FWCI? Apa itu?
Berdasarkan keterangan di laman ini, dan laman ini, Field-Weighted Citation Impact (FWCI) adalah rasio antara jumlah sitasi yang benar-benar diterima suatu publikasi dan jumlah sitasi yang diharapkan untuk publikasi sejenis, berdasarkan bidang ilmu, jenis dokumen, dan tahun publikasi.
Jika konteksnya FWCI penulis, maka diartikan sebagai rasio sitasi yang benar-benar dimiliki/diterima penulis dibandikan dengan yang diharapkan untuk publikasi sejenis pada periode tertentu.
Jika seorang penulis memiliki FWCI 1, maka sitasinya sama persis seperti yang diharapkan. Jika 2 maka 2x dari yang diharapkan. Begitu seterusnya.
Ada lima langkah yang dilakukan untuk menghitung FWCI (lihat di sini). Angka yang berpengaruh pada FWCI seorang dosen adalah: jumlah publikasi, jumlah sitasinya, jumlah publikasi pada database yang sama/sejenis bidang ilmunya (penghitungannya cukup rumit). Sehingga, FWCI tidak hanya berdasar data yang melekat pada dosen semata (paper, sitasi, h-indeks).
Pada tulisan ini, tahun/periode yang digunakan adalah tahun 2025. Artinya, publikasi yang menjadi dasar adalah publikasi yang terbit tahun 2025. Namun, dataset yang berisi nama peneliti dan angka yang melekat padanya, termasuk FWCI diambil pada 18 Oktober 2026 dari Scival. Artinya ada rentang waktu sejak 2025 sampai 18 Oktober 2026 untuk pendataan jumlah sitasi yang diperoleh.
Ditampilkan apa adanya, berikut ini top 10 peneliti UGM berdasar data FWCI tahun 2025.
- FKKMK: Anggi Lukman Wicaksana
- FT: M. L. Hakim (Mahasiswa) dan Iman Satyarno (dosen)
- SPS: Mirna Yusuf (mahasiswa)
- FTP: Prieskarinda Lestari
- FIB: Irwan Abdullah


0 komentar:
Post a Comment
Terimakasih, komentar akan kami moderasi