Menyengaja salah tidak selalu berakibat buruk. Ada juga menyengaja salah yang ada dampak positifnya. Misalnya karena ingin melihat dampak, dan sejauh apa dampak yang ditimbulkan. Dampak yang muncul dapat digunakan untuk mitigasi risiko, jika suatu saat kesahalan itu terjadi tanpa disengaja.
Contohnya? Carilah.
Namun demikian, kemungkinan besar, kesalahan yang disengaja lebih banyak efek buruknya.
Kedua, kesalahan karena tidak disengaja. Biasanya, setelah melakukan kesalahan ini orang akan bertaubat. Menyesal.
***
Bagaimana kita memaknai kesalahan orang lain?
Ada beberapa respon atas kesalahan orang lain. Ada yang marah. Respon ini kemungkinan paling banyak dilakukan. Apalagi jika kesalahan itu berimbas langsung pada orang yang marah tersebut.
Ada pula yang belajar dari kesalahan tersebut. Misalnya si A melakukan kesalahan. Si B tidak marah, namun berterima kasih pada si A.
Atas kesalahan yang dilakukan si A, si B jadi tahu bahwa apa yang dilakukan itu berdampak buruk. Si A, bagi si B justru sangat berjasa, karena si A telah mengambil peran menjadi salah, dan membuat orang lain menjadi tahu bahwa apa yang dilakukan si B itu salah.
***
Oia, melakukan kesalahan bisa juga lahir dari bentuk keberanian mengambil risiko. Ada pilihan-pilihan, yang harus diputuskan. Jika toh kemudian ternyata keputusan itu salah, maka dia boleh berharap agar apa yang dilakukan tidak diulangi orang lain.
Jadi, jika anda melihat orang lain salah, jangan terburu menghakimi. Lihat dalam konteks yang lebih luas.
******************************
Kedamaian mengikuti keputusan apapun, sekalipun yang keliru (Rita Mae Brown)
Jika kau tidak gagal, berarti kau belum berusaha cukup keras (Gretchen Rubin)
0 komentar:
Post a Comment
Terimakasih, komentar akan kami moderasi