Friday, 6 March 2026

Mongkog

"Terimakasih telah berkenan menjadi percobaan saya," joke saya membuka pelatihan pada Senin 2/3/26 di ruang pelatihan lantai 1 Perpus FT. Kenapa "percobaan"? Karena cukup lama saya tidak melakukan interaksi ini dengan mahasiswa. 

Ya. 15 orang mahasiswa ini mau mendaftar dan hadir pada acara pelatihan yang saya fasilitasi. Sederhana, tentang membuat catatan/anotasi paper.

Peserta ini hadir berkat bantuan teman-teman admin pasca FT. "Mohon saya dibantu untuk kembali membangkitkan jiwa kepustakawanan saya, yang cukup lama meredup", begitu pesan yang saya sampaikan ke teman-teman admin pasca sehari sebelum acara.

Peserta berasal dari berbagai departemen. Ada yang S2 dan juga S3. Ada yang berasal dari fakultas lain. "Tahu dari mana, mas?, saya bertanya. "Dari teman kos", jawabnya sambil menunjuk teman sebelahnya yang berasal dari FT.

Itulah yang membuat hati saya mongkog. Seakan mengingatkan kembali, saat berkegiatan di perpustakaan FT hadir mahasiswa dari berbagai fakultas. Sebenarnya selama saya sedikit undur diri, kegiatan masih berlangsung. Namun saya absen cukup lama. Dan ini pertemuan saya yang pertama.

Ini memang kelas yang nekad (pakai d). Jika tidak begini maka saya akan tercerabut dari interaksi intelektual bersama mahasiswa.

Ini salah satu cara saya, agar interaksi administratif yang akhir akhir ini saya geluti, bisa  saya pertemukan dengan interaksi intelektual dan mendapatkan bentuk yang ideal.

Apakah ada cara lain? Ada. Saat ini, dengan hak yang saya miliki, saya "bebas" ikut di setidaknya 4 mata kuliah Fakultas. Tentu saya manfaatkan. Meski saya ndak bisa dapat ijazah M.Eng. namun minimal saya pernah ikut kuliahnya.

**

"Dari mana, mas/mbak?", tanya saya di akhir acara.

Tidak disangka-sangka, ternyata beberapa dari 15 mahasiswa ini punya latar belakang yang sama. Ada yang sama asalnya, sama universitas saat studi sarjana dll. Hal ini yang menjadi sebab kedua hati saya mongkog. Dari interaksi seperti ini, ide-ide riset dan kolaborasi riset muncul.

"Sebenernya, pelatihan seperti ini bukan hanya difasilitasi oleh pustakawan. Teman teman mahasiswa juga bisa. Jika ada yang bisa skill A, kita fasilitasi," ungkap saya.

"Tapi kami tidak menyediakan honor. Kami sediakan sertifikat dari fakultas," jelas saya.

Setelah acara selesai, ada mahasiswa yang japri saya. "Saya tertarik memberi kelas materi x,xx,xy, Pak". 

"Siapa, Pak," kita atur waktunya. Inilah sebab ketiga yang membuat hati saya mongkog.

-bersambung-