Sunday, 22 September 2024

Fufu fafa v.s. Bla bla bla

Di sebuah acara, yang dihadiri 400an mahasiswa Pascasarjana itu, guyon iseng saya muncul. Memang konsepnya sudah saya pikir pikiran sebelumnya.

Saat memberi contoh kalimat tanya pada sebuah AI untuk riset, saya sampaikan "Bagaimana penelitian terkini bidang politik di Indonesia bla bla bla....." Tidak persis, tapi begitu kurang lebih.

Saya lanjutkan, "Kok saya ingin mengubah BLA BLA BLA dengan ungkapan lain, ya". Bla bla biasanya saya pakai untuk manandakan bahwa kalimat itu ada terusannya. Bisa pula saya pakai saat menunjukkan bagian kalimat yang perlu diisi.

"Bagaimana kalau saya ganti FUFU FAFA?".

Mereka menyambut dengan tertawa. Wajahnya menunjukkan kegembiraan.

Saat itulah, panggung saya kuasai. 😂

Sambel bawang, lauk paling enak sedunia

 

Makanan, atau tepatnya lauk yang paling enak itu rendang. Kabarnya demikian. Sudah diakui dunia, disahkan dalam keputusan CNN Internasional. Metodenya survey ke 35 ribu responden melalui Facebook.

Banyak yang menyetujui. Ya utamanya orang dari daerah di mana rendang dibuat atau berasal.

Namun ingat! Bisa makan rendang itu usahanya tidak main-main. Mulai dari modal daging yang harganya tak semua orang bisa menjangkau. Kemudian durasi memasaknya lama. Kalau beli mateng, mahal.

Nah, saya perkenalkan lawuh yang punya potensi untuk menyaingi rendang.

Sambel bawang, lalapan daun pepaya mentah. Kalau ada bisa ditambah tahu atau tempe atau walang goreng. Ini satu kesatuan, ya. Sak batalyon. Tidak boleh dipisahkan.

Dari sisi rasa tidak bisa dibilang kalah. Justru nano-nona. Perpaduan antara pedasnya cabai, pahitnya daun pepaya, dan gurihnya tempe bacem. Ini menandakan bahwa hidup adalah perpaduan antara pahit, gurih, dan juga pedas.

Sempurna, tho?

Dari sisi pembuatan tidak serumit rendang. Jauh lebih mudah dan murah.

Saya kira, sambel bawang tidak masuk nominasi hanya karena para responden ini belum kenal. Atau kenalnya hanya sambel saja. Belum pernah digabung dengan daun pepaya dan tempe bacem.

Utamanya lagi, kemungkinan para responden merupakan orang kaya yang lidahnya tidak terbiasa dengan pahitnya kehidupan.

***

Lawuh sambel bawang itu bisa menaikkan andrenalin. Saat pedas meresap ke pori pori lidah, saat itulah kepuasan hadir tanpa mengetok pintu, melainkan masuk dengan mendobrak.

Hah huh hah..

Rasane tidak terdefinisikan. Saat melihat lalapan masih sisa, hasrat untuk nyambel lagi akan muncul. Saat sambel masih tersisa, gantian hasrat nyiduk sego yang muncul. Begitu bergantian.

Oia.
Sambel bawang ini masih bisa lebih enak lagi. Tentu saja, jika ditambahi rendang. 😂

Saturday, 24 August 2024

Mereka, Dosen atau yang pernah jadi Dosen UGM dan sekarang duduk di kursi komisaris

Kawan, kawan, kawan...

Kursi komisaris agaknya memang menggiurkan. Entah berapa gajinya. Mestinya sih gede. Itu kalau bicara gaji. Jika bicara capaian, tentu capaian bisa duduk di kursi komisaris menjadi satu catatan tersendiri. Membanggakan bagi dirinya, dan tentu saja keluarganya.

"Membuat teman dan keluarga saya bangga", begitu kata pejabat yang konon sedang mengajukan jabatan guru besar. Mungkin mirip.

Status kebanggaan dan capaian tersebut juga bisa berlaku untuk para dosen, mantan dosen, atau yang nyambi jadi dosen, atau sebaliknya: dosen nyambi komisaris.

Berikut beberapa dosen atau pernah jadi dosen di kampus UGM yang kemudian duduk di kursi komisaris

Erwan Agus Putranto (Fisipol) - Angkasa Pura

https://ap1.co.id/id/about/management-team/boc 


Danang Parikesit (Teknik) - InJourney Aviation Services

Arie Sujito (Fisipol) - ID FOOD
Sri Adiningsih (FEB) - Indosat

https://ioh.co.id/portal/id/profdrsridiningsih



Ainun Na'im (FEB) - Bank BPD DIY

https://www.bpddiy.co.id/pages/dewan-komisaris-main



Note:
Tangkapan layar Agustus 2024

Wednesday, 21 August 2024

UGM, Universitas Riset yang ndak punya wakil rektor bidang riset/penelitian?

Note: tulisan ini hanya mengumpulkan info terserak yang ada di permukaan beberapa alamat URL sebagaimana ditulis. Kemudian disandingkan, agar lebih bermakna. Ya. Bagian dari kerja saya sebagai pustakawan, meskipun ndak laku kalau dipakai untuk angka kredit 😆

---

https://ugm.ac.id/id/penelitian/

Rektor UGM periode 2022-2027 melantik para wakil rektornya pada 29 Juli 2022. Ada lima wakil rektor. 

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama (dijabat oleh Ignatius Susatyo Wijoyo, M.M.); kemudian Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi.

Berita lengkap dan resmi ada di https://ugm.ac.id/id/berita/22766-rektor-ugm-lantik-lima-wakil-rektor-baru/.

https://web.archive.org/web/20220925001032/https://ugm.ac.id/id/tentang-ugm/1500-pimpinan.universitas

Lima WR di atas sesuai dengan SOTK UGM yang tercantum dalam Peraturan Rektor UGM Nomor 10 Tahun 2023, pasal 14,  seperti gambar di bawah ini

https://hukor.ugm.ac.id/download/peraturan-rektor-ugm-nomor-26-tahun-2023/ 

****

Namun, jika kita lihat sekarang (21 Agustus 2024), tidak lagi ada 5 wakil rektor, melainkan hanya ada 4. Empat itu terdiri dari: 

  • Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, 
  • Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni.
  • Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Keuangan, dan
  • Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi.
Silakan lihat gambar di bawah ini.

https://ugm.ac.id/id/tentang-ugm/1358-manajemen/1500-pimpinan-universitas/

Berkurang 1. Saya cermati yang ndak ada itu "Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama".  Ke manakah? Mundur, diundurkan, atau memang posisi itu sudah tidak diperlukan. Entahlah. 

Kaget saya.

UGM sebagai universitas riset, atau sebagai perguruan tinggi yang menyandarkan perkembangan ilmu pada riset yang baik dan benar, tapi tidak memiliki wakil rektor bidang riset?

Luar biasa!

Hal pertama yang saya simpulkan adalah komposisi WR saat ini tidak sesuai dengan SOTK UGM sabagaimana tertuang pada Peraturan Rektor UGM Nomor 10 Tahun 2023. Selain itu, jika dilihat pada SOTK Bab V, WR Penelitian memiliki beberapa tugas. 

Pertanyaannya: dilimpahkan kepada siapa tugas itu? Ini entahlah. Saya kurang paham.

Pertanyaan lainnya: ke mana WR Riset sebelumnya?

Saya coba telusuri ke sana dan kemari, menemukan berita ini: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20231006/3644002/lantik-dan-kukuhkan-26-pejabat-di-lingkungan-kementerian-kesehatan-begini-pesan-menkes/

Pada tanggl 6 Oktober 2023, ada pelantikan di lingkungan Kemenkes. Salah satunya ada nama di bawah ini.


Nama yang saya tandai kuning, sama persis dengan nama wakil rektor UGM bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama, sebagaimana saya tulis pada awal tulisan ini.

Nah. Jika misalnya dua nama tersebut sebenarnya orang yang sama, maka jika dihitung sejak pelantikan sebagai WR dan pelantikan sebagai pejabat di Kemenkes, maka:

29 Juli 2022 sampai dengan 6 Oktober 2023, maka tidak ada 15 bulan jabatan wakil rektor bidang penelitian tersebut.

https://rspon.co.id/tentang-kami_02.php

Sekali lagi, benarkah UGM sebagai universitas riset tidak memiliki wakil rektor bidang riset?

Benar. Sesuai data di atas.

Baca juga:


Sunday, 7 July 2024

Posisi Kampusnya Ketua PSI dan Walkot Solo di QS World Ranking

Singapore University of Social Sciences  merupakan sekolahnya Kaesang Pangarep, ketua PSI. Sementara itu, kakaknya, Gibran bersekolah di Management Development Institute Of Singapore (MDIS), dan Universitas Teknologi Sydney. Informasi ini diperoleh dari laman wikipedia masing-masing.

Nah, jika dicek diperankingan, sekolah itu masuk ranking berapa, sih? 

Mari dicek!

***

Pada QS Topuniversities, saya coba filter tahun 2024, untuk dua negara: Singapura dan Indonesia. Paling atas jelas, tak diragukan lagi, ditempati oleh NUS disusul NTU dengan posisi berurutan 8 dan 26 dunia.

Disusul oleh  universitas dari Indonesia, yaitu UI, UGM, ITB, Unair. Pada bagian bawah ada beberapa kampus di Singapura. Misalnya SUTD (429) yang berada di bawah UNAIR, kemudian SMU di bawah IPB. 

Lalu di mana Management Development Institute Of Singapore dan Singapore University of Social Sciences? mungkin di bawah lagi.

Daftar lengkap ada di https://www.topuniversities.com/world-university-rankings/2024?page=1&region=Asia&countries=sg,id dan silakan bisa ubah tahun sesuai tahun yang diinginkan.

Bagaimana dengan University of Technology Sydney?

Saat saya bandingkan antara Indonesia dan Australia, dia berada di posisi 90. Mengungguli UI, yang pada 2024 menjadi univ terbaik Indonesia versi QS yang berada di posisi 237.

Selengkapnya di https://www.topuniversities.com/world-university-rankings/countries=id,au


Ranking di atas berdasar QS, bagaimana dengan THES? Silakan cari sendiri, jika berminat.











Wednesday, 26 June 2024

Daftar Finalis Pustakawan Berprestasi 2024. Ada Fakta Mencengangkan!

 


Di atas adalah foto, nama, dan asal pustakawan finalis 2024, yang diselenggarakan PerpusNas RI.

Jika dilihat dari jenis kelamin, maka diperoleh data: perempuan 10 (66.66%), laki-laki 5 (33.3%). Dominasi perempuan dua kali lipat dibanding laki-laki.

Jika dilihat dari asal institusi: 8 perguruan tinggi, 5 dari Perpusnas/DA, dan 2 dari sekolah. 

Jika dilihat dari institusi negeri atau swasta, terdapat 3 perguruan tinggi terdiri negeri, sementara swasta ada 5. Yang menarik, 4 dari 8 ini dari perguruan tinggi Muhammadiyah.

Sementara dari sekolah, 100% dari sekolah negeri di bawah Kemenag.

Perpusda/nas terdiri dari 3 perpustakaan kabupaten/kota, 1 perpustakaan provinsi, dan 1 perpustakaan nasional.

Kesimpulan:
  1. Ke mana pustakawan laki-laki? kok hanya setengah dari pustakawan perempuan?
  2. Dari asal institusi, ternyata didominasi perpustakaan perguruan tinggi. Artinya, meski ini acara perpusnas, agaknya cukup fair sebaran asal institusinya.
  3. Ke mana perpustakaan PT negeri? Hanya ada 3 PTN, kalah dari swasta yang ada 5. Perpus dari PT gede ndak ada.
  4. Nah, dari 5 PTS itu, 4 dari Muhammadiyah. Luar biasa!
  5. Ke mana perpustakaan sekolah negeri? 100% perpus sekolah berasal dari sekolah di bawah Kemenag. Apakah ini berarti kaderasisasi perpus sekolah Kemdikbud gagal? atau paling tidak kalah dibanding Kemenag.

Itu!

Sunday, 2 June 2024

Kalau kita tulis kata kunci Jokowi OR "Joko Widodo" di Scopus, info apa yang kita dapat?

Oke, mulai!

Pencarian dilakukan di database Scopus, dengan kata kunci yang diletakkan pada ruang "article title", dilakukan tanggal 1 dan 2 Juni 2024.

Kenapa di ruas article title? Ben jelas. Artinya paper benar-benar membicarakan tentang kata kunci pencarian tersebut. Bukan menjadi bagian dari kajian lainnya. Selain itu, dengan hasil yang sedikit, penak le nganalisis (lebih gampang proses analisisnya).

Setelah dicari, ditemukan dokumen dengan judul memuat nama-nama presiden Indonesia.  

  • Joko Widodo OR Jokowi: 116 dokumen, 
  • Soeharto: 78 dokumen, 
  • "Abdurrahman Wahid" OR "Gus Dur": 12 dokumen.
  • Habiebie: 8 dokumen, 
  • Susilo Bambang: 8 dokumen, 
  • Megawati: 7 dokumen, 

Artikel dengan judul memuat kata Jokowi OR "Joko Widodo" menempati posisi terbanyak. Apa sebab?

Tentu harus ada usaha tersendiri untuk menelisik hal ini. Namun, jika dihubung-hubungkan kemungkinan ada kaitannya dengan kewajiban publikasi para akademisi. Di dukung dengan popularitas presiden Jokowi saat ini, tentu penelitian terkait kebijakan, dan hal lainnya menjadi banyak.

Jika dirinci, jumlah tersebut terdiri dari

  • Article 82 dokumen
  • Review 9 dokumen
  • Conference paper 8 dokumen
  • Book chapter 6 dokumen
  • Note 4 dokumen
  • Editorial 4 dokumen
  • Short survey 3 dokumen
Data di atas menunjukkan bahwa kajian tentang Jokowi atau Joko Widodo banyak dipublikasikan dalam bentuk artikel jurnal, di susul dalam bentuk review.

Dari tahun terbit, terdiri dari
  • Tahun 2024 10 dokumen
  • Tahun 2023 12 dokumen
  • Tahun 2022 14 dokumen
  • Tahun 2021 13 dokumen
  • Tahun 2020 8 dokumen
  • Tahun 2019 11 dokumen
  • Tahun 2018 19 dokumen
  • Tahun 2017 5 dokumen
  • Tahun 2016 9 dokumen
  • Tahun 2015 8  dokumen
  • Tahun 2014 5 dokumen
  • Tahun 2013 2 dokumen
Tahun 2013 merupakan masa-masa Jokowi masih menjadi gubernur Jakarta. Pada tahun ini, sesuai rekaman Scopus, paper tentang Jokowi mulai muncul. 

Nah, ada info menarik. Jika dilihat asal afiliasi, justru riset tidak berasal dari institusi di Indonesia. Ini datanya.
  • The Australian National University 15 dokumen
  • Universitas Indonesia 10 dokumen
  • Universitas Gadjah Mada 5 dokumen
  • Universitas Airlangga 5 dokumen
  • Universitas Diponegoro 5 dokumen

*************

Setelah diunduh dalam bentuk CSV, inilah bahasan (kata kunci) dari setiap presiden.

Joko Widodo:

Kata kunci saya bersihkan dulu pakai openrefine. Namun untuk paper tanpa kata kunci tetap saya biarkan saja. Ndak ada waktu buat cek 1 per 1. 

Nah, ini saya tampilkan minimal occurence 2, total ada 43 kata kunci yang terbagi 6 klaster (attraction 5, repulsion 0). 


Kata kunci urut occurences (klik untuk bikin gede)


Klaster kata kunci (klik untuk bikin gede)

Kajian terkait Joko Widodo terbagi menjadi 6 klaster. Yang kelompok merah agaknya dekat dengan bidang kebijakan luar negeri, klaster hijau tentang demokrasi yang bersinggungan dengan infrastruktur, relasi industri, gerakan buruh, dll. 

Klaster biru didominasi oleh social media dan covid, yang terkait dengan komunikasi politik. Klaster kuning kaitannya dengan democratic regression nyambung dengan election, election sendiri terkait dengan korupsi dan autoritarianisme.


Berdasar tahun (klik untuk bikin gede)

Paper tentang kebijakan luar negeri, muncul paling baru. Hal menarik, kebijakan luar negeri terkait dengan pragmatism dan populism. 

Sementara itu, terdapat klaster nyempil yang berisi  deixis analysis atas the speech of Joko Widodo.

Minimum occurence 1 (klik untuk menggedekan)


Biar gak penasaran, di atas saya sertakan semua kata kunci dengan minimal occurence 1, artinya semua disajikan. Total ada 285. Saya hailait hijau yang mungkin dirasa menarik.

Dah, gitu saja ya. Saya ndak melakukan analisis sampai detail, utamanya untuk topik klaster. 

Selesai!

Lho, lha SBY dan lainnya?

Lain waktu saja. 

Dataset dapat diunduh di: https://simpan.ugm.ac.id/s/w48NsRNGrhvGUfL




Minggu, 2 Juni 2024


Saturday, 1 June 2024

Pendidikan Tinggi dan Perlawanan Mahasiswa Pasca PTN-BH UGM 2012-2020

Ini dokumen tugas akhir, tepatnya skripsi. Ditulis oleh Joko Susilo, yang pada bagian ucapan terima kasih, tersirat berasal dari Gunung Kidul. Ya! Dari kabupaten yang sama dengan saya. 

Bangga? Iyalah.

Neoliberalisasi Pendidikan Tinggi Restrukturalisasi Institusi Dan Perlawanan Gerakan Mahasiswa Kini Studi Pasca PTN-HB UGM 2012-2020, begitu judul skripsinya, yang dikerjakan di bawah bimbingan Prof. Dr. Agus Erwan Purwanto.

Apa pertanyaan penelitian skripsi ini?
“Bagaimana organisasi-gerakan mahasiswa melawan neoliberalisasi pendidikan tinggi pasca PTN-BH di Indonesia?". Pertanyaan ini dipecah menjadi 3 sub pertanyaan.

  1. Bagaimana re-organisasi dan transformasi aktivisme mahasiswa pasca PTN-BH? 
  2. Bagaimana bentuk-varian gerakan mahasiswa dalam melawan neoliberalisasi pendidikan tinggi? 
  3. Apa capaian dan kegagalan gerakan mahasiswa serta alternatif atas neoliberalisasi pendidikan tinggi? 
Untuk menjawab pertanyaan di atas, data dikumpulkan dari informan. Siapa saja? Di bawah ini daftarnya.


Lalu apa saja rekomendasinya. Panjang jika ditulis. Salah satu rekomendasinya seperti tangkapan layar di bawah ini.


Ingin memperoleh PDF-nya?

Unduh saja di sini https://drive.google.com/file/d/1mOsOGsLAuGw71XkCfB3DtQl68c6FHjtP/view


Saturday, 30 December 2023

Peta jejaring rezim Rektor UGM selama 7 periode terakhir (s.d. 2022)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, yang ada di sini (jejaring rektor UGM).

Kali ini, dataset rezim rektor 2022 kami tambahkan. Oia, rezim di sini mengacu pada arti yang ada di KBBI, yaitu n tata pemerintah negara; pemerintahan yang berkuasa. 

Dataset memuat nama rektor pada tiap periode, + wakil rektor, beserta asal fakultasnya.

Hasilnya adalah peta jejaring fakultas dan nama para rektor dan wakil rektor. Fakultas atau nama rektor dan wakil rektor akan dihubungkan jika mereka pernah ada dalam satu periode rezim yang sama. Dengan demikian akan terlihat fakultas yang mendominasi,  dan wajah jejaringnya.

-------------***------------------

Berdasar fakultas


Terlihat FT dan FE masih mendominasi dengan perolehan 7 occurences. Selain itu total link strengthnya juga tertinggi. Artinya 7 periode rektor, FT dan FE selalu diajak gabung. Dibanding periode sebelumnya, ada pendatang baru yaitu FE-umum dan FIB. 

Sebagaimana diketahui, ada alumni FE yang bukan dosen, bergabung di kabinet rektor tahun 2022 yaitu Ignatius Susatyo Wijoyo. Informasi tersebut dapat dilihat di sini. Namunkemudian tidak tampak lagi di jajaran wakil rektor. Mungkin mengundurkan diri. Mungkin, lho. Silakan lihat gambar di bawah ini.

Tangkapan layar 30 Desember 2023

Kemudian ada pula FIB yang setelah sekian lama tidak masuk rezim, akhirnya mendapat kepercayaan di periode 2022.


Pada peta jejaring di atas, menguatkan gambar sebelumnya yang menunjukkan FE dan FT punya occurence sekaligus link strength tertinggi , terlihat FE dan FT ada di tengah. Artinya dua fakultas ini densitynya tinggi, dan centralitynya tinggi, alias menjadi (SDM) fakultas penggerak di sekian periode rektor.
Gambar di atas menunjukkan FIB dan FE-umum berwarna kuning, yang berarti muncul di tahun-tahun terkini (periode rektor terkini).


Berdasar nama

Jika dilihat dari nama, data menunjukkan Didi Achjari punya kemunculan 3x. Artinya DA ini ada di 3 periode rektor yang berbeda. Data menunjukkan DA ada di periode Sudjarwadi, Pratikno, dan Dwikorita Karnawati. (sumber: ini, ini, kemudian lanjut di periode Dwikorita K)


Gambar di atas menunjukkan bahwa Ova Emilia (klaster biru) melanjutkan tradisi beberapa periode sebelumnya, mengambil pejabat sebelumnya untuk lanjut di periode berikutnya. Pada periode 2022-2027 terdapat Supriyadi yang sebelumnya menjabat WR, kembali menjabat WR.

Hal di atas ditunjukkan oleh jejaring yang membentuk klaster namun saling terhubung (merah, biru, kuning,  toska, dan ungu. Sementara hijau menjadi klaster sendiri karena tidak ada pejabat yang menjadi jembatan ke periode berikutnya.


Gambar di atas menunjukkan nama-nama dan periode muncul sesuai warnanya. Pada warna kuning terlihat nama-nama yang menjadi pendatang baru di jajaran rektor dan wakil rektor. 












3 Capres di Database Scopus: siapa paling populer, dan apa yang dibahas?

Ingat! Ini bukan pencarian paper yang ditulis oleh para capres, melainkan mencari paper yang membahas para capre.

Pencarian dataset dilakukan di database Scopus. Total ditemukan sebanyak 48 publikasi, dengan kata kunci "anies baswedan" OR "prabowo subianto" OR "Ganjar pranowo" OR "Mahfud MD" OR "Muhaimin iskandar" OR "gibran rakabuming" pada title, absrak, keywords.

Sementara itu, untuk setiap keyword hasilnya sebagai berikut:

  1. Anies Baswedan: 9 artikel (5 conference, 4 jurnal) sejak 2018 s.d. 2023
  2. Prabowo Subianto: 34 artikel  (23 jurnal, 5 conference, 3 review, 1 book chapter, 1 erratum) sejak 2012 s.d. 2023
  3. Ganjar Pranowo: 7 artikel  (4 conference, 3 jurnal, 1 book chapter) sejak 2019 s.d. 2022
  4. Muhaimin Iskandar: 0 
  5. Gibran Rakabuming R: 1 paper di tahun 2023
  6. Mahfud MD: 0
----------

Total/gabungan

Kata kunci urut berdasar kemunculan

Dari dataset semua capres/cawapres, terlihat kata kunci paling banyak yaitu Indonesia, disusul twitter, elections, presidential election, sentiment analysis, social media.

Hal ini menunjukkan penelitian yang dilakukan terkait capres/cawapres, paling banyak terkait pemilihan umum serta analisis isu di media sosial.

kata kunci paper terkini

Paper terbaru lebih jelas lagi menunjukkan bahwa isu pilpres masih muncul. Selain itu dibahas pula topik militer, kontrol sipil, serta hubungan sipil militer.

Anies Baswedan

Topik terkait AB, paling banyak tentang covid-19 dan twitter. Agaknya analisis AB di media sosial cukup diminati para peneliti.

Klaster riset terkait AB

Pada gambar di atas, lebih jelas terlihat 9 artikel terkait AB membantuk 5 klaster dengan masing-masing isu utama pada tiap klaster.

Topik berdasar tahun terbit




Prabowo Subianto


Pada topiknya PS, topik pemilihan cukup mendominasi. Selain itu, muncul pula authoritarianism. Uniknya, pada topik PS ini muncul kata kunci jokowi dan joko widodo.

Visualisasi network PS

Visualisasi berdasar tahun

Ganjar Pranowo 

Topik urut berdasar kemunculan

Terkait GP, topik dibahas terkait media sosial utamanya twitter, kemudian disusul communication. 


Visualisasi jejaring kata kunci

Topik berdasar tahun



All by abstract (65 keyword minimal muncul 3x)
Visualisasi abstrak

Pada gambar di atas, tidak ada yang benar-benar menjadi sentral. Prabowo membuat klaster sendiri (merah), dengan berbagai frasa. Uniknya pada klaster ini ada nama Jokowi, yang juga ditemukan pada visualisasi dataset PS. Topik terkaitnya tentang demokrasi, ideologi, challenger, president, campaign, contestation.

Sementara itu GP dan AB tergabung pada klaster hijau, dengan berbagai term yang terkait dengan pengelolaan daerah. Misalnya covid-19, pandemic, policy, action. Jika pada PS ada nama Jokowi, pada GP dan AB ini muncul nama Ridwan Kamil


Tambahan
Pada posisi cawapres, hanya Gibran yang muncul di database scopus. Paper yang membahas Gibran yaitu:
The Political Economy of Media in Reporting the Individual Candidate Bagyo Wahyono-FX Suparjo in the 2020 Surakarta City Election, ditulis oleh Budianto, H. bersama Putra, A.M. dan Setiadji, S.A. Paper ini terbit di Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 39(3), pp. 530–543 tahun 2023. Paper dapat diunduh di https://doi.org/10.17576/JKMJC-2023-3903-29.


Kesimpulan

Penelitian popularitas 3 capres di media sosial masih mendominasi. Sementara itu, topik yang dibahas cukup beragam pada masing-masing capres. Mulai dari komunikasi, penanganan covid-19, otoritarianisme, sipil militer, juga demokrasi.

*****
Sambisari,
30 Desember 2023
Sehabis subuh sampai 07.49 WIB