Monday, 28 July 2008

, ,

BIBLIOTHECA ALEXANDRINA EGYPT; Perpustakaan Pertama di Dunia

dari Kedaulatan Rakyat 28/07/2008 08:05:47

KETIKA Alexander The Great (Iskandar Yang Agung) menginjakkan kakinya di pantai barat Mesir pada 332 SM, ia tercengang dengan keindahan alamnya. ”Di sinilah kota impianku akan kubangun”, katanya. Alexandria atau Iskandaria, nama kota itu kemudian menjadi ibukota Mesir selama hampir 1.000 tahun, sebuah kota kosmopolitan yang dihuni bukan saja oleh bangsa Mesir, tetapi juga Turki, Itali dan Yunani. Bersama Athena di Yunani dan Anthiocia di Syiria yang kini punah, Alexandria menjadi pusat intelektual imperium Iskandar yang membentang dari India hingga Mesir.
Berbeda dengan Kairo yang terkenal sebagai Kota Seribu Masjid, atau Luxor (al-Aqshar, 750 Km dari Kairo), pusat peradaban Mesir 3.000 SM yang kental nuansa Pharonic, Alexandria hampir sepenuhnya bercorak Barat. Tak mengherankan jika sebagian orang menyebutnya sebagai kota Eropa yang terdampar di Mesir dan letaknya yang di pinggir pantai, berhawa sejuk, bersih dan tertata menjadikan Alexandria tempat favorit liburan musim panas.
Di antara peninggalan Hellenic yang masih bisa disaksikan sampai sekarang adalah perpustakaan legendaris pertama di dunia, Bibliotheca Alexandrina.
Manuskrip Aristrophanes di perpustakaan Calligio Romano, Roma, mengisahkan perpustakaan Mesir yang dibangun pada 300 tahun SM ini. Atas usul seorang filsof Yunani dan ahli politik bernama Demitrius Valiery, Ptolemi I penerus Alexander membangun pusat pengembangan ilmu pengetahuan bernama Mouseion (tempat ibadah semua Dewa Pengetahuan dan Seni). Ia belanjakan harta kerajaan untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800 buku dan 90.000 lainnya berbentuk ringkasan tak berjilid. Hingga masa Ptolemi III tercatat sekitar 700.000 buku tersimpan di sana. Selain mengoleksi pustaka Yunani, perpustakaan ini juga menyimpan berbagai manuskrip Mesir kuno dan bangsa Phoenix, serta sebagian kitab Hindu dan Budha. Bukti lain keseriusan mereka adalah upaya penerjemahan, seperti Septuagint (Sab’iniyyat) terjemahan dari kitab suci Yahudi, Taurat.
Simbol peradaban Mesir ini telah melahirkan ilmuwan besar seperti Archimides, Euclide, Kalimakhus, Hypatia, Apollonius dan sebagainya.
Namun 3 abad kemudian keemasan ini berakhir. Redupnya pelita ilmu Alexandria ini ditandai dengan tragedi pembakaran perpustakaan oleh Julius Caesar saat invasi ke Mesir di tahun 48 SM. Berdasar catatan Sinika, sejarawan yang turut dalam ekspedisi itu, tak kurang dari 400.000 buku dibakar. Dunia ilmu berduka, dan Julius Caesar minta maaf. Untuk menebusnya, Marx Antonio yang datang setelah Caesar menghadiahkan 200.000 buku dari Roma kepada Cleopatra yang berlanjut pada kisah cintanya.
Sejak tragedi pembakaran tersebut, perpustakaan tidak terurus. Atas prakasa UNESCO bekerja sama dengan pemerintahan Mesir, munculah ide menghidupkan kembali perpustakaan legendaris ini. Pembangunan dimulai 1990an dan menghabiskan dana US$ 220 juta, US$ 120 juta ditanggung Mesir, sisanya dari bantuan internasional dan negara-negara lain.
Setelah terbengkalai 2.000 tahun, perpustakaan Alexandria kini berdiri lagi dengan arsitek unik dan megah. Bangunan utama berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat memuat sekitar 8 juta buku. Namun yang ada saat ini baru 250.000 buku dan akan terus bertambah tiap tahun.Selain itu juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille Taha Husein khusus tuna netra, pustaka ana-anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai gratis.
Yang juga menarik, lantai tengah yang gallery design dan bisa dilihat dari berbagai sisi. Di lantai kayu yang cukup luas itu terpajang berbagai prototype mesin cetak kuno dan berbagai lukisan dinding. Penulis mengamati perpustakaan ini relatif penuh pengunjung, meski di Alexandria tidak banyak universitas seperti di Kairo. Ini menunjukkan tingginya minat baca masyarakat Mesir dan perpustakaan yang dulu dihancurkan Julius Caesar itu kini menjadi salah satu objek wisata sebagaimana Piramid Giza, Mumi, Karnax Temple, Kuburan para Firaun di Luxor atau Museum Kairo yang menyimpan timbunan emas Tut Ankh Amon.
(Farid Mustofa - Dosen Filsafat UGM yang ke Mesir untuk penjajagan kerja sama internasional UGM dengan ‘Cairo University dan Canal Suez University’)-b

Thursday, 12 June 2008

Pustakawan beneran...?

Hari itu Senin tanggal sembilan, bulan ke enam tahun dua ribu delapan. Sesuai dengan kegiatan keseharian saya, saya masuk kerja, sebagai pustakawan di Teknik Geologi UGM.

Satu hal yang membuat hari itu begitu berharga buat saya adalah sebuah kerja yang jarang, dan baru beberapa kali saya lakukan. Pagi itu ada seorang dosen yang datang kepada saya, mengatakan bahwa beliau diminta membawakan makalah tentang sumberdaya alam. Namun, presentasi harus beliau sampaikan pada hari berikutnya, alias harinya sangat mepet. Nah waktu itu beliau meminta saya untuk membuat slide sederhana sesuai rancangannya. Sebelumnya beliau meminta saya mencarikan beberapa gambar contoh batuan. gambar-gambar itu menjadi pelengkap dari slide yang saya buat.

Akhirnya pencarian informasipun saya lakukan, dengan bantual Om Google, semua gambar batuan saya temukan, kemudian saya gabungkan dalam slide, di tambah beberapa gambar hasil memindai di buku...

Slide itupun jadi....ah senangnya... apalagi ada tambahan sedikit honor... :) hehehe

Terimakasih pak....

Tuesday, 10 June 2008

tentang polisi :: joke saja

Polisi-oh polisi....

Tulisan ini berkaitan dengan pengalaman dan cerita yang saya dapatkan tentang polisi. Singkatnya adalah pengalaman berinteraksi dengan polisi karena sesuatu hal, entah itu pelanggaran atau operasi di jalan raya atau sekedar cerita dari temen.

Pengalaman ini kadang membuat saya tertawa geli, atau sekedar tersenyum :). Mungkin dialognya sudah tidak sama persis seperti yang saya alami, atau seperti cerita yang sampai ke saya.

1. Ini terjadi di jalan kawasan Muntilan jawa tengah, ketika itu ada operasi polisi lalulintas pada jalan searah dari magelang. Banyak sepeda motor yang sudah ada disana. Kadang ketika ada operasi seperti ini saya ingin menanyakan apakah benar mereka memegang surat perintah dari atasan mereka. Tapi karena pengen segera pulang akhirnya tidak jadi. Saat ini saya bersama temen-temen lain yang juga naik motor. Bersama saya ada dua orang berboncengan, yang ternyata tidak membawa SIM. Saking bingungnya, dalam keadaan berhenti saja dia hampir jatuh dari motor. Nah, ternyata sewaktu mau jatuh ini membuat polisi mendekatinya. Tanpa babibu polisi langsung bertanga "Siapa yang belum?" maksudnya belum di periksa STNK dan SIM nya. Merasa saya lengkap saya langsung menjawab "Saya yang belum pak". Dengan jawaban ini ternyata si polisi langsung mendekati saya, bukan temen saya yang lebih dekat dengan si polisi. SIM dan STNK saya serahkan, beres. Kemudian saya beranjak pergi dengan mengajak teman saya yang tidak membawa SIM dan tadi. Ehh ternyata memang benar, dengan jawaban "Saya yang belum pak' tadi si polisi beranggapan bahwa saya sajalah yang belum di periksa, sementara temen saya sudah diperiksa, hasilnya temen saya tidak kena tilang :).

2. Ini cerita seorang temen di Jakarta. Ketika naik motor, karena sesuatu hal dihentikan polantas, tanpa basa-basi lagi si polisi ini langsung mematikan paksa mesin dan mengambil kuncinya, dan berjalan menuju pos. Tapi apa yang terjadi? ternyata si pengendara motor membawa kunci doble, akhirnya dia "on" kan kembali motornya, kemudian tancap gas.... brum brum brum...............Hilang di tengah kemacetan..

3. Dua orang berboncengan, yang depan memakai helm sedang yang di belakang tanpa mengenakan helm. Sesampainya di pos polisi, tentunya karena ada yang tidak berhelm, maka harus berhenti. Si polisi yang menghentikan pengendara ini mengajak yang tidak memakai helm untuk ke pos polisi. Sesampainya disana dia ditanya;
Polisi: "anda melanggar ketentuan karena tidak memakai helm"
Penumpang: "melanggar gimana pak, saya cuma membonceng, nunut pak"
Polisi: " Lha teman anda, yang memboncengkan anda itu siapa?"
Penumpang: "Ndak tahu pak, wong saya cuma ketemu dijalan, kebetulan satu jalur, trus saya ngikut, makanya tanpa helm"
Polisi: "Teman anda tadi mana?"

Tiba-tiba keduanya bengong, ternyata setelah polisi dan penumpang ini masuk POS Polisi, si pengendara motor ngacir, langsung tancap gas....

4. Ada mahasiswa pulang kampung, akhir pekan. Sesampainya di lampu merah, dia melanggar rambu. Akhirnya dia dipanggil Polisi yang jaga disana. Sesampainya di Pos, si mahasiswa di dakwa melanggar rambu lalulintas. Dia mesti di denda sekian ribu. Dengan penuh mengiba, si mahasiswa ini mengatakan "bapak tahu kalau saya pulang akhir pekan ngapain?". "Kalau saya pulang akhir pekan itu berarti uang saya habis pak, saya ndak ada uang. Ini saya ada 20.000, tapi mesti beli bensin. Jadi mohon dikembalikan 5000 untuk beli bensin". Akhirnya si polisi mengembalikan 5000 untuk beli bensin. Ah ada ada saja...

5. Ini sebenarnya trik lama. Intinya ketika bepergian jauh, dan tidak punya SIM, diakali dengan meminjam SIM kepada orang yang wajahnya mirip. Ketika ada operasi, tunjukkan saja SIM dan STNKnya dengan percaya diri. jarang polisi akan mencocokkan wajah dengan SIM yang ditunjukkan.

6. Ada seorang yang melanggar lalu lintas. Sebut saja dari arah barat... ketika lampu berada diantara kuning dan merah, di pertigaan yang semestinya dia berhenti, dia tidak berhenti. Saat polisi menangkapnya, maka terjadi dialog:
Polisi: "Anda melanggar lampu lalu lintas"
Pengendara: "Tidak pak, lampunya blum merah kok"
Polisi: "Tidak itu sudah merah"
Pengendara: "bapak ada di sebelah mananya lampu?"
Polisi: "timurnya"
Pengendara: "Nah, bagaimana bapak tahu kalau itu merah pak? wong lampu itu ada disebelah baratnya bapak dan menghadap kebarat, saya yang dari baratnya saja melihat lampu belum merah kok!!!"

Dengan logika ini, polisi kalah.... :)

Ada yang mau praktek?

Friday, 6 June 2008

, , , ,

Upgrade Senayan (senayan stable 3 ke 4)

Buat rekan pustakawan maupun bukan pustakawan, yang sedang ngoprek Senayan, berikut panduan sederhana untuk migrasi antar senayan

Upgrade Senayan (senayan stable 3 ke 4)


1.Ekstraklah File source senayan anda, misalnya senayan-stable4.tar.gz
Di windows anda dapat menggunakan program winzip, winrar atau 7zip. Sedangkan di Linux anda dapat menggunakan tar, atau dengan klik kanan pada file kemudian pilih exstract here

2.Hasil ekstrak adalah folder senayan

3.Kopikan folder senayan hasil ekstrak tadi di /htdocs/
Fodler htdocs ini di psenayan ada di:
psenayan/apache/htdocs, sedangkan jika menggunakan xampp for windows ada di /xampp/apache/htdocs
Sedangkan di Linux dapat bervariasi, misal
/var/www/ , atau jika menggunakan xampp for linux ada di
/opt/lampp/htdocs/

4.Langkah berikutnya adalah setting konfigurasi database, supaya aplikasi senayan yang baru dapat membaca database yang sudah di buat.
Seting ini dilakukan di file sysconfig.inc.php
Jika anda tidak mau repot-repot menseting ulang, bisa dengan mengkopikan file sysconfig.inc.php dari aplikasi senayan versi lama ke aplikasi senayan versi baru. File sysconfig.inc.php ini terletak di /htdocs/senayan/sysconfig.inc.php.

Baris yang perlu diubah adalah:
define('DB_HOST', 'localhost');
define('DB_PORT', '3306');
define('DB_NAME', 'senayan');ïƒ sesuaikan dengan database anda
define('DB_USERNAME', 'senayanuser');ïƒ username database mysql
define('DB_PASSWORD', 'password_senayanuser');ïƒ passrword database


Selain itu dapat juga dengan:

1. Install senayan versi baru, tentunya dengan nama database baru (berbeda dengan database sebelumnya)

2. Ekport database lama, kemudian restore ke database senayan baru..... Selesai..

3. Kalau anda ingin menghemat ruang, database dan source senayan yang lama dapan anda hapus :)

Thursday, 5 June 2008

, , , , ,

Seminar BBM :: tumben nih...

Saat saya membaca pengumuman seminar tt BBM tanggal 23 Mei 2008, yang mengambil topik 'menyikapi kenaikan BBM dari berbagai disiplin ilmu' saya sempat memastikan, serasa tidak percaya. ternyata si penyelenggara adalah mahasiswa geologi (HMTG) dalam rangka lustrum. dilaksanakan 23 Mei tahun 2008. Dalam seminar ini di hadirkan Pak Sukusen Sumarinda (pertamina), kemudian Pak Soeprapto dari Sosiologi dan terakhir Pak Awan Santosa dari Pusat Studi ekonomi kerakyatan UGM.

"wah tumben anak geologi ngadain acara kayak gini, cerdas!!". Selama saya 'mengabdi' di jurusan ini baru kali ini saya melihat acara dengan format seperti ini --ato kurang gaul kali ya--. Biasanya yang di usung adalah hal-hal yang kegeologian, tentang seismik, nyari minyak bla-bla-bla.

Pada hari H, saya sempatkan untuk ke lokasi seminar, tepatnya di University Center UGM. "Ah bakalan menarik ni seminar".

Lhadalah, sampe disana, ternyata kapasitas UC yang ratusan itu cuma berisi seperlimanya -mungkin kurang-. Kurang lebih pada pukul 10-an saya sampe sana. Waktu itu yang presentasi adalah Sukusen Sumarinda dari Pertamina, dan disampingnya ada moderator. Saya sempat bertanya-tanya, "kemana dua pembicara lainnya". Usut punya usut, ternyata acara berjudul seminar ini di bagi tiga sesi, masing-masing sesi satu pembicara dari disiplin ilmu yang berbeda-beda.

Wah.... gdubrak.... jadi hambar nih seminar. Kalau dibagi tiga gini apa menariknya? Sama saja kayak baca buku ato pemikiran ketiga pembicara, ndak usah ikutan seminar saja. Dialektika menarik, pertukaran ide dari disiplin ilmu berbeda yang saya bayangkan akan saya saksikan pupus sudah.....

Ketika saya tanyakan kepada ketua HMTGnya, beliaupun mengiyakan. Mestinya memang menarik jika dipanelkan. Akan lebih hidup dan berbobot seminar ini. Tapi ya bagaimana lagi, wong saya cuma penikmat kok, bukan konseptor...

Namun demikian ide-ide acara seperti ini pantas di acungi jempol. Ketika ketemu dengan ketua HMTGnya juga saya lontarkan, bahwa perlu bagi mahasiswa baru selain di bekali dengan dasar geologi juga perlu dibekali dengan wacana sumberdayaalam di Indonesia. Siapa sih pengelola sumberdaya alam kita? Sumberdaya alam kita itu untuk siapa tho? Kata UUD untuk kemakmuran rakyat? dimana posisi sumberdaya alam dalam perpolitikan dunia? Apa benar ada rebutan 'ladang'? Awal Freeport masuk Indonesia itu seperti apa tho? Katanya Freeport itu tambang besar kelas dunia, kok kita tetep miskin gini ya? Kok Cepu bisa jatuh ke Exxon tho? ....... Sebagaimana fakta, bahwa mengelelola sumberdaya alam (minyak, dll) itu bertautan dengan banyak aspek, ada sosial politik, hukum. Apalagi bagi para calon penjaga gawang sumberdaya alam Indonesia....menurut saya sih penting...


salam

Monday, 2 June 2008

, , ,

Igos Summit 2

Beruntung, ketika terjadi perhelatan Igos Summit tanggal 27-28 Mei 2008 ini saya berkesempatan datang ke sana. Tepatnya ikut andil di stand Senayan Library Automation, yang merupakan software aplikasi untuk perpustakaan. bareng temen-temen yang lebih idealis -dari pada saya--, saya belajar banyak tt FOSS.

Igos Summit ini merupakan yang kedua. Selain menghadirkan stand-stand juga ada seminar bertema FOSS. Di arena Igos Summit ini pula, saya berkesempatan ketemu -lagi- dengan pak Onno, selain itu tak disangka ketemu pula dengan pak Bambang Prastowo. Hal yang lucu terjadi adalah ketika stand Senayan didatangi oleh sosok berpostur tinggi besar berkacamata dan yang disambangi pertama kali adalah mas Hendro. Setelah terlibat percakapan, selesai dan beliau meninggalkan stand Senayan... lha ternyata itu Mas Romi Satria Wahono.. halah...tak kirain siapa. Temen-teman yang biasanya ketemunya lewat dunia maya, baik email ataupun YM pun ketemu juga di sini. Beberapa temem-temen alumni UI, bahkan dengan temen satu kantor (UGM) malah ketemunya di Jakarta..

Cerita lainnya adalah ketika pak Hanjar Basuki datang di stand Senayan... karena saya tidak kenal, maka saya sodori saja brosur Senayan dan perpustakaan Diknas. Setelah beliau pergi... eh mas Yono (Wardiyono) cerita bahwa setelah saya memberikan brosur kepada beliau mas Yono ketawa. "Itu pak Hanjar Basuki, Pur. Penanggungjawab/koordinator perpustakaan Diknas" walah... wong "pemilik" sendiri kok saya beri brosur.

Berbagai produk dan inovasi di tawarkan oleh stand yang gabung di Igos Summit ini. Senayan sendiri menawarkan Senayan stable 4 yang sudah mendukung multi bahasa, selain itu juga Igloo versi 6.0. "Igloo ini sudah bisa youtube-youtube-an" begitu kata mas Hendro. Igloo yang diberikan cuma-cuma ini memang mendukung pengelolaan koleksi video dengan model seperti youtube. Igloo ini dikemas dalam Kopimanis, dan merupakan hasil dari implementasi dari sebuah perpustakaan. Disinilah indahnya semangat opensource. Pesan--> implementasi--> lempar ke publik dengan semangat opensource.

Stand BPPT, mengembangkan perintah suara di Linux. Dari demo yang dilakukan komputer (OS nya Linux) mampu "mendengar" dan menerjemahkan perintah lisan. "Buka Console" "Buka Firefox" "Jelajah detik" "Jelajah kompas" "tutup aplikasi" dan berbagai perintah lainnya. Kambingnya UI bagi-bagi CD distro, pak Onno dengan Wajanboliknya, Sisfokampus dengan FOSS sisfokampunyanya, kemudian ada POSS UGM, POSS Presiden university, POSS UPI dengan berbagai inovasi sesuai karakternya masing-masing.

Selain itu --ini kebiasaan pengunjung, apalagi dari luar kota-- mencari gratisan merupakan misi wajib. Ada beberapa stand yang menyediakan gratisan. Ada Cd linux berbagai distro, buku, CD OSS, berbagai aplikasi, sampai yang kecil-kecil seperti ngobrol dan keluh kesah atau konsultasi tt OSS.

Sunday, 25 May 2008

, ,

Freeport Mengangkangi Emas Papua

Di ketinggian 4200 m di tanah Papua, Freeport McMoran (FM), perusahaan induk PT. Freeport Indonesia mengangkangi tambang emas terbesar di dunia dengan cadangan terukur kurang lebih 3046 ton emas, 31 juta ton tembaga, dan 10 ribu ton lebih perak tersisa di pegunungan Papua. Berdasarkan perhitungan kasar, cadangan ini diperkirakan masih akan bisa dikeruk hingga 34 tahun mendatang.

Menurut catatan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejak 1991 hingga tahun 2002, PT Freeport memproduksi total 6.6 juta ton tembaga, 706 ton emas, dan 1.3 juta ton perak. Dari sumber data yang sama, produksi emas, tembaga, dan perak Freeport selama 11 tahun setara dengan 8 milyar US$. Sementara perhitungan kasar produksi tembaga dan emas pada tahun 2004 dari lubang Grasberg setara dengan 1.5 milyar US$.

Berdasarkan laporan pemegang saham tahun 2005, nilai investasi FM di Indonesia mencapai 2 milyar dollar. Freeport merupakan perusahaan emas penting di Amerika karena merupakan penyumbang emas nomor 2 kepada industri emas di Amerika Serikat setelah Newmont. Pemasukan yang diperoleh Freeport McMoran dari PT Freeport Indonesia, dan PT. Indocopper Investama (keduanya merupakan perusahaan yang beroperasi di Pegunungan Tengah Papua) mencapai 380 juta dollar (hampir 3.8 trilyun) lebih untuk tahun 2004 saja. Keuntungan tahunan ini, tentu jauh lebih kecil pendapatan selama 37 tahun Freeport beroperasi di Indonesia...

selengkapnya klik di sini

Sunday, 18 May 2008

, , ,

Terjajah ExxonMobil di Cepu

postingan ini saya salinkan dari http://ketikataku.wordpress.com
juga tersedia di Jatam.org

Saya memang "seneng" membaca berita tt minyak, energi, pertambangan, lapindo dll. Salah satu sebabnya adalah karena saya bekerja pada institusi yang mempersiapkan para calon pengelola sumberdaya alam, mungkin ada semacam keterkaitan emosional :) . Keterkaitan emosional ini, kadang juga saya sampaikan kepada mahasiswa. Misalnya pada suatu ujian, pernah saya mengatakan kepada mahasiswa, bahwa "Bertindaklah jujur, karena Anda adalah calon pengelola dan penjaga gawang sumberdaya alam Indonesia".

Berlebihankan apa yang saya sampaikan itu? ah semoga saja tidak... Apa yang saya katakan itupun juga bukan berarti saya teleh jujur... hehe :)
Meskipun ini artikel lama, tapi semoga bermanfaat...

------------------------------------//-----------------------

Oleh: Kwik Kian Gie

Kali ini saya tidak akan membahas tentang pengertian subsidi -apakah itu sama dengan uang tunai yang harus keluar atau tidak- dan hal-hal teknis lain seperti itu. Saya akan membahas tentang negara kaya yang menjadi miskin kembali karena terjerumus ke dalam mental kuli yang oleh penjajah Belanda disebut mental inlander. Mental para pengelola ekonomi sejak 1966 yang tidak mengandung keberanian sedikit pun, yang menghamba, yang ngapurancang ketika berhadapan dengan orang-orang bule.

Ibu pertiwi yang perut buminya mempunyai kandungan minyak sangat besar dibanding kebutuhan nasionalnya, setelah 60 tahun merdeka hanya mampu menggarap minyaknya sendiri sekitar 8 persen. Sisanya diserahkan kepada eksplorasi dan eksploitasi perusahaan-perusaha an asing.

Apa pekerjaan dan sampai seberapa jauh daya pikir para pengelola ekonomi kita sejak merdeka sampai sekarang? Istana Bung Karno dibanjiri para kontraktor minyak asing yang sangat berkeinginan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak bumi di Indonesia. Bung Karno menugaskan Chairul Saleh supaya mengizinkannya hanya sangat terbatas. Putrinya, Megawati, bertanya kepada ayahnya, mengapa begitu? Jawaban Bung Karno kepada putrinya yang baru berumur 16 tahun, “Nanti kita kerjakan sendiri semuanya kalau kita sudah cukup mempunyai insinyur-insinyur sendiri.”

Artinya, Bung Karno sangat berketetapan hati mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak oleh putra-putri bangsa Indonesia sendiri. Mengapa sekarang hanya sekitar 8 persen? Lebih menyedihkan ialah keputusan pemerintah memperpanjang kerja sama dengan Exxon Mobil (Exxon) untuk blok Cepu selama 20 tahun sampai 2030.

Begini ceritanya. Exxon membeli lisensi dari Tommy Soeharto untuk mengambil minyak dari sebuah sumur di Cepu yang kecil. Exxon lalu melakukan eksplorasi tanpa izin. Ternyata ditemukan cadangan dalam sumur yang sama sebanyak 600 juta barel. Ketika itu Exxon mengajukan usul untuk memperpanjang kontraknya sampai 2030. Keputusan ada di tangan Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP). Dua dari lima anggota menolak. Yang satu menolak atas pertimbangan yuridis teknis. Yang lain atas pertimbangan sangat prinsipil.

Dia sama sekali tidak mau diajak berargumentasi dan juga sama sekali tidak mau melihat angka-angka yang disodorkan Exxon beserta para kroninya yang berbangsa Indonesia. Mengapa? Karena yang menjadi pertimbangan pokoknya, harus dieksploitasi bangsa Indonesia sendiri, yang berarti bahwa Exxon pada 2010 harus hengkang, titik. Alasannya sangat mendasar, tetapi formulasinya sederhana. Yaitu, bangsa yang 60 tahun merdeka selayaknya, semestinya, dan seyogianya mengerjakan sendiri eksplorasi dan eksploitasi minyaknya. Bahkan, harus melakukannya di mana saja di dunia yang dianggap mempunyai kemungkinan berhasil. Menurut peraturan yang berlaku (sebelum Pertamina berubah menjadi Persero), kalau DKPP tidak bisa mengambil keputusan yang bulat, keputusan beralih ke tangan presiden. Maka, bola ada di tangan Presiden Megawati Soekarnoputri. Beliau tidak mengambil keputusan, sehingga Exxon kalang kabut. Exxon mengirimkan executive vice president-nya yang langsung mendatangi satu anggota DKPP yang mengatakan “pokoknya tidak”.

Dia mengatakan, sejak awal sudah ingin bertemu satu orang anggota DKPP ini yang berinisial KKG, tetapi dilarang kolega-koleganya sendiri. KKG tersenyum sambil mengatakan karena para koleganya masih terjangkit mental inlander.

Lalu dia berargumentasi panjang lebar dengan mengemukakan semua angka betapa Indonesia diuntungkan. KKG menjawab bahwa kalau dia ngotot sampai seperti itu, apa lagi latar belakangnya kalau dia tidak memperoleh untung besar dari perpanjangan kontrak sampai 2030? Karena itu, kalau mulai 2010, sesuai kontrak, Exxon harus hengkang dan seluruhnya dikerjakan Pertamina, semua laba yang tadinya jatuh ke tangan Exxon akan jatuh ke tangan Indonesia sendiri. Lagi pula, KKG menjelaskan bahwa sudah waktunya belajar menjadi perusahaan minyak dunia seperti Exxon. KKG bertanya kepadanya, “Bukankah kami berhak mulai merintis supaya menjadi Anda di bumi kita sendiri dan menggunakan minyak yang ada di dalam perut bumi kita sendiri?”

Eh, dia mulai mengatakan tidak bisa mengerti bagaimana orang berpendidikan Barat bisa sampai seperti itu tidak rasionalnya! Jelas KKG muntap dan mulai memberi kuliah panjang lebar bahwa orang Barat sangat memahami dan menghayati tentang apa yang dikatakan EQ, dan bukan hanya IQ. Apalagi, kalau dalam hal blok Cepu ini ditinjau dengan IQ juga mengatakan bahwa mulai 2010 harus dieksploitasi oleh Indonesia sendiri.

Bung Karno juga berpendidikan Barat dan sejak awal beliau mengatakan, “Man does not live by bread alone.” Dalam hal blok Cepu, dua argumen berlaku, yaitu man does not live by bread alone, dan diukur dengan bread juga menguntungkan Indonesia, karena laba yang akan jatuh ke tangan Exxon menjadi labanya Pertamina.

Pikiran lebih mendalam dan bahkan dengan perspektif jangka panjang yang didasarkan materi juga mengatakan bahwa sebaiknya blok Cepu dieksploitasi oleh Pertamina sendiri. Mengapa? Jawabannya diberikan oleh mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim kepada Menko Ekuin ketika itu bahwa Pertamina adalah organisasi yang telanjur sangat besar. Minyak adalah komoditas yang tidak dapat diperbarui. Penduduk indonesia bertambah terus seiring dengan bertambahnya konsumsi.

Kalau sekarang saja terlihat bahwa konsumsi nasional sudah lebih besar daripada produksi nasional, di masa mendatang kesenjangan ini menjadi semakin besar, dan akhirnya organisasi Pertamina yang demikian besar itu akan dijadikan apa?

Apakah hanya menjadi perusahaan dagang minyak, dan apakah akan mampu berdagang saja dalam skala dunia, bersaing dengan the seven sisters? Maka visi jangka panjang Baihaki Hakim, mumpung masih lumayan cadangannya, sejak sekarang mulai go international dan menggunakan cadangan minyak yang ada untuk sepenuhnya menunjang kebijakannya yang visiuner itu.

Menko Ekuin ketika itu memberikan dukungan sambil mengatakan, “Pak Baihaki, saya mendukung sepenuhnya. Syarat mutlaknya ialah kalau Anda ingin menjadikan Pertamina menjadi world class company, Anda harus juga memberikan world class salary kepada anak buah Anda.” Sang Menko Ekuin keluar dari kabinet Abdurrahman Wahid. Setelah itu dia kembali ke kabinet sebagai kepala Bappenas dan ex officio menjabat anggota DKPP. Maka pikirannya masih dilekati visi jangka panjangnya Pak Baihaki Hakim dan kebetulan direktur utama Pertamina ketika itu juga masih Pak Baihaki Hakim. Tetapi, kedudukan kita berdua sudah sangat lemah, karena dikreoyok para anggota DKPP dan anggota direksi lain yang mental, moral, dan cara berpikirnya sudah kembali menjadi inlander.

Baihaki Hakim yang mempunyai visi, kemampuan, dan telah berpengalaman 13 tahun menjabat direktur utama Caltex Indonesia langsung dipecat begitu Pertamina menjadi persero. Alasannya, kalau diibaratkan sopir, dia adalah sopir yang baik untuk mobil Mercedes Benz. Sedangkan yang
diperlukan buat Pertamina adalah sopir yang cocok untuk truk yang bobrok. Bayangkan, betapa inlander cara berpikirnya. Pertamina diibaratkan truk bobrok. Caltex adalah Mercedez Benz. Memang sudah edan semua.

Ada tekanan luar biasa besar dari pemerintah Amerika Serikat di samping dari Exxon. Ceritanya begini. Dubes AS ketika itu, Ralph Boyce, sudah membuat janji melakukan kunjungan kehormatan kepada kepala Bappenas, karena protokolnya begitu. Tetapi, ketika sang Dubes tersebut mendengarkan pidato sang kepala Bappenas di Pre-CGI meeting yang sikap,isinya pidato, dan nadanya bukan seorang inlander, janjinya dibatalkan.

Eh, mendadak dia minta bertemu kepala Bappenas. Dia membuka pembicaraan dengan mengatakan akan berbicara tentang Exxon. Kepala Bappenas dalam kapasitasnya selaku anggota DKPP mengatakan bahwa segala sesuatunya telah dikemukakan kepada executive vice president-ya Exxon, dan dipersilakan berbicara saja dengan beliau.

Sang Dubes mengatakan sudah mendengar semuanya, tetapi dia hanya melakukan tugasnya. “I am just doing my job”. Kepala Bappenas mengatakan lagi, “Teruskan saja kepada pemerintah Anda di Washington semua argument penolakan saya yang diukur dengan ukuran apa pun, termasuk semua akal sehat orang-orang Amerika pasti dapat diterima.”

Kepala Bappenas keluar lagi dari kabinet karena adanya pemerintahan baru, yaitu Kabinet Indonesia Bersatu, dan Exxon menang mutlak. Ladang minyak di blok Cepu yang konon cadangannya bukan 600 juta barrel, tetapi 2 miliar barrel, oleh para inlander diserahkan kepada Exxon penggarapannya.

Saya terus berdoa kepada Bung Karno dan mengatakan, “Bung Karno yang saya cintai dan sangat saya hormati. Janganlah gundah dan gelisah, walaupun Bapak sangat gusar. Istirahatlah dengan tenang. Saya juga sudah bermeditasi di salah satu vihara untuk menenangkan hati dan batin saya. Satu hari nanti rakyat akan bangkit dan melakukan revolusi lagi seperti yang pernah Bapak pimpin, kalau para cecunguk ini sudah dianggap terlampau lama dan terlampau mengkhianati rakyatnya sendiri.”
*) Mantan Menteri Negara PPN/kepala Bappenas

Tuesday, 6 May 2008

Sunday, 4 May 2008

,

Perpustakaan Gunung Kidul

Ketika pulang kampung minggu lalu, ada yang tidak terduga.

Niat awalnya adalah "tilik" orang tua sambil membawa titipan temen yang belum saya sampaikan. Akhirnya pulang, karena sabtu tidak bisa, ya minggu.

Di kota wonosari, karena terhadang iring-iringan Konvoi Partai G****R, terpaksa jalan muter lewat di depan perpustakaan daerah Gunungkidul, nama tepatnya adalah UPTD (Unit Pelaksana Teknik Daerah) Perpustakaan. Tidak disangka ternyata perpustakaan buka pada hari minggu. Karena titipan temen itu mesti saya antarkan ke perpustakaan, kebetulan sekali sekalian mampir. Sebenarnya juga ingin sekali ke almamater, tapi....ndak jadi.

Stelah masuk dan sedikit basa-basi akhirnya saya meluangkan waktu untuk melihat ruang, membaca buku dan sekedar ngobrol dengan pustakawannya.

Saya tidak bisa cerita banyak tt perpustakaan ini, tidak banyak data yang saya dapatkan.

Di perpustakaan ini sudah ada komputer untuk internet sejumlah emm kira-kira 6 unit, kemudian ruang multimedia dan ruang baca. Di ruang multimedia terdapat dua televisi besar yang bisa untuk main game dan nonton film, sementara di ruang internet (menurut) peraturan pengguna hanya bisa mencari informasi, tidak boleh untuk game, buka film, apalagi film porno :) Untuk menjadi anggotapun murah, cuma 1000 rupiah selama setahun (ingat-ingat lupa) CMIIW

Yang membuat saya heran adalah peraturan di ruang internet yaitu LAB BUKAN UNTUK BERLATIH INTERNET.
Pikir saya lab internet di perpustakaan, untuk para anggota perpustakaan, perpustakaan untuk belajar, lha kok kita nggak boleh belajar internet, kok lucu ya..

Ah...semoga saya berkesempatan kesana lagi (paling tidak untuk mengembalikan buku) dan menanyakanya...

Peraturan lab komputerGerbang Perpustakaan
Rak  buku-bukuAnak-anak lagi nontong bareng