Thursday, 12 March 2015

Perintah baru di GITHUB


Kadang kala kita perlu mengulangi perintah-perintah di git. Untuk me..
Perintah di bawah ini dilakukan dalam folder projec git lokal
  1. git remote add private git@github.com:dicarve/slims8.git
    • membuat remote dengan nama private untuk perintah git@github.com:dicarve/slims8
  2. git pull private master
    • menjalankan perintah pull untuk remote private dengan akhiran master. Perintah ini sama dengan git pull https://github.com/dicarve/slims8.git master atau git pull git@github.com:dicarve/slims8.git master
  3. git clone git@github.com:purwoko/slims8_documentation.git slims8_documentation 
    • membuat clone dari projek ke folder slims8_documentation. perintah dilakukan otomatis membuat folder slims8_documentation. Jika telah ada folder/dibuat folder lebih dulu, maka perintahnya  git@github.com:purwoko/slims8_documentation.git slims8_documentation/
  4. cd slims8_documentation/ (masuk ke folder hasil)
  5. git init  (perintah dilakukan dalam folder projek)
  6. git add -A (perintah dilakukan dalam folder projek, menandakan ada penambahan atau modifikasi)
  7. git commit -a (perintah dilakukan dalam folder projek, untuk memberi komentar terkait penambahan atau modifikasi)
  8. Jika menemukan pesan ini:
*** Please tell me who you are.
    Run
        git config --global user.email "you@example.com"
          git config --global user.name "Your Name"
            to set your account's default identity.
              Omit --global to set the identity only in this repository.
                  fatal: unable to auto-detect email address (got 'purwoko@purwoko-notebook.(none)')

                  maka tuliskan: 

                  • git config --global user.email "tamanjiwa@gmail.com"  
                  • git config --global user.name "purwoko"
                  • git commit -a
                  jika ada pesan:
                  fatal: Unable to create '/var/www/html/slims8_documentation/.git/index.lock': File exists.
                  hapus index.lock dengan perintah:
                  • sudo rm -rf .git/index.lock 
                  setelah itu lakukan push. bisa dengan lebih dulu membuat alias dengan perintah seperti di bawah ini:
                  • git remote add doc https://github.com/dicarve/slims8_doc.git
                  • git push doc master (perintah dilakukan dalam folder projek)
                  Catatan: 
                  baris perintah:  git@github.com:dicarve/slims8.git dapat diganti dengan perintah https: https://github.com/dicarve/slims8.git

                  -----
                  setelah di clone dan dikerjakan, maka perintah sebelum push ke server adalah:

                  • perintah git add -A, 
                  • lalu git commit -a, 
                  • kemudian lakukan pull dulu agar perubahan di server (jika ada) diturunkan dan disatukan dengan perubahan lokal), 
                  • kemudian hasilnya baru push (dorong) ke server.

                  Tuesday, 24 February 2015

                  ,

                  Komunitas SLiMS Jogja Sinau bareng di Gunung Kidul

                  Akhirnya, komunitas SLiMS Jogja kembali mengadakan sinau bareng. Giliran Gunungkidul disambangi,  bekerjasama dengan SMA 1 Wonosari.
                  Gunungkidul sangat potensial dalam pengembangan perpustakaan. Perpusda GK juga aktif dalam pengembangan perpustakaan. Komunitas SLiMS ingin memberi sumbangan tenaga dalam ikut mengembangan perpustakaan ini.
                  Monggo, yang tertarik silakan datang. Boleh bawa makanan kecil sendiri, syukur bisa untuk dibagi-bagi. Acara ini gratis, tidak berbiaya dan berlaku untuk siapa saja.. Pendaftaran, lihat poster di bawah ini.
                   

                  Setelah sinau bareng, anda bisa menikmati keindahan Gunung kidul. Bagi yang berumah di kawasan Jogja maka perjalanan pulang anda bisa mampir di Nglanggeran, atau menikmati sore hari di bukit Pathuk.. Oleh-oleh walang goreng atau tiwul juga tersedia di sepanjang jalan...

                  Sunday, 22 February 2015

                  ,

                  Dua tahun enam bulan: pembelajaran sebagai penanggungjawab perpustakaan FT UGM

                  Mengelola perpustakaan satu dengan yang lain tentunya tidak bisa sama dalam hal strateginya. Selama 2.5 tahun saya diminta untuk mengelola perpustakaan FT UGM tentunya tidak bisa lepas dari kekurangan.

                  Berikut adalah beberapa catatan saya, yang semoga bisa menjadi pembelajaran bagi siapapun yang memerlukan, terutama nanti yang menggantikan saya di Perpustakaan FT UGM.
                  1. Buat skala prioritas
                  2. Buat hubungan baik dengan siapapun
                  3. Jadilah pembelajar pada apapun yang bermanfaat
                  4. Fokus pada tujuan paling realistis
                  5. Buat satu (minimal) gebrakan
                  6. Branding perpustakaan ke mana saja, dengan berbagai cara
                  7. Bermain emosi 
                  8. Buat skenario agar orang "ngeh" pada perpustakaan
                  Buat skala prioritas 
                  Skala prioritas yang saya tetapkan pertama kali adalah mencari kegiatan/layanan yang khas di FT UGM serta belum ada di jurusan di FT UGM. Pada pekerjaan ini, titik berat ada pada perpustakaan FT UGM. Selama 2.5 tahun, perpustakaan fakultas memang konsen pada perbaikan, pengembangan unit perpustakaan fakultas.
                  Setelah itu, pada awal 2015 mulai merumuskan hubungan dan memulai program dengan perpustakaan tingkat jurusan. 


                  Buat hubungan baik dengan siapapun
                  Ini mutlak. Buat hubungan baik dengan siapapun yang menjadi rekan kerja anda dan orang di luar perpustakaan namun punya kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan tentang perpustakaan.

                  Jadilah pembelajar pada apapun yang bermanfaat

                  Ini juga mutlak. Belajar dan lakukan studi banding. Ndak perlu naik kapal terbang untuk studi banding. Buka saja website berbagai perpustakaan yang dianggap maju. Karena saya mengelola perpsutakaan bidang teknik, biasanya saya membuka web perpustakaan universitas di luar negeri yang berkaitan dengan ilmu teknik.
                  Kalau ada internet messengernya, coba sapa dan ajak ngobrol. Lakukan pula via twitter atau FB.

                  Fokus pada tujuan paling realistis

                  Tetapkan tujuan-tujuan yang realistis untuk dilakukan. Realistis ini penting, meski kita juga harus memiliki tujuan yang dianggap orang tidak realistis sebagai tujuan jangka panjang.

                  Buat satu (minimal) gebrakan

                  Dari tujuan yang dianggap realistis itu, wujudkan minimal 1 saja dan dengan kekuatan kita sendiri. Gebrakan ini penting untuk pencitraan dan membuka mata orang disekitar

                  Branding perpustakaan ke mana saja, dengan berbagai cara  
                  Buat pemberitaan yang kuat tentang perpustakaan anda. Kalau bisa menguasai media web, buat berbagai berita dari berbagai kegiatan lalu bagikan lewat berbagai jejaring sosial.

                  Bermain emosi dan buat
                  skenario agar orang "ngeh" pada perpustakaan
                  Nah, ini agak sulit saya jelaskan. Intinya kita harus memainkan emosi pada staf kita dan juga pada orang disekitar kita. 
                  Kadang kita hidup di perpustakaan yang tidak dianggap orang orang lain. Kita bisa memainkan peran di sini. Kadang kita harus "lembah manah", tapi juga jangan mau diremehkan. Kita sewaktu-waktu juga harus membusungkan dada membela perpustakaan atau profesi kita. Jika tak hati-hati, kita bisa terperosok pada bagian ini.
                  Ketika kita memainkan skenario, di sisi lain jangan lupa untuk tetap bekerja profesional. Perpustakaan dengan kegiatannya tetap jalan dengan baik dan benar, namun menggaet orang agar masuk skenario juga berjalan.

                  Kerja-kerja di Perpustakaan FT UGM
                  Apa yang dilakukan seorang penanggungjawab perpustakaan? Pj. perpustakaan fakultas bukanlah jabatan struktural yang ada dalam aturan UGM. Pj perpustakaan fakultas diatur sendiri oleh fakultas yang bersangkutan. Pekerjaan antara Pj fakultas satu dan lainnya juga tidak selalu sama.

                  Di FT UGM, yang saya kerjakan dapat dikelompokan menjadi: kerja manajerial, kerja teknis, kerja pengembangan.

                  Kerja manajerial terkait pengelolaan staf, pengembangan staf, memotivasi staf, evaluasi staf, penghitungan beban kerja dan lainnya.
                  Kerja teknis, meskipun memiliki jabatan penanggungjawab namun tidak dapat begitu saja meninggalkan kerja teknis. Mengapa? karena ada SKP yang menuntut kerja 1250 jam per tahun. Selain itu, implikasi jabatan pj perpustakaan fakultas  yang tidak ada dalam struktur UGM maka kerja manajerial juga tidak dapat memenuhi 1250 jam. Kerja teknis di Perpustakaan FT UGM yang selama ini saya lakukan adalah: mengampu workshop, manajemen web, manajemen konten web, manajemen jaringan internet, manajemen sistem informasi. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang tidak dilakukan rekan lain. Atau dalam bahasa lain, pekerjaan ini saya lakukan karena merupakan pekerjaan baru.
                  Kerja pengembangan, merupakan pekerjaan mencari ide layanan baru atau program kegiatan baru  baik mengumpulkan ide dari staf lain, dari berbagai media atau juga dalam bentuk kerjasama dengan pihak/unit lain.

                   


                  Berbahaya, pengembangan SLiMS sudah tidak terkendali

                  Setelah tujuh tahun, pengembangan SLiMS sebagai perangkat lunak berkode terbuka untuk perpustakaan semakin berkembang.

                  Pada akhir 2014 dan awal tahun 2015 ini, terlihat perkembangan SLiMS semakin menggila. SMS Gateway, RFID, oprekan, peminjaman mandiri, perpanjangan mandiri, pemesanan online dan berbagai pengembangan lainnya terus muncul.

                  Terus terang saya sudah tidak bisa lagi memantau perkembangan SLiMS. Perkembangan SLiMS oleh komunitas benar-benar sudah liar, tak terkontrol dan gila-gilaan.

                  Ini sangat berbahaya.
                  Berbahaya bagi yang tidak mengikuti perkembangan terkini, sehingga tertinggal dalam memantau. Tentunya juga berbahaya bagi pengembangan perpustakaan. Karena kemungkinan prosedur formal pengembangan IT bagi perpustakaan bisa diterobos oleh para pegiat SLiMS yang juga pengelola perpustakaan. Pengembangan perpustakaan dapat mereka lakukan sendiri tanpa sekat-sekat birokrasi.

                  Ditambah mesranya para pustakawan dengan para praktisi IT, baik dalam komunitas atau dalam institusi perpustakaan tersebut berada. Manajer handal penggerak perpustakaan yang memiliki pemahaman IT dan konsep pengembangan perpustakaan sangat membantu pengembangan.

                  Di UNSYIAH, beberapa waktu lalu di SCM2014 merupakan salah satu bukti. Kuasa dan kompetensi manajer sangat berpengaruh dan tak bisa dibendung. SLiMS berkembang pesat. Di UNY kabarnya SLiMS-isasi juga dilakukan sembari terus dikembangkan.  Di Yarsi, penerapan SLiMS dan RFID oleh SDC juga berjalan lancar jaya.Coba bayangkan kalau institusi pada mandiri seperti ini, pasti perpustakaan akan semakin mantap.

                  Diskusi di forum diskusi SLiMS juga semakin mantep. Banyak hal yang muncul dan muncul setiap harinya. Kita sudah tak bisa lagi mengontrol. Bahaya kan?

                  Tapi saya segera ingat, Pak Dhe Stallman pernah mengatakan "In gift cultures, social status is determined not by what you control but by what you give away".1  

                  Jadi, dalam komunitas SLiMS berbagilah yang banyak, maka status anda akan meningkat.




                  , , ,

                  Kompetensi wajib tentang TI untuk pustakawan FT UGM

                  Berbagai standar kemampuan terkait teknologi untuk pustakawan banyak dirumuskan oleh berbagai perpustakaan.
                  LOC salah satunya, dengan konsep KSAnya (Knowledge, Skills, and Abilities). Sedangkan Denver Public Library merumuskan dengan lebih rinci lagi, klik.

                  Belajar dari dua hal di atas serta pengalaman mengelola perpustakaan FT UGM, maka berikut beberapa pembagian kompetensi teknologi yang seharusnya dimiliki oleh pengelola perpustakaan FT UGM.


                  1. Hardware
                    • penanganan kerusakan ringan pada hardware
                    • penanganan printer
                  2. Jaringan Internet
                    • memasang dan merawat mikrotik
                    • mengelola  jaringan dengan mikrotik
                  3. Software
                    • instalasi operating system
                    • instalasi aplikasi
                  4. Pengolah dokumen
                    • pengolah angka 
                    • pengolah text
                    • pengolah presentasi
                  5. Keamanan
                    • memasang antivirus
                    • membersihkan virus
                  6. Sistem Informasi perpustakaan
                    • memahami sistem informasi
                    • memahami berbagai aspek sistem informasi
                  7. Website
                    • mengelola server website
                    • mampu memasang website di hosting dan domain
                    • manajemen VPS
                    • mampu melakukan editing CMSsederhana
                    • memahami konsep SEO
                  8. Programming
                    • memahami html sederhana
                    • memahami php sederhana
                  9. Multimedia
                    • mampu melakukan perekaman gambar layar+suara
                    • mampu melakukan editing gambar dan suara
                  10. Jejaring Sosial
                    • mampu menggunakan twitter dan facebook
                    • mampu memposting dan mengelompokan berbagai jenis postingan
                  11. Internet Messenger
                    • mampu menggunakan berbagai IM
                    • mengetahui berbagai etika IM
                  12. Cloud Computing
                    • mengetahui berbagai jenis layanan cloud computing
                    • mampu memilih aplikas cloud sesuai kebutuhan
                    • mampu menggunakan GoogleDrive, SkyDrive, aplikasi Simpan.UGM
                  13. Academic Software
                    • mampu menggunakan Mendeley, Zotero, 
                    • mampu menggunakan prezi, powtoon, slide.de, 
                    • mampu mengelola dokumen sesuai kaidah penulisan menggunakan aplikasi pengolah kata (OpenOffice  Writer, Ms. Word, LyX)
                  14. Email
                    • mampu membuat email pada berbagai jenis penyedia email
                    • mampu menggunakan email
                    • mampu menulis email dengan beretika
                  15. Search Engine
                    • mampu menggunakan Google, Yahoo, dan meta search engine.
                    • mampu menggunakan logika boolean dalam pencarian
                  16. Online Information Resources
                    • mengetahui berbagi sumber informasi online yang kredibel dan terpercaya
                    • mampu mengakses berbagai sumber informasi dengan cara yang efektif dan efisien
                  17. Pengelolaan data
                    • memahami konsep metadata
                    • memahami konsep pertukaran data

                  Monday, 2 February 2015

                  Kegiatan yang perlu ditiru

                  Tidak sengaja menemukan web Corcordia.ca, khususnya bagian perpustakaan.
                  Tema workshop merupakan salah satu yang menarik untuk saya.
                  Sekaligus sebagai dokumentasi, saya copykan tema workshop dari web tersebut (http://library.concordia.ca/help/workshops/) di bawah ini:


                  Kick-Start Your Studies - Discover What the Library Can Do For You
                  Why attend? This interactive workshop will provide a practical introduction to Concordia Libraries including key services and resources to support your academic studies at Concordia. Explore tips to finding relevant and appropriate information for your assignments, including millions of books/ebooks and quality research articles and data, available to you via the library..

                  Planning and Researching Your Term Papers
                  Why attend? This interactive workshop will provide practical strategies and tips to enable you to get the best grade in your assignments, including how to:
                  • Define your research topic
                  • Organize your ideas effectively
                  • Find background information – Wikipedia plus...
                  • Find the most relevant and appropriate information for your assignments
                  • Create perfect reference lists – an introduction to citation styles and guides
                  Academic dishonesty and plagiarism: What it is and how to avoid it
                  Why attend? This hour-long workshop will discuss what constitutes plagiarism and academic dishonesty. It will teach you how to recognize plagiarism and how to avoid it through proper use of quotation, paraphrasing and citation.

                  The Way of APA
                  Why attend? Do you need to prepare an assignment using APA style? In this workshop, you will be introduced to some of the guidelines provided in the Publication Manual of the American Psychological Association. Topics covered will include how to keep track of sources that you find during your research process, how to properly cite sources in your paper, and some basics of setting up your APA document including the Running Head and the Title Page.

                  Support from your Subject Librarian
                  The subject librarian for your department offers subject-specific advice to help you find, evaluate and manage the most relevant research information for your program.  They can also advise on referencing your work correctly.
                  Each librarian has created an online research guide to help you to find resources for your class assignments. If you can't find what you need via your research guide, you can contact your subject librarian and make an appointment to see them.
                  Subject-specific or course-specific workshops also take place throughout the academic year. Contact your subject librarian for more information or to request a workshop for your class.


                  http://www.concordia.ca/library/guides/encs.html#1

                  http://library.concordia.ca/help/howto/

                  Thursday, 1 January 2015

                  ,

                  Target tahun 2015 (sebagai pustakawan)

                  Berikut beberapa target saya (terkait profesi saya) sebagai pustakawan

                  Target teknis:
                  1. Bisa melakukan editing CSL
                  2. Web perpustakaan FT kembali hidup dengan VPS
                  3. Harus mencoba membuat pathfinder.
                  4. Kemampuan mengelola jaringan dengan mikrotik meningkat
                  5. Kembali belajar latex
                  Target profesi:
                  1. Mengajukan dan lolos fungsional pustakawan
                  Target organisasi
                  1. Perpustakaan jurusan di FT UGM tergabung dalam Sistem Informasi terintegrasi
                  2. Silang layan mulai diterapkan di FT UGM (antar jurusan) 
                  Target komunitas
                  1. Semakin meningkatkan kontribusi komunitas SLiMS pada perkembangan perpustakaan di Indonesia

                  Monday, 29 December 2014

                  ,

                  SLiMS dan perkembangan pustakawan Indonesia

                  Keputusan pegiat SliMS Jogja untuk membuat komunitas SLiMS secara resmi pada 2010 (http://jogjalib.blogspot.com/p/sejarah.html) merupakan salah satu tonggak sejarah perkomunitasan SLiMS di Indonesia.

                  Komunitas SLiMS ini akhirnya menyebar ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, memang banyak dinamika (baca: http://mustoko.blogspot.com/2012/12/komunitas-slims-indonesia-bagaimana.html) yang ada dalam komunitas SLiMS di Indonesia ini. Termasuk pasang surut, bongkar pasang, kegalauan, disorientasi dan lainnya.

                  Apa tujuan komunitas ini? ngumpul-ngumpul? seneng-seneng?
                  Ya, awal mula komunitas ini adalah ngumpul-ngumpul untuk belajar. Sesederhana itu, dan sebelumnya juga telah banyak komunitas seperti itu. Termasuk komunitas pustakawan atau pengelola perpustakaan.

                  Namun, pertunjukan tetap harus berjalan.
                  Munculnya komunitas serupa di tempat lain menjadi fenomena menarik. Lalu apa hasilnya?

                  Ya, setelah 4 tahun dunia perkomunitasan SLiMS ikut meramaikan dunia perpustakaan, sekarang kita dapat melihat beberapa efek yang ditimbulkannya. Karena komunitas ini konsen utamanya dalam bidang teknologi maka efek terkait teknologi juga paling kental disebabkan komunitas ini.  
                  1. Perkembangan keterampilan pustakawan, merupakan efek pertama dari SLiMS dan Komunitasnya. Keterampilan teknologi informasi adalah keterampilan yang paling terlihat berkembang pada komunitas dan pustakawan. Selain kemampuan IT, berkembang pula kemampuan berjejaring pada  pada komunitas lain, kemampuan presentasi (menyampaikan ide) yang diasah pada saat pertemuan komunitas atau belajar bersama atau kepada atasan, kemampuan bernegosiasi kepada atasan untuk tawar-menawar pengembangan IT perpustakaan. Berbagai perkembangan keterampilan ini dapat diintip di goslims.net dan berbagai blog komunitas.
                  2. Pandangan profesi lain terhadap pustakawan dan perpustakaan. Efek ini merupakan efek turunan dari efek pertama. Profesi lain muncul dari atasan, teman sejawat atau dari luar. Sementara itu pandangan terhadap perpustakaan dapat kita lihat dari munculnya pegiat SLiMS dari non-pustakawan (non pengelola perpustakaan). Mereka ikut serta menyumbang ide dan pengembangan teknologi dalam pengembangan perpustakaan dengan bekerjasama dengan pengelola perpustakaannya
                  3. Perkembangan perpustakaan. Efek dari dua efek sebelumnya adalah perkembangan perpustakaan. Ini merupakan efek utama yang diharapkan muncul dari perkembangan SLiMS dan komunitasnya.
                  4. Posisi tawar pegiat meningkat, dan menjadi perantara rejeki pegiat komunitas. Ini merupakan efek ikutan yang mengikuti efek-efek sebelumnya. Bentuknya bisa bermacam-macam, langsung ataupun tidak langsung, banyak atau sedikit.
                  Efek di atas tentunya tidak secara tunggal disebabkan oleh komunitas SLiMS saja, namun juga diwarnai oleh berbagai hal lain. Pendidikan perpustakaan, kebijakan, motivasi dari diri pribadi juga turut mewarnai. Selain itu juga dimungkinkan ada efek lain yang belum saya tuliskan.

                  Nah, sekarang coba direnungkan: "Efek mana yang telah anda rasakan"

                  Thursday, 11 December 2014

                  Melokalkan Mendeley

                  Mendeley memiliki format dasar penulisan daftar pustaka dan kutikan dengan standar bahasa Inggris. Misal istilah "and", "available at", "pp." dan lainnya.

                  Jika kita ingin mengubahkan dalam bahasa Indonesia, maka kita harus menyalin data lokal en-US dalam bahasa Indonesia.

                  1. Silakan buka loadlocale.js yang ada di /opt/mendeleydesktop/share/mendeleydesktop/citeproc-js/src/ (selain Linux silakan menyesuaikan)
                  2. Buka file loadlocale.js tersebut. Anda akan menemukan  kode yang diawali dengan en-US. Copi baris tersebut, paste di bawahnya. Ubah en-US hasil copian menjadi is-ID.
                  3. Berikutnya, ubah istilah dalam baris id-ID, sesuaikan dengan kaidah dalam bahasa Indonesia. Misalnya et. al. menjadi dkk. serta yang lainnya.
                  4. Setelah itu simpan kembali file tersebut.
                  5. Untuk dapat menggunakan, silakan buka file CiteprocReact.js (silakan cari sendiri letaknya. Edit dan temukan return locale, ubah nilainya menjadi id-ID.
                  6. Uninstall Wordplugin melalui Mendeley Desktop, lalu install lagi (Install ulang).
                  7. Coba gunakan
                  hasil penggunaan id-ID

                  Wednesday, 10 December 2014

                  Tentang Mysql yang error

                  Jika mengalami error mysql tidak bisa jalan (dalam error log) seperti ini:

                  InnoDB: Error: could not open single-table tablespace file .\mysql\innodb_index_stats.ibd
                  InnoDB: We do not continue the crash recovery, because the table may become
                  InnoDB: corrupt if we cannot apply the log records in the InnoDB log to it.
                  InnoDB: To fix the problem and start mysqld:
                  InnoDB: 1) If there is a permission problem in the file and mysqld cannot
                  InnoDB: open the file, you should modify the permissions.
                  InnoDB: 2) If the table is not needed, or you can restore it from a backup,
                  InnoDB: then you can remove the .ibd file, and InnoDB will do a normal
                  InnoDB: crash recovery and ignore that table.
                  InnoDB: 3) If the file system or the disk is broken, and you cannot remove
                  InnoDB: the .ibd file, you can set innodb_force_recovery > 0 in my.cnf
                  InnoDB: and force InnoDB to continue crash recovery here.

                  Maka, pada file my.ini, bagian [mysqld] tambahkan baris:
                  innodb_force_recovery = 1