Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Wednesday, 20 October 2010

, , , , , , , , , , ,

Degex, linux distribution with LIS apps

Sumber Open-Lib




Pada artikel terdahulu saya pernah berjanji (kepada diri sendiri) untuk melanjutkan proyek puppylib dengan menyertakan free/libre and opensource software (floss) lebih banyak dan lebih mutakhir di bidang perpustakaan dan informasi. Tetapi karena satu dan lain hal akhirnya diputuskan untuk membuat proyek baru yang serupa tapi tak sama. Puppylib sendiri merupakan distro linux dengan beberapa aplikasi perpustakaan hasil remastering dari Puppylinux 4.20. Saat tulisan ini dibuat Puppylinux sudah mencapai release 5 (codename lupu alias “lucid puppy” karena dibangun menggunakan paket binari Ubuntu 10.04 (Lucid lynx))

Jadilah saya memulai proyek baru dengan pindah ke basis Ubuntu, distribusi linux yang memang dipakai sehari-hari di kantor. Hal lain juga karena ubuntu adalah distro besar dalam arti dukungan korporat dan komunitasnya sehingga tidak kesulitan menemukan jawaban apabila ada masalah. Adapun demikian saya tetap merekomendasikan Puppylinux untuk komputer lama karena tidak membutuhkan resource yang tinggi. Puppy juga cocok untuk live-cd internet cafe atau belajar remastering linux karena sudah tersedia utility remastering.

Degex, linux distribution with LIS apps


What’s in a name?


Nama “degex” dipilih karena distro ini didedikasikan untuk “dgek”. Sesederhana itu. Saya akan sangat bersyukur apabila degex bisa juga bermanfaat untuk orang lain, khususnya pustakawan atau mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi yang tertarik dengan berbagai macam software di bidang perpustakaan. Degex adalah remastering dari Ubuntu 10.04 LTS (lucid lynx) dengan ukuran 1.8GB. Untuk itu resiko yang ada adalah dibutuhkan resource/spesifikasi komputer yang cukup bagus. Di rekomendasikan minimal RAM 512 MB memory dan kartu grafis support 3D untuk menjalankan compiz.

What’s within?

Aplikasi yang ada di degex ini merupakan aplikasi yang saya pikir penting untuk diketahui dan dipelajari oleh seorang pustakawan atau mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan dan informasi. Beberapa diantaranya merupakan aplikasi yang jarang digunakan bahkan didengar di sini, namun begitu populer di luar negeri seperti marcedit, mendeley atau bibexcel. Ada juga satu aplikasi sistem perpustakaan yang begitu terkenal sehingga banyak digunakan oleh khalayak pustakawan di Indonesia, yaitu Senayan Library Management System (SliMS). Bahkan hadirnya degex juga untuk mempromosikan SliMS ke dunia luar sebagai salah satu produk opensource kebanggaan anak bangsa. Pastinya anda akan mendengar alunan lagu “Indonesia Raya” ketika degex pertama kali beraksi :D

Tentu saja tidak semua software yang ada di degex dibutuhkan. Sebuah atau beberapa software membutuhkan software lainnya agar berfungsi secara optimal seperti bibexcel atau winisis dengan pajek untuk membuat mapping. Yang lain berupa aplikasi mandiri atau wujud sebagai extension atau plugins yang terintegrasi seperti openoffice dengan mendeley, zotero dan mediawiki.

Dan yang tidak kalah penting Degex merupakan distro linux dengan multimedia-ready yang bergaya Mac (thanks to cairo-dock). Ini artinya semua codec yang dibutuhkan untuk memainkan file multimedia telah terinstall dengan baik. Ayoo maaanngggg….

Di bawah ini, saya membuat menu berdasarkan 6 katerogi kategori aplikasi yang secara subjektif mewakili kebutuhan pustakawan :

  1. bibliometric and mapping
      bibexcel

      network workbench (nwb) tool

      pajek

      publish or perish (PoP)

      txt2pajek

      VOSViewer


  2. data mining
      weka

      WinIDAMS


  3. library system
      CDS/ISIS family: isis2xml, isismarc, winisis, xml2isis

      oclc dewey cutter program

      senayan library management system (slims)

      mediawiki

      resourcespace (digital asset management)


  4. metadata tools
      marcedit

      marcview


  5. mindmapping
      freemind

      vue: visual understanding environment

      vym: view your mind

      xmind


  6. reference management
      bibus

      I, Librarian

      JabRef

      Pybliographic

      referencer


  7. thesaurus tools
      TheW

      ThManager

      XRefHTJ



network workbench tool (nwb)
vosviewer-cluster
isismarc-isis2xml
slims - multimedia player
marcedit
marcview
bibexcel
thmanager
stardict - kamus dan thesaurus
publish or perish
slims - z3950 protocol
menu

Diluar pembagian kategori diatas, ada pengurangan dan penambahan aplikasi. Sebagai contoh Stardict (memuat oxford advanced learner’s dictionary, kamus besar bahasa indonesia, tesaurus bahasa indonesia dan beberapa bahasa asing), shutter, chmsee (chm reader), guake terminal, shotwell photo manager menggantikan f-spot, tesseractGUI (the best scanner software), drivel journal editor (blogging client), gwibber, liferea feed reader, fbreader (ebook reader), pdf editor, cheese, gpodder (podcasting tool), skype, pino, ekiga, gtk-recordmydesktoop, bleachbit, poedit (translations editor), Xaos (fractal zoomer), etc.

Saya sudah menginstall banyak plugins untuk firefox yang dirasa penting untuk dimiliki dan digunakan oleh pustakawan dalam kegiatan sehari-hari. Untuk menyebut beberapa diantaranya : zotero, SimilarWeb, mobile barcoder, QR code tag, screengrab, scribefire, fireftp, shareholic, twitterbar, web developer, server spy, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menu bookmarks firefox dipenuhi oleh link blog para pustakawan yang menarik untuk disimak dan online tools yang sangat dibutuhkan.

Degex merupakan live-dvd linux karena ukurannya lumayan gemuk yaitu 1,8 GB. Harap maklum. Bagi pihak yang tertarik mencoba ikuti link download berikut ini. Bila ada yang berminat untuk copy secara offline dipersilakan menghubungi saya di nomor ini 081318024601 atau email di cyberariani@gmail.com. Untuk menghindari kesalahpahaman, perlu dikatakan disini bahwa degex adalah hasil remastering dari Ubuntu 10.04 yang memuat banyak aplikasi opensource dan freeware. Oleh karena itu degex juga produk free/libre and opensource sofware (floss) dan dibebaskan bagi siapapun untuk copy tanpa perlu biaya apapun. Yang perlu dipersiapkan hanyalah DVD kosong dan saya akan membakarnya untuk anda.

Terimakasih.
http://vlado.fmf.uni-lj.si/pub/networks/pajek/



|

http://vlado.fmf.uni-lj.si/pub/networks/pajek/

Wednesday, 22 September 2010

, , , , , , , , ,

Ibra Foss ke SLiMS, + openbiblio dan siprus to SLiMS

Sebagaimana diketahui, SLiMS memiliki fitur eksport dan import data. Dimana memungkinkan kita membuat sebuah database dengan format csv seperti di SLiMS dan mengimportnya.

Atau mengambil database tertentu untuk kemudian memformat sesuai csv SLiMS dan mengimportnya ke SLiMS.

Pada postingan kali ini, saya akan memberikan sebuah tips untuk mengeksport database IBRA FOSS agar dapat dimodifikasi dan dimigrasikan ke databas SLiMS.

Database IBRA yang saya jadikan rujukan adalah IBRA FOSS yang terdapat di http://mitraperpustakaan.com
Dalam database ibrav3_opensource terdapat beberapa tabel, yaitu:

* abstraksi
* buku
* conifos
* conuser
* digital
* digital_abstraksi
* inventaris
* menu
* statistik
* user

Dalam hal ini yang akan kita migrasikan hanya dari tabel buku, yang memuat data bibliografi koleksi, dan tabel inventaris yang memuat data item buku.

Pertama:
Saya asumsikan yang mencoba memiliki database IBRA. Download file export_ibra.php dan submenu.php di SINI dan copikan di /admin/modules/bibliography/

Kedua:
buat duplikasi sysconfig.inc.php di Senayan anda, caranya klik file tersebut dan copy-paste. File baru hasil copian berinama, misalnya: sysibra.inc.php

Ketiga:
edit file sysibra.inc.php, cari konfigurasi database dan isikan sesuai database ibra anda, misalnya:

define('DB_HOST', 'localhost');
define('DB_PORT', '3306');
define('DB_NAME', 'databaseibra');
define('DB_USERNAME', 'root');
define('DB_PASSWORD', 'admin');

Ingat, konfigurasi ini ada dalam file sysibra.inc.php, bukan di sysconfig.inc.php.

Keempat:
Buka file export_ibra.php yang tadi anda download, yang sudah ada kopikan di
/admin/modules/bibliography/
Cari baris 25 yang berisi :
require '../../../sysconfig.inc.php';
Ubah menjadi:
require '../../../sysibra.inc.php';

Dengan demikian maka export_ibra.php akan membaca database dari sysibra.inc.php yaitu database ibra anda sesuai langkah ketiga.

Kelima:
Buka Senayan anda, masuk ke halaman administrasi, masuk ke modul bibliografi, maka seharusnya anda menemukan tampilan ini:



Keenam:
Lakukan proses eksport, maka anda akan mendapatkan database csv dengan format sebagai berikut:

"Perpustakaan kita","2nd","isbn","Bentang Budaya","2010","ii; 89 hlm.; ilus ","700 Puj p","Ind","Yogyakarta","perpustakaan","","<123><345>","Pengarang","subyek"

Nah, setelah itu anda dapat mengolahnya dengan Openoffice Calc atau Excell, sesuai csvnya SLiMS dan mengimportnya ke SLiMS lewat Modul Bibliography.

Bagaimana dengan jenis database lainnya (openbiblio, phpmylibrary, atau database ibra anda tidak sama dengan contoh di atas), silakan mencoba dengan melakukan modifikasi di export_ibra.php pasti bisa.

Selamat mencoba.

tambahan 12/1/2012. Script migrasi dari OB, Siprus, Ibra ke SLiMS download di sini

Thursday, 9 September 2010

, , , , , , , , ,

JogjaLib.Net

JogjaLib.Net merupakan portal yang misi pertamanya menyatukan katalog perpustakaan, baik yang online maupun tidak online di internet. JLN dikhususkan pada para pengguna SLiMS (http://senayan.diknas.go.id) di Jogjakarta dan sekitarnya. Namun demikian para pengguna aplikasi selain SLiMS dapat pula bergabung, dengan mengkonversi data ke model SLiMS terbelih dahulu. Konversi dapat dilakukan sendiri dengan menggunakan manual yang disediakan tim SDC (dapat diunduh di http://senayan.diknas.go.id/download/docs) atau mengkonversi dengan kreativitasnya masing-masing. Selain itu juga dapat menggunakan jasa komunitas.

Saat ini sudah ada 18 perpustakaan yang berkeinginan untuk bergabung, sebagian besar telah menyetorkan data bibliografinya di JLN. Perpustakaan tersebut terdiri dari SMA, Perguruan Tinggi, LSM, SD, SMP, MAN, dll.

JLN digerakkan oleh komunitas SLiMS Jogjakarta, yang terdiri dari para pustakawan berbagai institusi, dan para mahasiswa ilmu perpustakaan.

Dengan JLN ini, maka para pengguna sistem informasi khususnya SLiMS dapat melakukan publikasi koleksi di internet secara terpadu, serta dapat melakukan P2P Service.

P2P service merupakan fasilitas yang dimiliki SLiMS untuk berbagi data bibliografi. Jika sebuah perpustakaan mempunyai koleksi baru, dimana koleksi itu telah ada dalam data biblio JLN, maka perpustakaan tersebut tidak perlu mengetik ulang deskripsi bibliografinya, cukup mengambil data bibliografi dari JLN.

URL JLN ada di http://jogjalib.net

[caption id="attachment_780" align="center" width="450" caption="JogjaLib.Net"]JogjaLib.Net[/caption]

Harapan kami, nantinya akan muncul katalog-katalog bersama yang berdiri berdasar disiplin ilmu tertentu (misal katalog bersama perpustakaan Geografi Se Indonesia) atau berdasar teritori (perpustakaan bersama se propinsi Papua) atau berdasar jenis perpustakaannya.

Terimakasih kepada pak Hendro Wicaksono dkk yang telah mengembangkan SLiMS, semoga dicacat sebagai amal jariah yang mengalir terus pahalanya.... Amin.
, , , , , ,

SLiMS dan IndoMARC

MARC merupakan kepanjangan dari Machine Readable Cataloging yang merupakan standar penulisan katalog elektronik, Standar metadata katalog perpustakaan ini dikembangkan pertama kali oleh Library of Congress, format LC MARC ternyata sangat besar manfaatnya bagi penyebaran data katalogisasi bahan pustaka ke berbagai perpustakaan di Amerika Serikat, konsep ini akhirnya diadopsi oleh berbagai Negara termasuk Indonesia yang menggunakan INDOMARC.

INDOMARC merupakan implementasi dari International Standard Organization (ISO) Format ISO 2719 untuk Indonesia, format IndoMARC ini terdiri dari 700 elemen bibliografi yang sangat lengkap. Kode MARC ini nantinya akan sangat berguna apabila terjadi proses saling bagi data elektronik antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya, biasanya dikenal dengan istilah Harvesting atau saling pungut. Sumber UPI


Dari penelusuran penulis, ada dua model INDOMARC, versi Dikti dan versi Perpustakaan Nasional. Kebetulan penulis berhasil menemukan Indomarc versi Dikti di sini.

Bagaimana field bibliografi SLiMS? Apakah dapat mengakomodasi tag yang ditentukan dalam IndoMarc. Kita lihat gambar IndoMarc berikut ini: (klik untuk ukuran besar)

[caption id="attachment_774" align="aligncenter" width="500" caption="IndoMarc versi Dikti"]IndoMarc versi Dikti[/caption]


Ketika membandingkan dengan deskripsi bibliografi di SLiMS, saya menemukan bahwa 98% yang ada dalam IndoMarc versi Dikti ini telah terakomodir di SLiMS. Ada dua tag yang tidak ada dalam SLiMS, yaitu Kode Operator dan Badan Pemilik. Meskipun demikian, Badan Pemilik dalam Indomarc dapat diwakili oleh Location di SLiMS, sementara Kode Operator dapat ditambahkan sendiri dengan menggunakan fitur Custom Bibliographic Record.

Untuk pertukaran data, perbedaan ada pada penamaan tengara. Misalnya di MARC pengarang diwakili oleh 100, maka di SLiMS xml untuk pertukaran data menggunakan MODS.

Friday, 18 June 2010

, ,

Plugin Daftar Online di SLiMS

Berikut plugin untuk proses daftar ulang anggota perpustakaan yang menggunakan SLiMS. Ini dibuat ketika di perpustakaan saya (Geologi UGM) menghadapi mahasiswa baru yang banyak dan harus memasukkan satu-satu.
Pada awal saya buat sangat jadul, tapi berkat polesan Om Arie Nugraha, jadi lebih ramping.

Dengan cara online para anggota baru dapat mendaftarkan diri dan petugas tinggal mengaktifkan saja. Ketika mendaftar online, keanggotaan masih di disable.

Sayangnya plugin ini masih belum ada fitur upload foto dan pengamanan antispamnya.

Masukkan kedua file ini di /lib/contens/
Kemudian panggil dengan menggunakan /index.php?p=form

File dapat diunduh di sini

Wednesday, 2 June 2010

, , , , ,

Menggunakan Github

Kalau dalam berinteraksi dengan orang lain ada Facebook dengan segala fiturnya, maka dalam melakukan coding/programming ada Github. Sesuai dengan mottonya, Github merupakan Social Coding.

Untuk menggunakan Github dalam melakukan coding secara bersama-sama (sebenarnya bukan hanya coding pemrograman, namun bisa juga untuk berbagi selain pemrograman) kita harus melakukan registrasi dan kemudian mendaftarkan SSH Public Key.

Untuk mendaftarkan SSH Public Key silakan baca manual berikut.

Kemudian melakukan Fork dari projec yang kita ingin bergabung.

Beberapa perintah dalam Git:

git clone git@github.com:slims/s3-doc-id.git s3-doc-id (mengclone projec s2-doc-idnya SLiMS dari github ke folder s3-doc-id lokal) Kode git@github.com:slims/s3-doc-id.git bisa anda dapatkan dari folder projec yang ingin anda ikuti, untuk SLiMS misalnya http://github.com/slims/
contoh di console:
tamu@purwoko-ubuntu:/opt/lampp/htdocs$ git clone git@github.com:slims/slims5_meranti.git slims5_meranti


Setelah clone, kemudian hasil clone di komputer lokal anda dapat anda buka, anda tambah atau kurangi. Setelah proses pengembangan program di komputer lokal anda selesai, kemudian anda harus mengunggah hasilnya ke server github untuk dapat di satukan dengan apa yang dikembangkan oleh orang lain.

Untuk mengunggah, atau dalam github di sebut push anda harus melakukan beberapa langkah terlebih dahulu:



git add . Keterangan:add [spasi] titik. (perintah ini dilakukan jika ada file baru yang ditambahkan pada sebuah project, misal ada image atau file lain yang dimasukkan)
git commit -a --Keterangan:commit[spasi] minus a [spasi] minus-minus (perintah jika ada perubahan pada sebuah file). Pada perintah commit ini, kita akan diperintahkan untuk menuliskan identitas perubahan yang telah dilakukan. Misalnya "Added: News Module"


Setelah itu, barulah kita push ke server github, perintahnya:

git push git@github.com:slims/s3-doc-id.git master (mengirimkan file dari komputer ke github)


Untuk mengantisipasi, siapa tahu ada orang lain yang sudah melakukan unduh dan mengubah,serta sudah di push, maka kita harus menyatukan apa yang sudah ada di server dengan yang telah kita modifikasi di komputer lokal.


git pull git@github.com:slims/s3-doc-id.git master


Bagaimana jika anda membuat dokumen baru dikomputer anda, lalu anda ingin mengunggahnya (push) ke github? (contoh sebelumnya dilakukan untuk projec yang sudah ada di git, kita tinggal meng clone).



1. setelah melakukan otentifikasi SSH, maka anda harus membuat dokumen
2. setelah dokumen jadi dan ingin mem-push ke github, anda harus:
3. membuat folder di github anda
4. masuk ke direktori yang sudah anda buat, lalu:
5. tamu@purwoko-ubuntu:/opt/lampp/htdocs/ucs_doc_id$ git init
6. tamu@purwoko-ubuntu:/opt/lampp/htdocs/ucs_doc_id$ git add .
7. tamu@purwoko-ubuntu:/opt/lampp/htdocs/ucs_doc_id$ git commit -a
8. tamu@purwoko-ubuntu:/opt/lampp/htdocs/ucs_doc_id$ git push git@github.com:purwoko/ucs-doc-id.git master






Git juga bisa melakukan pull dan push dari komputer lokal anda, contoh perintanya:
git pull ../s3st14-docclone master (mengepull file dari posisi ke s3st14-docclone master)


Git akan melakukan penyatuan dan pencatatan perubahan yang dilakukan. Informasi perubahan dapat dilihat dengan perintah:

gitk


Selain itu, dapat dilihat pula di http://github.com/[nama projec]/commits/master, misalnya http://github.com/slims/s3-doc-id/commits/master

Beberapa manual github dapat dibaca di:

1. Git Guide
2. Tips 1
3. Tips 2
4. Tips 3
5. Git di Wikipedia
6. Git Clone @kernel.org

Friday, 12 February 2010

, , , , ,

Install YAZ di Ubuntu Karmic Koala

Senayan Library Automation menggunakan YAZ, sebagai bagian dari fitur Z3950. Singkatnya untuk dapat mengaktifkan fitur Z3950, library YAZ harus terinstall.

Berikut cara instalasi YAZ pada Ubuntu Karmic Koala. Untuk Ubuntu Hardy dan Jaunty tidak jauh berbeda.

Pada Karmic Koala, YAZ sudah ada pada paket, sehingga lebih memudahkan dalam proses instalasinya.

1. Buka Synaptic.
2. Cari YAZ


3. Pilih yaz, libyaz3, libyaz3-dev dan libnet-z3950-zoom-perl untuk diinstall


4. Klik Apply


Setelah semuanya selesai, masuk ke konsole dan lakukan perintah

sudo pecl install yaz


Terakhir edit php.ini (default ada di /etc/php5/apache2/php.ini) dan tambahkan

extension=yaz.so


Kemudian cek, apakah YAZ sudah terinstall dimesin anda dengan mengecek pada paket php.


Jika sudah, maka anda bisa mengecek pada Senayan anda. Masuk Admin, Klik Bibliografi kemudian klik Z3950 service. Jika muncul tampilan seperti di bawah ini, berarti beresss.



Untuk menjalan fitur z3950, port 7090 harus terbuka.

Selamat mencoba.

Wednesday, 27 January 2010

, , , , , ,

Refleksi Ngo-Opensource

Saya seorang pustakawan. Belajar komputer, bagi saya gampang-gampang susah. Namun melihat kenyataan bahwa tidak semua orang yg mahir komputer, mahir pemrograman adalah lulusan dari jurusan komputer atau informatika, menjadikan semangat tersendiri. Sampai saya berfikir, bahwa "teknologi informasi" itu bukan masalah pendidikan, tapi masalah hobby.

Pertama kenal opensource pada tahun 2000-an di UAD--> ikut kursus jaringan berbasis Windows dan Linux. Setelah itu, pulang langsung sewa Fedora Core 2 kemudian saya install, tapi kaget kok gak mau muter .mp3 pake xmms. AKhirnya ganti Suse 9, dan berganti-ganti dengan fedora dan Opensuse, sampai akhirnya hardisk saya hancur.

Setelah punya komputer baru, tepatnya laptop Lenovo G400, sejak maret 2009 sampai sekarang saya menggunakan Ubuntu.

Sejak saat itu, saya sebisa mungkin menggunakan aplikasi Opensource. Memang berat, apalagi jika dihadapkan pada pekerjaan yang (dipahami) hanya bisa dilakukan di atas Windows.

Saat ini, di tempat kerja, dari 6 komputer tinggal satu yang tidak pake Linux. Ini semata-mata karena ada kompatibilitas data sirkulasi perpustakaan pada perangkat lunak lama.

Kejadian yang memaksa saya menggunakan OS non-Opensource adalah ketika diminta membuat cd proceeding interaktif berisi file2 .pdf. Saya mesti mengindeks dan membuat navigasi antar file .pdf.

Selain itu, saya selalu berusaha menggunakan aplikasi Opensource. Sepertinya, jika kita berusaha mencari pasti akan menemukan. Misalnya ketika saya mau menggabung file .pdf, dulu pake PDF Maker. Nah setelah "bertanya" di Google ternyata saya menemukan UnePDF, kemampuan menggabung .pdf cukup mudah dan sederhana.

Pengalaman lain adalah ketika hendak mengubah file .DAT ke .flv, atau .ogv ke .flv. Akhirnya saya menemukan FFMPEG. Baru saja, saya hendak membuat video turorial. Setelah mencari ternyata ketemu dengan RECORDMYDESKTOP, yang di paket Ubuntu sudah tersedia, tinggal

sudo apt-get install recordmydesktop gtk-recordmydesktop


Untuk pengetikan, LyX sangat bisa diandalkan. Dengan hasil yang bagus dan proses pengetikan yang mudah dan tentunya ringan. Konsepnya tidak WYSIWYG, namun WYMIWYG (What You Mean is What You Get). Aplikasi perpustakaan, tentunya sampai saat ini dipercayakan kepada Senayan.

Monday, 4 January 2010

, , , , , ,

SOCIAL INFORMATICS

Sumber: http://rkcsi.indiana.edu/archive/SI/si2001.html

Apakah Informatika Sosial itu?

Informatika Sosial (IS) adalah studi yang sistematik dan interdisipliner pada disain, penggunaan dan konsekuensi dari Teknologi Informasi, yang ambil bagian pada interaksi dengan institusi dan konteks budayanya. Sehingga, ini merupakan studi aspek sosial dari komputer, telekomunikasi dan teknologi yang berhubungan, serta menguji isu-isu, misalnya bagaimana TI membentuk hubungan antara organisasi dan aspek sosialnya, bagaimana gerakan sosial mempengaruhi penggunaan dan disain TI. Sebagai contoh, peneliti IS tertarik pada pertanyaan mengenai akibat pengembangan TI di masa depan. Bagaimanapun, tidak seperti gaung spekulasi pada umumnya, strategi peneliti IS biasanya berdasar pada data empirik. Peneliti SI menggunakan data untuk menganalisis keadaan saat ini dan yang baru saja terjadi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, bagaimana perubahan sosial itu dimungkinkan, yang masuk akal dan dimungkikan pada masa akan datang.

Istilah TI biasanya merujuk pada berbagai aplikasi yang luas, misal email, pengolah kata, program pengubah video, perambah jajaring, sampai pada teknologi yang mendukung berbagai aplikasi yang berbeda, misal jaringan fober-optik. Pada tataran individu, penggunaan TI membutuhkan penggunaan seperangkat aplikasi TI yang spesifik, misalnya datbase atau internet. Di Amerika Utara, istilah TI sering digunakan agak tidak tepat, untuk merujuk pada aplikasi khusus atau teknologi dasar yang luas.

Salah satu konsep kunci dari IS adalah bahwa TI tidak didisain atau digunakan pada aspek sosial dan teknologi yang terpisah. Dari sudut pandang ini, kontek sosial dari TI mempengaruhi pengembangan, penggunaan dan akibatnya. Akibat, dapat terjadi dengan tidak langsung dan terlihat pada hitungan periode, tahun atau dekade, bukan pada hitungan bulan.

Dari perspektif SI, aplikasi TI dapat di lihat sebagai "jaringan sosio teknologi", yang mana sistem terdiri dari berbagai elemen berbeda, seperti perangkat keras, perangkat lunak, kontrak resmi serta orang dalam hubungannya dengan orang lain dan dengan elemen sistem yang lain.

Dari perspektif non-IS, pada penggunaan dan efek dari TI terpusat hampir semata-mata pada katakteristik teknis (misal: fitur pemroses informasi pada komputer), dan posit specific effects due to those features.


Posisi ini disebut dengan detirminisme teknologi. Perspektif ini memandang banyak elemen penting, misalnya kontek sosial dan organisasional daro teknologi dan manusia yang menggunakannya. Beberapa perspektif juga membentuk asumsi yang keliru, isalnya asumsi bahwa aplikasi TI punya arti yang sama untuk semua yang menggunakannya dan akan mempunyai akibat yang sama untuk semua.

Pada area ini, misalnya, banyak orang yang antusias pada kemungkinan penggunaan internet untuk meningkatkan pendidikan publik di Amerika. Pada akhir 1990-an, banyak sekolah yang diberi internet dan mendapatkan laboratorium komputer. Bagaimanapun, banyak politisi dan orangtua yang tidak merealisasikan pelajar menggunakan internet untuk mendorong penelitian baru, dipengaruhi cara guru menggabungkan sumberdaya internet kedalam pengajarannya. Dalam banyak kasus, meskipin sekolah diberi akses pada internet, guru tidak dibantu dalam mengembangkan minat dan cara terbaik dalam mengajar menggunakan layanan internet.

Peneliti IS mengharapkan bahwa akan ada perbedaan mendasar pada nilai pendidikan intenet pada sekolah, dimana guru mempunyai cukup dukungan untuk memikirkan dan mengaplikasikan cara baru dalam mengajar, dibanding dengan sekolah yang tidak memiliki (intenet).

Dengan demikian, peneliti IS tidak akan mengharapkan untuk menemukan akibat yang sama pada lintas sekolah yang menerima koneksi internet.

Bersambung..

Tuesday, 29 December 2009

, , , ,

Pentingnya Paradigma Socio-technical Systems

Pentingnya Paradigma STS

Singkatnya, teori sosioteknis adalah relevan, karena fokusnya pada keseimbangan dan kesetimbangan dari keseluruhan organisasi, orang, mesin dan konteks.
Ada beberapa pertanyaan yang mendorong majunya literatur Socio-technic. Pertanyaan pertama adalah "kenapa sistem gagal?" secara umum, "kenapa meskipun teknologi dibangun/disain dengan bagus dapat berakhir dengan produksi/hasil yang kurang dari batas efisien, yang tidak memenuhi keinginan stakeholder. Ini berpusat pada bagaimana mengelola faktor yang tidak terprediksi dari lingkungan sosial. Pertanyaan kedua, "bagaimana meningkatkan organisasi melalui pemberian perhatian dan optimasi sejajar pada sosial sistems. Ini terekspresi pada kutipan mendasar oleh Baxter dan Sommerville:

"Kegagalan dari sistem komplek yang luas untuk memenuhi batas waktu capaian, biaya dan keinginan stakeholder tidak karena kegagalan teknologi. Namun, projek ini gagal karena mereka tidak menghargai kompleksitas sosial dan organisasional dalam lingkungan dimana sistem itu di terapkan. Konsekuensinya adalah persyaratan yang tidak seimbang, miskinnya disain system dan interface user yang inefisien dan inefektif."

Oleh karena itu, pengakuan kepada konteks sosial, dan kontek latarbelakang organisasional harus di kedepankan dalam rekayasa system dan software. Sebagai tambahan, paradigma STS menawarkan manajemen-diri (self-management) dalam tim organisasi, menggiring pada praktek kerja yang demokratis serta pengambilan keputusan yang tidak terpusat. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan perubahan konteks dan varian, dan diakhiri dengan sistem yang lebih "terbuka", yang memelihara keadaan yang kokoh/mantab (mencapai tujuan produksi, dll), tanpa mengkompromikan kualitas output atau kualitas keberlangsungan kerja.

Perspektif Socio-technical
Area dari STS, dari perspektif IT didudukkan pada kelompok "software intensive systems", dimana "berisi interaksi kompleks antara komponen software, alat dan komponen sosial (orang atau kelompok orang), tidak sebagai pengguna software tapi sebagai pemain yang digunakan dalam sistem pada umumnya". Dalam literatur definisi dari STS terpusat secara jelas pada eksistensi subsistem inti pada sosial dan teknical. Hubungan antara dua subsistem ini berputar dan berdasar pada dorongan saling memberi manfaat diantara keduanya. Manusia/sistem sosial rasional membutuhkan sistem teknik untuk melakukan kegiatannya, dan sistem teknis bergantung pada sosial sistem untuk penggunaan sehari-hari, validasi, kontrol dan kegiatan lain yang membutuhkan aktor rasional atau bahkan aktor yang berpengetahuan.

Interaksi diantara sistem yang berbeda ini, dan konteks interaksinya mempunyai akibat pada kemampuan orgnisasi untuk mencapai tujuan stakeholder.

Terutama sekali, paling tidak ada empat pandangan berbeda dalam literatur mengenai STS, yaitu social scientist, technology engineer, organizational scientis and designer, dan complex systems engineer. Disiplin ini menunjukkan penelitian interdisilin yang diarahkan pada area social science, organizational science, engineering dan complex systems. Literatir social sciences sering menganggap STS sebagai serangkaian alat untuk meningkatkan kualitas keberlangsungan kerja manusia dalam organsasi.


Perspektif yang berlawanan dengan teknologi berfokus terutama pada membangun kualitas sistem teknologi yang mempunyai jaminan kualitas (berdasar kepraktisan umum). Sudut pandang ilmuan organisasional lebih terpusat, bertujuan untuk mengelola tujuan riil stakeholdel (efisiensi, keuntungan) melalui disain dari konsep organisasi yang sesuai, termasuk barangkali struktur/hirarki manajemen dari sistem sosial, serta memperoleh dukungan teknologi terbaik, dan menyewa orang-orang terbaik. Keempat adalah teknik sistem yang kompleks, dimana mengeksplorasi interaksi da ontek dalam rangka menyusun tiap komponen secara lokal, sebagai langkah untuk menemukan tujuan organisasi secara umum. Pandangan ini juga utama, dan punya banyak masalah, bertujuan pada pembuatan sistem teknologi yang adaptif yang mendukung dan mengantisipasi pembuatan keputusan oleh manusia, tugas-kerja, dan kriteria komunikasi sebagai sistem komputasi yang otonom. Pendekatan ini berada diantara yang terbaru dan menjadi availabel, menyandarkan pada keandalan teknologi, dan jaringan sensor komuter yang ada dimana-mana.

Artikel Terkait

Wednesday, 23 December 2009

, , , ,

Socio-Technical Systems in ICT: A Comprehensive Survey

(terjemahan bebas, sebebas-bebasnya dari artikel Alexis Morris) :)
kalau ada yg berkenan mengedit, bisa tulis di komentar.


Pada setiap organisasi, baik berisi manusia, mesin maupun fenomena alami, prinsip-prinsip sistem yang komplek akan berjalan. Komponen pada sistem itu bisa aktor yang rasional, semi rasional, atau tidak rasional, dimana semuanya berimplikasi pada lingkungan juga pada keseluruhan organisasi.

Pada tulisan ini, cakupan STS (Socio-technical systems) yang luas akan di survei dan dipaparkan bedasar empat perspektif kunci yang ditemukan dalam literatur. Prinsip ini bertujuan untuk menunjukkan sulitnya STS bekerja, serta untuk mendiskusikan teori, analisis, disain, dan teknik dari tiap sistem. Bagian kedua membahas konsep secara lebih ditail, mendeskripsikan definisi, karakteristik, prinsip dan pentingnya paradigma. Bagian 3 mendeskripsikan perbedaan dalam berbagai perspektif dalam hubungannnya dengan STS. Bagian 4 mendiskusikan pendekatan literatur pada perspektif yang disebutkan sebelumnya. Baguan lima menyajikan diskusi dan kesimpulan dari paper ini.

STS
: Socio-Technical Systems
Definisi: definisi singkat untuk STS sulit untuk ditemukan yang paling tepat dalam literatur. Majchzrak dan Borys mencatat bahwa konsep ini berdasar pada teori sistem terbuka, namun dalam suatu waktu juga 'sebuah filosofi dan metodologi, paradigma yang terdiri dari skema konseptual, disain proses, serangkaian nilai tentang kerja, kondisi kontekstual, dan tradisi sejarah berdasar psikologi, sosiologi dan penelitian tempat kerja". Griffit dan Dougherty, dalam diskusinya tentang peran sistem ini pada management teknologi dan engineering, mendifinisikan perspektif STS sebagai " organisasi yang dibangun oleh manusia (sistem sosial) menggunakan alat, teknik dan pengetahuan (technical sistems) untuk menghasilkan barang atau layanan yang bernilai untuk customers (yang menjadi bagian dari lingkungan eksternal organisasi)". Definisi yang lebih linear dengan ranah ICT adalah yang diungkapkan oleh Baxter dan Sommerville. STS adalah "sistem yang berisi interaksi kompleks antara manusia, mesin dan aspek lingkungan dari sistem yang berjalan".

Karakteristik dan Prinsip STS

Kebetulan ada banyak istilah yang mirip pada literatur yang menjelaskan sistem sejenis yang kurang lebihnya adalah socio-technic, sebagaimana dijelaskan diatas. Diantaranya adalah: techno-social systems, cyber-physical systems, ensemble engineering, software intensive systems, holarchies, actor-network theory, agent-oriented mechanism design, autonomic computing, dan societal computing. Baxter dan Sommerville telah menyajikan survei yang lebih komprehensive pada STS dari perspektif ICT, dan menghasilkan beberapa karakteristik kunci dari sistem tersebut dan prinsip dasar untuk disain sosio-teknologi. Mereka juga memotivasi adanya kebutuhan untuk menggabung lebih dalam lima komunitas kunci dalam satu kesatuan tunggal disiplin Socio-Technocal Systems Engineering (STSE).

Komunitas kunci pada penelitian Socio-technical
Ada banyak aspek dalam penelitian STS, tapi diantaranya merupakan kunci untuk mempercepat perkembangannya. Kunci-kunci tersebut adalah:

    1. - disain kerja dan tempat kerja
    2. - sistem informasi
      - Computer-supported cooperative Work (CSCW)
      - cognitive systems engineering
      - Interaksi manusia-komputer
      - Ubiquitous (dimana-mana) Computing.



Karakteristik kunci dari sistem sosio-teknik
Bagian ini memberi catatan bagaimana membedakan STS, berdasarkan karakteristik umum

    • - Mempunyai bagian yang saling bergantung
    • - Dapat menyesuaikan pada perubahan dalam lingkungan untuk mengejar tujuan
      - Mempunyai lingkungan internal sama sebagaimana lingkungan sebenarnya (real world)
      - Terpisah, tetapi saling bergantung, baik subsistem sosial maupun teknis
      - Berjalan pada lingkungan dimana ada pilihan/pembuatan keputusan
      - Adanya perpaduan optimisme, dari systems berdasar optimisme tiap subsistems


Lebih lanjut, Trist mendeskripsikan karakteristik STS berikut sebagai paradigma, menunjukkan bagaimana pendekatan penelitian STS berbeda dari faktor teknologi sebagai penentu.



Paradigma lama
Pentingnya teknologi
manusia merupakan perpanjangan mesin
manusia sebgai suku cadang habis pakai
rincian tugas maksimal, ketrampilan terbatas
kontrol eksternal (supervisor, staf khusus)
bagan organisasi tinggi, gaya otokrasi
kompetisi, gamesmanship
hanya kepentingan organisasi
pengasingan (alienation)
kemauan ambil risiko rendah



paradigma baru
gabungan
manusia saling mengisi dengan mesin
manusia sumberdaya yang dapat ditingkatkan
kelompok tugas optimal, ketrampilan beragam
internal kontrol (self regulating subsystems)
bagan organisasi datar, gaya partisipatif
kolaborasi, kolegial
ada kepentingan/tujuan masyarakat dan anggota
commitment
penuh inovasi




Prinsip kunci STS

beberpa prinsip disain STS lebih lanjut ada dalam banyak literatur, tapi yang paling populer adalah yang diungkapkan Chern. Pendekatan lain dari disain STS dalam paper yang sama (Chern), memuat analisis kerja kognitif, disain kontekstual, rekayasa sistem kognitif, diantaranya. Point pentingnya adalah prinsip disain STS dipelajari dengan baik, tapi gagak diadopsi dalam ranah praktis dengan berbagai alasan, yang mana dapat dikoreksi melalui penggabungan area tersebut sebelumnya. Cern mencatat bahwa sosial sistem mempunyai empat fungsi subsistem yang harus ada dalam sistem yang sukses/berhasil, dan oleh karena itu harus di teliti oleh desainer. Yaitu harus:
- mencapai tujuan organisasi
- menyesuaikan diri dengan lingkungan
- menyatukan aktifitas manusia dan menjadi solusi masalah
- fill occupational roles via recruitment and sosialization

bersambung...

Thursday, 10 December 2009

, , , , , , ,

FB, Prita, KPK dan Opensource: Gotong royong era digital.

Gotong royong. Tahukah anda apa itu gotong royong? Gotong: merupakan bahasa jawa yang artinya membawa sesuatu bersama sama. Misalnya nggotong kayu (Menggotong kayu).

Gotong royong, sejauh yang saya pahami (saya tidak membuka kamus bahasa Indonesia atau kamus bahasa Jawa) adalah kegiatan melakukan sesuatu bersama-sama -untuk hal positif- tanpa mengharap imbalan materi. Dilakukan untuk membantu yang memerlukan bantuan, atau membantu orang yang kesusahan. Misalnya gotong royong mendirikan rumah, gotong royong mencangkun disawah dan seterusnya.

Seorang kawan, sewaktu kuliah pernah presentasi bahwa budaya gotong royong ini telah terkikis, belum hilang sepenuhnya. Katanya ini karena dampak globalisasi, karena manusia lebih cenderung hidup individualis, sibuk dengan kegiatan pekerjaan yang berorientasi pada materi semata ditempat kerja. Sehingga lupa bahwa dia hidup di wilayah sosial kemasyarakaatan.

Apakah demikian?
Sebagai seorang awam saya melihat bahwa seiring dengan tumbuh suburnya teknologi, modernisasi, globalisasi dan yang semacamnya, gotong royong tradisional memang tergeser. Namun muncul model gotong royong baru.

Facebook, yang banyak orang menyebutnya sebagai jejaring sosial ternyata menyuguhkan fenomena tersendiri. Setidaknya ini ditunjukkan dengan berhasilnya FB menggalang solidaritas tanpa pamrih material atas kasus Bibit dan Chandra (KPK). Gerakan 1 juta FB-kers yang mendukung mereka berdua ternata punya andil pula dalam mewarnai gerakan sosial di Indonesia.

Meskipun sempat redup, karena kalah pemberitaan dengan kasus Bibit dan Chandra, sebelumnya ada group FB mendukung Prita, seorang ibu rumah tangga yang didakwa melakukan pencemaran nama baik RS OMNI. Pasalnya Bu Prita ini menuliskan keluhannya dan dikirimkan ke beberapa kawannya.

Anggota group pendukung Prita memang tidak sebanyak pendukung Bibit dan Chandra, namun terbukti gerakan ini juga punya taring. Setelah ada vonis harus membayar 204-juta, berbagai elemen masyarakat menggalang Koin untuk Prita. Tentunya untuk membantu bu Prita membayar denda. Prita dianggap sebagai simbul rakyat yang kalah, ketika harus mengeluarkan pendapat atas sebuah layanan justru dituduh melakukan pencemaran nama baik.

Pengumpulan koin ini, dilakukan oleh berbagai elemen, mulai dari komunitas milis, Facebookers, ibu rumah tangga, anak-anak, bahkan ada sekelompok anak TK yang keliling meneriakkah "Hidup Ibu Prita".

Entah karena fenomena ini atau bukan, kabarnya OMNI bermaksud mencabut gugatan perdata.

Saya sendiri berfikir, bahwa kalau yang bersimpati sudah lintas umur, etnis dan tempat tentunya ini akan berdampak buruk bagi RS OMNI. Kenapa? coba kita bayangkan kalau anak-anak sudah dikenalkan untuk menggalang Koin Untuk Prita, karena di denda atas email keluhan layanan RS OMNI. Tentunya dalam benak anak-anak TK yang berkeliling mencari koin ini akan tahu dan terpatri, bahwa RS OMNI lah yang menjadikan bu Prita harus membayar denda. Padahal siapa sih sasaran Rumah Sakit? manusia kan? rakyat Indonesia ini. Dan kalau yang TK saja sudah tahu, maka berapa generasi yang akan menjauhi RS ini.

Tentunya ini tidak akan berdampak baik pada kelangsungan RS yang bersangkutan di masa datang.

Opensource, yang merupakan model pengembangan perangkat lunak juga bisa dimasukkan dalam gotong royong. Berbagai individu dan komunitas bersama-sama mengembangkan sebuah perangkat lunak, padahal di lepas di pasaran secara bebas. Baik bebas mendapatkan maupun [ada yang] bebas secara finansial.

Sepertinya demikian.

Friday, 4 December 2009

, , , , , , ,

Workshop Nasional SENAYAN Library Management System!!!

SENAYAN DEVELOPER COMMUNITY (SDC) kembali akan ngadain Workshop Nasional SENAYAN Library Management System (SLiMS), yang tepatnya akan dilaksanakan di Hotel Paragon Jakarta (daerah Menteng, Jakarta Pusat), pada tanggal 14 – 17 Desember 2009. Pastinya karena Workshop ini diadakan selama 4 hari 3 malam full, jadi materi yang diberikan juga akan sangat banyak dan men-detail.

Workshop ini ditujukan kepada para pustakawan atau perorangan yang ingin memanfaatkan SLiMS untuk mengelola koleksi ditempat kerja. Materi workshop dirancang untuk membantu para peserta agar dapat segera mengaplikasikan SLiMS di tempat masing-masing. Dibagi dalam 10 (Sepuluh) modul dasar ditambah materi kustomisasi dan konversi data, pengetahuan dasar perpustakaan akan sangat membantu peserta memahami materi dan panduan yang di sampaikan. Dalam pelatihan, peserta akan menggunakan versi terbaru SLiMS – atau juga dikenal dengan SENAYAN 3 stable 12.

Untuk brosur pendaftaran serta surat undangan bisa di-unduh (download) di Workshop SLIMS.

Untuk anda yang ingin belajar menggunakan SENAYAN, ngoprek, nginstall SENAYAN di GNU/Linux macem Ubuntu, Fedora atau OpenSUSE, pengen belajar cara konversi data dari database ISIS, Athenaeum atau database lainnya, jangan lewatin Workshop SLiMS ini. Trainer-nya juga langsung para Developer ASELI SLiMS!!!.

(dari Arie Nugraha)

Wednesday, 25 November 2009

, , , ,

Release Senayan3-Stable12

Senayan is an open source Library Management System. It is build on Open source technology like PHP and MySQL. Senayan provides many features such as Bibliography database, Circulation, Membership and many more that will help "automating" library tasks. This project is proudly sponsored by Pusat Informasi dan Humas Depdiknas and licensed under GPL v3.

And now, Senayan3-Stable12 is released. The new features is:

- Added : Member login in OPAC
Next, member login usefull to develop web 2.0. So the member can write command to the collections.
- Added : File download limitation based on Member type
- Added : new public template (igos & terrafirma)
- Added : new admin template (igos)

You can download the source here
The last documentation is available in here