, sosok yang dulu sering menghabiskan waktu di perpustakaan UGM (sekip) dan di gelanggang mahasiswa [1], Prof. Panut Mulyono.
Selamat, semoga dapat membawa gerbong UGM menjadi lebih baik lagi.
![]() |
| tahap pertama |
![]() |
| Prof. Sofian Effendie memberi sambutan |
![]() |
| penghitungan tahap 3 |
![]() |
| Dato Sri Tahir memilih |
![]() |
| Prof. Pratikno memimpin sidang |
Referensi:
[1] lihat http://kagama.co/prof-ir-panut-mulyono-m-eng-d-eng-sering-tidur-di-gelanggang-mahasiswa-ugm
Sumber data: Profil Dosen dan Karyawan FT UGM, diterbitkan oleh Fakultas Teknik UGM tahun 2008. Kecuali data setelah 2008, dari saya sendiri (hasil mengingat) :)
Sumber gambar: capture dari streaming ugm.ac.id/streaming, saat proses pemilihan.
Foto Prof. Panut Mulyono: http://ft.ugm.ac.id/wp-content/uploads/2016/12/10R-2_resize.jpg
Baca juga http://bulaksumurugm.com/wawancara-eksklusif-prof-ir-panut-mulyono-m-eng-d-eng-rektor-harus-berpikir-besar-bertingkah-detail/
Thursday, 13 April 2017
Beberapa software ini perlu dikuasai oleh Pustakawan Perguruan Tinggi
Teman-teman, tulisan ini hanya berdasar yang saya rasakan saja, sebagai praktisi. Bukan dari riset ilmiah ala ilmuwan perpustakaan.
Selama 5 tahun mengabdi di Perpusakaan FT UGM, setelah sebelumnya 8 tahun di Jurusan Teknik Geologi, maka saya menyarankan beberapa aplikasi berikut untuk dipelajari dan dikuasai. Tujuannya, untuk meningkatkan layanan perpustakaan dalam bentuk pendampingan atau bimbingan penggunaannya pada mahasiswa.
Tolong jangan ditanya, "bagaimana itu dikaitkan dengan kerja pustkawan, apakah itu pekerjaan pustakawan?". Hehe, kadang saya ndak berfikir ekstrim seperti itu. Apa yang bisa kita lakukan untuk mahasiswa, itu lebih penting daripada mendiskusikan idealisme kerja kepustakawanan. Jangan protes yak. Tapi, saya rasa kaitannya dengan beberapa aplikasi yang saya tulis ini, masih berhubungan dengan kerja kepustakawanan.
Aplikasi yang saya tuliskan di bawah ini berkaitkan dengan peran layanan langsung pustakawan pada mahasiswa. Untuk software yang mendukung layanan secara tidak langsung, saya akan tuliskan pada postingan lainnya.
Zotero, Mendeley, Endnote, serta file RIS, BIB
Zotero, Mendeley dan Endnote adalah aplikasi untuk pengelolaan referensi. Intinya, aplikasi tersebut menjadi sebuah katalog induk dari koleksi referensi, baik itu buku, jurnal, prosiding dan semacamnya, tercetak maupun digital. Jika semua sudah dikelola di dalamnya, maka si pemilik akan mudah menemukan dan membacanya. Selain itu, aplikasi tersebut akan membantu dalam membuat kutipan dan daftar pustaka.
Lalu, apa itu bib dan ris?.
Bib dan Ris adalah format file dari metadata referensi. Jurnal online, biasanya menyertakan file jenis ini pada databasenya, untuk diunduh dan digunakan. Cara penggunaannya mudah. Bisa diimport ke aplikasi Zotero, Mendeley atau Endnote; atau digunakan untuk membuat referensi di aplikasi berbasis tex (latex atau lyx).
Latex
Latex adalah aplikasi untuk membuat tulisan, mirip seperti Ms. Word atau Libreoffice. Namun filosofinya beda. Ms. Word dan Libre itu What You See is What You Get. Sedangkan Latex menggunakan filosofi What You See is What You Mean.
Beberapa jurnal mensyaratkan penulisan artikelnya menggunakan Latex, terutama jurnal yang mmuat banyak rumus. Aplikasi ini populer di kalangan matematikawan.
Menguasai aplikasi ini, akan menciptakan peran baru pustakawan terkait literasi teknologi.
Powerpoint
Lah, itu kan aplikasi yang sudah umum, ngapain di tulis di sini?. Beberapa mahasiswa belum mendalami powerpoint secara baik. Sehingga hasil slidenya juga standard saja. Coba dalami berbagai fitur di PP, niscaya akan sangat bermanfaat untuk layanan.
Prezi
Aplikasi ini ada yang berbayar ada yang gratis. Digunakan untuk membuat presentasi, dengan beberapa kelebihan. Menguasai aplikasi ini akan melengkapi kemampuan Powerpoint sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi.
Xmind dan Mindmapple
Aplikasi ini digunakan untuk membuat peta konsep. Selain itu, khusus Mindmapple versi free juga bisa menkonversi filenya ke Ms. Word atau Powerpoint. Sehingga, jika digunakan untuk membuat konsep riset atau konsep presentasi, akan mudah dilanjutkan penulisannya di PP atau di Word.
Ms. Word dan Libreoffice Write
Dua aplikasi ini digunakan untuk menulis. Lalu apa yang harus didalami pustakawan? Word dan Libre untuk menulis ilmiah. Coba cek ke mahasiswa, bagaimana cara mereka membuat daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, memanipulasi halaman, memanipulasi nomor halaman, membuat halaman arab dan romawi. Jika ada yang membuat daftar isi dengan cara nulis manual, maka akan kesulita jika ada perubahan nomor halaman.
Nah, heading style di Ms. Word dan Libre Write akan membantu hal ini.
yEd, DIA
Dua aplikasi ini alternatif untuk membuat flowchart selain Visio. yEd dan DIA gratis dan dapat diunduh secara bebas
Mendeley data
Lanjutan dari fitur di Mendeley, Mendeley Data digunakan untuk mengelola data riset. Fungsi lebih lanjut silakan buka http://www.purwo.co/2016/06/mengelola-data-riset-menggunakan.html atau di webnya langsung, https://data.mendeley.com.
----------------
Masih ada yang lain? mestinya masih.
Saya tidak merampatkan semua pustakawan perguruan tinggi harus menguasai aplikasi di atas. Bisa jadi ada skala prioritas atau semacamnya. Yang perlu digaris bawahi adalah bergembira.
Selama 5 tahun mengabdi di Perpusakaan FT UGM, setelah sebelumnya 8 tahun di Jurusan Teknik Geologi, maka saya menyarankan beberapa aplikasi berikut untuk dipelajari dan dikuasai. Tujuannya, untuk meningkatkan layanan perpustakaan dalam bentuk pendampingan atau bimbingan penggunaannya pada mahasiswa.
Tolong jangan ditanya, "bagaimana itu dikaitkan dengan kerja pustkawan, apakah itu pekerjaan pustakawan?". Hehe, kadang saya ndak berfikir ekstrim seperti itu. Apa yang bisa kita lakukan untuk mahasiswa, itu lebih penting daripada mendiskusikan idealisme kerja kepustakawanan. Jangan protes yak. Tapi, saya rasa kaitannya dengan beberapa aplikasi yang saya tulis ini, masih berhubungan dengan kerja kepustakawanan.
Sing paling utomo, kudu seneng lan bergembira.
Aplikasi yang saya tuliskan di bawah ini berkaitkan dengan peran layanan langsung pustakawan pada mahasiswa. Untuk software yang mendukung layanan secara tidak langsung, saya akan tuliskan pada postingan lainnya.
Paijo: "bedanya layanan langsung dan tidak langsung, apa To?"
Parto: "embuh".
Zotero, Mendeley, Endnote, serta file RIS, BIB
Zotero, Mendeley dan Endnote adalah aplikasi untuk pengelolaan referensi. Intinya, aplikasi tersebut menjadi sebuah katalog induk dari koleksi referensi, baik itu buku, jurnal, prosiding dan semacamnya, tercetak maupun digital. Jika semua sudah dikelola di dalamnya, maka si pemilik akan mudah menemukan dan membacanya. Selain itu, aplikasi tersebut akan membantu dalam membuat kutipan dan daftar pustaka.
Lalu, apa itu bib dan ris?.
Bib dan Ris adalah format file dari metadata referensi. Jurnal online, biasanya menyertakan file jenis ini pada databasenya, untuk diunduh dan digunakan. Cara penggunaannya mudah. Bisa diimport ke aplikasi Zotero, Mendeley atau Endnote; atau digunakan untuk membuat referensi di aplikasi berbasis tex (latex atau lyx).
Latex
Latex adalah aplikasi untuk membuat tulisan, mirip seperti Ms. Word atau Libreoffice. Namun filosofinya beda. Ms. Word dan Libre itu What You See is What You Get. Sedangkan Latex menggunakan filosofi What You See is What You Mean.
Beberapa jurnal mensyaratkan penulisan artikelnya menggunakan Latex, terutama jurnal yang mmuat banyak rumus. Aplikasi ini populer di kalangan matematikawan.
Menguasai aplikasi ini, akan menciptakan peran baru pustakawan terkait literasi teknologi.
Powerpoint
Lah, itu kan aplikasi yang sudah umum, ngapain di tulis di sini?. Beberapa mahasiswa belum mendalami powerpoint secara baik. Sehingga hasil slidenya juga standard saja. Coba dalami berbagai fitur di PP, niscaya akan sangat bermanfaat untuk layanan.
Prezi
Aplikasi ini ada yang berbayar ada yang gratis. Digunakan untuk membuat presentasi, dengan beberapa kelebihan. Menguasai aplikasi ini akan melengkapi kemampuan Powerpoint sebagai alternatif lain untuk membuat presentasi.
Xmind dan Mindmapple
Aplikasi ini digunakan untuk membuat peta konsep. Selain itu, khusus Mindmapple versi free juga bisa menkonversi filenya ke Ms. Word atau Powerpoint. Sehingga, jika digunakan untuk membuat konsep riset atau konsep presentasi, akan mudah dilanjutkan penulisannya di PP atau di Word.
Ms. Word dan Libreoffice Write
Dua aplikasi ini digunakan untuk menulis. Lalu apa yang harus didalami pustakawan? Word dan Libre untuk menulis ilmiah. Coba cek ke mahasiswa, bagaimana cara mereka membuat daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, memanipulasi halaman, memanipulasi nomor halaman, membuat halaman arab dan romawi. Jika ada yang membuat daftar isi dengan cara nulis manual, maka akan kesulita jika ada perubahan nomor halaman.
Nah, heading style di Ms. Word dan Libre Write akan membantu hal ini.
yEd, DIA
Dua aplikasi ini alternatif untuk membuat flowchart selain Visio. yEd dan DIA gratis dan dapat diunduh secara bebas
Mendeley data
Lanjutan dari fitur di Mendeley, Mendeley Data digunakan untuk mengelola data riset. Fungsi lebih lanjut silakan buka http://www.purwo.co/2016/06/mengelola-data-riset-menggunakan.html atau di webnya langsung, https://data.mendeley.com.
----------------
Masih ada yang lain? mestinya masih.
Saya tidak merampatkan semua pustakawan perguruan tinggi harus menguasai aplikasi di atas. Bisa jadi ada skala prioritas atau semacamnya. Yang perlu digaris bawahi adalah bergembira.
Sambisari,
Kemis Pon, 16 Rejeb 1950, tahun Je, Sengoro Langkir.
Esuk, jam 5.57 wektu Indonesia ireng kulon
Tuesday, 11 April 2017
Mencoba Menggunakan Handl.in, platform registrasi online buatan warga UGM
Handl.In, "Let’s take your event registration to the next level!" demikian ditulis dalam web https://www.handl.in/.
Web ini mirip seperti eventbrite, namun dibuat oleh lokal Indonesia, khususnya lokal UGM. Namun demikian, dapat digunakan oleh siapapun. Lebih lengkap tentang siapa dibalik HI ini, cek di https://www.handl.in/about_us.
Saya mencoba memanfaatkan HI untuk beberapa acara di perpustakaan FT UGM. Membuat acara cukup mudah, dengan tampilan yang sederhanya, tidak banyak pernak-perniknya.
HI dapat digunakan untuk acara gratis maupun berbayar, dengan skema tertentu. Untuk acara gratis, tidak dipungut biaya apapun.
Model konfirmasi pada pendaftar menggunakan email. Setelah pendaftar mendaftar acara, pemilik acara dapat mengirim balik verifikasi, dan si pendaftar, dapat melakukan konfirmasi via email secara otomatis. HI juga dilengkapi form manual. Misalnya ada yang mendaftar secara offline pun, bisa dimasukkan ke form di HI oleh admin.
Untuk mengingatkan pendaftar, akan ada email reminder H-2 acara.
Web ini mirip seperti eventbrite, namun dibuat oleh lokal Indonesia, khususnya lokal UGM. Namun demikian, dapat digunakan oleh siapapun. Lebih lengkap tentang siapa dibalik HI ini, cek di https://www.handl.in/about_us.
Saya mencoba memanfaatkan HI untuk beberapa acara di perpustakaan FT UGM. Membuat acara cukup mudah, dengan tampilan yang sederhanya, tidak banyak pernak-perniknya.
HI dapat digunakan untuk acara gratis maupun berbayar, dengan skema tertentu. Untuk acara gratis, tidak dipungut biaya apapun.
Model konfirmasi pada pendaftar menggunakan email. Setelah pendaftar mendaftar acara, pemilik acara dapat mengirim balik verifikasi, dan si pendaftar, dapat melakukan konfirmasi via email secara otomatis. HI juga dilengkapi form manual. Misalnya ada yang mendaftar secara offline pun, bisa dimasukkan ke form di HI oleh admin.
Untuk mengingatkan pendaftar, akan ada email reminder H-2 acara.
![]() |
| contoh konfirmasi |
![]() |
| contoh tiket |
Mari kita coba gunakan produk dalam negeri.






















