Wednesday, 25 November 2009

, , , ,

Release Senayan3-Stable12

Senayan is an open source Library Management System. It is build on Open source technology like PHP and MySQL. Senayan provides many features such as Bibliography database, Circulation, Membership and many more that will help "automating" library tasks. This project is proudly sponsored by Pusat Informasi dan Humas Depdiknas and licensed under GPL v3.

And now, Senayan3-Stable12 is released. The new features is:

- Added : Member login in OPAC
Next, member login usefull to develop web 2.0. So the member can write command to the collections.
- Added : File download limitation based on Member type
- Added : new public template (igos & terrafirma)
- Added : new admin template (igos)

You can download the source here
The last documentation is available in here

Wednesday, 21 October 2009

Saturday, 10 October 2009

, ,

Sinergisitas pustakawan-mahasiswa-dosen/pegawai: prepare and serve

tulisan ini adalah bagian dari tugas matakuliah PR & Promosi Perpustakaan


Libraries are not made; they grow. - Augustine Birrell


Saya tidak tahu persis kapan perpustakaan Teknik Geologi UGM berdiri. Sepengetahuan saya, perpustakaan jurusan ini ada sebagai peleburan dari perpustakaan-perpustakaan kecil yang sebelumnya ada di laboratorium-laboratorium jurusan. Karena koleksi semakin banyak dan ruangan juga digunakan untuk praktikum, maka muncul perpustakaan jurusan. Letak perpustakaan ini juga berpindah, mengikuti berpindahnya gedung jurusan. Mulai dari Jetis, Skip, Jl. Flora hingga akhirnya ada di Jl. Grafika.

Pengelolanya merupakan pegawai administrasi yang ditempatkan di perpustakaan. Hingga kemudian saya masuk, merupakan karyawan pertama dengan ijazah ilmu perpustakaan. Namun demikian, yang saya ketahui karena lamanya mereka bekerja di perpustakaan, tingkat pengetahuan mereka pada koleksi tinggi, tidak sebatas judul-judul buku namun juga beberapa pokok isi buku yang bersangkutan, terutama buku-buku babon.

Karena merupakan gabungan dari koleksi-koleksi laboratorium, tingkat kunjungan mahasiswa dan dosen relatif tinggi.

Awal-awal bekerja


No furniture so charming as books. - Sydney Smith

Pada awal-awal bekerja di perpustakaan teknik Geologi UGM, ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan. Ruangan yang sempit, sistem teknologi yang masih tertinggal, sirkulasi udara ruang perpustakaan yang tidak optimal, dan juga belum terkelolanya koleksi digital. Namun demikian saya merasa bahwa pihak manajemen terbuka luas pada ide-ide baru untuk pengembangan perpustakaan.

Sebagai gambaran, perpustakaan teknik Geologi UGM pada awal saya bekerja ada di sudut dalam gedung jurusan. Karena letakknya di dalam ini, maka sirkulasi ruangan mengandalkan AC, tentunya menjadi tidak sehat karena pada kesehariannya ruangan ini dipenuhi oleh banyak mahasiswa. Pangkalan data yang kami gunakan adalah SIPISIS, dimana diketahui merupakan sebuah perangkat otomasi yang masih berbasis DOS.

Koleksi-koleksi digital mulai ada, baik skripsi, tesis, referat maupun artikel-artikel sumbangan dosen. Semakin banyaknya koleksi digital ini menjadi semakin sulit temu kembalinya, karena hanya disimpan dalam hardisk dan dibuka lagi jika ada mahasiswa mencari. Jika mahasiswa hanya menanyakan sebuah subyek artikel tanpa tahu artikel itu ada pada jurnal apa, maka kami akan mengalami kesulitan.

Menentukan sikap

Your library is your portrait. - Holbrook Jackson


Melihat kenyataan yang ada, kami memberanikan diri untuk mengajukan proposal pengembangan perpustakaan. Salah satunya berisi usulan untuk memindah ruang perpustakaan ke tempat sisi luar gedung. Pilihan ini dilakukan dengan alasan bahwa disisi luar gedung akan lebih sehat karena ventilasi udara lebih terjamin. Selain itu juga akan mengurangi ketergantungan pada tenaga listrik, cahaya matahari tentunya akan masuk dan menerangi perpustakaan. Hal ini sangat terasa ketika energi listrik mati

Usulan pindah ruang ini ternyata disetujui, tepatnya pada bulan Februari 2007 perpustakaan teknik geologi pindah ke ruang baru (Ruang 1.1) yang terletak di sisi barat gedung jurusan Teknik Geologi UGM.

Pada perpustakaan ini, saya bekerja 2 orang. Awalnya ada 3 orang, namun 1 orang kemudian dipindah di bagian akademik. Rekan kerja saya telah bekerja lebih dari 10 tahun di perpustakaan. Dalam kegiatan keseharian kawan saya lebih ke pelayanan sirkulasi dan klasifikasi, sementara saya lebih banyak berurusan dengan komputasi dan pengolahan.

Beberapa capaian

Librarians are subversive. You think they're just sitting there at the desk, all quiet and everything. They're like plotting the revolution. --Michael Moore


Ada beberapa capaian pelayanan perpustakaan dalam 2 tahun terakhir:

1. Pindah ruang

Sebagaimana saya ceritakan diatas, berhasilnya perpustakaan pindah ruang merupakan sebuah prestasi sendiri bagi kami. Kami merasa bahwa perpustakaan merupakan unit yang diperhatikan. Tentunya ini merupakan sebuah kepercayaan yang mesti dijaga.

2. Adanya katalog online

Perkembangan teknologi memacu kami untuk berinovasi. Dengan belajar terus, akhirnya saya berhasil membuat katalog kami dapat online di internet pada alamat http://geologi.ugm.ac.id/lib. Sebelumnya, kami menggunakan model “salin katalog”. Model ini kami tawarkan pada mahasiswa yang ingin mengcopi katalog perpustakaan dan mencari koleksi yang ada dirumah. Semacam portable catalog.

Perangkat yang saya gunakan berbasis opensource. Sehingga tidak terasa membebani anggaran perpustakaan.

3. Terbaharuinya sistem otomasi perpustakaan

Melihat SIPISIS sebagai sistem otomasi sudah tidak memadai, maka kami memutuskan untuk mengganti dengan yang lebih baik. Akhirnya terpilihlan Senayan sebagai gantinya, sejak bulan Maret 2009.

4. Adanya repositori koleksi kuliah

Di perpustakaan, kami juga menyediakan komputer sebagai tempat menyimpan materi-materi kuliah yang didapat dari dosen, ataupun file-file yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan lainnya. Dengan komputer ini mahasiswa dapat saling menukar koleksi.

5. Mulai dirintisnya koleksi dan layanan untuk karyawan.

Saat ini kami telah memulai menyediakan koleksi-koleksi yang dapat dikonsumsi oleh karyawan. Misalnya dengan melanggan majalah-majalah umum (National Geographic), surat kabar (mulai pada pertengahan 2007), membeli buku-buku umum, melayani karyawan yang ingin menelusur informasi di internet dan lainnya.

6. Adanya pelayanan internet dan WiFi area di perpustakaan.
7. Adanya sarana blog (http://lib.geologi.ugm.ac.id) dan Grup di Facebook untuk penyebaran informasi perpustakaan.
8. Pelayanan pemesanan, perpanjangan peminjaman menggunakan email/SMS.
9. Tambahan koleksi baru (buku/jurnal) dari berbagai hibah.
10. Koleksi digital (jurnal, buku) bertambah hingga 30GB. Ini kami dapatkan dari mahasiswa, dosen dan pembelian.

Pertambahan koleksi digital dan buku, jurnal tercetak ini sangat menambah kekuatan koleksi perpustakaan.

Memantabkan sinergisitas

I have always imagined that Paradise will be a kind of library. --Jorge Luis Borges

Pada dasarnya masih ada banyak hal yang belum tercapai. Ke depan kami berharap perpustakaan Teknik geologi ugm dapat lebih bermanfaat lagi tidak hanya pada mahasiswa dan dosen berkaitan dengan perkuliahan, tapi juga bagi para karyawan. Bukankan perpustakaan ini memang untuk semua anggota jurusan teknik geologi ugm?

Secara terperinci, capaian-capaian yang masih ingin kami raih adalah:

1. Pelayanan perpustakaan juga mencakup karyawan

2. Adanya pengelolaan local contents yang mumpuni

3. Terkelolanya koleksi digital dengan baik

4. Terkelolanya koleksi jurnal dengan baik

5. Terdayagunakannya teknologi informasi secara lebih optimal untuk pelayanan perpustakaan.

6. Pendidikan pemakai

7. Database tugas akhir mahasiswa dilengkapi dengan abstrak

8. Adanya evaluasi terukur secara berakala

9. Ikut berkontribusi pada pengembangan keilmuan, baik dengan melakukan penelitian sederhana, sebagai tempat penelitian, atau berkolaborasi dengan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Selain hal tersebut diatas, untuk mewujudkan prepare and serve kami berupaya menjadi jembatan antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dan mahasiswa dan juga dosen/mahasiswa dengan karyawan. Berbagai macam bentuknya, mulai dari melayani mahasiswa yang bertanya NIP dosen, nomor HP karyawan, menitipkan file, email dosen, menitipkan buku untuk mahasiswa lain. Kemudian karyawan yang bertanya nomor HP mahasiswa, karyawan yang minta dibantu mencari informasi di internel serta hal lainnya.

Kami ingin, motto prepare and serve menjadikan pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Sampai saat ini, meskipun telah ada kemajuan-kemajuan, kami tidaklah boleh berhenti. Perencanaan strategis masih harus kami lakukan untuk dapat mencapai kembali capaian optimal.

Tentunya, dukungan anda akan menjadikan pemicu itu lebih besar lagi. Menempatkan diri menjadi bagian perpustakaan, adalah awal dari membuka kehidupan kita, sebagaimana Rita Mae Brown katakan "When I Got My Library Card, that's when my life began"

Thursday, 8 October 2009

,

Sinergisitas pustakawan-mahasiswa-dosen/pegawai: prepare and serve

tulisan ini adalah bagian dari tugas matakuliah PR & Promosi Perpustakaan



Libraries are not made; they grow. - Augustine Birrell

Saya tidak tahu persis kapan perpustakaan Teknik Geologi UGM berdiri. Sepengetahuan saya, perpustakaan jurusan ini ada sebagai peleburan dari perpustakaan-perpustakaan kecil yang sebelumnya ada di laboratorium-laboratorium jurusan. Karena koleksi semakin banyak dan ruangan juga digunakan untuk praktikum, maka muncul perpustakaan jurusan. Letak perpustakaan ini juga berpindah, mengikuti berpindahnya gedung jurusan. Mulai dari Jetis, Skip, Jl. Flora hingga akhirnya ada di Jl. Grafika.

Pengelolanya merupakan pegawai administrasi yang ditempatkan di perpustakaan. Hingga kemudian saya masuk, merupakan karyawan pertama dengan ijazah ilmu perpustakaan. Namun demikian, yang saya ketahui karena lamanya mereka bekerja di perpustakaan, tingkat pengetahuan mereka pada koleksi tinggi, tidak sebatas judul-judul buku namun juga beberapa pokok isi buku yang bersangkutan, terutama buku-buku babon.

Karena merupakan gabungan dari koleksi-koleksi laboratorium, tingkat kunjungan mahasiswa dan dosen relatif tinggi.

Awal-awal bekerja

No furniture so charming as books. - Sydney Smith

Pada awal-awal bekerja di perpustakaan teknik Geologi UGM, ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan. Ruangan yang sempit, sistem teknologi yang masih tertinggal, sirkulasi udara ruang perpustakaan yang tidak optimal, dan juga belum terkelolanya koleksi digital. Namun demikian saya merasa bahwa pihak manajemen terbuka luas pada ide-ide baru untuk pengembangan perpustakaan.

Sebagai gambaran, perpustakaan teknik Geologi UGM pada awal saya bekerja ada di sudut dalam gedung jurusan. Karena letakknya di dalam ini, maka sirkulasi ruangan mengandalkan AC, tentunya menjadi tidak sehat karena pada kesehariannya ruangan ini dipenuhi oleh banyak mahasiswa. Pangkalan data yang kami gunakan adalah SIPISIS, dimana diketahui merupakan sebuah perangkat otomasi yang masih berbasis DOS.

Koleksi-koleksi digital mulai ada, baik skripsi, tesis, referat maupun artikel-artikel sumbangan dosen. Semakin banyaknya koleksi digital ini menjadi semakin sulit temu kembalinya, karena hanya disimpan dalam hardisk dan dibuka lagi jika ada mahasiswa mencari. Jika mahasiswa hanya menanyakan sebuah subyek artikel tanpa tahu artikel itu ada pada jurnal apa, maka kami akan mengalami kesulitan.

Menentukan sikap

Your library is your portrait. - Holbrook Jackson

Melihat kenyataan yang ada, kami memberanikan diri untuk mengajukan proposal pengembangan perpustakaan. Salah satunya berisi usulan untuk memindah ruang perpustakaan ke tempat sisi luar gedung. Pilihan ini dilakukan dengan alasan bahwa disisi luar gedung akan lebih sehat karena ventilasi udara lebih terjamin. Selain itu juga akan mengurangi ketergantungan pada tenaga listrik, cahaya matahari tentunya akan masuk dan menerangi perpustakaan. Hal ini sangat terasa ketika energi listrik mati

Usulan pindah ruang ini ternyata disetujui, tepatnya pada bulan Februari 2007 perpustakaan teknik geologi pindah ke ruang baru (Ruang 1.1) yang terletak di sisi barat gedung jurusan Teknik Geologi UGM.

Pada perpustakaan ini, saya bekerja 2 orang. Awalnya ada 3 orang, namun 1 orang kemudian dipindah di bagian akademik. Rekan kerja saya telah bekerja lebih dari 10 tahun di perpustakaan. Dalam kegiatan keseharian kawan saya lebih ke pelayanan sirkulasi dan klasifikasi, sementara saya lebih banyak berurusan dengan komputasi dan pengolahan.

Beberapa capaian

Librarians are subversive. You think they're just sitting there at the desk, all quiet and everything. They're like plotting the revolution. --Michael Moore

Ada beberapa capaian pelayanan perpustakaan dalam 2 tahun terakhir:

  1. Pindah ruang

Sebagaimana saya ceritakan diatas, berhasilnya perpustakaan pindah ruang merupakan sebuah prestasi sendiri bagi kami. Kami merasa bahwa perpustakaan merupakan unit yang diperhatikan. Tentunya ini merupakan sebuah kepercayaan yang mesti dijaga.

  1. Adanya katalog online

Perkembangan teknologi memacu kami untuk berinovasi. Dengan belajar terus, akhirnya saya berhasil membuat katalog kami dapat online di internet pada alamat http://geologi.ugm.ac.id/lib. Sebelumnya, kami menggunakan model “salin katalog”. Model ini kami tawarkan pada mahasiswa yang ingin mengcopi katalog perpustakaan dan mencari koleksi yang ada dirumah. Semacam portable catalog.

Perangkat yang saya gunakan berbasis opensource. Sehingga tidak terasa membebani anggaran perpustakaan.

  1. Terbaharuinya sistem otomasi perpustakaan

Melihat SIPISIS sebagai sistem otomasi sudah tidak memadai, maka kami memutuskan untuk mengganti dengan yang lebih baik. Akhirnya terpilihlan Senayan sebagai gantinya, sejak bulan Maret 2009.

  1. Adanya repositori koleksi kuliah

Di perpustakaan, kami juga menyediakan komputer sebagai tempat menyimpan materi-materi kuliah yang didapat dari dosen, ataupun file-file yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan lainnya. Dengan komputer ini mahasiswa dapat saling menukar koleksi.

  1. Mulai dirintisnya koleksi dan layanan untuk karyawan.

Saat ini kami telah memulai menyediakan koleksi-koleksi yang dapat dikonsumsi oleh karyawan. Misalnya dengan melanggan majalah-majalah umum (National Geographic), surat kabar (mulai pada pertengahan 2007), membeli buku-buku umum, melayani karyawan yang ingin menelusur informasi di internet dan lainnya.

  1. Adanya pelayanan internet dan WiFi area di perpustakaan.
  2. Adanya sarana blog (http://lib.geologi.ugm.ac.id) dan Grup di Facebook untuk penyebaran informasi perpustakaan.
  3. Pelayanan pemesanan, perpanjangan peminjaman menggunakan email/SMS.
  4. Tambahan koleksi baru (buku/jurnal) dari berbagai hibah.
  5. Koleksi digital (jurnal, buku) bertambah hingga 30GB. Ini kami dapatkan dari mahasiswa, dosen dan pembelian.
Pertambahan koleksi digital dan buku, jurnal tercetak ini sangat menambah kekuatan koleksi perpustakaan.

Memantabkan sinergisitas

I have always imagined that Paradise will be a kind of library. --Jorge Luis Borges

Pada dasarnya masih ada banyak hal yang belum tercapai. Ke depan kami berharap perpustakaan Teknik geologi ugm dapat lebih bermanfaat lagi tidak hanya pada mahasiswa dan dosen berkaitan dengan perkuliahan, tapi juga bagi para karyawan. Bukankan perpustakaan ini memang untuk semua anggota jurusan teknik geologi ugm?

Secara terperinci, capaian-capaian yang masih ingin kami raih adalah:

1. Pelayanan perpustakaan juga mencakup karyawan

2. Adanya pengelolaan local contents yang mumpuni

3. Terkelolanya koleksi digital dengan baik

4. Terkelolanya koleksi jurnal dengan baik

5. Terdayagunakannya teknologi informasi secara lebih optimal untuk pelayanan perpustakaan.

6. Pendidikan pemakai

7. Database tugas akhir mahasiswa dilengkapi dengan abstrak

8. Adanya evaluasi terukur secara berakala

9. Ikut berkontribusi pada pengembangan keilmuan, baik dengan melakukan penelitian sederhana, sebagai tempat penelitian, atau berkolaborasi dengan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Selain hal tersebut diatas, untuk mewujudkan prepare and serve kami berupaya menjadi jembatan antara dosen dan mahasiswa, mahasiswa dan mahasiswa dan juga dosen/mahasiswa dengan karyawan. Berbagai macam bentuknya, mulai dari melayani mahasiswa yang bertanya NIP dosen, nomor HP karyawan, menitipkan file, email dosen, menitipkan buku untuk mahasiswa lain. Kemudian karyawan yang bertanya nomor HP mahasiswa, karyawan yang minta dibantu mencari informasi di internel serta hal lainnya.

Kami ingin, motto prepare and serve menjadikan pemicu untuk dapat berkarya lebih baik lagi. Sampai saat ini, meskipun telah ada kemajuan-kemajuan, kami tidaklah boleh berhenti. Perencanaan strategis masih harus kami lakukan untuk dapat mencapai kembali capaian optimal.

Tentunya, dukungan anda akan menjadikan pemicu itu lebih besar lagi. Menempatkan diri menjadi bagian perpustakaan, adalah awal dari membuka kehidupan kita, sebagaimana Rita Mae Brown katakan "When I Got My Library Card, that's when my life began"



Thursday, 24 September 2009

Lebar-an

Lebaran, merupakan istilah yang berikan pada hari persis setelah puasa
Ramadhan selesai, maka hari setelah hari lebaran itu sering disebut dengan
H+1, H+2 dan seterusnya, serta H-1, H-2 untuk hari sebelum lebaran.

Ada beberapa tafsir atas kata LEBARAN.
Lebaran berasal dari bahasa jawa, LEBAR yang berarti pungkasan, atau
setelah, yang tentunya pungkasan dari puasa atau setelah puasa ramadhan.
Lebaran identik dengan kemenangan, karena sebagaimana kita ketahui bahwa
sebulan penuh ummat Islam berpuasa, melawan segala bentuk nafsu. Hingga
kemudian menang.
Namun jangan salah, LEBARselain mempunyai arti pungkasan atau setelah,
dalam bahasa Jawa juga bisa berarti SIA-SIA. Sia-sia, dalam hal ini
setelah ramadhan bisa kita saksikan dalam banyak hal. Misal, ketika
kita berkunjung ke sanak saudara, maka yang dihidangkan adalah beraneka
makanan, yang kadang makanan itu tidak ada sewaktu hari-hari biasa. Bahkan,
biaya untuk membuatnyapun sangat besar. Belum lagi konon katanya, kemanapun
kita berjalan maka bukan hanya makanan kecil, namun kita dipersilakan
untuk makan besar. Ider weteng, begitu kata orang jawa. Saya tidak tahu,
arti yang manakah yang pada awalnya dimaksudkan untuk mewakili hari-hari
setelah puasa ramadhan ini, arti setelah atau kesia-siaan.

Arti lain dari labaran adalah, LEBARnya semua dosa-dosa kita, LUBERnya maaf yang kita berikan kepada orang lain, di LABURnya semua dosa-dosa kita.

Dalam bahasa Jawa, bukan hanya Lebaran saja yang diidentikkan dengan
waktu-waktu sehabis puasa Ramadhan. Istilah lainnya adalah Bakdo. Bakdo,
tidak jauh artinya dengan lebaran, juga bisa berarti setelah. Bakdo merupakan
bahasa Jawa yang berasal dari bahasa Arab “Ba'da”, yang artinya juga setelah.
Hingga kita kenal bakdo Magrib, bakdo Subuh, yang artinya adalah setelah
Magrib atau setelah Subuh. Memang banyak kosa kata Arab diserap ke dalam
bahasa Jawa, yang akhirnya menjadi bahasa Jawa.
Pada substansinya, Lebaran, bakdo (bada), atau Idul Fitri diartikan dengan
sebuah keadaan dimana kita menjadi pemenang. Setelah bertempur dengan hebatnya pada masa-masa puasa.
Bertempur untuk menundukkan nafsu hewani kita yang selalu ingin melampiaskan segala bentuk keinginan. Mulai dari keinginan makan, minum maupun keinginan untuk melampiaskan nafsu seksual kita.
Bahkan juga menahan dari berbagai bentuk nafsu-nafsu kecil, laiknya menggunjing,
misuh-misuh, marah-marah. Pertempuran ini luarbiasa hebatnya. Dilaksanakan
mulai dari subuh sampai dengan magrib. Meskipun demikian bukan
berarti di malam hari kita bebas sepenuhnya, justru dimalam hari kita disuguhi
dengan berbagai iming-iming ibadah yang pahalanya dilipatgandakan.
Maka kemudian, layaklah menjadi pemenang siapa yang berperang, layaklah
berperang siapa yang mengetahui siapa musuhnya, layaklah tahu siapa musuhnya
siapa yang tahu siapa dirinya sendiri, dan tahu/mengenal diri sendiri itu
merupakan kunci untuk mengenal Tuhannya.

Dengan berbagai macam pertempuran melawan hawa nafsu,
maka saat itulah, jika puasanya diterima Allah, segala bentuk dosa akan diampuni.
Bentuk pengampunan dosa inilah yang mengantarkan manusia kepada
pucuk kesucian kembali.

Seorang khotib khutbah idul fitri di kampung saya mengatajan, Puasa kita Mentes atau gabug itu bisa dilihat setelah bulan ramadhan.

Kalau kita masih menyimpan dendam, tidak mau minta maaf, tidak mau memberi maaf, maka puasanya gabug.

Tapi kalau mau minta maaf, mau memberi maaf, membuat orang yg dibenci menjadi dicintai, membuat musuh menjadi kawan maka puasanya mentes.

Kalau waktu puasa kita sabar, maka setelah puasa kita tetap sabar. Kalau saat puasa kita suka bersedekah, setelah puasa juga sedekah.

Apakan semua orang yang berpuasa memperoleh puncak kesucian setelahnya?
Wallahu alam bisowwab. Hanya Allahlah yang mengetahui. Ibadah puasa
merupakan ibadah yang dipersembahkan hanya untuk Allah semata. Hanya
Dialah yang berhak menyatakan diterima atau ditolak.
Sekalilagi Wallahu alam bisowwab.

Tuesday, 18 August 2009

, , ,

Freedom Template

Template Senayan, yang saya modifikasi menyambut Kemerdekaan RI ke 64. Sekaligus saya gunakan untuk template sebuah website, yg rencananya akan memanfaatkan modul Content-nya Senayan sebagai CMS sederhana.



Silakan Download di SINI, dan bagi yang sudah mencoba, mohon komentar dan koreksinya.


Catatan:
Bagi yang sudah mengunduh, silakan copikan file image.png yang ada di folder images kedalam folder freedom.File ini digunakan pada tampilan detail koleksi, khusus untuk koleksi yang tidak disertai image.




Screenshootnya:

Tuesday, 11 August 2009

, ,

install SIPUS UGM

Jika dihitung tahun, sudah lama pengen install SIPUS, atau Sistem Informasi Perpustaan-nya UGM. Bertanya kesana kemari, akhirnya ketemu kawan baru di Teknik Mesin UGM, Mas Ryan.

Akhirnya, dia menemukan kunci install SIPUS, disini. AKhirnya pula saya praktikkan.

Manual instalasi sudah saya pantengi, edit berulang-ulang, lah dasar saya juga cuma belajar otodidak jadi ya tetep bingung.

Setelah dipantengi, akhirnya jadi juga installnya. Selain catatan mas Ryan, ternyata jika setingan application.conf.php-nya menggunakan IP (bukan localhost), dalam memanggil SIPUS juga mesti dengan IP.

Pada awalnya berulang-ulang saya coba panggil dengan http://localhost/sipus/ bisa keluar tampilan loginnya, tapi ketika mau login pasti gagal. Katanya username dan pass salah. Padahal sudah diedit berulang-ulang tabel gtfw_user di database mysqlnya, saya pastikan username dan pass benar.

Akhirnya --tidak sengaja-- saya panggil dengan IP address komputer saya http://10.45.xx.xx/sipus/ dan OPAC di http://10.45.xx.xx/digilib/, Jadi deh...




Beberapa catatan pertama dalam instalasi ini adalah:
1. Catatan mas Ryan
2. Pemanggilan menggunakan IP Adress
3. Memory pada php.ini ubah menjadi diatas 20MB, misal 50MB
4. Saya belum menemukan alamat service untuk sinkronisasi data mahasiswa.




Berikut screenshutnya:









Kayaknya, sebenarnya instalasi ini mudah, seperti halnya Senayan. Tapi yg saya lakukan masih sebatas install, belum mengeksplorasi fungsi2 di dalam SIPUS.

Saya yakin yg saya install masih ada kekurangan.

Tuesday, 28 July 2009

, ,

Belajar dari Tukang Ojek

Satu waktu seorang kawan bilang kepada saya, bahwa dia baru naik taksi ketika pulang dari luar kota, Sebagaimana biasanya akhirnya dia berbincang-bincang dengan sopir taksi itu. Dari perbincangan itu, kawan saya tadi terperangah, teryata ketiga anak sopur taksi tadi sudah menjadi "orang". Ada yang Master, ada yang doktor.

Apa resepnya? Bersyukur katanya. Si sopir taksi ini, ketika awal-awal mempunyai anak, dengan istrinya masih sama-sama bekerja. Tapi ketika anak lahir, si sopir taksi dan istrinya berunding. Bahwa keduanya wajib untuk berbagi tanggungjawab, namun bukan berarti ini tanggung jawabku dan itu tanggung jawabmu. Namun ada peran-peran yang mesti dilakukan supaya antara mencari nafkah dunia, akhirat, mendidik anak mempunyai keseimbangan.

Akhirnya si istri keluar dari pekerjaannya, konsentrasi mendidik anak. Sementara sang suami, sopir taksi tetap menjadi sopir taksi. Dah akhirnya, keikhlasan keduanya membuahkan barakah. Anak-anak mereka menjadi "orang".

Sepulang dari Jakarta, tanggal 27 Juli kemarin, saya naik ojek dari depan Kolese Ignatius menuju kampus Geologi UGM. Mungkin karena watak saya yang aslinya memang orang kampung, saya ajak bapak ojek untuk ngobrol.

Bapak itu mempunyai anak 3, yang paling besar lulus D1 dan kerja, yang kedua SMK dan sudah bekerja dan yang terakhir masih 1 SMU.

Selain cerita tentang pandangannya atas calon-calon presiden pemilu kemarin, bapak ini juga cerita tentang pekerjaannya. Biasanya beliau ngetem di lempunyangan, namun selepas ngetem dia muter keliling dengan harapan ada penumpang yang ditemui.

Insting katanya. Mungkin maksudnya kemana tangan memutar stang motor kesitu juga motor akan melaju, masalah rejeki itu urusan Tuhan.
Dan benar, beliau mengatakan tetap ada rejeki kalau mau berusaha. Kata orang jawa "nyampar nyandhung". Selain itu, resep berikutnya adalah bersyukur. Syukur itu menentramkan. Apa yang dibisai dan didapat disyukuri, kalau memang sudah berusaha maksimal tinggal diserahkan pada kekuasaan Tuhan.

Ketika saya tanya "Punya sawah pak?" beliau menjawab "Ya motor ini mas sawah saya", sambil menenkankan bahwa dia memang pengojek beneran, bukan ojek sambilan.

Tuesday, 21 July 2009

Monday, 13 July 2009

, , , , ,

Puppylib :: Linux LiveCD rasa perpustakaan


  • Silakan download di http://118.98.232.10/puppylib/puppylib.iso atau

  • Silakan download di http://upload.ugm.ac.id/207puppylib.iso

  • Situs resmi PuppyLib http://puppylib.open-lib.net



  • Merupakan sebuah LiveCD yang di remaster dari Puppylinux. Remastering ini dilakukan oleh Adnuri Mohamidi bersama dengan Yogi Rabani. Remastering ini didedikasikan untuk pustakawan. Khususnya untuk menggalakkan penggunaan Linux dikalangan pustakawan, serta mengenalkan beberapa LMS (Library Management System).

    Beberapa LMS yang dipaketkan dalam Puppylib ini adalah Senayan, WINISIS (CDS/ISIS versi Windows) dan Openbiblio. Selain itu dilengkapi pula dengan eyeOS dan OCLC Cutter. Senayan dan Openbiblio di paketkan dengan menggunakan LAMPP (Xampp for Linux) sebagai paket server dan database, sementara WINISIS dan OCLC Cutter dipaketkan dengan bantuan tool Wine.

    Rilis ini adalah Rilis pertama dengan diberi nama "Memo" dengan mengusung jargon Linux "distro" for Librarian.

    Berikut kutipan tentang PuppyLib:

    Welcome to Puppylib

    Its name may remind you with that small-but-superb Linux distribution... Yup, Puppylib is build under a puplet Macpup and is derived from Puppylinux 4.20. For your information, Puppylinux is a complete operating system for computers with just 100 MB in size. So slim, but still a beauty!! Puppy Linux is based on GNU/Linux. It's completely free and covered by the LGPL license, an open source license. In the other hand, Macpup is a puplet, the creation of customized derivatives, that comes with Mac-flavour in style thanks to Enlightenment Windows Manager.

    Puppylib is a remastering of Puppylinux for librarians. Its aims are to promote the usage of Linux in libraries and to provide and make the librarian examine the open-source library management system (LMS). Puppylib comes with 2 LMS: Senayan and Openbiblio. Since cloud-computing is becoming a trend, I also added this distribution with eyeOS, the leading opensource cloud-computing software. Last but not least, the veteran of library softwares, the CDS/ISIS from Unesco and Dewey Cutter Program are also made available in the desktop thanks to wine [wine is not an emulator].

    To make this distro user-friendly, here are the login details for each software:
    Senayan, with username=admin and password=admin
    Openbiblio, with username=admin and password=admin
    eyeOS, with username=root and password=admin

    This first release of Puppylib is called "memo", and is dedicated for dgekpuri.