Saturday, 28 February 2026

Jurnalisme dan Informasi di Perguruan Tinggi

Setidaknya ada dua jenis berita yang ada di web perguruan tinggi, baik itu fakultas maupun universitas, yaitu pasive news dan active news.

Passive news merupakan berita yang berasal dari kegiatan yang ada di lingkungan kampus. Jurnalis tinggal duduk, berita akan datang. Ekstrimnya, pengelola web tinggal menunggu atau meminta, atau menodong pelaksana kegiatan untuk melaporkan kegiatannya. Paling banter mereka akan hadir pada acara dan kemudian menulis berita berdasar acara tersebut.

Berita jenis ini dekat ke jenis laporan. Berita berupa modifikasi dari laporan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di kampus, atau di luar kampus oleh civitas akademika. 

Jenis berita ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Kegiatan dalam organisasi diantarkan ke jurnalis, kemudian jurnalis membuat berita, dimuat di web lalu disebarkan ke dalam dan keluar. Pemberitaan bisa disebut sebagai pengkabaran, pemberian kabar. Jurnalis bersifat pasif.

Kedua, active news. Pada berita jenis ini, seorang jurnalis harus berfikir dan bertindak lebih aktif di banding pada berita jenis passive. Misalnya, jurnalis harus melihat kondisi luar kampus, ditarik ke dalam kampus, diolah, dicarikan nara sumber, lalu apa yang terjadi di luar dianalisis menggunakan pendapat pakar di dalam kampus. Kerja-kerja ini dapat dikaitkan dengan visi misi kampus, mengaitkan dengan ideologi jurnalisme (jika punya) si jurnalis kemudian dirangkai dengan tujuan tertentu. Berita jenis ini menjadi penyeimbang berita seremonial dan kegiatan. 

Misalnya: kampus bidang ekonomi tentu memiliki para pakar ekonomi. Di luar kampus, atau di masyarakat ada berbagai persoalan ekonomi. Nah, jurnalis berperan mengantarkan pandangan pakar pada berbagai persoalan tersebut.


Ada misi dari para jurnalis kampus untuk mengarusutamakan pemikiran dan peran kampus yang berdampak.

Active news mungkin lebih sedikit dari passive news. Namun bobot active news harus berlipat lebih berat daripada passive news

****

Di FT UGM, jurnalis/pengelola web menjadi satu bidang dengan "informasi" dan "humas", dan diwadahi dalam struktur Tim Kerja, setara dengan 3 tim kerja lainnya. 

Saya lihat, nilai minusnya hanya 1, utamanya jika disandingkan dengan "tim kerja" yang lain. Setara. Sehingga tim lain tidak dapat melakukan perintah secara langsung. Hal ini disebabkan oleh karena posisinya yang sejajar dengan tim kerja lain. Posisinya bukan sub ordinat. 

Namun, struktur informasi-humas-medsos ada pada level yang sejajar dengan Tim Kerja lainnya  memiliki nilai positif yang tidak dimiliki oleh fakultas lain. Ada kemerdekaan dan keleluasaan para jurnalis (sebagai aktor) untuk membawa misi pada proses jurnalistik kampus. Misalnya misi perubahan, pengarusutamaan isu dan lainnya. Tentu saja dengan cara yang harus disesuaikan dengan kondisi arena (lingkungan).

Ketika jurnalis menjadi satu dengan bidang informasi dan IT, tentu menjadi lebih kuat perannya. Bidang ini bisa menjadi penyuplai informasi fakultas untuk berbagai kebijakan. Dari kerja-kerja jurnalis diperoleh informasi, dari (diolah) dalam berbagai  sistem informasi yang dikelola juga diperoleh data. Data-data pada sistem informasi dapat diolah menjadi informasi yang lebih berguna. Data science dapat diterapkan.

Masih dari aspek informasi, bidang ini juga dapat membentuk/membuat informasi baru melalui berbagai kajian. Paling sederhana melalui riset/survey pada mahasiswa, dosen, pihak luar dll. Bidang ini menjadi tabung pemikiran (think-thank). Kajian dan informasi yang dimiliki akan menjadi penopang kebijakan fakultas. 

(data sistem informasi + informasi internal + data/informasi dari kajian) -> Jurnalis -> diwadahi IT -> disebarkan melalui berbagai media.

Sebagai pengelola informasi fakultas, pertanyaan terkait data dan informasi diarahkan ke bidang ini, bukan bidang lain.

Dengan konsep ini, maka bidang ini tidak atau bukan bidang yang sifatnya administratif. Ada berbagai peran strategis yang dapat diambil dan dilaksanakan. 


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih, komentar akan kami moderasi