Friday, 26 August 2016

,

Mendeley tips: error word, dan SSL login

Please run Word at least once before installing the plugin
If you see this error message when trying to install the plugin via Tools >Install MS Word Plugin, you may need to try installing the Word plugin manually. You can do this by copying the.dot file from the Mendeley wordplugin folder in the Mendeley folder in Program Files to Documents and Settings\username\Application Data\Microsoft\Word\Startup and restarting Word and Mendeley Desktop. You should then be able to find the Word plugin in Word under the References ribbon.  
Sumber: klik

Jika Error SSL
Tekan Ctrl+Shif+D
Cari seting SSL, ubah ke true

Jika tidak bisa terinstall, maka dapat diinstall manual melalui:
File - option - Word Add-in - Add --> cari dotm-nya Mendeley di tempat Mendeley diinstall.

Jika error terkait ActiveX
masuk ke Ugm.id/5f atau simpan UGM , download dan install file vbs.


Referensi lain:

  1. http://aveyntoh-blog.blogspot.co.id/2014/07/mendeley-word-pulgin-error-address-is.html?m=1
  2. https://ilmubersama.com/2020/04/23/mendeley-desktop-tidak-bisa-login-ssl-error/
  3. https://ilmubersama.com/2020/05/11/tutorial-mendeley-bagian-12-tidak-bisa-login-ssl-error/
  4. https://ilmubersama.com/2020/05/13/tutorial-mendeley-tidak-bisa-sinkronasi-sorry-there-was-a-problem-syncing/


Tuesday, 23 August 2016

Mencari daftar jurnal yang terindeks Scopus

Sama seperti di Web of Science, kita dapta mengetahui jurnal apa saja yang terindeks Scopus secara bebas. Namun kita tidak bisa mengetahui informasi lebih terkait performa jurnal tersebut.

Untuk mendapatkan daftar jurnal tersebut, klik https://www.elsevier.com/solutions/scopus/content?sf29956008=1, klik Scopus Source List. Maka akan diminta mengunduh file .xsl. Unduh saja, kemudian buka file tersebut lalu sortir berdasar negara atau filter lainnya.
Gambar di bawah ini, menunjukkan daftar jurnal di Indonesia yang terindeks Scopus. Data diunduh pada 23 Agustus 2016.


Terdapat 23 jurnal dari Indonesia yang terindeks Scopus. Dari 23 tersebut, terdapat 3 jurnal yang terindentifikasi inactive.

Memeriksa, apakah sebuah jurnal terindeks di Web of Science JCR atau tidak

Untuk melihat IF di Web of Science JCR, harus melanggan. Namun untuk mengetahui sebuah jurnal masuk di WoS atau tidak, kita bisa memeriksanya di
http://ip-science.thomsonreuters.com/mjl/.

The Master Journal List, begitu sebutannya. Yang pada web tersebut tertulis keterangan "includes all journal titles covered in Web of Science". 

gambar di atas menunjukkan, bahwa

INTERNATIONAL JOURNAL OF COMPUTER SCIENCE AND INFORMATION SECURITY

Monthly ISSN: 1947-5500

tercover di WoS.  Namun informasi IF tidak dimunculkan.

, ,

Eewoww: the cradle of ideas, apa fungsinya?

Eewoww, makhluk apa lagi ini? Beberapa waktu lalu mendapat informasi tentang adanya alat riset yang bernama eewoww yang akan dikenalkan di perpustakaan UGM pada tanggal 30 Agustus 2016.   Penasaran, akhirnya buka sana sini, mencoba registrasi dan melihat beberapa fiturnya. 
Sekilas, ada kemiripan dengan software pengelola dokumen referensi. Mendeley atau Zotero.  Ada space untuk metadata berbagai referensi, tampilan abstrak sekaligus file .pdfnya. Bedanya ini web based. Jika disamakan dengan Mendeley atau Zotero, maka mirip dengan Mendeley Web atau Zotero Web. 
Namun apa kira-kira perbedaannya? Jika dilihat dari web Eewoww, terdapat 5 fitur andalan. Silakan lihat gambar di bawah ini.

  1. Organize your ideas
  2. Get inspired from others
  3. Format manuscripts
  4. Ensure originality
  5. Maximize visibility

Ingin tahu lebih lanjut? Silakan datang di acara pengenalan Eewoww di Perpustakaan UGM pada tanggal 30 Agustus 2016. Gratis. Info selengkapnya http://lib.ft.ugm.ac.id/web/pengenalan-research-tools-eewoww-the-cradle-of-ideas-gratis-silakan-gabung/

Stock-opname menggunakan SIPUS UGM

Berikut prosedur yang dilakukan dalam stock-opname menggunakan SIPUS UGM
  1. Tentukan waktu, minimal seminggu.
  2. Rapikan semua buku yang ada di rak, agar mudah dalam mengambil ketika SO
  3. Siapkan stempel SO, misal berbunyi SO 2016
  4. Hubungi staf TI Perpustakaan UGM untuk menyetel agar semua koleksi dianggap hilang, kecuali yang terpinjam, atau yang diset rusak dan diperbaiki
  5. Catat semua barcode buku yang ada di perpustakaan. Pencatatan dapat dibagi per rak, atau per kelas pada para pustakawan. Setelah dicatat, pastikan ada staf yang memberi stempel pada buku yang telah dicatat barcodenya
  6. Setelah semua tercatat, masukkan kode barcode tersebut ke SIPUS pada menu Pendataan, dan kategori Shelving
  7. Seteleh selesai, minta hasil laporan ke admin SIPUS
  8. Lihat laporan, dan cermati apakah ada anomali. Jika ada, telusuri
  9. Selesai

Proses 5,6 dapat dilakukan pula dengan langsung membawa laptop ke rak, dan menembak barcode dengan barcode scanner ke menu Pendataan- Shelving.

Friday, 12 August 2016

Perpustakaan perguruan tinggi ramah anak: memfasilitasi anak mahasiswa dan staf FT UGM

anak mahasiswa S3 sedang pinjam buku
Sebagai pengelola perpustakaan perguruan tinggi, saya merasa bahwa tidak hanya mahasiswa dan dosen saja yang harus dilayani. Terkait budaya baca, literasi informasi dan semacamnya, maka siapapun yang berpotensi masuk perpustakaan harus dilayani.
Tidak terkecuali anak-anak. Di FT UGM tentunya banyak mahasiswa S3 yang tidak jarang sudah menikah dan memiliki putra. Nah, ada yang dari luar Jawa diajak ke Jogja untuk bersama belajar di Jogja. Anaknya sekolah, orang tuanya kuliah. Selepas sekolah, dijemput dan diajak ke kampus. Staf juga demikian. Ada yang menjemput anaknya dan kadang dibawa ke kantor.
bersama anak-anak di perpus FT UGM

Bagaimana peran perpustakaan?
Seharusnya perpustakaan, dengan berbagai fungsinya, bisa memainkan peran untuk semuanya.
Bagaimana caranya?
Penyediaan koleksi untuk anak, ruang khusus untuk anak, layanan dan bimbingan untuk anak. Tentunya pustakawan perguruan tinggi, juga harus berbagi peran agar juga bisa melayani anak-anak ini. Penguasaan terhadap literatur anak, membimbing anak-anak dalam menemukan informasi, menyaring informasi dan lainnya.
Siapa tahu, ada anak-anak staf dan mahasiswa yang di kemudian hari berjodoh...
**halah**






Friday, 29 July 2016

,

Apa saja maanfaat Scopus bagi seorang peneliti? (pustakawan juga harus tahu)

Mungkin ada yang masih memiliki pertanyaan tentang Scopus. Gunanya apa sih? katanya beli/langganan, lalu manfaatnya apa?
Scopus itu pengindeks. Ya, cuma pengindeks. Namun dia memiliki filter/syarat suatu karya (publikasi) dapat diindeksnya. Filter atau syarat inilah yang kemudian diidentikkan dengan kualitas. Masih ada berdebatan panjang tentang hal ini. Wis lah, kita kesampingkan dulu. 

Scopus is the largest abstract and citation database of peer-reviewed literature: scientific journals, books and conference proceedings (https://www.elsevier.com/solutions/scopus)
##
Lah kok dijual, Kang? kan cuma mengindeks jurnal yang sudah ada?
Lah, embuh. Sing gawe yo butuh madhiang, tho?
Dari data yang ada di Scopus, ada berbagai hal yang dapat diketahui dan manfaatkan. 

Kekuatan tulisan/artikel

Jika anda punya tulisan, dan terindeks Scopus, maka anda dapat melihat berapa banyak tulisan yang mengutip tulisan anda dan tulisan apa saja, tulisan apa saja yang mirip dengan tulisan anda. Referensi yang anda gunakan untuk tulisan anda, seberapa populer (dikutip) oleh tulisan lain,

Prestasi penulis


  • Siapa saja yang mengutip tulisannya,
  • Dokumen apa yang paling banyak dikutip
  • Siapa saja yang pernah bersama-sama menulis
  • Dari negara mana saja kerjasama kepenulisan dilakukan
  • Berapa h-indeks
  • Berapa artikel yang pernah ditulis

Kekuatan jurnal

  • Melihat kecenderungan penelitian pada sebuah jurnal
  • Berapa jumla artikel yang masuk Scopus
  • Ranking jurnal di ScimagoJR
  • IPP, SNIP dari sebuah jurnal


Kekuatan Institusi
  • Berapa artikel anggota institusi yang terindeks Scopus
  • Berapa anggota institusi yang tulisannya terindeks Scopus
  • Siapa saja co-author yang bekerjasama
  • Dari mana saja asal co-author (institusi dan negara) 
  • Statistik sumber yang memuat dokumen terindeks Scopus
  • Sebaran subyek penelitian anggota institusi

Melihat peta penelitian
  • Dengan melakukan pencarian pada topik tertentu, maka hasil dari penelitian dapat dianalisa menggunakan software, dan akan dapat dilihat kecenderungan topik, penulis, kerjasama, dan lainnya terkait topik yang dicari. 
  • Informasi ini dapat digunakan sebagai pertimbangan awal dalam rangka menentukan tema penulisan/penelitian, dan melacak penelitian terdahulu.
contoh visualisasi menggunakan Vosviewer
Apakah artikel yang ada di Scopus dapat diunduh?
  • bisa, jika artikel/dokumen termasuk pada database yang dilanggan oleh institusi yang bersangkutan. Jika tidak, ya hanya bisa baca abstraknya saja.




Friday, 15 July 2016

,

Fitur memilih Jurnal untuk menerbitkan artikel: Springer dan ScienceDirect

Memilih atau menentukan jurnal yang akan dituju untuk sebuah artikel, kadang membingungkan. Nah, ternyata beberapa database memiliki fitur untuk mempermudah penulis menentukan jurnal untuk artikelnya.
Berikut ini alamat URL dan sekilas screenshoot tampilannya.

Elsevier: ScienceDirect (http://journalfinder.elsevier.com/)

http://journalfinder.elsevier.com/
Judul dan abstrak serta bidang ilmu terkait harus diisi. Maka Journalfinder akan memberikan hasil nama jurnal yang sesuai.


Ada berbagai keterangan, termasuk jika openaccess, berapa biayanya. Silakan lihat dan coba.

Springer (http://journalsuggester.springer.com)
http://www.springer.com/?SGWID=0-102-12-988548-0
Sama seperti journalfinder di Elsevier, fitur di Springer ini juga mensyaratkan abstrak tulisan, kemudian aplikasi akan menyajikan jurnal yang terkait.
Tersedia opsi jurnal ber impact factor atau openaccess.


Via ScimagoJR
Di Scimago, kita bisa memperoleh informasi ranking jurnal yang dioleh Scimago menggunakan data Scopus.  Semakin tinggi nilai SJR-nya, maka bisa dimaksai semakin sulit menembus jurnal tersebut.
Ada kode Q1-Q4. Q1 merupakan kode jurnal yang menduduki peringkat tertinggi, sedangkan Q4 terendah. Kode ini bisa muncul bersama angka di SJR.
http://www.scimagojr.com/journalrank.php

Informasi Impact Factor
IF dikeluarkan oleh JCR Thompson, untuk mengaksesnya harus berlangganan. Namun di Springer, disedialah daftar IF berdasar subyek jurnal. Nah, ada salah satu strategi dalam mengirim artikel, yaitu kirim ke jurnal yang IFnya tinggi, setelah mendapat review, diperbaiki dan bisa dikirim ulang ke jurnal tersebut, atau ke yang IFnya lebih rendah dari jurnal pertama.
http://www.springer.com/gp/impact-factor-2015?wt_mc=Internal.Internal.2.CON631.IFtc_2014


Pada beberapa jurnal atau database lain, juga disertakan informasi nilai IF terakhir. Sehingga penulis tidak harus membuka web JCR untuk mengetahui nilai IF tersebut.


Alat serupa lainnya
  1. http://www.sjfinder.com/journals/recommend
  2. http://jane.biosemantics.org/
  3. https://www.journalguide.com/


Wednesday, 13 July 2016

, , , , ,

Beberapa istilah status sebuah artikel di jurnal (Elsevier) yang harus diketahui pustakawan


Elsevier menuliskan https://www.elsevier.com/about/company-information/policies/sharing.
Preprint: This is the author's own write-up of research results and analysis that has not been peer reviewed, nor had any other value added to it by a publisher (such as formatting, copy-editing, technical enhancements, and the like).
Preprint, merupakan tulisan asli yang belum melalui proses peer review, serta tidak ada/belum ada tambahan nilai apa-apa dari penerbit.  
An accepted manuscript is the manuscript of an article that has been accepted for publication and which typically includes author-incorporated changes suggested during submission, peer review, and editor-author communications. They do not include other publisher value-added contributions such as copy-editing, formatting, technical enhancements and (if relevant) pagination. 
Manuscript yang diterima penerbit, adalah artikel yang telah ditambahi dengan perbaikan selama "submission", review dan berbagai catatan antara editor dan pengarang. Namun belum ada sentuhan editing penerbit terkait format fisik artikel. 
published journal article (PJA) is the definitive final record of published research that appears or will appear in the journal and embodies all value-adding publisher activities including peer review co-ordination, copy-editing, formatting, (if relevant) pagination, and online enrichment. 
PJA merupakana artikel yang telah diterbitkan oleh penerbit. Artikel ini adalah manuskrip dengan berbagai perbaikan, serta telah diformat oleh penerbit dengan identitas penerbit, volume dan nomor, header dan lainnya. 

Untuk ketiga jenis tersebut, Elsevier memberikan hak berbeda. 
Preprint boleh disebarkan secara bebas, sementara AM memiliki beberapa catatan dalam penyebarannya. Yang paling ketat adalah PJA. Untuk lebih detail silakan buka URL elsevier di atas. 

-----------------

Pada status artikel yang available di jurnal elektronik, terdiri dari:

There are three types of Articles in Press:
  • Accepted manuscripts: articles that have been peer reviewed and accepted for publication by the Editorial Board. They have not yet been copy edited and/or formatted in the publication house style, and may not yet have full ScienceDirect functionality, e.g., supplementary files may still need to be added, links to references may not resolve yet etc.
  • Uncorrected proofs: articles that have been copy edited and formatted, but have not been finalized yet. They still need to be proof-read and corrected by the author(s) and the text could still change before final publication.
  • Corrected proofs: articles that contain the authors' corrections. Final citation details, e.g. volume and/or issue number, publication year and page numbers, still need to be added and the text might change before final publication.

Accepted Manuscript dan Corrected akan tertulis pada artikel. Sedangkan Uncorrected ada pada proses di penerbit.  Untuk lebih jelasnya, silakan lihat keterangan dan gambar di bawah ini.

Contoh In Press, Corrected Proofs (CP):
http://ac.els-cdn.com/S0306261916303762/1-s2.0-S0306261916303762-main.pdf?_tid=e8b11464-48a8-11e6-94ce-00000aacb361&acdnat=1468380277_06103b3e083337733c306e85d9e44c44


Artikel sudah diformat, namun belum ada volume dan nomor

format kutipan yang direkomendasikan

Lihat keterangan di bawah ini, cermati yang berwarna merah.

"Note to users: Corrected proofs are Articles in Press that contain the authors' corrections. Final citation details, e.g., volume and/or issue number, publication year and page numbers, still need to be added and the text might change before final publication.
Although corrected proofs do not have all bibliographic details available yet, they can already be cited using the year of online publication and the DOI , as follows: author(s), article title, Publication (year), DOI. Please consult the journal's reference style for the exact appearance of these elements, abbreviation of journal names and use of punctuation.
When the final article is assigned to volumes/issues of the Publication, the Article in Press version will be removed and the final version will appear in the associated published volumes/issues of the Publication. The date the article was first made available online will be carried over."



Contoh In Press, Accepted manuscript (AM):
http://ac.els-cdn.com/S0008622316305267/1-s2.0-S0008622316305267-main.pdf?_tid=06b57542-48ac-11e6-83e0-00000aacb360&acdnat=1468381616_054d1f73bc001502a6a8d59b4f2b41b5


laman awal Accepted Manuscript, lihat keterangan bagian bawah

Lihat keterangan di bawah ini, cermati yang berwarna merah.

Note to users:
Accepted manuscripts are Articles in Press that have been peer reviewed and accepted for publication by the Editorial Board of this publication. They have not yet been copy edited and/or formatted in the publication house style, and may not yet have the full ScienceDirect functionality, e.g., supplementary files may still need to be added, links to references may not resolve yet etc. The text could still change before final publication.
Although accepted manuscripts do not have all bibliographic details available yet, they can already be cited using the year of online publication and the DOI, as follows: author(s), article title, Publication (year), DOI. Please consult the journal's reference style for the exact appearance of these elements, abbreviation of journal names and use of punctuation.
When the final article is assigned to volumes/issues of the Publication, the Article in Press version will be removed and the final version will appear in the associated published volumes/issues of the Publication. The date the article was first made available online will be carried over.


http://help.sciencedirect.com/Content/arts_press.htm

Tuesday, 12 July 2016

,

Google dan Google Scholar Alert untuk mendapatkan informasi terbaru

Seri: Scholarly Communication Librarian

Rekan semua.. Untuk dapat mengetahui tulisan baru atau artikel baru yang terindeks Google, kita bisa menggunakan fungsi alert yang tersedia. Baik di Google atau Google Scholar.

Google.
Silakan buka https://www.google.com/alerts, ikuti setingan seperti gambar di bawah ini.

Gambar di atas adalah seting terkait tema apa, seberapa sering, sumbernya dari mana, bahasanya apa... dan seterusnya. Setelah dipastikan sesuai keinginan, klik Create Alert. Oia, ada contoh dokumen di bagian bawah.
Nah, setelah Create Alert, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

  
Jika alert dikirim ke email, maka tampilan dalam email adalah seperti di bawah ini:
 Tersedia pula tautan RSSnya.

GoogleScholar
Buka tautan https://scholar.google.com/scholar_alerts?view_op=list_alerts&hl=en, lalu klik Buat Lansiran. Atau bisa juga dilakukan via profile GoogleScholar penulis yang kita inginkan, lalu lakukan seting seperti gambar.