Saturday, 25 October 2008

,

Ngoprek Ubuntu

Akhir-akhir ini, gairah ngoprek linux saya besar. Apalagi di tempat kerja mendapat hibah komputer baru dari program A3. Kumputer dengan spec Core 2 duo, terbesar dari komputer yang ada di kantor. Lainnya bervariasi, dari P4 sampe Core Duo.

Awalnya, komputer ini saya test dengan Fedora 9, maklum saya pengen buat server kecil-kecilan untuk beberapa aplikasi perpustakaan dan juga untuk mengunggah file-file kuliah mahasiswa. Selain itu pengen membuat server untuk pelayanan skripsi dan tugas akhir lainnya. Maksudnya supaya file-file daftar pustaka, bab pendahuluan dan juga abstrak dapat dinikmati mahasiswa dengan lebih leluasa.

Selama ini file-file tersebut, juga file digital dari beberapa jurnal pelayanannya sangat manual. Download kemudian disimpan di komputer kerja saya. Untuk pencarian saya gunakan indexing nya Adobe PDF Reader. Selama ini sudah sangat membantu, tapi tidak efektif.

bayangkan saja, jika pas banyak yang meminta file-file ini, saya harus search satu-satu perpintaan itu.

Nah, Kabarnya Fedora bagus untuk server. Pertama saya gunakan FC 9 Live CD, jalan beres. Tapi ketika saya install, kok keyboardnya tidak kedetek. Lha dalah.....

Pilihan berikutnya adalah Ubuntu. Selama ini saya akrab dengan HH, maka saya install ubuntu HH.

Namun kemudian, terbesit ingin memvariasi juga linux di kantor. Hmmm, akhrinya... Lontara saya pilih. Masih satu keluarga juga dengan Ubuntu.

Wednesday, 24 September 2008

, , , , ,

Gambaran Sistem Informasi Perpustakaan di wilayah UGM

Berikut ini beberapa link (sebagian ada yang internal) yang menunjukkan aplikasi yang dipakai sebagai sistem informasi perpustakaan di wilayah UGM.

1. Perpustakaan Pusat UGM. Bisa dilihat di http://10.13.200.13/digilib/ juga http://digilib.archiplan.ugm.ac.id/, OPAC perpustakaan pusat bisa di lihat di http://10.32.1.5. Selain itu katalog induk juga ada di http://lib.ugm.ac.id/exec.php?app=simpus&act=default
Untuk sirkulasi koleksi perpustakaan pusat UGM menggunakan SIPPUS versi dekstop, sedangkan untuk OPAC menggunakan Sippus versi web. Selain Perpustakaan Pusat UGM, SIPPUS juga digunakan oleh perpustkaaan Teknik Arsitektur UGM dan perpustakaan Kedokteran Hewan UGM, Geografi, MIPA UGM.


2. Perpustakaan FISIPOL UGM. http://192.168.2.107/opac/

Perpustakaan Fisipol UGM menggunakan IBRA. Ibra merupakan produk dari Teratama, sebuah perusahaan komersial yang mengembangkan software aplikasi. IBRA ini memppunyai fitur untuk sirkulasi, absensi pengunjung, manajemen koleksi monograf, tugs akhir, audio dan juga Video.

3. Perpustakaan MEP UGM. Di http://www.mep.ugm.ac.id/sipus/home/index.php
Menggunakan Openbiblio. Openbiblio merupakan produk opensource yang dibuat oleh Dave Stevent.

4. Perpustakaan MAP UGM

MEnggunakan Software produk dalam negeri berbandrol Opensource pula, yaitu IsisONline. Isisonline merupakan kreasi dari mas Ismail Fahmi dari KMRG ITB. BEliau sekarang sedang menyelesaikan program doktoralnya di Belanda. ISISOnline merupakan aplikasi berbasis web, dimana database yang digunakan adalah ISIS. OPAC MAP UGM bisa di lihat di http://10.30.10.60/isisonline/search.php

5. Teknik ELektro UGM.

Sebagai jurusan yang bergelut (salah-satunya) di bidang teknologi informasi, jurusan ini punya aplikasi pengembangan sendiri. Perpustakaan Jurusan Teknik Elektro ini menggunakan aplikasi http://ref.te.ugm.ac.id/ Selain itu untuk koleksi digitalnya menggunakan aplikasi http://diglib.te.ugm.ac.id/

6. Teknik Sipil UGM.
Setahu penulis, jurusan ini sudah mengembangkan sistem informasi perpustakaan yang integral dengan akademik dan berbasis web jauh-jauh hari dibanding perpustakaan lain di wilayah UGM. Nama aplikasinya saya kurang tahu persis, tapi bisa intip di http://akd.tsipil.ugm.ac.id/pps_katalog.html

7. Jurusan Teknik Geologi UGM
Untuk OPAC di internet jurusan ini mengembangkan scrip php. Scrip ini merupakan scrip yang di dapatkan dari sebuah buku dan dikembangkan sendiri. OPAC ada di http://geologi.ugm.ac.id/lib
Sedang untuk koleksi digital, ada beberapa koleksi tugas akhir berikut abstraknya yang dapat di lihat di http://geologi.ugm.ac.id/gdl42/ Aplikasi yang digunakan adalah GDL 4.2. Serumah dengan ISISOnline, GDL juga merupakan produk dari KMRG ITB. Sedangkan untuk OPAC di lingkungan internal perpustakaan, digunakan IGLOO 6.0. Igloo merupakan aplikasi berbasis web yang juga dapat digunakan sebagai sarana sirkulasi.




Update:
Sejak Maret 2009 Perpustakaan Teknik Geologi UGM menggunakan Senayan. Baik untuk sirkulasi, OPAC internal maupun pada website.




8. Perpustakaan Fakultas Ekonomi UGM.
Sepertinya perpustakaan ini baru saja mengembangkan aplikasi yang integral untuk kegiatan akademiknya. Perpustakaan FE menggunakan aplikasi yang di berinama SINTESIS. APlikasi ini dapat dilihat di http://academics.feb.ugm.ac.id/sintesis/lib/, didalamnya lengkap dengan informasi status koleleksi (dipinjam atau tersedia)

9. Perpustakaan FIB UGM
Opac yang digunakan di FEB UGM adalah hasil coding dari penyedia jasa software Gramaweb. OPAC FIB UGM bisa dilihat di http://antropologi.fib.ugm.ac.id/perpus/searchadv.php



Selain aplikasi diatas, beberapa perpustakaan di UGM menggunakan aplikasi SIPISIS

Mohon koreksi jika ada kekeliruan.

Friday, 5 September 2008

, , ,

Pake Igloo 6.0



Lama sudah perpustakaan kami menggunakan SIPISIS untuk OPAC dan Sirkulasi. Untuk sirkulasi digunakan sejak 2002, sedang OPAC untuk mahasiswa menggunakan SIPISIS sejak akhir 2004.

Khusus untuk OPAC, penggunaan SIPISIS di awali dengan adanya komputer "jadul" yang tidak terpakai. Setelah diliat, ternyata mampu dipake untuk ISIS. Atas bantuan seorang master ISIS di fakultas, akhirnya jadilah memakai komputer itu untuk OPAC.

Waktu terus berlalu (cie...), akhirnya pada minggu pertama bulan september 2008 ini ada permasalahan pada memori komputer OPAC. Akhirnya terbesit ide, saya kurangi saja komputer internet, satu buah untuk OPAC.

Komputer yang digunakan untuk internet tidak banyak, hanya 3 unit. Dua diantaranya memakai Ubuntu sebagai OSnya, sedang satu kompi menggunakan Window XP.

Emmm, akhirnya yang memakai XP saya boyong untuk dipakai sebagai sarana OPAC. Lalu memakai apa OPACnya? Mau pake SIPISIS lagi, ah sayang komputer P IV kok pake SIPISIS.

Akhirnya saya kopikan kopimanis yang didalamnya ada IGloo 6. Dengan sedikit seting, kemudian kopikan file data ISIS di dalamnya, jadi deh OPAC.

Akhirnya kami memakai Igloo 6.0 untuk OPAC di perpustakaan kami.

Awalnya para mahasiswa agak canggung. Ada yang berkata kaget "Wah programnya baru ya mas?" "Wah, mas Pur memasukkan ulang semua datanya lagi ya?" "Wah keren ni, mas Pur ya yang bikin?" serta berbagai komentar lainnya.

Padahal, memang programnya baru di pasang, meski sudah ada sejak lama. Padahal, saya tidak memasukkan ulang ribuan buku itu, cukup copy paste saja. Padahal bukan saya yang bikin, tinggal ambil saja diinternet.

Tapi akhirnya, mereka merasakan bahwa menggunakan Igloo 6.0 sebagai sarana penelusuran koleksi terasa lebih nyaman dibandingkan ketika menggunakan SIPISIS.

Selain tidak perlu pencat-pencet tombol (hehehe kan tinggal klik saja), dengan interface web terasa lebih nyaman.

So... bagi pemakai ISIS/SIPISIS, Igloo bisa dijadikan alternatif, ya paling tidak untuk OPAC nya. Pasti akan lebih menarik... :)

Tuesday, 26 August 2008

, ,

Pengguna Senayan

[update 7/5/2009, pengguna senayan selengkapnya silakan lihat di Pengguna Senayan]

Berikut daftar pengguna Software Senayan


http://pustaka.unsa.ac.id
http://pf.uad.ac.id/perpus
http://pustakamaya.dinpendikpkp.go.id/
http://www.ciidjkt-library.co.cc/
http://www.icwbuku.co.cc/
http://library.ivaa-online.org/
http://elibrary.sman1pare.sch.id/
http://www.kemitraan.or.id/library/

serta beberapa perpustakaan lainnya yang belum online atau belum terdeteksi

salam

Monday, 28 July 2008

, ,

BIBLIOTHECA ALEXANDRINA EGYPT; Perpustakaan Pertama di Dunia

dari Kedaulatan Rakyat 28/07/2008 08:05:47

KETIKA Alexander The Great (Iskandar Yang Agung) menginjakkan kakinya di pantai barat Mesir pada 332 SM, ia tercengang dengan keindahan alamnya. ”Di sinilah kota impianku akan kubangun”, katanya. Alexandria atau Iskandaria, nama kota itu kemudian menjadi ibukota Mesir selama hampir 1.000 tahun, sebuah kota kosmopolitan yang dihuni bukan saja oleh bangsa Mesir, tetapi juga Turki, Itali dan Yunani. Bersama Athena di Yunani dan Anthiocia di Syiria yang kini punah, Alexandria menjadi pusat intelektual imperium Iskandar yang membentang dari India hingga Mesir.
Berbeda dengan Kairo yang terkenal sebagai Kota Seribu Masjid, atau Luxor (al-Aqshar, 750 Km dari Kairo), pusat peradaban Mesir 3.000 SM yang kental nuansa Pharonic, Alexandria hampir sepenuhnya bercorak Barat. Tak mengherankan jika sebagian orang menyebutnya sebagai kota Eropa yang terdampar di Mesir dan letaknya yang di pinggir pantai, berhawa sejuk, bersih dan tertata menjadikan Alexandria tempat favorit liburan musim panas.
Di antara peninggalan Hellenic yang masih bisa disaksikan sampai sekarang adalah perpustakaan legendaris pertama di dunia, Bibliotheca Alexandrina.
Manuskrip Aristrophanes di perpustakaan Calligio Romano, Roma, mengisahkan perpustakaan Mesir yang dibangun pada 300 tahun SM ini. Atas usul seorang filsof Yunani dan ahli politik bernama Demitrius Valiery, Ptolemi I penerus Alexander membangun pusat pengembangan ilmu pengetahuan bernama Mouseion (tempat ibadah semua Dewa Pengetahuan dan Seni). Ia belanjakan harta kerajaan untuk membeli buku dari seluruh pelosok negeri hingga terkumpul 442.800 buku dan 90.000 lainnya berbentuk ringkasan tak berjilid. Hingga masa Ptolemi III tercatat sekitar 700.000 buku tersimpan di sana. Selain mengoleksi pustaka Yunani, perpustakaan ini juga menyimpan berbagai manuskrip Mesir kuno dan bangsa Phoenix, serta sebagian kitab Hindu dan Budha. Bukti lain keseriusan mereka adalah upaya penerjemahan, seperti Septuagint (Sab’iniyyat) terjemahan dari kitab suci Yahudi, Taurat.
Simbol peradaban Mesir ini telah melahirkan ilmuwan besar seperti Archimides, Euclide, Kalimakhus, Hypatia, Apollonius dan sebagainya.
Namun 3 abad kemudian keemasan ini berakhir. Redupnya pelita ilmu Alexandria ini ditandai dengan tragedi pembakaran perpustakaan oleh Julius Caesar saat invasi ke Mesir di tahun 48 SM. Berdasar catatan Sinika, sejarawan yang turut dalam ekspedisi itu, tak kurang dari 400.000 buku dibakar. Dunia ilmu berduka, dan Julius Caesar minta maaf. Untuk menebusnya, Marx Antonio yang datang setelah Caesar menghadiahkan 200.000 buku dari Roma kepada Cleopatra yang berlanjut pada kisah cintanya.
Sejak tragedi pembakaran tersebut, perpustakaan tidak terurus. Atas prakasa UNESCO bekerja sama dengan pemerintahan Mesir, munculah ide menghidupkan kembali perpustakaan legendaris ini. Pembangunan dimulai 1990an dan menghabiskan dana US$ 220 juta, US$ 120 juta ditanggung Mesir, sisanya dari bantuan internasional dan negara-negara lain.
Setelah terbengkalai 2.000 tahun, perpustakaan Alexandria kini berdiri lagi dengan arsitek unik dan megah. Bangunan utama berbentuk bulat beratap miring, terbenam dalam tanah. Di bagian depan sejajar atap, dibuat kolam untuk menetralkan suhu pustaka, terdiri lima lantai di dalam tanah, perpustakaan ini dapat memuat sekitar 8 juta buku. Namun yang ada saat ini baru 250.000 buku dan akan terus bertambah tiap tahun.Selain itu juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti 500 unit komputer berbahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pengunjung mencari katalog buku, ruang baca berkapasitas 1.700 orang, conference room, ruang pustaka Braille Taha Husein khusus tuna netra, pustaka ana-anak, museum manuskrip kuno, lima lembaga riset, dan kamar-kamar riset yang bisa dipakai gratis.
Yang juga menarik, lantai tengah yang gallery design dan bisa dilihat dari berbagai sisi. Di lantai kayu yang cukup luas itu terpajang berbagai prototype mesin cetak kuno dan berbagai lukisan dinding. Penulis mengamati perpustakaan ini relatif penuh pengunjung, meski di Alexandria tidak banyak universitas seperti di Kairo. Ini menunjukkan tingginya minat baca masyarakat Mesir dan perpustakaan yang dulu dihancurkan Julius Caesar itu kini menjadi salah satu objek wisata sebagaimana Piramid Giza, Mumi, Karnax Temple, Kuburan para Firaun di Luxor atau Museum Kairo yang menyimpan timbunan emas Tut Ankh Amon.
(Farid Mustofa - Dosen Filsafat UGM yang ke Mesir untuk penjajagan kerja sama internasional UGM dengan ‘Cairo University dan Canal Suez University’)-b

Thursday, 12 June 2008

Pustakawan beneran...?

Hari itu Senin tanggal sembilan, bulan ke enam tahun dua ribu delapan. Sesuai dengan kegiatan keseharian saya, saya masuk kerja, sebagai pustakawan di Teknik Geologi UGM.

Satu hal yang membuat hari itu begitu berharga buat saya adalah sebuah kerja yang jarang, dan baru beberapa kali saya lakukan. Pagi itu ada seorang dosen yang datang kepada saya, mengatakan bahwa beliau diminta membawakan makalah tentang sumberdaya alam. Namun, presentasi harus beliau sampaikan pada hari berikutnya, alias harinya sangat mepet. Nah waktu itu beliau meminta saya untuk membuat slide sederhana sesuai rancangannya. Sebelumnya beliau meminta saya mencarikan beberapa gambar contoh batuan. gambar-gambar itu menjadi pelengkap dari slide yang saya buat.

Akhirnya pencarian informasipun saya lakukan, dengan bantual Om Google, semua gambar batuan saya temukan, kemudian saya gabungkan dalam slide, di tambah beberapa gambar hasil memindai di buku...

Slide itupun jadi....ah senangnya... apalagi ada tambahan sedikit honor... :) hehehe

Terimakasih pak....

Tuesday, 10 June 2008

tentang polisi :: joke saja

Polisi-oh polisi....

Tulisan ini berkaitan dengan pengalaman dan cerita yang saya dapatkan tentang polisi. Singkatnya adalah pengalaman berinteraksi dengan polisi karena sesuatu hal, entah itu pelanggaran atau operasi di jalan raya atau sekedar cerita dari temen.

Pengalaman ini kadang membuat saya tertawa geli, atau sekedar tersenyum :). Mungkin dialognya sudah tidak sama persis seperti yang saya alami, atau seperti cerita yang sampai ke saya.

1. Ini terjadi di jalan kawasan Muntilan jawa tengah, ketika itu ada operasi polisi lalulintas pada jalan searah dari magelang. Banyak sepeda motor yang sudah ada disana. Kadang ketika ada operasi seperti ini saya ingin menanyakan apakah benar mereka memegang surat perintah dari atasan mereka. Tapi karena pengen segera pulang akhirnya tidak jadi. Saat ini saya bersama temen-temen lain yang juga naik motor. Bersama saya ada dua orang berboncengan, yang ternyata tidak membawa SIM. Saking bingungnya, dalam keadaan berhenti saja dia hampir jatuh dari motor. Nah, ternyata sewaktu mau jatuh ini membuat polisi mendekatinya. Tanpa babibu polisi langsung bertanga "Siapa yang belum?" maksudnya belum di periksa STNK dan SIM nya. Merasa saya lengkap saya langsung menjawab "Saya yang belum pak". Dengan jawaban ini ternyata si polisi langsung mendekati saya, bukan temen saya yang lebih dekat dengan si polisi. SIM dan STNK saya serahkan, beres. Kemudian saya beranjak pergi dengan mengajak teman saya yang tidak membawa SIM dan tadi. Ehh ternyata memang benar, dengan jawaban "Saya yang belum pak' tadi si polisi beranggapan bahwa saya sajalah yang belum di periksa, sementara temen saya sudah diperiksa, hasilnya temen saya tidak kena tilang :).

2. Ini cerita seorang temen di Jakarta. Ketika naik motor, karena sesuatu hal dihentikan polantas, tanpa basa-basi lagi si polisi ini langsung mematikan paksa mesin dan mengambil kuncinya, dan berjalan menuju pos. Tapi apa yang terjadi? ternyata si pengendara motor membawa kunci doble, akhirnya dia "on" kan kembali motornya, kemudian tancap gas.... brum brum brum...............Hilang di tengah kemacetan..

3. Dua orang berboncengan, yang depan memakai helm sedang yang di belakang tanpa mengenakan helm. Sesampainya di pos polisi, tentunya karena ada yang tidak berhelm, maka harus berhenti. Si polisi yang menghentikan pengendara ini mengajak yang tidak memakai helm untuk ke pos polisi. Sesampainya disana dia ditanya;
Polisi: "anda melanggar ketentuan karena tidak memakai helm"
Penumpang: "melanggar gimana pak, saya cuma membonceng, nunut pak"
Polisi: " Lha teman anda, yang memboncengkan anda itu siapa?"
Penumpang: "Ndak tahu pak, wong saya cuma ketemu dijalan, kebetulan satu jalur, trus saya ngikut, makanya tanpa helm"
Polisi: "Teman anda tadi mana?"

Tiba-tiba keduanya bengong, ternyata setelah polisi dan penumpang ini masuk POS Polisi, si pengendara motor ngacir, langsung tancap gas....

4. Ada mahasiswa pulang kampung, akhir pekan. Sesampainya di lampu merah, dia melanggar rambu. Akhirnya dia dipanggil Polisi yang jaga disana. Sesampainya di Pos, si mahasiswa di dakwa melanggar rambu lalulintas. Dia mesti di denda sekian ribu. Dengan penuh mengiba, si mahasiswa ini mengatakan "bapak tahu kalau saya pulang akhir pekan ngapain?". "Kalau saya pulang akhir pekan itu berarti uang saya habis pak, saya ndak ada uang. Ini saya ada 20.000, tapi mesti beli bensin. Jadi mohon dikembalikan 5000 untuk beli bensin". Akhirnya si polisi mengembalikan 5000 untuk beli bensin. Ah ada ada saja...

5. Ini sebenarnya trik lama. Intinya ketika bepergian jauh, dan tidak punya SIM, diakali dengan meminjam SIM kepada orang yang wajahnya mirip. Ketika ada operasi, tunjukkan saja SIM dan STNKnya dengan percaya diri. jarang polisi akan mencocokkan wajah dengan SIM yang ditunjukkan.

6. Ada seorang yang melanggar lalu lintas. Sebut saja dari arah barat... ketika lampu berada diantara kuning dan merah, di pertigaan yang semestinya dia berhenti, dia tidak berhenti. Saat polisi menangkapnya, maka terjadi dialog:
Polisi: "Anda melanggar lampu lalu lintas"
Pengendara: "Tidak pak, lampunya blum merah kok"
Polisi: "Tidak itu sudah merah"
Pengendara: "bapak ada di sebelah mananya lampu?"
Polisi: "timurnya"
Pengendara: "Nah, bagaimana bapak tahu kalau itu merah pak? wong lampu itu ada disebelah baratnya bapak dan menghadap kebarat, saya yang dari baratnya saja melihat lampu belum merah kok!!!"

Dengan logika ini, polisi kalah.... :)

Ada yang mau praktek?

Friday, 6 June 2008

, , , ,

Upgrade Senayan (senayan stable 3 ke 4)

Buat rekan pustakawan maupun bukan pustakawan, yang sedang ngoprek Senayan, berikut panduan sederhana untuk migrasi antar senayan

Upgrade Senayan (senayan stable 3 ke 4)


1.Ekstraklah File source senayan anda, misalnya senayan-stable4.tar.gz
Di windows anda dapat menggunakan program winzip, winrar atau 7zip. Sedangkan di Linux anda dapat menggunakan tar, atau dengan klik kanan pada file kemudian pilih exstract here

2.Hasil ekstrak adalah folder senayan

3.Kopikan folder senayan hasil ekstrak tadi di /htdocs/
Fodler htdocs ini di psenayan ada di:
psenayan/apache/htdocs, sedangkan jika menggunakan xampp for windows ada di /xampp/apache/htdocs
Sedangkan di Linux dapat bervariasi, misal
/var/www/ , atau jika menggunakan xampp for linux ada di
/opt/lampp/htdocs/

4.Langkah berikutnya adalah setting konfigurasi database, supaya aplikasi senayan yang baru dapat membaca database yang sudah di buat.
Seting ini dilakukan di file sysconfig.inc.php
Jika anda tidak mau repot-repot menseting ulang, bisa dengan mengkopikan file sysconfig.inc.php dari aplikasi senayan versi lama ke aplikasi senayan versi baru. File sysconfig.inc.php ini terletak di /htdocs/senayan/sysconfig.inc.php.

Baris yang perlu diubah adalah:
define('DB_HOST', 'localhost');
define('DB_PORT', '3306');
define('DB_NAME', 'senayan');ïƒ sesuaikan dengan database anda
define('DB_USERNAME', 'senayanuser');ïƒ username database mysql
define('DB_PASSWORD', 'password_senayanuser');ïƒ passrword database


Selain itu dapat juga dengan:

1. Install senayan versi baru, tentunya dengan nama database baru (berbeda dengan database sebelumnya)

2. Ekport database lama, kemudian restore ke database senayan baru..... Selesai..

3. Kalau anda ingin menghemat ruang, database dan source senayan yang lama dapan anda hapus :)

Thursday, 5 June 2008

, , , , ,

Seminar BBM :: tumben nih...

Saat saya membaca pengumuman seminar tt BBM tanggal 23 Mei 2008, yang mengambil topik 'menyikapi kenaikan BBM dari berbagai disiplin ilmu' saya sempat memastikan, serasa tidak percaya. ternyata si penyelenggara adalah mahasiswa geologi (HMTG) dalam rangka lustrum. dilaksanakan 23 Mei tahun 2008. Dalam seminar ini di hadirkan Pak Sukusen Sumarinda (pertamina), kemudian Pak Soeprapto dari Sosiologi dan terakhir Pak Awan Santosa dari Pusat Studi ekonomi kerakyatan UGM.

"wah tumben anak geologi ngadain acara kayak gini, cerdas!!". Selama saya 'mengabdi' di jurusan ini baru kali ini saya melihat acara dengan format seperti ini --ato kurang gaul kali ya--. Biasanya yang di usung adalah hal-hal yang kegeologian, tentang seismik, nyari minyak bla-bla-bla.

Pada hari H, saya sempatkan untuk ke lokasi seminar, tepatnya di University Center UGM. "Ah bakalan menarik ni seminar".

Lhadalah, sampe disana, ternyata kapasitas UC yang ratusan itu cuma berisi seperlimanya -mungkin kurang-. Kurang lebih pada pukul 10-an saya sampe sana. Waktu itu yang presentasi adalah Sukusen Sumarinda dari Pertamina, dan disampingnya ada moderator. Saya sempat bertanya-tanya, "kemana dua pembicara lainnya". Usut punya usut, ternyata acara berjudul seminar ini di bagi tiga sesi, masing-masing sesi satu pembicara dari disiplin ilmu yang berbeda-beda.

Wah.... gdubrak.... jadi hambar nih seminar. Kalau dibagi tiga gini apa menariknya? Sama saja kayak baca buku ato pemikiran ketiga pembicara, ndak usah ikutan seminar saja. Dialektika menarik, pertukaran ide dari disiplin ilmu berbeda yang saya bayangkan akan saya saksikan pupus sudah.....

Ketika saya tanyakan kepada ketua HMTGnya, beliaupun mengiyakan. Mestinya memang menarik jika dipanelkan. Akan lebih hidup dan berbobot seminar ini. Tapi ya bagaimana lagi, wong saya cuma penikmat kok, bukan konseptor...

Namun demikian ide-ide acara seperti ini pantas di acungi jempol. Ketika ketemu dengan ketua HMTGnya juga saya lontarkan, bahwa perlu bagi mahasiswa baru selain di bekali dengan dasar geologi juga perlu dibekali dengan wacana sumberdayaalam di Indonesia. Siapa sih pengelola sumberdaya alam kita? Sumberdaya alam kita itu untuk siapa tho? Kata UUD untuk kemakmuran rakyat? dimana posisi sumberdaya alam dalam perpolitikan dunia? Apa benar ada rebutan 'ladang'? Awal Freeport masuk Indonesia itu seperti apa tho? Katanya Freeport itu tambang besar kelas dunia, kok kita tetep miskin gini ya? Kok Cepu bisa jatuh ke Exxon tho? ....... Sebagaimana fakta, bahwa mengelelola sumberdaya alam (minyak, dll) itu bertautan dengan banyak aspek, ada sosial politik, hukum. Apalagi bagi para calon penjaga gawang sumberdaya alam Indonesia....menurut saya sih penting...


salam

Monday, 2 June 2008

, , ,

Igos Summit 2

Beruntung, ketika terjadi perhelatan Igos Summit tanggal 27-28 Mei 2008 ini saya berkesempatan datang ke sana. Tepatnya ikut andil di stand Senayan Library Automation, yang merupakan software aplikasi untuk perpustakaan. bareng temen-temen yang lebih idealis -dari pada saya--, saya belajar banyak tt FOSS.

Igos Summit ini merupakan yang kedua. Selain menghadirkan stand-stand juga ada seminar bertema FOSS. Di arena Igos Summit ini pula, saya berkesempatan ketemu -lagi- dengan pak Onno, selain itu tak disangka ketemu pula dengan pak Bambang Prastowo. Hal yang lucu terjadi adalah ketika stand Senayan didatangi oleh sosok berpostur tinggi besar berkacamata dan yang disambangi pertama kali adalah mas Hendro. Setelah terlibat percakapan, selesai dan beliau meninggalkan stand Senayan... lha ternyata itu Mas Romi Satria Wahono.. halah...tak kirain siapa. Temen-teman yang biasanya ketemunya lewat dunia maya, baik email ataupun YM pun ketemu juga di sini. Beberapa temem-temen alumni UI, bahkan dengan temen satu kantor (UGM) malah ketemunya di Jakarta..

Cerita lainnya adalah ketika pak Hanjar Basuki datang di stand Senayan... karena saya tidak kenal, maka saya sodori saja brosur Senayan dan perpustakaan Diknas. Setelah beliau pergi... eh mas Yono (Wardiyono) cerita bahwa setelah saya memberikan brosur kepada beliau mas Yono ketawa. "Itu pak Hanjar Basuki, Pur. Penanggungjawab/koordinator perpustakaan Diknas" walah... wong "pemilik" sendiri kok saya beri brosur.

Berbagai produk dan inovasi di tawarkan oleh stand yang gabung di Igos Summit ini. Senayan sendiri menawarkan Senayan stable 4 yang sudah mendukung multi bahasa, selain itu juga Igloo versi 6.0. "Igloo ini sudah bisa youtube-youtube-an" begitu kata mas Hendro. Igloo yang diberikan cuma-cuma ini memang mendukung pengelolaan koleksi video dengan model seperti youtube. Igloo ini dikemas dalam Kopimanis, dan merupakan hasil dari implementasi dari sebuah perpustakaan. Disinilah indahnya semangat opensource. Pesan--> implementasi--> lempar ke publik dengan semangat opensource.

Stand BPPT, mengembangkan perintah suara di Linux. Dari demo yang dilakukan komputer (OS nya Linux) mampu "mendengar" dan menerjemahkan perintah lisan. "Buka Console" "Buka Firefox" "Jelajah detik" "Jelajah kompas" "tutup aplikasi" dan berbagai perintah lainnya. Kambingnya UI bagi-bagi CD distro, pak Onno dengan Wajanboliknya, Sisfokampus dengan FOSS sisfokampunyanya, kemudian ada POSS UGM, POSS Presiden university, POSS UPI dengan berbagai inovasi sesuai karakternya masing-masing.

Selain itu --ini kebiasaan pengunjung, apalagi dari luar kota-- mencari gratisan merupakan misi wajib. Ada beberapa stand yang menyediakan gratisan. Ada Cd linux berbagai distro, buku, CD OSS, berbagai aplikasi, sampai yang kecil-kecil seperti ngobrol dan keluh kesah atau konsultasi tt OSS.