Thursday, 1 January 2015

,

Target tahun 2015 (sebagai pustakawan)

Berikut beberapa target saya (terkait profesi saya) sebagai pustakawan

Target teknis:
  1. Bisa melakukan editing CSL
  2. Web perpustakaan FT kembali hidup dengan VPS
  3. Harus mencoba membuat pathfinder.
  4. Kemampuan mengelola jaringan dengan mikrotik meningkat
  5. Kembali belajar latex
Target profesi:
  1. Mengajukan dan lolos fungsional pustakawan
Target organisasi
  1. Perpustakaan jurusan di FT UGM tergabung dalam Sistem Informasi terintegrasi
  2. Silang layan mulai diterapkan di FT UGM (antar jurusan) 
Target komunitas
  1. Semakin meningkatkan kontribusi komunitas SLiMS pada perkembangan perpustakaan di Indonesia

Monday, 29 December 2014

,

SLiMS dan perkembangan pustakawan Indonesia

Keputusan pegiat SliMS Jogja untuk membuat komunitas SLiMS secara resmi pada 2010 (http://jogjalib.blogspot.com/p/sejarah.html) merupakan salah satu tonggak sejarah perkomunitasan SLiMS di Indonesia.

Komunitas SLiMS ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, memang banyak dinamika (baca: http://mustoko.blogspot.com/2012/12/komunitas-slims-indonesia-bagaimana.html) yang ada dalam komunitas SLiMS di Indonesia ini. Termasuk pasang surut, bongkar pasang, kegalauan, disorientasi dan lainnya.

Apa tujuan komunitas ini? ngumpul-ngumpul? seneng-seneng?
Ya, awal mula komunitas ini adalah ngumpul-ngumpul untuk belajar. Sesederhana itu, dan sebelumnya juga telah banyak komunitas seperti itu. Termasuk komunitas pustakawan atau pengelola perpustakaan.

Namun, pertunjukan tetap harus berjalan.
Munculnya komunitas serupa di tempat lain menjadi fenomena menarik. Lalu apa hasilnya?

Ya, setelah 4 tahun dunia perkomunitasan SLiMS ikut meramaikan dunia perpustakaan, sekarang kita dapat melihat beberapa efek yang ditimbulkannya. Karena komunitas ini konsen utamanya dalam bidang teknologi maka efek terkait teknologi juga paling kental disebabkan komunitas ini.  
  1. Perkembangan keterampilan pustakawan, merupakan efek pertama dari SLiMS dan Komunitasnya. Keterampilan teknologi informasi adalah keterampilan yang paling terlihat berkembang pada komunitas dan pustakawan. Selain kemampuan IT, berkembang pula kemampuan berjejaring pada  pada komunitas lain, kemampuan presentasi (menyampaikan ide) yang diasah pada saat pertemuan komunitas atau belajar bersama atau kepada atasan, kemampuan bernegosiasi kepada atasan untuk tawar-menawar pengembangan IT perpustakaan. Berbagai perkembangan keterampilan ini dapat diintip di goslims.net dan berbagai blog komunitas.
  2. Pandangan profesi lain terhadap pustakawan dan perpustakaan. Efek ini merupakan efek turunan dari efek pertama. Profesi lain muncul dari atasan, teman sejawat atau dari luar. Sementara itu pandangan terhadap perpustakaan dapat kita lihat dari munculnya pegiat SLiMS dari non-pustakawan (non pengelola perpustakaan). Mereka ikut serta menyumbang ide dan pengembangan teknologi dalam pengembangan perpustakaan dengan bekerjasama dengan pengelola perpustakaannya
  3. Perkembangan perpustakaan. Efek dari dua efek sebelumnya adalah perkembangan perpustakaan. Ini merupakan efek utama yang diharapkan muncul dari perkembangan SLiMS dan komunitasnya.
  4. Posisi tawar pegiat meningkat, dan menjadi perantara rejeki pegiat komunitas. Ini merupakan efek ikutan yang mengikuti efek-efek sebelumnya. Bentuknya bisa bermacam-macam, langsung ataupun tidak langsung, banyak atau sedikit.
Efek di atas tentunya tidak secara tunggal disebabkan oleh komunitas SLiMS saja, namun juga diwarnai oleh berbagai hal lain. Pendidikan perpustakaan, kebijakan, motivasi dari diri pribadi juga turut mewarnai. Selain itu juga dimungkinkan ada efek lain yang belum saya tuliskan.

Nah, sekarang coba direnungkan: "Efek mana yang telah anda rasakan"

Thursday, 11 December 2014

Melokalkan Mendeley

Mendeley memiliki format dasar penulisan daftar pustaka dan kutikan dengan standar bahasa Inggris. Misal istilah "and", "available at", "pp." dan lainnya.

Jika kita ingin mengubahkan dalam bahasa Indonesia, maka kita harus menyalin data lokal en-US dalam bahasa Indonesia.

  1. Silakan buka loadlocale.js yang ada di /opt/mendeleydesktop/share/mendeleydesktop/citeproc-js/src/ (selain Linux silakan menyesuaikan)
  2. Buka file loadlocale.js tersebut. Anda akan menemukan  kode yang diawali dengan en-US. Copi baris tersebut, paste di bawahnya. Ubah en-US hasil copian menjadi is-ID.
  3. Berikutnya, ubah istilah dalam baris id-ID, sesuaikan dengan kaidah dalam bahasa Indonesia. Misalnya et. al. menjadi dkk. serta yang lainnya.
  4. Setelah itu simpan kembali file tersebut.
  5. Untuk dapat menggunakan, silakan buka file CiteprocReact.js (silakan cari sendiri letaknya. Edit dan temukan return locale, ubah nilainya menjadi id-ID.
  6. Uninstall Wordplugin melalui Mendeley Desktop, lalu install lagi (Install ulang).
  7. Coba gunakan
hasil penggunaan id-ID

Wednesday, 10 December 2014

Tentang Mysql yang error

Jika mengalami error mysql tidak bisa jalan (dalam error log) seperti ini:

InnoDB: Error: could not open single-table tablespace file .\mysql\innodb_index_stats.ibd
InnoDB: We do not continue the crash recovery, because the table may become
InnoDB: corrupt if we cannot apply the log records in the InnoDB log to it.
InnoDB: To fix the problem and start mysqld:
InnoDB: 1) If there is a permission problem in the file and mysqld cannot
InnoDB: open the file, you should modify the permissions.
InnoDB: 2) If the table is not needed, or you can restore it from a backup,
InnoDB: then you can remove the .ibd file, and InnoDB will do a normal
InnoDB: crash recovery and ignore that table.
InnoDB: 3) If the file system or the disk is broken, and you cannot remove
InnoDB: the .ibd file, you can set innodb_force_recovery > 0 in my.cnf
InnoDB: and force InnoDB to continue crash recovery here.

Maka, pada file my.ini, bagian [mysqld] tambahkan baris:
innodb_force_recovery = 1  

Wednesday, 26 November 2014

Terimakasih kami (SDC) untuk Komunitas SLiMS Indonesia

Jogja merupakan kota perjuangan yang juga pernah menjadi ibukota Negara Indonesia. Di Jogjalah SCM #1 digelar Desember 2012.

Bogor, atau Buitenzorg yang berarti kota yang nyaman tenteram. Di kota inilah pada Desember 2013 digelar SCM #2.

Berikutnya di Semarang, sebuah kota yang sejarahnya sudah dimulai sejak abad ke 6 yang saat ini menjadi bagian dari Mataram Kuno. Kemudian di"kota"kan oleh Sultan Hadiwijoyo pada 12 Mulud 1465 (2 Mei 1547). Di kota ini SCM #3 digelar pada November 2014.

Saya melihat, dengan peserta yang luar biasa banyak, dan acara yang padat SCM #3 merupakan pesta intelektual pada pegiat SLiMS Indonesia. Sejak hari pertama yang diisi berbagai presentasi ilmiah dan produk komunitas SLiMS Indonesia menjadi suntikan semangat yang tak berbanding.

Terimakasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan pada panitia, segenap pendukung, sponsor (3M, Dunia Perpustakaan Grup (http://cv.duniaperpustakaan.com/) dll) dan semua peserta dan presenter SCM #3.
suasana Commeet2014
 Saya menyadari, bagaimana perjuangan panitia lokal yang sejak ditunjuk menjadi penyelenggara telah mulai bergerak. Saya juga sadar bagaimana "galau"nya teman-teman panitia menjelang hari H. Berbagai perjuangan telah dilalui, masalah teknis, peserta dan juga masalah roso yang tak terkatakan. Tak apa, pada saatnya SCM digelar, semua terbayar dengan riuhnya SCM #3 ini.


Pak Wondo yang mengkoordinir, mas Bambang, mas Munir, Mas Erizt, Pak Hartoyo, Mas Yudi, Mas Abdul Rochman, Mas Adin, Deka sang Admin web, Bu Yuven, Bu Endang, Mas Imron, mas Miswan, mas Pramukti dan segenap panitia. Mahasiswa IP UNDIP, terimakasih telah berkenan menjadikan perhelatan ini sebagai sarana berinteraksi dan mencari pengalaman. Semoga menjadi sarana mematangkan diri. Terimakasih semuanya... Kekurangan itu pasti ada, tapi dari kekurangan itu kita bisa belajar..

Komunitas SLiMS dari segenap penjuru Indonesia: Pak Taufiq and the backbone dari Atjeh, pak Suyoto dan segenap pegiat SLiMS Lampung, mas Doni dari Padang, pak Azwar dari Makasar, Pegiat SLiMS Jakarta (mas Danang dkk), SLiMS Sukabumi, SLiMS Bandung (Mas Akang Hary). SLiMS Malang, SLiMS Madiun, SLiMS Bali, SLiMS Magelang, SLiMS Jogja dan semuanya yang tak bisa saya sebutkan satu persatu.

Tak lupa  kepada para pengisi acara + Moderator.
Ibu Prof. Sri Rejeki atas paparannya yang meski sudah sepuh namun masih penuh tenaga. Kami bangga ibu berkenan menjadi bagian dari komunitas ini. Pak Taufiq Abdul Gani, terimakasih atas paparan ide brillian dan gila dari pengembangan SLiMS di UNSYIAH yang sudah melampaui batas-batas keumuman. Semoga ide yang masih ada dalam daftar segera dapat diwujudkan. SLiMS Atjeh membuat kami semakin yakin bahwa dikotomi kompetensi luar Jawa dan Jawa sudah tak relevan lagi. Terimakasih untuk pak Ferry 3M, sungguh paparan yang memperkaya kami tentang RFID.

Terimakasih pula untuk mas Hamim dengan SliMS Desktopnya, mas Heru dengan SMS Gatewaynya. Gemuruh tepuk tangan bangga kami semua untuk kreatifitasnya.

Terimakasih pula pada mas Rotmianto si pencipta e-DDC, mas Ido dan mas Danang dengan ide Vocabulary Controlnya yang tetap berpatokan dengan ilmu perpustakaan.  Terimakasih mas Zae Mahrus, kami semakin yakin bahwa pelosok itu bukan hambatan. Mantap Jaya mas.. Empat jempol untuk semuanya. Mas Ahmad Hidayah, terimakasih atas pembukaan wawasan MEAnya.


SCM #3 ini kita bisa berpesta intelektual tentang SLiMS dan dunia kepustakawanan kita. Kita bisa berbagi berbagai ide, minta tolong dan memberi pertolongan pada orang lain serta berbagai hal lainnya.

Kehangatan yang tercipta dalam SCM #3 ini sungguh-sungguh menyenangkan. Kita berhasil mendapatkan kebersamaan, satu esprit de corps. Berbagai catatan dari masing-masing individu tentunya dapat menjadi penyempurna kegiatan berikutnya. Semuanya, jangan segan untuk memberi kritik dan saran. Usulan konsep, kritik membangun untuk memperbaiki kegiatan tahunan ini silakan sampaikan via commeet@slims.web.id

Saya ucapkan terimakasih untuk semuanya, semoga di SCM #4 kita bisa bertemu lagi.

Hormat saya untuk semua
Purwoko (2nd Lead Dev 9 Mei 2013 s.d. 22 Nov 2014)








Monday, 24 November 2014

Wardiyono: New Lad Dev SLiMS (22-nov 2014 16.20)

foto by Nur Listiyani
Commeet2014 ini di tandai dengan pergantian Lead Dev SLiMS.Setelah Lead Dev pertama (pak Hendro Wicaksono), lalu saya, maka yang ketiga mulai 22 nov 2014 pukul 16.20 resmi mas Wardiyono menjadi New Lead Dev SLiMS.

Pengumuman dilaksanakan pada Commeet2014 hari #1 di sore hari, setelah itu disambung dengan testimoni dari rekan-rekan SDC.
Berbagai testimoni muncul dari rekan-rekan SDC. Mas Yono ini visioner, manajer yang handal dan taat asas ilmu perpustakaan.
Pada kesempatan inipula ditegaskan bahwa SLiMS tetap akan opensource.

Sunday, 23 November 2014

, ,

SLiMS Commeet2014 hari #1

Arie dan Hendro
SLiMSCommeet 2014 hari pertama di Semarang berlangsung sukses. Saya merasakan atmosfir intelektual yang luar biasa. Presentasi yang dipaparkan bisa membawa kita masuk dalam ruang kreatifitas tanpa batas, di sisi lain ada juga presentasi yang membawa kita pada ranah konsep yang memperkaya pengetahuan kita.
Pertama tentang interoperabilitas yang merupakan makhluk tua tapi cukup pelik mewujudkannya. Presentasi ini dipaparkan mas Bro Arie Nugraha dan Hendro Wicaksono. Disambung dengan presentasi dari Prof.Sri Rejeki tentang aspek hukum hak cipta. Presentasi Prof. Sri membawa kita pada suasana kuliah atau semacam orasi budaya.
pak Ferry 3M
Pak Taufiq UNSYIAH
Berikutnya disambung dengan presentasi siang tentang SLiMS dan RFID oleh Wardiyono, dilanjutkan presentasi dari 3M tentang RFID yang dimilikinya. Implementasi SLiMS dan RFID di Unsyiah dipaparkan oleh Dr. Taufiq Abdul Gani. Banyak ide "gila" yang dijalankan Pak Taufiq ini di perpustakaan UNSYIAH. Kemampuan teknologi yang dimiliki sekaligus pengalaman pernah mengembangkan UILIS yang menjadi sistem otomasi di UNSYIAH digunakan untuk mengembangkan SLiMS. Di Unsyiah ini slims digunakan untuk sistem otomasi, ETD yang terintegrasi dengan SIA (Akademik), pengembangan SLiMS yang mempergunakan Google sebagai mesin pencarian, integrasi dengan RFID. Ada beberapa ide yang masih ada dalam daftar pengembangan di UNSYIAH ini.


mas Bro Arie presentasi RDA
 Arie Nugraha kembali tampil. Kali ini menyampaikan RDA di SLiMS. Makhluk RDA yang bagi sebagian orang masih baru mampu dipresentasikannya dengan gamblang. Mendengar presentasi RDA oleh mas Bro Arie ini, ruangan Commeet seolah kedatangan dosen tamu dari JIP UI yang menyampaikan kuliah umum di Semarang.
Mas Hamim dan Mas Heru
 Presentasi berikutnya adalah prsentasi SLiMS Desktop dan SMS Gateway keduanya berurutan disampaikan oleh Muh Hamim dari STAIN Kediri dan HEru Subekti dari Trenggalek.
SLiMS Desktop merupakan aplikasi yang mengolah databse SLiMS untuk proses sirkulasi yang dapat dilakukan mandiri oleh pemustaka dan pencetakan kartu anggota. Tepuk tangan meriah menandai presentasi ini. Berikutnya yang juga mendapat tepuk tangan meriah adalah presentasi dari Heru Subekti. Dengan gaya presentasinya yang khas namun jelas mas Heru menunjukkan cara kerja inovasi yang dibuatnya. Saat SMS gateway berjalan mulus, tepuk tanganpun pecah di ruangan commeet2014 ini.

Friday, 14 November 2014

, , ,

CrossMark®, apa fungsinya?

Ketika membuka sebuah dokumen digital, pernahkah anda menemukan logo seperti di samping?
Ya, crossmark, masih saudaraan dengan CrossRef :).
Ketika saya lihat di webnya (http://www.crossref.org/crossmark/). CrossMark (CM) berguna untuk melihat riwayat sebuah dokumen. Dokumen (artikel jurnal misalnya) memiliki kemungkinan revisi karena salah ketik, koreksi dan lainnya.
Nah, pembaca artikel perlu mendapatkan kepastian bahwa apa yang dia peroleh saat itu adalah yang paling baru. Nah, crossmark ini membantu dalam melacak kebaruan sebuah dokumen. Caranya bagaimana? cukup klik saja logo crossmark pada dokumen digital yang dibuka baik dalam bentuk html atau .pdf. Maka akan muncul salah satu dari dua kemungkinan seperti dibawah ini:
Menandakan artikel ditarik oleh penerbit, dengan berbagai alasan

Menandakan ada update dari artikel, misalnya penambahan pengarang atau perbaikan tulisan

Menandakan artikel/dokumen update


Bagi para pustakawan, CM dapat membantu dalam memberikan informasi yang paling baru kepada pemustaka.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang CM, silakan lihat video di bawah ini.


Beberapa contoh artikel yang berisi CrossMark:
                                                               i.      http://psychoceramics.labs.crossref.org/10.5555-12345678.html (ugm.id/46)
                                                             ii.      http://psychoceramics.labs.crossref.org/10.5555-12345679.html (ugm.id/47)
                                                            iii.      http://scripts.iucr.org/cgi-bin/paper?S0907444906030915 (ugm.id/48)

Thursday, 13 November 2014

Mendeley Pros vs Zotero Pros

Dari diskusi di Grup Mendeley Advisor, saya mendapatkan kiriman komentar dari Wajdi Karim seperti pada gambar di bawah ini:
Mendeley Pros vs Zotero Pros
Zotero dan Mendeley merupakan dua aplikasi manajemen data riset yang cukup populer. Pertanyaannya adalah: mana yang harus digunakan?
Melihat postingan di atas ternyata keduanya memiliki kelebihan masing-masing selain fitur utama.
Dibanding Zotero, Mendeley bagus dalam pengelolaan dokumen .pdf, interface yang menarik, memiliki ruang simpan bebas biaya 2 GB, banyak resources yang bisa diakses, memudahkan berbagi dokumen serta ada fitur dan adanya fitur penyingkatan nama jurnal. 
Sementara Zotero memiliki kelebihan dibanding Mendeley pada: pengelolaan laman web, pemotretan laman web dan lebih baik dalam pengelolaan file non .pdf. Selain itu juga mampu mengambil metadata dari buku melalui ISBN.

Lalu pilih mana?
Gunakan keduanya, dan jalankan fitur Zotero integration pada Mendeley. Gunakan Mendeley untuk pengelolaan sitasi dan daftar pustaka. Selesai.

Wednesday, 12 November 2014