Sunday, 8 June 2014

,

Pengalaman kedua: Delapan tahun di Perpustakaan Teknik Geologi UGM

belajar bersama di perpus TGL UGM
Setelah magang di Perpustakaan Fisipol UGM, saya diterima bekerja di Perpustakaan FT UGM dan ditempatkan di Perpustakaan Jurusan Teknik Geologi UGM mulai 1 Juli 2004.

Ada dua rekan kuliah seangkatan saya, Dwi Riswanto dan Bagus yang juga diterima. Bagus ditempatkan di Teknik Sipil sementara Dwi di Arsitektur.
Kami bertiga mengambil surat penggilan sambil menyempatkan melihat perpustakaan yang akan kami tempati. Kami menyambangi perpustakaan-perpustakaan tersebut, tentunya dengan wajah sumringah dan langkah yang mantap..
Setelah semua dilihat (3 perpustakaan), saya  iri. Perpustakaan Arsitektur dan Sipil lebih bagus dari pada perpustakaan Teknik Geologi. Dari sisi
surat cinta dari pak Dekan  FT UGM
luas perpustakaan, fasilitas, dan sepertinya juga kenyamanan, perpustakaan Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil lebih bagus.
Tapi takdir tak boleh ditolak. Saya harus mulai bekerja di tempat ini.

-------*---------
Seiring waktu, berbagai pengalaman saya dapatkan di perpustakaan mungil seluas 70m2 ini. Ternyata dengan kekurangan yang saya lihat pada pertama kali itu, saya betah 8 tahun di Jurusan Teknik Geologi. Jika tidak diminta pindah, sepertinya saya akan lebih lama lagi di jurusan ini.

------*-----

Di Perpustakaan Teknik Geologi saya berpartner dengan Pak Ngudi Raharjo. Orangnya unik namun terbuka dan mendukung kemajuan. Berbagai percobaan saya di perpustakaan didukungnya. Sebuah komputer rusak karena sering saya otak-atik dalam berbagai percobaan. :)

Ada beberapa hal yang membuat saya sempat grogi ketika bekerja di Perpustakaan Teknik Geologi. Beberapa diantaranya: ketika pertama kali sendirian jaga perpustakaan karena ada teman yang ijin tidak masuk, dan  ketika diprotes mahasiswa karena dianggap tidak adil dalam melayani.
Tapi, lepas dari semua itu... bekerja di perpustakaan ini menyenangkan.

Pada masa awal bekerja, saya ingin tahu lebih tentang jurusan tempat saya bekerja. Saya coba googling, bahkan semangat mencari tahu itu sampai menggiring saya mencari mailing-list dosen di jurusan ini. Saya menemukannya. Dari sanalah saya mendapatkan banyak informasi tentang dosen-dosen muda yang sedang menyelesaikan program doktor di luar negeri. Sayapun mencoba menyapa dosen-dosen ini...


Rasa bosan pernah saya rasakan serta keinginan mencari pekerjaan yang lebih mapan, sebagai PNS misalnya pernah saya rasakan. Puncaknya adalah ketika memutuskan mendaftar sebagai PNS di Magelang Jawa Tengah, namun gagal karena sepatu, foto dan akta kelahiran.

Begini cerita singkatnya:
Hari itu, saya ijin kerja ke pak Ngudi. Saya berangkat ke Magelang naik sepeda motor diantar seorang kawan. Menjelang sampai di lokasi, saya baru sadar ternyata tidak membawa foto. Foto kilat menjadi jalan keluarnya dan kemudian langsung menuju ke tempat pendaftaran. Sampai di tempat pendaftaran, terdapat tulisan yang mewajibkan pendaftar memakai sepatu, sedangkan saya hanya memakai sandal. Solusipun muncul di depan mata. Ada penjual soal ujian yang menyewakan sepatu.  Namun, ketika melihat di papan pengumuman, pendaftar diwajibkan membawa akta kelahiran asli. Akta saya ada di kampung Nglipar Gunungkidul. Tak mungkin saya ambil dan kembali lagi ke lokasi pendaftaran, saya menyerah. Akhirnya saya pulang..... dan hanya saat itulah saya mendaftar PNS di luar UGM. Di perjalanan pulang, saya ingat kata almarhum ibu saya "wis orasah ndaftar liyane, neng UGM wae. Cedak". (sudah tidak usah mendaftar di tempat lain, di UGM saja, lebih dekat)

---*-----
Sejak saat itu,  saya putuskan  saya di sini, di UGM saja.

Pada saat bekerja di perpustakaan ini pula saya mendapat kesempatan ikut bertugas di stasiun lapangan Geologi Bayat Klaten. Melihat apa yang dilakukan mahasiswa Geologi lebih dekat, serta merasakan ke lapangan mencari batu :). Bahkah atas kebaikan seorang staf dosen, saya pertama kali merasakan naik pesawat terbang juga ketika bekerja di sini.

Kesempatan pertama mendapatkan projek membuat web juga saya alami di sini. Web Intenasional Fieldwise Seminar (fws.ugm.ac.id -  sudah tak aktif) saya kerjakan bersama Rachmad Resmiyanto (sekarang dosen UAD). Selain itu, juga diminta mengelola web jurusan, membangun web perpustakaan serta membuatkan web seorang staf.

Keberuntungan berikutnya adalah, ketika ada 2 slot pegawai honorer SK Rektor UGM di jurusan ini kosong. Ketika itu ada 1 staf yang meninggal dan 1 mengundurkan diri. Dari dua slot itu, satu slot diberikan kepada saya untuk menggantikan. Sehingga ketika rekan pustakawan seangkatan saya di FT UGM masih SK Dekan, saya mendapatkan SK Rektor. Allah memberikan kemudahan kepada saya..

Sangat beruntung pula, karena manajemen jurusan terbuka pada perubahan dan mendorong staf untuk maju. Akhirnya sayapun memutuskan untuk melanjutkan S-1. Ketika kuliah S1 ini saya berfikir jika dulu saya diterima di Magelang, maka alangkah beratnya perjalanan Magelang-Jogja untuk kuliah setelah bekerja. Allah memberikan kemudahan kepada saya..

Setelah lulus S-1, keberuntungan berikutnya saya dapatkan. Edaran kesempatan mendapatkan beasiswa studi lanjut dari UGM berpihak pada staf honorer. UGM membuka kesempatan bukan hanya untuk PNS, namun honorer dengan masa kerja minimal 5 tahun pun diperbolehkan ikut memperebutkan beasiswa. Akhirnya saya mendaftar. Pada proses ini banyak pihak di Jurusan Teknik Geologi UGM yang berbaik hati pada saya dan membantu proses administrasi.
Beasiswa S2 ini saya anggap sebagai anugrah besar yang jika ukur dengan uang, saya rasa lebih besar daripada selisih gaji dan selisih kenyamanan sebagaimana yang pertama kali saya duga daripada rekan yang ditempatkan di perpusakaan jurusan lain di FT UGM. Allah memberikan kemudahan kepada saya...

---------*---------
Mahasiswa di Jurusan ini, terutama mahasiswa pascasarjananya berasal dari berbagai negara ASEAN. Maka kemampuan bahasa inggris untuk melayani mereka menjadi wajib. Kami akhirnya bersepakat, bahwa selain untuk melayani mahasiswa asing ini, kita juga bisa memanfaatkan keberadaan mereka untuk belajar bahasa inggris. Maka kami memberlakukan "english day" di perpustakaan. Mahasiswa dihimbau berbicara dengan bahasa inggris ketika berinteraksi di perpustakaan.... Meski hasil TOEFL saya tak begitu tinggi, namun tingkat percaya diri kami (pengelola perpusakaan) naik. ...

Ikut mendapat jatah jaga gedung juga pernah saya alami di jurusan ini. Ketika itu untuk jaga gedung pada hari libur (malam dan siang) dibebankan pada staf. Di tempat lain mungkin ini berat, tapi saya lakukan dengan tanpa beban. Ketika mendapat tugas ini justru dapat digunakan untuk bisa saling lebih mengenal antar staf. Ikatan emosional dengan kawan lainpun akhirnya saya rasakan bisa lebih baik lagi. 
----*----
Masa-masa  bekerja di perpustakaan ini, adalah masa saya kehilangan 3 anggota keluarga, yaitu: adik, ibu dan nenek saya.
Setelah ibu saya meninggal, ada peristiwa yang berkesan untuk saya. Setelah saya masuk kerja, sore itu saya hendak pulang. Di parkiran motor, hp saya berdering. Ternyata ibu Ketua Jurusan menelepon saya. "Bisa bertemu sebentar mas?", demikian beliau berkata.
Akhirnya kami bertemu di ruang tunggu dosen. Ternyata beliau hendak menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya ibu saya. Sederhana, namun dengan cara itu saya disadarkan untuk bangun dari kesedihan. Kehangatan hubungan dengan karyawan dan dosen juga saya alami di jurusan ini.

Saya pernah kecewa dengan staf lain, pernah pula kecewa pada dosen bahkan pada pengurus jurusan ini. Atau juga kecewa kepada mahasiswa.

Kekecewaan kecil yang saya rasakan ketika awal masuk bekerja, lambat laun hilang. Kekecewaan yang saya rasakan tidaklah lebih besar dari anugerah atau kenikmatan yang diberikan Allah kepada saya. Bahkan, kekecewaan itu hanya bagian kecil saja dari berbagai kenikmatan yang ada.

Dengan kata lain saya ingin mengatakan, "saya bersyukur, tak apa saya ditempatkan di perpustakaan yang pada awalnya saya anggap tidak sebagus perpustakaan jurusan lain, namun apa yang saya dapatkan di sini adalah sesuatu yang luar biasa. justru saya mendapatkan banyak wahana dan kesempatan untuk pengembangan diri dan pengembangan perpustakaan".
----*----
Perpustakaan Teknik Geologi UGM menjadi tempat berproses kedua saya dalam hal kepustakawanan dan kepribadian. Mulai dari pematangan mental, ujian moral, emosi, serta keterampilan berkaitan dengan perpustakaan baik soft maupun hardskill.

Sebenarnya masih banyak cita-cita saya terkait perpustakaan Teknik Geologi, namun takdir berkehendak lain. Tepat pada hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 saya diminta pindah ke Perpustakaan FT UGM.

Untuk rekan pustakawan yang merasa ditempatkan di perpustakaan yang kurang bagus, jangan sesali. Namun justru tempat itu akan menjadi wahana luas berproses, menempa serta menguji kemampuan.

Bumi sambisari,
hari ke delapan, bulan ke enam tahun duaribu empatbelas
delapan tigapulih menit pagi


Email dari Afrika Selatan

Tidak disangka, ada email masuk spam yang ternyata dari email .za. Saya cari .za merupakan kode negara Afrika Selatan.
Ternyata email itu merupakan balasan dari seorang kontributor web systemlibrarian.co.za
Di bawah ini tampilan tangkapan layar dari email tersebut.



Thursday, 5 June 2014

,

Instasll Lyx di Linuxmint 17 "Qiana"

Setelah lama menggunakan ubuntu (sejak 8.04), berbarengan dengan kemunculan Linuxmint 17, saya disarankan oleh mas Deddy Haryadi untuk menggunakan Qiana.

Ada beberapa aplikas wajib yang biasanya saya install di linux. 
  1. Poedit
  2. Lyx
  3. DIA
  4. LAMPP
  5. Vlc
  6. Gimp
  7. Inkscape
  8. Geany/sublimetext
  9. Git
  10. Wine
  11. Gnome player
Ketika menggunakan Mint, sepertinya sudah ada beberapa yang default terinstall. Masalah muncul ketika menginstall Lyx. Pada ubuntu sebelumnya menggunakan LyX 1.6, di Qiana LyX muncul dengan versi 2.0. Ada beberapa perbedaan, salah satunya adalah letak tool untuk generate .pdf, serta saya belum menemukan shourtcut generate pdf yang dahulu menggunakan Ctrl+R.

Hal yang aneh lainnya adalah fitur generate .pdf ini tidak ada secara default dan harus dilakukan instalasi tambahan terlebih dahulu. Class artikel juga tidak ditemukan sehingga muncul error ketika dijalankan.

Beberapa hal yang saya lakukan setelah LyX terinstall adalah:

sudo apt-get install texlive-latex-extra texlive-latex-recommended texlive-fonts-recommended texlive-latex-base texlive-base

sudo apt-get install texlive-lang-english

memindah /lyx ke tempat lain, agar ketika membuka lyx, lyx membuat yang baru lagi
sudo mv ~/.lyx/ /home/purwoko/Videos/

membuka LyX dengan perintah konsole:
lyx -userdir /tmp/lyxtmp


Referensi:
http://comments.gmane.org/gmane.editors.lyx.general/74430
http://forum.linuxmint.com/viewtopic.php?f=47&t=164502








  





Tuesday, 3 June 2014

,

Pengalaman pertama saya: Perpustakaan FISIPOL UGM

http://pusfisip.ugm.ac.id/misc/img/perpus.gif
Perpustakaan FISIPOL UGM, adalah guru pertama saya selepas lulus dari D3 Ilmu Perpustakaan UGM.

Awal April 2004 saya diterima magang kerja di Perpustakaan Fisipol UGM bersama  Dwi Riswanto.
Saya masih ingat, ujian untuk diterima magang adalah membuat rencana strategis perpustakaan Fisipol UGM.
Perpustakaan masih menempati gedung sekip yang poluler dengan sebutan BPA Sospol. Saya magang  sampai Juni 2004, persis 3 bulan. Pada awal magang, saya bersama Dwi Riswanto berkelakar, "berapa lama kita akan di sini?". Kami bersepakat maksimal 3 bulan.

Di perpustakaan inilah saya belajar ilmu perpustakaan yang sesungguhnya. Kenapa? karena saya disuguhi berbagai kerja kepustakawanan secara serius pertama kali ya di sini. Sebelumnya saya pernah diminta mengurusi perpustakaan lembaga mahasiswa, namun sepertinya saya tak begitu serius. Ketika kuliahpun saya asal saja, modal belajar dan pinjam catatan ketika akan ujian. Jangan tanya tentang klasifikasi, membuat katalog, analisis subyek dan lainnya. Bisanya hanya waktu ujian, sebelum dan sesudahnya sudah lupa.

Membuat buku induk, memindah metadata ke worksheet sekaligus menyusunnya, diberi tanggungjawab kerapihan rak buku, menjaga tas pengunjung, fotokopi pesanan mahasiswa, menjadi petugas bagian referensi, sampai bersama-sama ikut membersihkan perpustakaan pernah saya alami di Perpus Fisipol.
Melayani sirkulasi dengan model manual yang sempat membuat saya gugup. Ketika merasa ada kesalahan pencatatan, sampai di kos masih ingat dan khawatir jika benar salah dan bukunya tak kembali. Input data ke pangkalan data ISIS yang njlimet menjadi pengalaman berkesan untuk saya.

Honor magang waktu itu Rp150.000/bulan, jadi selama 3 bulan saya mendapat Rp450.000. Sebulan Rp150.000 tentunya jauh dari cukup untuk hidup di Jogja, jika dirata-rata sebulan 30 hari, maka sehari Rp5000. Ditambah beban kos setahun Rp800.000, maka saya tetap menerima uang saku dari orang tua ketika pulang kampung (hua hua...). Beruntung ketika musim ujian saya diberi jatah lembur.

Ada 3 orang baru di perpustakaan Fisipol waktu itu: Heri Abi, Arif Nurohman dan Endah Yuni. Ketiganya telah memegang SK (Surat Keputusan) kerja. Endah sebenarnya seangkatan dengan saya, sementara Heri dan Arif kakak angkatan saya. Endah bekerja di Perpus Fisipol sejak dia ikut program magang ketika mahasiswa. Waktu pendaftaran program magang itu, saya gagal karena telat datang wawancara. Saya kira  juga karena tak layak dan tidak meyakinkan. Saya tipe orang yang seadanya dalam berpakaian waktu kuliah, asal memenuhi syarat (baju/kaos berkerah). Penampilan saya mungkin tidak meyakinkan untuk diterima magang di perpustakaan UGM.

Saat ini, Heri Abi pindah ke Perpustakaan ISI sementara Arif dan Endah menjadi suami-istri dan bekerja di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.

Belajar CDS ISIS, dikenalkan dengan trend perpustakaan digital serta berbagai perkembangan terbaru bidang perpustakaan saya alami di Perpustakaan Fisipol UGM. Semua staf yang ada, turut mewarnai pengalaman kepustakawanan saya.

Terimakasih tak terhingga untuk semuanya...

Selama magang, tentunya melihat rekan yang sudah mendapat stempel pengesahan dalam bekerja (SK) terasa iri. Tak bisa dipungkiri. Suatu ketika, pulang magang  pukul 14.00 sore, saya tidak kembali ke kos, namun bersama Dwi Riswanti, muter-muter melihat berbagai perpustakaan yang prospektif untuk "dilamar". Perpustakaan UNWAMA (Wangsa Manggala) kampus wates, yang sekarang menjadi Univ. Mercu Buana menjadi salah satu yang kami sasar.

Hingga pada suatu ketika... Pagi itu, hampir tiga bulan magang ketika Pak Agus, seorang staf Perpustakaan Fisipol, membawa berita bahwa perpustakaan FT UGM membuka lowongan. Bisa dibayangkan betapa senangnya saya, seorang yang baru lulus dan masih magang mendengar lowongan pekerjaan.

Akhirnya kami mendaftar, dan mengikuti prosesi ujian. Takdir, saya dan Dwi Riswanto akhirnya diterima. Saya ditempatkan di Teknik Geologi sementara Dwi ditempatkan di Teknik Arsitektur. Beberapa waktu kemudian Dwi mendaftar PNS dan diterima di Perpusda Kulonprogo sementara saya masih setia dengan Teknik Geologi UGM, sampai tahun 2012. 

Saturday, 31 May 2014

, ,

Dua tahun di Perpustakaan FT UGM

Perpustakaan FT UGM
Dua tahun, sejak Mei 2012 saya bekerja di Perputakaan FT UGM. Melanjutkan tulisan sebelumnya, maka ini adalah beberapa catatan tahun kedua saya di FT UGM.

Tahun pertama, saya gunakan untuk menata SDM dengan sebaik-baiknya serta beberapa percobaan kegiatan sebagai pengganti kegiatan sirkulasi yang selama sebelumnya menjadi tumpuan utama dan bahkan satu-satunya.

Tahun kedua, beberapa kegiatan perpustakaan mulai dirapihkan dengan jadwal yang lebih teratur. Workshop atau lokakarya, saya akui menjadi kegiatan khas utama di perpustakaan ini. Pada tahun 2014 sampai bulan Mei (lebih kurang 5 bulan), perpustakaan telah menyelenggarakan 40-an kelas workshop. Mulai awal tahun kami membuka workshop tanpa biaya dengan materi Mendeley, Zotero, Prezi dan X-Mind. Untuk Mendeley, kami telah tembus sebagai Mendeley Advisor sehingga dalam penyelenggaraan workshop kami mendapat dukungan dari Mendeley.org. Lumayan, kami mendapatkan blocknote, pena, marker, kaos, laser pointer, post-it paper dari Mendeley Amsterdam untuk dibagikan kepada peserta workshop.

Layanan membantu pencarian artikel bagi yang kesulitan juga meningkat. Seorang alumni yang ada di Belanda bahkan juga terang-terangan berminat membantu. Perbaikan website, pengayaan informasi pada web, membangun aplikasi pendukung (LibX), sosialisasi berbagai layanan juga lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Kegiatan dengan mahasiswa, penggunaan jejaring sosial untuk masuk ke komunitas mahasiswa, "menjual" perpustakaan FT kepada pemustaka dari luar FT UGM juga menunjukkan grafik meningkat. Mengenalkan perpustakaan FT UGM bagi mahasiswa/civias non FT UGM menjadi salah satu misi saya.Perpustakaan FT UGM harus dapat menempatkan diri ditengah-tengah warga UGM, tidak hanya warga FT UGM.

Penetapan lantai 3 perpustakaan sebagai Zona Merah yang diperuntukkan untuk kegiatan belajar mandiri tanpa diskusi ternyata menimbulkan suasana perpustakaan yang lebih nyaman. Kelemahan tata suara (akustika) ruang dapat diminimalisir dengan aturan ini.

Namun ternyata beberapa catatan masih harus kami berikan perhatian. Adanya pelanggaran download artikel (menggunakan mesin dalam jumlah di luar kewajaran) sehingga mengakibatkan adanya database yang diputus sementara, berbagai layanan yang meski disambut baik ternyata belum tersosialisasikan kepada mahasiswa secara keseluruhan, pengembangan ruang belajar private di lantai 3 yang terhambat, dan berbagai hal lainnya.

Pembinaan koleksi di perpustakaan FT saya akui belum optimal. Untuk koleksi jurusan, akhirnya saya sampaikan agar tetap dikelola pengelola jurusan. Sedangkan terkait pengembangan kemampuan SDM jurusan atau hal yang kiranya dapat dibantu fakultas, akan kami kerjakan.


Selanjutnya, meski beberapa kegiatan mulai menampakkan hasil, pekerjaan rumah terkait positioning perpustakaan belum muncul.
Sambil belajar, saya menemukan konsep research library. Bagi saya ini menarik untuk dijadikan brand perpustakaan. Segala yang dilakukan selama ini dapat dikumpulkan dan dirumuskan menjadi konsep research library, dan pustakawannya harus memenuhi kualifikasi research librarian

Masih banyak PR tentunya, karena konsep yang matang, lengkap dengan strategi SDM dan lainnya belumlah tersusun dengan baik.
--------
Anggaran perpusakaan FT UGM juga tak tergolong banyak. Saya sendiri memang menahan untuk meminta banyak. Membangun dasar/fondasinya dahulu menjadi konsen yang harus diselesaikan.
-------
Tahun ke-3 semestinya dimulai dari Mei 2014 ini. Masih ada 6 bulan sampai akhir tahun. Masih ada banyak hal yang harus dilakukan. Target tahun 2014 harus dikejar terlebih dahulu...berikutnya 2015 dan seterusnya sambil menunggu Pak Dekan jenuh dengan saya...

Bumi Sambisari,
tanggal pungkasan, bulan kelima
tahun duaribu empatbelas

Alasan saya masuk jurusan Ilmu Perpustakaan


http://lpmpjogja.org/map/image/20402128.jpg
Gerbang SMK 1 Wno
Selepas SMA (tepatnya SMK 1 Wonosari, jurusan Manajemen Bisnis) tahun 2000 saya pernah mengenyam jurusan Ilmu Komputer di UAD. 
Sebenarnya nilai komputer atau pemrograman saya waktu itu bagus *sekarang sudah lupa lagi*.
Fisika dan Matematikalah yang kemudian menggiring saya keluar. Selain itu, kegalauan dengan biaya kuliah yang saya rasa mahal untuk ukuran orang tua saya juga jadi alasan. Meskipun sebenarnya orang tua saya pasti akan mengusahakan juga jika dibutuhkan.
Setelah keluar dari UAD (sekitar tahun 2001 awal) saya melancong 3 bulan di Jakarta (daerah Gandul, Depok) mengikuti paman yang menjadi tukang batu. Menjelang UMPTN saya kembali ke Jogja dan mendaftar di D3 Ilmu Perpustakaan UGM.

Ada beberapa alasan kenapa saya mengambil jurusan ini.
  1. Jurusan ini ada di FISIPOL. Tahun 2001 yang masih riuh aroma reformasi membawa saya kepada pemahaman bahwa FISIPOL UGM menjadi fakultas menarik untuk dimasuki.
  2. Sebelum lulus SMK, wakil kepala sekolah saya mengatakan kepada saya, kurang lebihnya demikian "lulusan ilmu perpustakaan itu banyak dibutuhkan, namun tak banyak yang mau masuk di jurusan ini". Beliau adalah Drs. Abdul Rachim  yang saat saya menuliskan ini beliau sudah pensiun sebagai guru di SMK 1 Wonosari.
  3. Tahun 2000 saya mendaftar UMPTN dan tidak diterima. Pengumuman UMPTN saya ketahui dari koran Kedaulatan Rakyat. Pada koran tersebut tertulis sebuah berita yang menyebutkan bahwa di Indonesia kekurangan pustakawan utama.
Tiga alasan di ataslah yang kemudian membawa saya mendaftar di  D3 Ilmu Perpustakaan UGM pada tahun 2001. Saat ini, prodi D3 Ilmu Perpustakan UGM ini telah dibubarkan. Seingat saya, dengan sadar dan percaya diri saya hanya mendaftar 1 prodi ini di tahun 2001. Saya yakin, tak banyak yang mendaftar sehingga saya bisa diterima....
Dan ternyata benar, diterimalah saya di D3 Ilmu Perpustakaan UGM.

Ada cerita terkait perpustakaan ketika saya masih duduk dibangku SMK. Waktu itu pada saat mata pelajaran "Hukum Bisnis", saya protes kepada guru karena kelas lain telah mendahului beberapa bab dan kelas saya tertinggal.
Mungkin karena marah, akhirnya saya diusir dari kelas untuk belajar di perpustakaan.

Mungkin itu juga pertanda.

Friday, 30 May 2014

,

Menghilangkan tombol download pada pdf.js SLiMS

Buka viewer.html yang ada di /js/pdfjs/web
Cari baris 
<button id="download" class="toolbarButton download" title="Download" tabindex="15" data-l10n-id="download"><span data-l10n-id="download_label">Download</span></button>
Ganti class menjadi hidden, sehingga menjadi   
<button id="download" class="hidden" title="Download" tabindex="15" data-l10n-id="download"><span data-l10n-id="download_label">Download</span></button>  
Untuk tombol lain, anda bisa menyesuaikan.
Catatan: penghilangan tombol download pada pdfjs SLiMS tidak otomatis memutus proses download dokumen. Jika akses dilakukan dengan mesin download (misal IDM), maka file .pdf tetap akan dapat diunduh.

Semoga bermanfaat

    Thursday, 22 May 2014

    ,

    Makalah Manajemen Sitiran - Seminar GMLF 2014

    Mendeley merupakan aplikasi manajemen data riset. Secara umum anda dapat menggunakan mendeley untuk
    1. Mencari artikel/data
    2. Menyimpan artikel/data digital maupun hanya metadatanya saja
    3. Berbagi artike/data
    4. Membuat catatan pada dokumen
    5. Membaca dokumen .pdf
    6. Mempromosikan artikel/tulisan
    7. Membuat daftar pustaka
    8. dan berbagai aktifitas lainnya.
    Selain Mendeley, ada juga Zotero yang memiliki fungsi serupa. Keduanya dapat disandingkan dan mampu melakukan sincronisasi data. Lebih lanjut, silakan unduh  tulisan terlampir.


    Download klik

    Wednesday, 7 May 2014

    Mengedit metadata .pdf di Ubuntu

    Installing PDFTK:
    sudo apt-get install pdftk
     
    Edit Existing Meta-Data:
    pdftk book.pdf dump_data output report.txt

    You can then edit the data in report.txt which we can later upload back to the pdf. The text file will contain key value pairs like:
    InfoKey: Title
    InfoValue: Coders At Work
    InfoKey: Author
    InfoValue: Peter Seivel
    InfoKey: Subject
    InfoValue: Programming 
     
    Update PDF Meta-Data:
    pdftk book.pdf update_info report.txt output bookcopy.pdf
     
    sumber: http://jkwiens.com/2010/01/04/changing-pdf-metadata-on-ubuntu/ 

     
    ,

    LibX: plugin untuk pencarian koleksi perpustakaan

    LibX merupakan perangkat untuk membuat plugin pada browser firefox dan chrome. A browser plugin for direct library acces, demikian tertulis dalam web libx, http://libx.org.
    Dengan LibX ini, kita dapat membuat plugin sederhana yang memudahkan pemustaka mencari koleksi yang dibutuhkan.
    Untuk membuat plugin, kita cukup masuk ke LibX.org, kemudian masuk ke Build New Edition. Anda bisa juga langsung masuk ke http://libx.org:8080/editionbuilder/src/zul/

    Membuat plugin dengan LibX bisa menggunakan pilihan Build New Edition atau mencari yang telah ada, kemudian menyalin dan memodifikasi.



    Contoh yang saya buat ada di http://lib.ft.ugm.ac.id/web/blockquote-page/perangkat-ti/lib-x-pencarian-yang-menyenangkan/ merupakan hasil salin dari University of Missouri. 
    Hasil salin kemudian saya modifikasi sesuai kebutuhan. Penyesuaian halaman Summon dan seting pencarian Summon khusus yang memuat teks penuh, serta penambahan pencarian ke katalog induk FT UGM yang dibangun menggunakan UCS (slims.web.id). Sementata Google, Googlebook dan Googlescholar tetap dipertahankan.


    Update:
    Ada beberapa perubahan tujuan LibX perpustakaan FT UGM. Untuk memasang langsung, silakan ikuti sesuai jenis browsernya:
    Chrome http://libx.org/releases/gc/libx2-latest.crx?edition=F3B40900
    Firefox http://libx.org/releases/ff/libx2-latest.xpi?edition=F3B40900

    Ketika browser sudah terpasang LibX, maka pencarian istilah yang ada di web, menjadi mudah. Lihat gambar di bawah ini.

    Kata-kata cukup diblok, lalu klik kanan. maka akan muncul pilihan LibX dan arah pencarian.