Showing posts with label studi banding. Show all posts
Showing posts with label studi banding. Show all posts

Friday, 29 January 2016

, , ,

Studi banding pustakawan Indonesia ke luar negeri, apa yang harus disiapkan?

Sumber klik
Maret 2016, FPPTI DIY merencanakan studi banding ke Malaysia dan Singapura. Poster lengkapnya, silakan lihat di sini. Monggo dilihat, dan segera siapkan ubo rampenya untuk bergabung.
Weh, mantep ki, Kang. Iso ngerti negoro liyo. Ra lirak-lirik lho..
Tajuk dari acara tersebut adalah Embedded Librarianship Tour 2016.  Tentang embedded librarianship, beberapa artikel saya tulis di blog ini.

http://www.purwo.co/2016/01/embedded-librarian-kerjaannya-apa.html
http://www.purwo.co/2016/01/peran-scholarly-communications-oleh.html

Saya pernah dua kali pergi ke luar negeri, terkait kepustakawanan. Pertama, studi banding ketika kuliah. Tujuannya Malaysia, Singapura dan Thailand. Kedua, ketika ikut Gennext Conference di Brunei Darussalam.

Bagaimana perpustakaan di negara tersebut? dari sisi bangunan, megah. Dari sisi teknologi, canggih. Dari sisi perabot, bagus dan modern. Dari sisi kegiatan, yang populer saat itu adalah istilah literasi informasi. Istilah ini seolah jadi sihir para pustakawan untuk menunjukkan dirinya ada. Apa itu literasi informasi? silakan dicari.

Dari sisi kemampuan SDM, ini yang saya tidak sempat eksplorasi. Entah mengapa, dua kali kesempatan tersebut saya hanya terkesima dengan fisik, bukan substansi. Lihat kursi, meja, mesin, ruang, fasilitas yang wah, langsung ngiler.
Merasa ndak punya ya, Kang? jadinya ngiler.
Nah, agar tidak ngiler ketika sampai di tempat. Maka beberapa hal ini perlu dipersiapkan.

  1. Siapkan fisik, mental dan spiritual, karena akan melakukan perjalanan jauh. 
  2. Sebelum berangkat, cari tahu dahulu tentang perpustakaan yang akan dituju. Cari alamat webnya, lihat gedungnya, lihat koleksnya, lihat apa kegiatannya, lihat kualifikasi SDMnya dan lainnya. Di bawah ini, alamat web perpustakaan yang akan dituju tersebut.
  3. Lihat pula, hal-hal yang terkait tema studi banding. Dalam hal ini embedded librarianship (EL), cari tahu terkait EL pada perpusatakaan yang akan dikunjungi. Pelajari dahulu, apa itu EL...kemudian bayangkan dan reka-rekalah konsep tersebut diterapkan di perpustakaan anda. Jika ada kesulitan, atau masalah dalam bayangan (perekaan) tersebut, tulis dan bawalah pertanyaan/masalah tersebut untuk dicari jawabnya di perpustakaan yang akan dikunjungi
  4. Siapkan uang saku

Selamat belajar.

Tuesday, 1 December 2015

,

Menengok layanan perpustakaan di negara lain: Queensland University Library

Studi banding saya kali ini adalah di  Queensland University Library (QUL), alamatnya di https://www.library.uq.edu.au/. Sama seperti studi banding sebelumnya, saya mencari tahu layanan perpustakaan di QUL, selain sirkulasi.

Setelah sampai di QUL, saya menemukan dua informasi, seperti ada dalam gambar berikut:
Research dan Teaching support
Research dan Teaching Support. Penasaran, saya ingin tahu apa peran perpustakaan dalam mendukung penelitian, hasilnya ada di bawah ini.
layanan dukungan riset https://www.library.uq.edu.au/research-support
Gambar di atas memperlihatkan informasi yang dihimpun perpustakaan untuk mendukung riset pemustaka. Mulai dari informasi kontak pustakawan, tips untuk peneliti pemula, document delivery, berbagai training penggunaan fasilitas dan TI, serta informasi terkait penerbitan (scolarly publishing, copyright, metric, impact factor). Jika ditelisik lebih jauh, masing-masing layanan ini akan memberikan berbagai cabang layanan.  Research Data Management, misalnya. RDM akan ditampilkan dengan pengertian dan konsep, serta video terkait. Referencing software, menampilkan berbagai pilihan dan layanan trainingnya.

Layanan kedua adalah dukungan proses belajar-mengajar.
dukungan belajar-mengajar https://www.library.uq.edu.au/teaching-support
Pada layanan ini, kita lihat ada keterkaitan antara sumber belajar online dengan perpustakaan. Beberapa rekaman courses, informasi plagiarism dan lainnya.

Berbagai layanan di atas, tentunya harus didukung dengan kemampuan SDM yang memadai, baik terkait konsep (copyright, IF, metric...) atau hardskill. Artinya, jika kita ingin juga mempunyai peran yang semakin berbobot dalam rangka ikut serta mendukung misi universitas, maka berbagai kemampuan terkait hard skill serta penguasaan pada berbagai isu dan konsep dunia informasi serta dunia penerbitan ilmiah harus kita kuasai.