Showing posts with label kreatifitas pustakawan. Show all posts
Showing posts with label kreatifitas pustakawan. Show all posts

Friday, 8 May 2015

, ,

SubjectPlus: membuat pathfinder daring

Pathfinder merupakan salah satu alat untuk memudahkan pemustaka menemukan informasi yang tepat tentang sesuatu hal. Ketika perkembangan layanan online semakin pesat, maka pathfinder online juga menjadi kebutuhan. Subjectguide, merupakan istilah yang sekarang banyak digunakan merujuk pada pathfinder.
http://www.slideshare.net/buffyjhamilton/pdf-file-creating-subject-guides-for-the-21st-century-library-by-buffy-hamilton
Salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat Subjectguide adalah Subjectplus. Tagline SP adalah "Take control of your library data".  Fitur-fitur dalam SP:
  1. Membuat guide
  2. Daftar staf
  3. Daftar database
  4. FAQ
  5. Suggestion box
  6. Responsive design
  7. Multilingual
  8. API
  9. Summon suggestion
  10. Installer/updater
Ketika membuat sebuah guide dengan tema/subjek tertentu, dalam SP dimungkinkan menyatukan sumber dari RSS, katalog, embed video dari youtube dan vimeo, seting subject spesialis, editable box, dan lain sebagainya.

Contoh konsep Subjecguide di Pepustakaan FT UGM
Monggo para pustakawan dapat membertimbangkan aplikasi ini untuk menembah nilai lebih perpustakaannya. Jangan lupa, siapkan dengan matang..

"carefully constructed subject guides can  help learners access  quality information more efficiently", demikian kutipan dari slide Buffy Hamilton halaman 28.

Tuesday, 5 May 2015

,

Perpustakaan Kreatif v.1


saya takut perpustakaan saya tidak dikunjungi..
saya takut koleksi saya tidak disentuh lagi oleh mahasiswa..
saya takut saya ndak lagi punya pekerjaan jika disediakan koleksi dijital..
saya takut SKP saya ndak terpenuhi jika koleksinya digital dan daring ...
skema perpustakaan kreatif v.1
Peta di atas adalah peta perpustakaan kreatif  berdasarkan pengalaman saya mengelola perpustakaan. Peta di atas memperlihatkan beberapa peran pustakawan yang dapat dikembangkan selain kegiatan yang umum dilakukan di perpustakaan (pinjam- kembali).

Jika dalam dunia akademik (universitas) dosen memiliki peran mengajar, meneliti dan mengabdi pada masyarakat, maka menurut saya pustakawan juga demikian. Mengajarnya pustakawan tidak = dosen, demikian pula meneliti dan mengabdinya pada masyarakat.
Peran berbeda namun saling melengkapi, yang  menunjukkan bahwa keduanya merupakan profesi harus dibangun.

Yang umum dipahami adalah dosen mengajar mata kuliah tertentu. Selain mengajar, dosen juga mampu merekomendasikan buku dan mengetahui buku yang berkualitas untuk mata kuliahnya. Sementara itu pustakawan menyediakan koleksi tersebut secara fisik. Hanya menyediakan sajakah? atau sebenarnya dapat dioptimalkan lebih dari sekedar menyediakan-meminjamkan-mengembalikan? Seharusnya ada kerja kerja yang lebih berbobot dari pada kegiatan administratif.


Saya melihat sudah selayaknya pustakawan wajib memiliki (minimal) satu keterampilan dan pengetahuan yang khas untuk berhadapan langsung dengan mahasiswa dan membantu mereka dalam proses akademik. Keterampilan dan pengetahuan ini dapat digunakan oleh pustakawan khusus atau menempel pada peran tradisional pustakawan.

Membaca keadaan disekitar, merancang kegiatan agar berbagai isu dan ide pemustaka dapat lebih berkembang, menjadi pemantik diskusi, dan hal lainnya dapat dilaksanakan oleh pustakawan. Berat, tapi akan mengasyikkan.

Perpustakaan kreatif merupakan kombinasi antara layanan kreatif, dukungan teknologi kreatif dan kerjasama untuk menyelenggarakan kegiatan kreatif. Eh, kurang satu: tempatnya juga kreatif. Dengan perpustakaan dan pustakawan kreatif, maka ketakutan perpustakaan tidak dikunjungi pemustaka tidak lagi relevan lagi.