Friday, 25 July 2014

Friday, 18 July 2014

,

Artikel terindex SCOPUS pada beberapa universitas

Berikut pengamatan sekilas saya tentang jumlah artikel yang diindex SCOPUS pada beberapa universitas di Indonesia. Pemilihan universitas muncul begitu saja ketika akan mengetikkan kata kunci, jadi tidak ada latar belakangnya, kecuali UGM dan FT UGM. Institusi tersebut merupakan tempat saya bekerja.

Note: hasil yang muncul berdasar kata kunci yang tertera. Ada kemungkinan kata kunci belum mewakili semua karya yang ada pada institusi yang dimaksudkan. Karena penamaan, atau si penulis menggunakan afiliasi orgasisasi berbeda. Jika menemukan kelemahan lain dalam pencarian yang saya lakukan, silakan disempurnakan.
Pencarian dilakukan pada Document Search, tidak pada tab Affiliation Search. Hal ini saya lakukan karena (misalnya) ketika mencari affiliation search Gadjah Mada, saya temukan "Gadjah Mada University" dengan ID 60069380. Namun, pencarian dengan kata kunci "Universitas Gadjah Mada" mode AffSearch pada tab Document Search tetap memunculkan hasil. Sehingga saya putuskan pencarian dengan Document Search, mode AffilOrg dengan beberapa nama variasi yang dihubungkan dengan OR agar  hasil bisa disatukan.

Silakan cermati hasil di bawah ini.

pencarian dengan kata kunci "engineering, gadjah mada" dan "engineering, universitas gadjah mada"
Pencarian ditujukan untuk dosen FT UGM ditemukan 296 artikel diindex SCOPUS. Dosen terbanyak artikel di SCOPUS: Rochmadi, klik untuk melihat profilnya. Sementara urutan kedua Mahardika, M (Muslim Mahardika), klik profilnya.

pencarian dengan "bandung institute of technologi" dan "institute teknologi bandung"
Pencarian dimaksudkan untuk dosen ITB terdapat 3.092 artikel terindex SCOPUS.

pencarian dengan "gadjah mada"
Untuk UGM, ditemukan 2264 artikel. Dosen terbanyak artikelnya di SCOPUS: Rohman, A (Abdul Rohman), klik profilnya. Beliau juga pernah dinobatkan menjadi peneliti muda terbaik se-asia pasifik, klik.  Sementara urutan kedua adalah Rochmadi, dosen FT UGM yang menempati rangking satu untuk tingkat FT UGM. Ada yang aneh pada angka pak Rochmadi, di FT angka menunjukkan 20, sementara dengan kata kunci Gadjah Mada terdapat 25. Ada kemungkinan terdapat tulisan pak Rochmadi yang menggunakan afiliasi Gadjah Mada tanpa kata Engineering (fakultas).
pencarian dengan "universitas indonesia" dan "indonesia university"
Dengan kata kunci mengacu pada UI, ditemukan 922 artikel terindex SCOPUS.

"universitas diponegorodan "diponegoro university"
Kata kunci yang mengacu ke UNDIP menghasilkan 605 artikel terindex SCOPUS.

Maaf, narasinya kurang lengkap. Silakan melihat gambar sambil menerjemahkannya. Berikutnya saya akan coba pada mesin pengindex ISI WoS dan MAS.


,

Membuat video tutorial untuk Perpustakaan FT UGM

tampilan powtoon
Selama ramadhan tahun 2014 ini, saya mencoba beberapa kegiatan baru. Salah satunya adalah membuat video tutorial.

Sederhana saja, saya gunakan aplikasi perekam layar+rekaman audio. Maka jadilah beberapa rekaman tutorial terkait perpustakaan FT UGM.

Selain itu, saya juga menggunakan Powtoon sebagai aplikasi cloud yang membantu membuat animasi. Hasilnya juga lumayan untuk level pemula seperti saya.

Tutorial tersebut bisa dilihat di http://lib.ft.ugm.ac.id/tutorial/

Tuesday, 15 July 2014

,

Mengaktifkan permalink post di Wordpress

Web lib.ft.ugm.ac.id menggunakan server Ubuntu lama. Ketika saya mengubah permalink webnya dari default ke model month-nameposting gagal.

Ternyata tak ada file .htaccess pada root drivenya.
maka yang saya lakukan hanyalah:

cd /public_html/
sudo nano .htaccess 

Biarkan saja .htaccessnya kosong

Selanjutnya, buka web dan ubah permalinknya.

Selesai

Thursday, 10 July 2014

,

Mendaftarkan jurnal ke SCOPUS, DOI, DOAJ

Cara mendaftarkan jurnal untuk mendapatkan DOI dan masuk ke DOAJ ini saya dapatkan dari diskusi di milis indonesiajurnal. Jawaban ini diberikan oleh Assoc. Prof. Dr. I. Istadi dari UNDIP.

SCOPUS
  • http://suggestor.step.scopus.com/suggestTitle/step1.cfm 
  • DOI
    Untuk mendapatkan DOI, silakan kunjungi website CrossRef: http://www.crossref.org/06members/index.html Silakan memproses Membership registration dulu (Membership Application). Setelah disetujui, maka kita akan diminta membayar sejumlah uang pertahun, meliputi:

    • Annual Membership Fee : US$275.00
    • Deposit Fees: US$1.00 per artikel

    Tagihan Annual Membership Fee akan ditagihkan per tahun sktr bulan Januari, sedangkan tagihan Deposit Fee akan ditagih tiap 3-4 bulan sekali.

    Kewajiban kita sebagai member adalah kita harus mensubmitkan DOI number dari semua References yang ada di semua artikel yang dipublikasi oleh jurnal kita dalam format program XML.

    Yang kedua, unt mendaftarkan DOI dari artikel kita, maka list metadata dari artikel kita harus dinyatakan dalam format program XML.

    Nah software atau sistem yang sudah mensupport export metadata artikel-artikel jurnal (per issue) adalah Open Journal System (OJS) tinggal dua kali klik sudah dihasilkan file XML nya metadata, kemudian file ini yang kita submitkan ke CrossRef unt mendaftarkan DOI artikel2 kita. Di OJS kita tinggal setting prefix jurnal kita di Journal Manager, otomatis semua artikel sudah assigned to DOI number.

    Sebagai contoh dapat dilihat di jurnal kami: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/bcrec/issue/archive/ dengan prefix unt BCREC adalah 10.9767
  • Info tambahan: 

DOAJ

  • https://doaj.org/application/new 
  • Silakan kunjungi website DOAJ (http://doaj.org) kemudian klik di menu kiri "Suggest a journal" selanjutnya isi saja borangnya dan "submit"

    Selanjutnya DOAJ akan mengunjungi web jurnal bapak, jika masih ada yg tidak berkenan bagi DOAJ maka dia akan suggest atau comment. Jika DOAJ berkenan maka selanjutnya Bapak akan diminta mengisi borang DOAJ yg lebih lengkap unt di review.

    Demikian semoga bermanfaat.

    Thanks
    Assoc. Prof. Dr. I. Istadi
    Editor-in-Chief of Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis
    Website: http://tekim.undip.ac.id/staf/istadi/
    Email: i.istadi@yahoo.com  

Sebagai tambahan, berikut tautan untuk mendaftarkan jurnal agar terindex SCOPUS, ikuti http://suggestor.step.scopus.com/suggestTitle/step1.cfm



    Thursday, 19 June 2014

    Menghidupkan @perpusftugm

    Ini adalah tulisan singkat, khusus terkait beberapa upaya menghidupkan perpusatkaan FT UGM. Tulisan terkait sebelumnya berhubungan dengan pengalaman perperiode ketika saya ditempatkan di Perpustakaan FT UGM. Semoga dapat diambil manfaatnya, dan tentunya saya membuka ruang dialog jika ada kritik ataupun saran yang dapat membantu kami dalam pengelolaan perpustakaan FT UGM.
    ---------------*---------------
    Dari 100% koleksi perpustakaan FT UGM, saat ini hanya tersisa 20% yang disajikan. Delapan puluh persen dihibahkan ke perpustakaan jurusan, ke perpustakaan pusat dan disimpan di tempat penyimpanan sementara.

    Hal ini berlaku sejak tahun 2012. Hasilnya kegiatan sirkulasi menjadi berkurang drastis. Kekhawatiran yang muncul di depan mata adalah perpustakaan akan ditinggalkan oleh penggunanya. 
    Sebelum masuk  di perpustakaan ini, saya mendengar perpustakaan akan diubah menjadi E-Library. Bahkan saya pernah mendengar mahasiswa menyebut perpustakaan FT UGM sebagai e-lib, sesuai dengan yang terpampang di gedung perpustakaan. "Mau ke E-Lib pak", begitu jawab mahasiswa atas pertanyaan saya.
    -----*-----
    Karena saya minim informasi tentang E-Lib, maka lupakanlah e-lib itu. Mulai dari awal, lihat dan cari yang bisa dilakukan.

    Dengan segala keterbatasan kami berfikir apa yang harus kami lakukan agar perpustakaan FT UGM tidak mati. Koleksi buku di ruang baca jurusan sudah kuat, koleksi tugas akhir semua ada di ruang baca jurusan. Satu-satunya yang kami miliki di Perpustakaan FT UGM adalah ruang/gedung dan semangat.
    ----*-----
    Kunci yang harus dilakukan di perpustakaan FT UGM adalah membuat sesuatu (koleksi atau kegiatan) yang tidak ada di perpustakaan jurusan. Jika di jurusan telah memiliki koleksi kuat tentang subyek ilmu sesuai jurusannya masing-masing, maka perpustakaan fakultas tidak perlu mengejarnya. Sia-sia... Cukup mengelelola informasi di masing-masing jurusan dalam level fakultas. Perpustakaan fakultas menjadi jembatan informasi antar jurusan. Demikian, dengan tetap mencari kreatifitas lain.
    --------*---------
    Katalog induk perpustakaan FT UGM yang menyatukan berbagai koleksi di jurusan dan pascasarjana FT UGM adalah projek awal. Alhamdulillah berhasil, meskipun tidak semuanya realtime. Alamat katalog induk ini adalah kit.ft.ugm.ac.id, yang menyatukan koleksi 10 perpustakaan di lingkungan FT UGM. Dari 10, hanya 3 perpustakaan yang bisa real time update koleksi di katalog induk.



    Projek kedua adalah memoles ulang website perpustakaan FT UGM. Web ini pada awalnya tidak hidup, tanpa update informasi dan tidak ada berbagai tautan yang mencirikan bahwa web tersebut adalah web perpustakaan.



    Twitter menjadi target berikutnya. Mahasiswa dan organisasi mahasiswa ternyata banyak yang menggunakan twitter sebagai sarana berinteraksi. Ini kami lihat dari poster publikasi kegiatan mereka yang mencantumkan akun twitter. 
    Akun @perpusftugm kami buat sebagai akun twitter perpustakaan FT UGM. Dengan twitter ini, 8 organisasi mahasiswa di tiap jurusan dapat kami jangkau, termasuk twit UGM dan berbagai organisasi yang ada di UGM dan Jogjakarta. Twitter perpusakaan lain di dalam dan luar negeri juga kami sapa.
    --------*---------

    Buku non-teknik adalah sasaran berikutnya. Pengadaan buku pertama kali saya adalah 90%:10% untuk buku non teknik dan teknik. Novel, biografi, sejarah, cerpen, motivasi, inspirasi adalah beberapa jenis buku yang kami beli.  Menurut bagian sirkulasi, buku-buku inilah yang akhirnya banyak dipinjam oleh mahasiswa. Sebenarnya perpustakaan memiliki banyak koleksi referensi bidang teknik. Namun sepertinya jarang disentuh mahasiswa. Sebabnya apa? sampai saya menulis ini saya belum melakukan investigasi. :)

    Kegiatan berikutnya adalah projek kolaborasi dengan mahasiswa. Muncul Engineering English Club bersama mahasiswa FT UGM lintas jurusan, mengadakan kegiatan dengan organisasi mahasiswa, mengundang dosen/penulis untuk bedah buku, kegiatan bersama mahasiswa pascasarjana,  sebagai tempat kuliah umum dan lainnya.

    Workshop berkala dengan materi tentang Zotero, Mendeley, Prezi, LyX, Mindmapping menjadi kegiatan berikutnya. Kegiatan ini bersifat bebas biaya, terbuka untuk semua civitas akademika UGM apapun jenjang pendidikan dan dari manapun fakultasnya. Bahkan kami berusaha mencantumkan biaya konsumsi peserta di RKAT Perpustakaan.

    Kegiatan ilmiah di perguruan tinggi sering dilakukan, namun dokumentasinya kadang terlupakan. Berkaitan dengan hal ini, kami berusaha memulai melakukan perekaman kegiatan ilmiah. Tercatat kegiatan kuliah, kegiatan seminar, dan pelatihan pernah kami rekam. Namun terkendala SDM untuk mengolah video ini menjadi layak tonton.

    Sembari bekerja, kami berusaha melebarkan sayap sekaligus menambal berbagai kekurangan yang ada di perpustakaan. Meningkatkan kompetensi, mencari ide baru, mempelajari teknologi baru, mulai  melakukan pembinaan koleksi, penataan ruang berkelanjutan, dan berjejaring kami lakukan. Komunikasi dengan alumni kami lakukan, dengan harapan mereka akan berkenan membantu kerja-kerja penyediaan informasi. Berhasil, ada beberapa alumni yang menawarkan diri untuk membantu.
    --------------*--------------
    Bagaimana keadaan perpustakaan FT UGM saat ini? masih banyak hal yang belum kami kerjakan.

    Perpustakaan FT UGM
    bulan keenam, hari ke sembilanbelas
    tahun duaribu empatbelas
    ,

    Cetak kartu anggota di SLiMS tidak muncul backgroundnya?

    Bagi yang ketika mencetak kartu anggota di SLiMS, warga/gambar latar tidak muncul, maka silakan periksa seting perambah yang anda gunakan.

    Silakan lihat gambar di bawah ini, dan contreng "Print Background Colour" dan  "Print Background Images"

    Keterangan Header dan Footer memungkinkan anda untuk menghilangkan beberapa pilihan keterangan cetak dokumen. Misal judul, url, tanggal dan lainnya.

    Friday, 13 June 2014

    ,

    Library English Club @perpusteknikgeologiugm

    Kami lupa, tahun berapa ide ini muncul. Bersama pak Ngudi Raharjo, waktu itu ketika kami bersama-sama mengelola perpustakaan Teknik Geologi UGM.

    Idenya sederhana, dua hari dalam seminggu mahasiswa yang masuk perpustakaan, bertanya kepada pustakawan, antar mahasiswa dan lainnya diusahakan dilakukan dengan bahasa Inggris. Bukan kewajiban, tapi himbauan untuk melatih berbicara menggunakan bahasa Inggris.

    Mahasiswa pasca Teknik Geologi yang berasal dari berbagai negara, turut menjadi latar belakang kegiatan ini.  Sebagai karyawan, kami juga pernah fasilitasi kursus bahasa Inggris (satu kantor). Kami berfikir sayang sekali jika setelah kursus hilang begitu saja tanpa praktik. Dengan ide ini, selain kami melayani juga bisa sambil belajar.

    himbauan yang terpasang di papan pengumuman
    Kegiatan ini dilakukan sebelum 2012, namun tanggal dan bulannya saya lupa. Sekarang 2014, maka saya kira telah 3 tahun lebih hal ini dilakukan. Pada awalnya hanya kesepakatan di internal perpusakaan, namun akhirnya mahasiswa, khususnya "English Club" yang dimiliki Himpunan Mahasiswa merespon kegiatan ini. Perpustakaan yang relatif kecil (70m2) membuat kegiatan lebih terasa berbobot,  Koleksi yang lengkap, serta 99% buku yang ada adalah berbahasa Inggris turut melengkapi kegiatan ini.

    Saat ini, kegiatan ini masih berjalan, berlaku pada hari Senin dan Kamis. Yudistira, pustakawan yang sejak 1 Mei 2012 mengelola perpustaskaan Teknik Geologi UGM pun tetap melaksanakan kegiatan ini. Bahkan setelah beliau sendirian di perpustakaan. Tentunya dengan berbagai perbaikan yang diperlukan. Maju terus bro..!!!

    Dengan mahasiswa yang terasa akrab, tidak membuat canggung ketika kami salah mengucap. Justru mahasiswa juga akan berusaha mengoreksi, atau kami justru bertanya langsung tentang grammar, tenses atau hal lainnya.

    Sunday, 8 June 2014

    ,

    Pengalaman kedua: Delapan tahun di Perpustakaan Teknik Geologi UGM

    belajar bersama di perpus TGL UGM
    Setelah magang di Perpustakaan Fisipol UGM, saya diterima bekerja di Perpustakaan FT UGM dan ditempatkan di Perpustakaan Jurusan Teknik Geologi UGM mulai 1 Juli 2004.

    Ada dua rekan kuliah seangkatan saya, Dwi Riswanto dan Bagus yang juga diterima. Bagus ditempatkan di Teknik Sipil sementara Dwi di Arsitektur.
    Kami bertiga mengambil surat penggilan sambil menyempatkan melihat perpustakaan yang akan kami tempati. Kami menyambangi perpustakaan-perpustakaan tersebut, tentunya dengan wajah sumringah dan langkah yang mantap..
    Setelah semua dilihat (3 perpustakaan), saya  iri. Perpustakaan Arsitektur dan Sipil lebih bagus dari pada perpustakaan Teknik Geologi. Dari sisi
    surat cinta dari pak Dekan  FT UGM
    luas perpustakaan, fasilitas, dan sepertinya juga kenyamanan, perpustakaan Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil lebih bagus.
    Tapi takdir tak boleh ditolak. Saya harus mulai bekerja di tempat ini.

    -------*---------
    Seiring waktu, berbagai pengalaman saya dapatkan di perpustakaan mungil seluas 70m2 ini. Ternyata dengan kekurangan yang saya lihat pada pertama kali itu, saya betah 8 tahun di Jurusan Teknik Geologi. Jika tidak diminta pindah, sepertinya saya akan lebih lama lagi di jurusan ini.

    ------*-----

    Di Perpustakaan Teknik Geologi saya berpartner dengan Pak Ngudi Raharjo. Orangnya unik namun terbuka dan mendukung kemajuan. Berbagai percobaan saya di perpustakaan didukungnya. Sebuah komputer rusak karena sering saya otak-atik dalam berbagai percobaan. :)

    Ada beberapa hal yang membuat saya sempat grogi ketika bekerja di Perpustakaan Teknik Geologi. Beberapa diantaranya: ketika pertama kali sendirian jaga perpustakaan karena ada teman yang ijin tidak masuk, dan  ketika diprotes mahasiswa karena dianggap tidak adil dalam melayani.
    Tapi, lepas dari semua itu... bekerja di perpustakaan ini menyenangkan.

    Pada masa awal bekerja, saya ingin tahu lebih tentang jurusan tempat saya bekerja. Saya coba googling, bahkan semangat mencari tahu itu sampai menggiring saya mencari mailing-list dosen di jurusan ini. Saya menemukannya. Dari sanalah saya mendapatkan banyak informasi tentang dosen-dosen muda yang sedang menyelesaikan program doktor di luar negeri. Sayapun mencoba menyapa dosen-dosen ini...


    Rasa bosan pernah saya rasakan serta keinginan mencari pekerjaan yang lebih mapan, sebagai PNS misalnya pernah saya rasakan. Puncaknya adalah ketika memutuskan mendaftar sebagai PNS di Magelang Jawa Tengah, namun gagal karena sepatu, foto dan akta kelahiran.

    Begini cerita singkatnya:
    Hari itu, saya ijin kerja ke pak Ngudi. Saya berangkat ke Magelang naik sepeda motor diantar seorang kawan. Menjelang sampai di lokasi, saya baru sadar ternyata tidak membawa foto. Foto kilat menjadi jalan keluarnya dan kemudian langsung menuju ke tempat pendaftaran. Sampai di tempat pendaftaran, terdapat tulisan yang mewajibkan pendaftar memakai sepatu, sedangkan saya hanya memakai sandal. Solusipun muncul di depan mata. Ada penjual soal ujian yang menyewakan sepatu.  Namun, ketika melihat di papan pengumuman, pendaftar diwajibkan membawa akta kelahiran asli. Akta saya ada di kampung Nglipar Gunungkidul. Tak mungkin saya ambil dan kembali lagi ke lokasi pendaftaran, saya menyerah. Akhirnya saya pulang..... dan hanya saat itulah saya mendaftar PNS di luar UGM. Di perjalanan pulang, saya ingat kata almarhum ibu saya "wis orasah ndaftar liyane, neng UGM wae. Cedak". (sudah tidak usah mendaftar di tempat lain, di UGM saja, lebih dekat)

    ---*-----
    Sejak saat itu,  saya putuskan  saya di sini, di UGM saja.

    Pada saat bekerja di perpustakaan ini pula saya mendapat kesempatan ikut bertugas di stasiun lapangan Geologi Bayat Klaten. Melihat apa yang dilakukan mahasiswa Geologi lebih dekat, serta merasakan ke lapangan mencari batu :). Bahkah atas kebaikan seorang staf dosen, saya pertama kali merasakan naik pesawat terbang juga ketika bekerja di sini.

    Kesempatan pertama mendapatkan projek membuat web juga saya alami di sini. Web Intenasional Fieldwise Seminar (fws.ugm.ac.id -  sudah tak aktif) saya kerjakan bersama Rachmad Resmiyanto (sekarang dosen UAD). Selain itu, juga diminta mengelola web jurusan, membangun web perpustakaan serta membuatkan web seorang staf.

    Keberuntungan berikutnya adalah, ketika ada 2 slot pegawai honorer SK Rektor UGM di jurusan ini kosong. Ketika itu ada 1 staf yang meninggal dan 1 mengundurkan diri. Dari dua slot itu, satu slot diberikan kepada saya untuk menggantikan. Sehingga ketika rekan pustakawan seangkatan saya di FT UGM masih SK Dekan, saya mendapatkan SK Rektor. Allah memberikan kemudahan kepada saya..

    Sangat beruntung pula, karena manajemen jurusan terbuka pada perubahan dan mendorong staf untuk maju. Akhirnya sayapun memutuskan untuk melanjutkan S-1. Ketika kuliah S1 ini saya berfikir jika dulu saya diterima di Magelang, maka alangkah beratnya perjalanan Magelang-Jogja untuk kuliah setelah bekerja. Allah memberikan kemudahan kepada saya..

    Setelah lulus S-1, keberuntungan berikutnya saya dapatkan. Edaran kesempatan mendapatkan beasiswa studi lanjut dari UGM berpihak pada staf honorer. UGM membuka kesempatan bukan hanya untuk PNS, namun honorer dengan masa kerja minimal 5 tahun pun diperbolehkan ikut memperebutkan beasiswa. Akhirnya saya mendaftar. Pada proses ini banyak pihak di Jurusan Teknik Geologi UGM yang berbaik hati pada saya dan membantu proses administrasi.
    Beasiswa S2 ini saya anggap sebagai anugrah besar yang jika ukur dengan uang, saya rasa lebih besar daripada selisih gaji dan selisih kenyamanan sebagaimana yang pertama kali saya duga daripada rekan yang ditempatkan di perpusakaan jurusan lain di FT UGM. Allah memberikan kemudahan kepada saya...

    ---------*---------
    Mahasiswa di Jurusan ini, terutama mahasiswa pascasarjananya berasal dari berbagai negara ASEAN. Maka kemampuan bahasa inggris untuk melayani mereka menjadi wajib. Kami akhirnya bersepakat, bahwa selain untuk melayani mahasiswa asing ini, kita juga bisa memanfaatkan keberadaan mereka untuk belajar bahasa inggris. Maka kami memberlakukan "english day" di perpustakaan. Mahasiswa dihimbau berbicara dengan bahasa inggris ketika berinteraksi di perpustakaan.... Meski hasil TOEFL saya tak begitu tinggi, namun tingkat percaya diri kami (pengelola perpusakaan) naik. ...

    Ikut mendapat jatah jaga gedung juga pernah saya alami di jurusan ini. Ketika itu untuk jaga gedung pada hari libur (malam dan siang) dibebankan pada staf. Di tempat lain mungkin ini berat, tapi saya lakukan dengan tanpa beban. Ketika mendapat tugas ini justru dapat digunakan untuk bisa saling lebih mengenal antar staf. Ikatan emosional dengan kawan lainpun akhirnya saya rasakan bisa lebih baik lagi. 
    ----*----
    Masa-masa  bekerja di perpustakaan ini, adalah masa saya kehilangan 3 anggota keluarga, yaitu: adik, ibu dan nenek saya.
    Setelah ibu saya meninggal, ada peristiwa yang berkesan untuk saya. Setelah saya masuk kerja, sore itu saya hendak pulang. Di parkiran motor, hp saya berdering. Ternyata ibu Ketua Jurusan menelepon saya. "Bisa bertemu sebentar mas?", demikian beliau berkata.
    Akhirnya kami bertemu di ruang tunggu dosen. Ternyata beliau hendak menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya ibu saya. Sederhana, namun dengan cara itu saya disadarkan untuk bangun dari kesedihan. Kehangatan hubungan dengan karyawan dan dosen juga saya alami di jurusan ini.

    Saya pernah kecewa dengan staf lain, pernah pula kecewa pada dosen bahkan pada pengurus jurusan ini. Atau juga kecewa kepada mahasiswa.

    Kekecewaan kecil yang saya rasakan ketika awal masuk bekerja, lambat laun hilang. Kekecewaan yang saya rasakan tidaklah lebih besar dari anugerah atau kenikmatan yang diberikan Allah kepada saya. Bahkan, kekecewaan itu hanya bagian kecil saja dari berbagai kenikmatan yang ada.

    Dengan kata lain saya ingin mengatakan, "saya bersyukur, tak apa saya ditempatkan di perpustakaan yang pada awalnya saya anggap tidak sebagus perpustakaan jurusan lain, namun apa yang saya dapatkan di sini adalah sesuatu yang luar biasa. justru saya mendapatkan banyak wahana dan kesempatan untuk pengembangan diri dan pengembangan perpustakaan".
    ----*----
    Perpustakaan Teknik Geologi UGM menjadi tempat berproses kedua saya dalam hal kepustakawanan dan kepribadian. Mulai dari pematangan mental, ujian moral, emosi, serta keterampilan berkaitan dengan perpustakaan baik soft maupun hardskill.

    Sebenarnya masih banyak cita-cita saya terkait perpustakaan Teknik Geologi, namun takdir berkehendak lain. Tepat pada hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 saya diminta pindah ke Perpustakaan FT UGM.

    Untuk rekan pustakawan yang merasa ditempatkan di perpustakaan yang kurang bagus, jangan sesali. Namun justru tempat itu akan menjadi wahana luas berproses, menempa serta menguji kemampuan.

    Bumi sambisari,
    hari ke delapan, bulan ke enam tahun duaribu empatbelas
    delapan tigapulih menit pagi


    Email dari Afrika Selatan

    Tidak disangka, ada email masuk spam yang ternyata dari email .za. Saya cari .za merupakan kode negara Afrika Selatan.
    Ternyata email itu merupakan balasan dari seorang kontributor web systemlibrarian.co.za
    Di bawah ini tampilan tangkapan layar dari email tersebut.