Monday, 7 April 2014

Tugas #3 Mahasiswa UT Semester 5 (Pokjar SMP Muhamaddiyah Wno)


Tugas
untuk Mahasiswa UT Semester 5, 
mata Kuliah Analisis Sistem Informasi

1. Tugas pengganti pertemuan ke 6:
Ringkas modul 6 dan 7 dalam 2 halaman A4.
Tips: coba lihat pembuatan/model meringkas model MindMapping di bawah ini:

membuat mindmapping dengan aplikasi X-Mind
Baca juga: klik di sini (meringkas buku dalam selembar kertas)
Jika menggunakan software, bisa menggunakan MS Office, Libre, XMind atau Freemind atau software lainnya.
Anda dapat menirunya untuk melakukan kegiatan meringkas.
Tugas ini dikumpulkan paling lambat
15 April 2014 ke email: tamanjiwa@gmail.com (bentuk file bebas). Tuliskan subyek email: pengganti tutorial ke 6, jangan lupa tulis nama dan NIM anda

2. Soal tugas tutorial ke 3:
Amati perpustakaan (jenis perpustakaannya bebas). Amati hal-hal sebagai berikut:
  1. Permasalahan yang ada: terkait SDM, koleksi, sistem (peminjaman, pengolahan, presensi anggota dll. ), hardware (alat)
  2. Penyebab permasalahan tersebut
  3. Informasi yang diperlukan perpustakaan untuk kegiatan sehari-hari dan laporan kepada atasan
  4. Buatlah:
    1. Kebutuhan SDM ideal
    2. Kebutuhan sistem informasi yang dibutuhkan
    3. Kebutuhan hardware (alat)
    4. Rencana biaya yang dibutuhkan
  5. Saran untuk perpustakaan tersebut

Hasil pengamatan tersebut disusun sesuai kerangka sebagai berikut:
  1. Pendahuluan
  2. Permasalahan dan penyebabnya
  3. Analisis kebutuhan:
    1. Sumberdaya manusia
    2. Informasi dan sistem informasi pendukung
    3. Kebutuhan Hardware
    4. Biaya
  4. Saran
Tugas di cetak (print) dikumpulkan paling lambat: 13 April 2014 (pertemuan ke-8)
Note: tidak perlu di jilid.



Friday, 4 April 2014

Mendeley dan Zotero

Saya mengenal Zotero lebih dahulu daripada Mendeley. Singkat cerita, saya menggunakan keduanya untuk materi workshop di Perpustakaan FT UGM (http://lib.ft.ugm.ac.id/?page_id=1754). Keduanya adalah aplikasi untuk mengelola data riset + membantu membuat sitasi dan daftar pustaka.
Ada peserta yang bertanya, "bagus mana Mendeley dan Zotero?"

Sejauh pengamatan dan percobaan yang saya lakukan selama workshop, keduanya bisa digabungkan dan saling menambal kekurangannya.

Mendeley:
  1. upload file .pdf dalam folder sekaligus mengambil metadatanya 
  2. mengambil data dari berbagai jurnal online (dibutuhkan hak akses)
  3. kapasitas akun di Mendeley.com 5 GB + 2 GB shared data (untuk Institutional Edition UGM). Untuk versi gratis kapasitas 2GB + 100 MB shared data.
  4. institution edition, yang telah dilanggan oleh UGM dengan berbagai fiturnya
  5. import dari Zotero dan berbagai format
  6. eksport data ke format .bib, .ris, .xml
  7. pengelolaan file pdf (note, highlight, define)
  8. pembacaan file .pdf terasa nyaman
  9. mampu mencari dengan ID arXiv 
  10. mampu sinkronisasi otomatis dengan Zotero termasuk file 
  11. mampu mengirim data langsung ke email 
  12. memberi saran dokumen terkait 
  13. fitur grup dan berjejaring
Zotero
  1. mampu mencari dengan ID ISBN (tidak dimiliki Mendeley) 
  2. mengambil data dari berbagai jurnal online (dibutuhkan hak akses) 
  3. mampu mengambil (menangkap) tampilan layar web secara umum
  4. kapasitas akun Zotero 300 MB (dapat ditambah s.d. 25 GB dengan membayar)
  5. eksport dan import ke berbagai format 
  6. dapat dijalankan secara offline
  7. semua data dapat disimpan secara offline di komputer
  8. mengambil metadata dari file .pdf (membutuhkan install pdf indexing)
  9. fitur grup dan berjejaring

Saya menyarankan pada peserta untuk menggunakan Mendeley sebagai alat menyitir, membuat daftar pustaka dan mengimport data online. Termasuk penggunaan Mendeley Desktop sebagai "perpustakaan mini".
Namun, saya menyarankan juga untuk menggunakan Zotero sebagai alat untuk input koleksi buku, karena fitur ini tak dimiliki oleh Mendeley.Nah, keduanya bisa disinkronkan datanya sehingga data yang ada di Zotero secara otomatis masuk di Mendeley Desktop dan Web.

Wednesday, 26 March 2014

Bergabung di Mendeley Advisor

Mendeley, pertama kali dikenalkan oleh seorang mahasiswa S2 TETI UGM, mas Hamsir.
Saya mempelajari sambilan saja, karena waktu itu saya sudah belajar Zotero. Keduanya sama fungsi dasarnya. Beberapa waktu kemudian, saya ingat seorang kawan yang pernah menawarkan Mendeley ke email perpustakaan saya, Hazman namanya. Puncaknya adalah ketika saya harus mencari kegiatan kreatif untuk perpustakaan FT UGM. Mendeley adalah salah satunya, digabung dengan Zotero, Prezi dan X-Mind (pernah juga menawarkan LyX pada mahasiswa).

Akhirnya tuntutan workshop pada mahasiswa membawa saya harus mempelajari lebih dalam tentang Mendeley, Zotero dan lainnya. Pada acara GMLF UGM, saya bertemu dengan Hazman yang waktu itu diundang secara resmi untuk memberi workshop Mendeley. Kesempatan ini saya gunakan untuk bertanya tentang Mendeley sekaligus bercerita tentang SLiMS. Respon yang menyenangkan ditunjukkannya. Selain dia juga cerita tentang SLiMS di negaranya (Singapura), juga bercerita tentang perkembangan Mendeley.

Singkat kata, Hazman menyarankan saya untuk mendaftar sebagai MA. Alhamdulillah diterima. Komunitas barupun saya masuki, MA dan Mendeley for Librarian.

SLiMS di Amerika dan Thailand

Bulan ini, Maret 2014 Komunitas SLiMS patut berbangga.
Arie Nugraha yang merupakan staf dosen di Ilmu Perpustakaan UI sekaligus programmer SLiMS berkesempatan ke  USA mengikuti Code4Lib Conference 2014. Selain itu, Rappepon Yamsurwan (seorang pegiat SLiMS di Thailand) pertama kali menyelenggarakan workshop SLiMS di Thailand.

Di USA, Arie Nugraha menyampaikan presentasi berjudul "SLiMS: Indonesia Grassroot Libraries Revolution". Presentasi ini dilakukan dihadapan ratusan profesional bidang perpustakaan, khususnya library programming dengan nuansa presentasi yang sangat Indonesia.. Arie Nugraha menyampaikan latar belakang kelahiran SLiMS dan mengapa SLiMS disebut Library Revolution. Pada akhir presentasi, Arie mengajak peserta untuk menjadi bagian dari revolusi perpusakaan ala SLiMS. Tak lupa Arie juga mengundang peserta untuk hadir pada acara SLiMS Commeet 2014 di Semarang pada bulan oktober/november mendatang.

Sementara Rappepong, presentasi tentang SLiMS sekaligus pelatihan pada 50-an pengelola perpustakaan di Thailand.

Semoga, dengan dua even ini SLiMS dapat lebih berkembang lagi, baik dari sisi teknis maupun komunitas (sosial).



(Presentasi Arie Nugraha, menit ke 1:16:00)

Friday, 21 March 2014

Menengok Fitur SIPUS Integrasi UGM

SIPUS UGM telah dikembangkan sedemikian rupa, termasuk mendukung integrasi dengan satu sistem untuk semua. Multi user, multi unit.

Berikut beberapa tampilan fitur SIPUS integrasi UGM:

sinkronisasi anggota dengan data DAA

bebas pinjam terintegrasi dengan data DAA

Jenis koleksi

pencarian pada menu admin, bisa ke semua unit atau hanya unit yang bersangkutan saja

seting global, atau seting perunit terkait

login pustakawan sesuai jenis perpustakaannya saja

Wednesday, 19 March 2014

Membuat kartu anggota model SIM menggunakan SLiMS

Alat dan bahan dan perkiraan harga:
  1. Plong ID: Rp.425.000
  2. Laminator: Rp.525.000
  3. PVC UV: 240.000 (per pak)
  4. Printer: Rp.1.500.000
Cara pengerjaan:
  1. Potong kertas PVC menjadi dua bagian secara memanjang
  2. Panaskan mesin laminator
  3. Seting kartu anggota di SLiMS agar border diperbesar. Hal ini dimaksudkan agar ketika dilipat, kartu masih mendapatkan ruang untuk lipatan
  4. Print kartu pada kertas transparan (satu paket pada PVC) mode mirror
  5. Lepas pelapis lem pada kertas PVC yang telah dipotong dan tempelkan pada kertas hasil yang dicetak. Kertas hasil cetak (mirror) dilipat terlebih dulu menjadi 2 bagian
  6. Setelah dilem dua sisinya, masukkan pada mesin laminator yang telah dipanaskan. Ulangi 2 kali.
  7. Setelah melekat, potong dengan plong id.
  8. Lepas plastik penutup bagian luar

Thursday, 13 March 2014

Filosofi Sederhana Angkringan

Anda tahu Angkringan?

angkringan jalan solo
Angkringan merupakan warung portable (bisa dipindah-pindah), yang menjajakan nasi bungkus, aneka lauk goreng, minuman, dan biasanya juga jualan rokok.

Angkringan kerap ditemui di pinggir jalan, dengan pembeli yang berasal dari berbagai kalangan. Di Jogjakarta, pembeli yang kerap nongkrong di angkringan adalah tukang becak, mahasiswa, pegawai, sopir, kernet, siswa sekolah. Di angkringan ini, pembeli seolah tak ada sekatnya. Mereka membuka pembicaraan tentang berbagai hal.

Angkringan itu egaliter. Semua orang tak canggung duduk makan di angkringan. Artis, tukang becak, PNS, cleaning service, mahasiswa, anak SMP. Semua bisa menyatu di angkringan.

Angkringan itu terbuka. Makanan yang disajikan, dengan mudah diambil oleh pembeli. Makan dulu, bayar belakang. Kejujuran dan keterbukaan menjadi ruh dari angkringan

Angkringan itu ramah. Ketika duduk di angkringan, ngobrol dengan sesama pembeli atau dengan penjualnya adalah hal yang lumrah. Obrolan ringan tentang lauk sarapan pagi, sampai obrolan berat tentang politik bisa dilakukan. Obrolan berat yang dilakukan di angkringan terasa ringan dan penuh canda.

Sekilas pak Yopi yang saya kenal

pak Yopi pada SLiMS Commeet2013 @Bogor
Membaca catatan mas Iwan Bandaro di sini saya semakin yakin bahwa Pak Yopi memang orang yang banyak teman, pandai bergaul dan pandai menempatkan diri.

Sebagai seorang pustakawan, saya mengenal pak Yopi pertama kali di Jogja ketika acara SLiMS Commeet2012. Waktu itu, seorang kawan (Sefri Doni) menghubungi saya, meminta 1 kursi lagi untuk peserta acara meetup. Dan saya menduga kursi itu untuk Pak Yopi.

Kesan pertama, saya menduga pak Yopi adalah dosen jurusan Ilmu Perpustakaan. Ide-ide dan tanggapannya ketika seminar yang menjadi rangkaian acara Meetup2012 mengantarkan saya pada dugaan itu.
Namun saya salah, beliau adalah Kajur Ilmu Hubungan Internasional.
Pertemuan kedua adalah di acara SLiMS COmmeet 2013 Bogor. Kaget ketika melihat beliau ada di antara peserta.
Ketika presentasi dari SLiMS Thailand usai, beliau mengacungkan jari untuk bertanya. Di akhir acara, sebelum pulang beliau mengatakan, "SLiMS harus dibawa ke Asia Tenggara atau Asia".
Tidak menyangka, harapan bertemu beliau di Commeet2014 Semarang pupus sudah.
Selamat jalan pak Yopi... semoga Allah menerima amal ibadahmu. Terimakasih atas semuanya...

Thursday, 6 March 2014

SLiMS Commeet2014

Setelah sukses menggelar Commeet pada tahun 2012 dan 2013, maka SLiMS Indonesia akan kembali menggelar Community Meetup (Commeet) pada tahun 2014 ini.

Disepakati Commeet 2014 akan diselenggarakan di Semarang pada kurun waktu antaraa Oktober-November 2014. Rekan-rekan pegiat SLiMS Semarang telah membentuk kepanitiaan dan mulai mempersiapkan diri.

Tema dan pengisi acara ini masih dalam pembicaraan. Hampir sama dengan acara sebelumnya, Commeet tahun ini juga menjadi wahana mengumpulkan berbagai pegiat SLiMS di Indonesia, seminar dan mengetahui perkembangan baru tentang SLiMS.

Persiapkan diri, persiapkan kreasi SLiMS kita, dan kita berbagi di Commeet2014
Follow: @slims_official || slims.web.id || slimscommeet.web.id
desain by Ido Alit

Monday, 3 March 2014

Makanan khas yang mulai sulit didapatkan

Sambel:
  1. Sambel cokak. Merupakan sambel yang berbahas cabe hijau, bawang merah, garam + cokak. Semua digoreng dulu lalu dicampur atau diuleg di lemper (cobek)
  2. Sambel prencok. Bahan dasarnya cabe hijau, kedelai goreng dan parutan kelapa yang dibakar
  3. Sambel crepeng. Bahan dasarnya cabai, garam, bawang putih dan crepeng bakar. Crepeng merupakan hewan terbang yang biasanya hidup di pohon kesambi
  4. Sambel yuyu. Mirip dengan sambel crepeng, namun crepeng diganti dengan yuyu (kepiting sungai)
  5. Sambel cabuk. Khas cabuk berasal dari wijen dan kemangi. 
Sayur:
  1. Sayur gude
  2. Sayur gadog